Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Fahri Sibua: Tawarkan Konsep Integrated Coconut-Based Industry untuk Kelapa Bido Morotai Dari SAF hingga Ekonomi Sirkular

Fahri Sibua: Tawarkan Konsep Integrated Coconut-Based Industry untuk Kelapa Bido Morotai Dari SAF hingga Ekonomi Sirkular

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kelapa Bido (Cocos nucifera var. bido), tanaman endemik khas Pulau Morotai, Maluku Utara, kian menarik perhatian dunia karena potensinya sebagai bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengembangan Kelapa Bido memiliki peluang untuk membentuk ekosistem industri berbasis bioekonomi yang tidak hanya menghasilkan pendapatan dari satu produk, tetapi menciptakan berbagai sumber nilai ekonomi melalui diversifikasi usaha. Model bisnis terpadu ini memberikan keuntungan strategis karena mampu mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu pasar, meningkatkan stabilitas pendapatan, serta memperkuat daya saing komoditas lokal dalam rantai nilai global. Namun, di balik sorotan global tersebut, seorang putra daerah melihat peluang ekonomi lain yang tak kalah strategis bagi kesejahteraan warga lokal melalui kacamata akuntansi manajemen dan keberlanjutan.

Fahri Sibua, mahasiswa Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menawarkan perspektif baru bahwa pengembangan Kelapa Bido tidak boleh berhenti pada penjualan komoditas primer atau fokus tunggal pada SAF. Ia menggagas penerapan konsep Integrated Coconut-Based Industry dengan mengoptimalkan seluruh rantai nilai kelapa secara holistik.

“Data menunjukkan Kelapa Bido memiliki kadar minyak mencapai 58,34% dan siklus panen relatif cepat, yaitu 2-3 tahun. Ini memang aset berharga untuk SAF. Namun, saya menawarkan gagasan agar kita juga memaksimalkan nilai tambah dari bagian pohon lainnya secara simultan,” ujar Fahri.

Diversifikasi Produk dan Peningkatan Economic Value Added (EVA)

Dalam pandangannya, produk bernilai tambah seperti Virgin Coconut Oil (VCO), minyak kelapa premium, pangan fungsional, dan bahan baku kosmetik alami memiliki potensi pasar yang lebih cepat berkembang serta mampu meningkatkan margin keuntungan.

“Dalam perspektif akuntansi manajemen, diversifikasi produk tersebut dapat meningkatkan Economic Value Added (EVA) melalui optimalisasi aset biologis dan pengurangan ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan. Strategi ini memungkinkan perusahaan memperoleh nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan hanya menjual bahan baku mentah,” jelasnya.

Konsep Circular Coconut Economy: Limbah Jadi Aset

Salah satu inovasi konkret yang ditawarkan Fahri adalah penerapan Circular Coconut Economy. Ia menyoroti bahwa limbah kelapa yang selama ini terbuang sebenarnya adalah aset yang belum terkelola.

“Saya menawarkan konsep pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi, seperti cocopeat dari sabut kelapa dan karbon aktif (activated carbon) dari tempurung. Serabut kelapa atau ‘serapuk’, misalnya, berpotensi diolah menjadi alas kaki tradisional maupun modern, keset, hingga kerajinan tangan. Jika dikemas dengan desain kontemporer, ini bisa menjadi industri kreatif rumahan yang menyerap tenaga kerja lokal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Fahri menekankan bahwa model sirkular ini tidak hanya meningkatkan efisiensi sumber daya, tetapi juga menciptakan nilai keberlanjutan. “Dalam perspektif akuntansi keberlanjutan, pendekatan tersebut memperkuat nilai lingkungan (environmental value) sekaligus meningkatkan daya tarik investasi berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance),” tegasnya.

Penguatan Aset Tidak Berwujud Melalui Indikasi Geografis

Fahri juga menyoroti pentingnya pengembangan merek berbasis identitas geografis Kelapa Bido Morotai. Menurutnya, status Indikasi Geografis (IG) yang sedang diperjuangkan dapat meningkatkan nilai aset tidak berwujud (intangible asset) melalui diferensiasi produk dan penguatan citra keberlanjutan. Inovasi lain seperti bahan aktif kosmetik, produk nutraseutikal, dan minuman kesehatan berbasis air kelapa juga dinilai memiliki prosesor cerah di pasar global.

Dukungan terhadap SAF dengan Prinsip Keberlanjutan Lokal

Meskipun menawarkan diversifikasi luas, Fahri menegaskan dukungannya penuh terhadap pengembangan Kelapa Bido sebagai bahan baku SAF. Ia memandang investasi di sektor energi hijau sebagai katalisator penting untuk membawa Morotai ke peta global.

“Dukungan saya terhadap SAF tetap bulat. Namun, implementasinya harus dirancang dengan prinsip akuntabilitas sosial dan ekonomi sirkular. Saya berharap pabrik pengolahan SAF nanti tidak hanya berorientasi ekspor, tetapi juga membangun rantai pasok yang adil dengan petani lokal, serta menyediakan ruang bagi UMKM turunan untuk tumbuh berdampingan,” pungkasnya.

Fahri berharap, sinergi antara visi global (energi terbarukan) dan realitas lokal (ekonomi kreatif dan sirkular) dapat menjadikan Kelapa Bido sebagai ikon pembangunan berkelanjutan yang sesungguhnya bagi Kabupaten Pulau Morotai.

  • Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
  • Editor: Redaksi BS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Genjot PAD Morotai, Naswin Rowo Desak Pengaktifan Palang Pintu Pasar dan Mall Morotai

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 469
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO SPACE) – Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai dari Fraksi KNN, Naswin Rowo, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera mengaktifkan sejumlah fasilitas publik yang terbengkalai. Hal ini dinilai krusial guna mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang telah ditetapkan. Dua poin utama yang menjadi sorotan adalah pengoperasian palang pintu otomatis di kawasan pasar serta […]

  • Dr. Lukman Tamhir, M.Pd saat pelantikan sebagai Kepala MAN 2 Tidore Kepulauan (Tikep).

    Dr. Lukman Tamhir Dilantik Jadi Kepala MAN 2 Tidore Kepulauan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 355
    • 0Komentar

    SOFIFI, BALENGKO SPACE – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tidore Kepulauan (Tikep) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Dr. Lukman Tamhir, S.Ag., M.Pd., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 1 Kota Ternate, resmi dilantik menjadi Kepala MAN 2 Tikep pada Selasa (21/04/2026). Pelantikan jebolan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini membawa harapan besar […]

  • LBH Ansor Ternate Soroti Pemasangan Plang Polda Malut di Ubo-Ubo, Minta Proses Dialog Dikedepankan

    LBH Ansor Ternate Soroti Pemasangan Plang Polda Malut di Ubo-Ubo, Minta Proses Dialog Dikedepankan

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.051
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate | 24 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyampaikan keprihatinan atas langkah Polda Maluku Utara dalam perkara pertanahan di Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, terutama terkait pemasangan plang peringatan hukum yang ditujukan kepada warga. Plang tersebut mencantumkan pasal-pasal pidana seperti Pasal 385 KUHP tentang penyerobotan tanah, Pasal 167 […]

  • https://www.tangerangkota.go.id/berita/detail/43207/gor-nambo-jaya-sport-center-gelanggang-terbesar-di-kota-tangerang

    Sambut HUT Kota Tangerang ke-33, PEKATAN Gelar Turnamen Futsal SMA se-Tangerang Raya untuk Jaring Bibit Muda

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 194
    • 0Komentar

    TANGERANG, 16 Februari 2026 (BALENGKO) – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, organisasi Pemuda Kota Tangerang (PEKATAN) resmi menggelar turnamen futsal tingkat SMA/SMK sederajat bertajuk “PEKATAN Futsal Cup”. Perhelatan ini berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (16-17 Februari 2026), bertempat di GOR Nambo, Kota Tangerang. Turnamen skala regional ini diikuti oleh 32 […]

  • Karmila, Ketua Umum perempuan pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta periode 2025–2026

    Karmila Terpilih sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 7 Oktober 2025 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta resmi menetapkan Karmila, kader asal Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai Ketua Umum periode 2025–2026 dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) yang digelar pada 4 September 2025 di Omah PMII Yogyakarta. Karmila tercatat sebagai perempuan pertama yang terpilih […]

  • sumber foto : Istimewa

    PKPM NUKU Yogyakarta Siap Gelar Kongres XXII dan Simposium Kepemimpinan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 276
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO) — Perkumpulan Keluarga dan Mahasiswa Nuku (PKPM NUKU) Yogyakarta akan menggelar Kongres ke-XXII yang dirangkaikan dengan Simposium Kepemimpinan pada 16–18 Januari di Asrama PKPM NUKU Yogyakarta. Kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang bertujuan mengevaluasi kinerja kepengurusan, merumuskan arah kebijakan, serta menetapkan kepemimpinan dan program kerja periode selanjutnya. Kegiatan ini diharapkan berlangsung demokratis, tertib, […]

expand_less