Libatkan 1.746 Pekerja Lokal, Irine Roba Dorong Kemandirian Petani Lewat Program P3TGAI di Halmahera Timur
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 146
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, bertemu 23 kelompok penerima Program P3TGAI di Desa Sidomulyo, Rabu (30/7), untuk sosialisasi peningkatan jaringan irigasi. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, HALMAHERA TIMUR – Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menggelar pertemuan dengan 23 kelompok penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2025 dan 2026 di Desa Sidomulyo, Rabu (30/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi pelaksanaan program peningkatan jaringan irigasi bagi kelompok tani.
Dalam sambutannya, Irine menjelaskan bahwa P3TGAI merupakan program pemberdayaan perkumpulan petani melalui pembangunan, perbaikan, dan peningkatan jaringan irigasi secara swakelola. Menurutnya, irigasi yang baik akan mendukung produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari koordinasi panjang antara Balai Wilayah Sungai Maluku Utara dan Tim Irine Center, mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi agar program benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Irine menegaskan bahwa program P3TGAI yang diterima masyarakat merupakan bagian dari jalur aspirasi anggota DPR RI. Sebagai wakil rakyat, ia memiliki tanggung jawab untuk mengusulkan desa penerima kepada pemerintah pusat sekaligus mengawal seluruh proses pelaksanaan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program ini memiliki cakupan yang luas di wilayah Maluku Utara. Berdasarkan data teknis, sebaran program meliputi 27 kelompok di Halmahera Utara, 37 kelompok di Halmahera Timur, 13 kelompok di Halmahera Tengah, 14 kelompok di Halmahera Selatan, 14 kelompok di Pulau Morotai, dan 1 kelompok di Tidore Kepulauan. Secara keseluruhan, program ini mencakup 106 paket pekerjaan dengan panjang saluran mencapai ±22.707 Km dan mampu melayani luas areal pertanian sebesar ±719 Ha. Hingga saat ini, progres fisik pekerjaan telah mencapai 74% dengan penyerapan anggaran sebesar 70%, serta melibatkan 1.746 tenaga kerja dari masyarakat setempat melalui skema padat karya.

“Saya berharap seluruh kelompok tani dapat menjaga dan memanfaatkan jaringan irigasi yang telah dibangun sehingga mampu mendukung peningkatan hasil pertanian secara berkelanjutan. Saya juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerja sama dengan pemerintah agar program serupa dapat terus hadir di masa depan,” tegasnya.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tamu penting, antara lain:
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Bpk. M. Saleh Talib beserta rombongan
Kepala Balai BPBPK Maluku Utara, Bpk. Sahdin Husen beserta rombongan
Kepala Balai BP2JK Maluku Utara, Bpk. Andie Mai Endrijatno
Kepala Balai BPJN Maluku Utara, Bpk. Abdul Hamid Payapo
Kepala Desa Sidomulyo selaku tuan rumah pelaksana, serta para kepala desa penerima program P3TGAI di Halmahera Timur
Ketua, sekretaris, dan bendahara kelompok P3TGAI Tahun 2026 yang hadir
Warga masyarakat dari Kecamatan Wasile dan Wasile Timur
Salah satu perwakilan kelompok tani Yusmanu menyampaikan apresiasi kepada Irine Roba, BWS Maluku Utara, dan Tim Irine Center atas perhatian yang diberikan melalui program P3TGAI.
“Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik sangat membantu kami para petani dalam memperoleh pasokan air yang lancar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian,” ujarnya.
Masyarakat juga berharap pendampingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program terus dilakukan agar kualitas pembangunan tetap terjaga dan manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang. Mereka menilai kolaborasi antara pemerintah, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, dan anggota DPR RI menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap P3TGAI tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik jaringan irigasi, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian kelompok tani dalam mengelola sumber daya air. Dengan demikian, sektor pertanian di Desa Sidomulyo diharapkan semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Irine dalam sambutannya.
- Penulis: Mujizad Mandea
- Editor: Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar