Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Asisten I Diusir Warga: Ratusan Warga Sabatai-Sabala Morotai Blokir Jalan, Tuntut Keadilan atas Dugaan Pemindahan Proyek Jalan Lingkungan

Asisten I Diusir Warga: Ratusan Warga Sabatai-Sabala Morotai Blokir Jalan, Tuntut Keadilan atas Dugaan Pemindahan Proyek Jalan Lingkungan

  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 247
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Ratusan warga Desa Sabatai-Sabala, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memblokade jalan di kawasan gapura perbatasan desa, Selasa (3/11/2026). Aksi ini dipicu dugaan pemindahan lokasi proyek jalan lingkungan dari wilayah mereka ke ruas Pandanga–Juanga.

Massa menyusun batang kayu dan material lain di tengah jalan, serta membakar ban bekas hingga asap hitam mengepul. Arus lalu lintas di lokasi sempat terganggu. Sejumlah spanduk juga dibentangkan, dengan tulisan paling mencolok berbunyi, “Kami Butuh Keadilan”.

Koordinator lapangan, Nurdin Amor, dalam orasinya menyebut pembangunan jalan di Sabatai-Sabala telah diperjuangkan warga sejak 2024 dan diputuskan di DPRD pada 2026.

“Kami merasa tersinggung dan dianaktirikan. Jalan ini sudah kami perjuangkan sejak 2024. Setelah diperjuangkan sekian lama dan sudah diputuskan di DPRD pada 2026, kenapa justru dipindahkan ke lokasi lain? Lalu, di mana keadilan untuk masyarakat Sabatai-Sabala?” tegas Nurdin.

Ia menambahkan, warga tidak meminta hal berlebihan, melainkan hanya ingin hak dan kebutuhan mereka diperhatikan setelah berjuang bertahun-tahun.

Menanggapi hal ini, warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ⁦(PUPR)⁩ Kabupaten Pulau Morotai untuk memberikan penjelasan resmi. Mereka mempertanyakan dasar kajian teknis dan mekanisme perencanaan di balik dugaan pengalihan lokasi proyek yang menggunakan anggaran publik tersebut.

Dalam perkembangan di lapangan, Asisten I Sekretariat Daerah ⁦(Setda)⁩ Kabupaten Pulau Morotai yang hadir menemui massa sempat memberikan penjelasan. Ia memaparkan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang mengalami keterbatasan kondisi keuangan, sehingga perlu ada penyesuaian prioritas pembangunan.

‎”Tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat bukan hanya berada di Desa Sabatai maupun Sabala. Tetapi, pemerintah daerah justru harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik pada seluruh masyarakat di Kabupaten Pulau Morotai di 88 desa,” ujar Asisten I, seraya meminta pemahaman warga terkait kebijakan pengalihan tersebut.

Namun, penjelasan ini justru memicu reaksi keras dan berujung pada pengusiran. Saf, seorang warga Desa Sabatai-Sabala, menyebut massa mengusir Asisten I karena menilai penjelasan tersebut tidak rasional dan tidak menjawab akar permasalahan.

Menurut Saf, jika alasan pemerintah adalah efisiensi atau keterbatasan anggaran, seharusnya proyek jalan di Sabatai-Sabala tidak harus dipindahkan ke lokasi lain. “Kalau alasannya efisiensi atau keuangan daerah sedang sulit, kenapa proyek jalan kami justru harus dipindahkan ke tempat lain? Ini tidak masuk akal dan sama sekali tidak menjawab keadilan bagi kami,” tegas Saf.

Hingga berita ini diterbitkan, massa masih bertahan di lokasi dan mendesak Bupati serta Wakil Bupati Pulau Morotai untuk hadir menemui mereka secara langsung guna memberikan klarifikasi yang memuaskan.

  • Penulis: Muh. Muzijad Mandea
  • Editor: Redaksi BS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Dua dekade pertama abad ke-21 memperlihatkan dunia yang bergerak dalam ketidakpastian yang nyaris konstan. Perang tidak lagi menjadi peristiwa yang jarang terjadi, melainkan hadir sebagai latar belakang berita harian.

  • Source : Istimewa

    Usung Semangat Integritas dan Budaya, Rasti Kristanti Daramean Resmi Nahkodai IKEMAP Halteng–Yogyakarta 2026–2027

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 379
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO) – Ikatan Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Halmahera Tengah–Yogyakarta (IKEMAP Halteng–Yogyakarta) resmi memulai babak baru kepemimpinan. Rasti Kristanti Daramean dilantik sebagai Presiden IKEMAP periode 2026–2027 dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pemerintah Kalurahan Banguntapan, DIY, Sabtu (14/2). Pelantikan kali ini mengusung tema strategis: “Membentuk Generasi yang Berintegritas dan Berbudaya untuk Menuju IKEMAP […]

  • Polres Pulau Morotai Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen “Polri untuk Masyarakat” Melalui Sinergi Lintas Sektor

    Polres Pulau Morotai Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Komitmen “Polri untuk Masyarakat” Melalui Sinergi Lintas Sektor

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 205
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Polres Pulau Morotai, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, ini menjadi momentum bagi institusi kepolisian untuk mempertegas dedikasi sebagai pelindung dan pelayan masyarakat yang profesional serta humanis. Upacara yang […]

  • Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

    Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Ibnu Haikal Basir (Kader Ulil AlBab IAIN Ternate )
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, bahasa juga menjadi  identitas suatu bangsa. Berkaitan dengan itu, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri. Lebih jauh, Thomas M. Scheidel salah satu pemikir besar di bidang komunikasi, menekankan bahwa melalui komunikasi, kita mampu memperkenalkan […]

  • Saint Yowza: Menjaga Semangat HipHop di Kota Ruteng Lewat “Keep The Flame”

    Saint Yowza: Menjaga Semangat HipHop di Kota Ruteng Lewat “Keep The Flame”

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 755
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram St.Yowza Musik HipHop semakin mendapat tempat di hati para pecinta musik Indonesia, bahkan di kota lain seperti Ruteng, Flores, NTT. Salah satu rapper yang terus menjaga semangat ini adalah Saint Yowza, yang baru saja merilis single terbarunya berjudul “Keep The Flame”. Dalam wawancara ini, Saint Yowza berbagi cerita tentang inspirasi, proses […]

  • Sinergi UNUTARA Forum Rektor PTNU resmi diperkuat dalam pelantikan pengurus baru di Gedung PBNU Jakarta demi akselerasi tata kelola riset nasional.

    Sinergi UNUTARA Forum Rektor PTNU Dorong Tata Kelola Riset Nasional

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Mustakim
    • visibility 657
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Langkah strategis untuk mendongkrak mutu pendidikan tinggi di wilayah kepulauan terus digelorakan oleh civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA). Kampus hijau dari jazirah Moloku Kie Raha ini dilaporkan terlibat aktif dalam agenda nasional yang digagas oleh Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) PBNU di Jakarta, 8–9 Juni 2026. Kehadiran […]

expand_less