Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

Ancaman Era Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Loloda

  • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
  • visibility 1.093
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, bahasa juga menjadi  identitas suatu bangsa. Berkaitan dengan itu, pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa adalah sistem lambang bunyi arbitrer yang digunakan masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri. Lebih jauh,

Thomas M. Scheidel salah satu pemikir besar di bidang komunikasi, menekankan bahwa melalui komunikasi, kita mampu memperkenalkan identitas diri. Hal ini menunjukkan peran fundamental bahasa; selain sebagai sarana penghubung, bahasa adalah tanda pengenal yang memungkinkan manusia hidup rukun dan saling memahami.

Thomas M. Scheidel juga menyatakan bahwa melalui komunikasi, manusia mampu memperkenalkan identitas dirinya. Pernyataan ini menegaskan bahwa bahasa memiliki peran fundamental. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa juga merupakan tanda pengenal yang memungkinkan manusia hidup secara aman dan rukun dalam tatanan sosial.

Pada saat yang sama, kita menyaksikan eksistensi bahasa Loloda yang perlahan mulai bergeser, bahkan terancam punah. Salah satu indikator penting dari pergeseran identitas lokal ini adalah derasnya arus perkembangan zaman.

Sebegai generasi yang lahir dari percakapan identitas historis Loloda, tentu melihat ini sebagai sebuah tantangan yang yang besar. Olehnya, dari percakapan yang bisa menyimpan rahasia, dari percakapan identitas bahasa menghadirkan nilai yang terjaga dalam kehidupan sosio-cultural. Artinya bahwa, keharusan menjaga bahasa adalah kewajiban bersama, bukan hanya generasi Loloda semata, tetapi semua generasi bangsa memiliki nyawa cita untuk membangun dan merawat peradaban bangsa.

Tidak dapat dimungkiri, era globalisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, dan kemudahan akses komunikasi membuat dunia seolah tanpa batas. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul pertanyaan mendasar. Bagaimana nasib bahasa daerah di tengah arus globalisasi yang begitu deras?

Era globalisasi tidak hanya berdampak pada perubahan gaya hidup dan perilaku manusia, tetapi juga mempercepat penyebaran nilai dan budaya suatu bangsa ke seluruh penjuru dunia. Kondisi ini berpotensi mengancam eksistensi identitas lokal, termasuk bahasa Loloda sebagai warisan budaya masyarakat setempat.

Dalam fenomena yang mengkhawatirkan ini, peran generasi muda menjadi sangat fundamental dalam menjaga dan melestarikan bahasa Loloda. Bahasa Loloda bukan sekadar alat komunikasi, melainkan kekayaan intelektual leluhur yang sarat akan nilai historis, filosofis, dan adat istiadat. Ironisnya, bahasa Loloda kini semakin jarang terdengar, baik di ruang publik maupun dalam percakapan sehari-hari generasi muda Loloda.

Modernisasi turut membawa perubahan besar dalam pola komunikasi masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia yang masif di lingkungan pendidikan dan media sosial, meskipun penting sebagai perekat persatuan, sering kali menempatkan bahasa ibu sebagai pilihan kedua yang dianggap ketinggalan zaman. Tidak sedikit orang tua yang lebih bangga apabila anaknya fasih berbahasa nasional atau asing, tetapi lupa mewariskan kosakata bahasa Loloda yang kaya akan makna budaya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, berkurangnya penggunaan bahasa Loloda bukan hanya berarti hilangnya sebuah alat komunikasi, melainkan juga terputusnya akar identitas. Bahasa adalah wadah tradisi lisan, mantra adat, serta sejarah lokal. Tanpa bahasa Loloda, generasi mendatang akan kesulitan memahami jati diri mereka sebagai bagian dari masyarakat adat yang besar dan bersejarah.

Oleh karena itu, upaya penyelamatan bahasa Loloda membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Digitalisasi bahasa melalui media sosial dapat menjadi langkah strategis agar bahasa Loloda lebih dekat dengan generasi milenial dan Gen Z. Selain itu, kebijakan muatan lokal di sekolah perlu diperkuat dan dijalankan secara serius, bukan sekadar formalitas administratif. Kita perlu menyadari bahwa menjadi modern tidak harus berarti meninggalkan warisan lama.

Modernisasi seharusnya dimanfaatkan sebagai alat pelestarian, misalnya melalui penyusunan kamus digital atau aplikasi pembelajaran bahasa daerah. Jangan sampai di masa depan, bahasa Loloda hanya tersisa sebagai catatan kaki dalam buku sejarah, sementara para penuturnya telah kehilangan kata-kata untuk mendeskripsikan diri mereka sendiri.

  • Penulis: Ibnu Haikal Basir (Kader Ulil AlBab IAIN Ternate )
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sahur On The Road Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta – Kilometer Kebaikan: Langkah Kecil Arti Besar

    Sahur On The Road Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta – Kilometer Kebaikan: Langkah Kecil Arti Besar

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Yogyakarta, 9 Maret 2025 – Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta menggelar kegiatan Sahur On The Road pada Minggu, 9 Maret 2025. Acara ini berlangsung dari pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB, dengan tema “Kilometer Kebaikan: Langkah Kecil Arti Besar”. Acara ini bertujuan membagikan sahur kepada masyarakat Yogyakarta, khususnya kaum […]

  • Kondisi banjir setinggi atap rumah yang merendam permukiman warga di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). (Istimewa)

    Banjir Setinggi Atap Rumah Rendam Kecamatan Ibu Halmahera Barat, Warga Selamatkan Diri ke Atap

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Halmahera Barat (BALENGKO) – Banjir dengan ketinggian dilaporkan mencapai atap rumah melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu (7/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sejak dini hari. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari keterangan warga setempat, banjir merendam sejumlah wilayah permukiman, di […]

  • Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 708
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 25 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyambut baik langkah Pemerintah Kota Ternate yang memilih skema ruislag atau tukar guling dalam penyelesaian sengketa lahan eks Brimob di Kelurahan Ubo-ubo. Ketua LBH Ansor, Zulfikran Bailussy, menyatakan dukungannya usai pernyataan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, pada Jumat (25/7/2025), yang […]

  • Foto: Jamaah IKA-PMII Kota Tidore Kepulauan bersama warga Nahdliyin mengikuti Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025).

    Sambut Tahun Baru 2026, IKA-PMII Tikep Gelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025). Istighosah dipimpin oleh Kiai Anim Fatahna dan berlangsung khidmat. Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) turut menambah semangat jamaah yang memadati masjid. Dalam […]

  • Kantor Kementerian Agama Maluku Utara terkait isu rangkap jabatan ASN

    Benarkah Ada Rangkap Jabatan ASN di Kemenag Maluku Utara? Ini Klarifikasinya

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 687
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate – LBH Ansor Kota Ternate menegaskan isu rangkap jabatan ASN Kemenag Maluku Utara tidak sesuai fakta hukum maupun administrasi. Klarifikasi ini muncul setelah sejumlah media memberitakan dugaan rangkap jabatan yang menyeret nama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Malut. Ketua LBH Ansor Kota Ternate, Zulfikran Bailussy, SH, menjelaskan bahwa kliennya, Yusri N. Samsudin, […]

  • Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara

    LBH Ansor Maluku Utara: Status Kuasa Pengguna Anggaran Bukan Penentu atau Pengendali Anggaran Tunjangan DPRD

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.179
    • 0Komentar

    Maluku utara (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menanggapi dinamika pemberitaan mengenai dugaan penyimpangan tunjangan operasional dan rumah tangga DPRD Maluku Utara periode 2019–2024, khususnya yang mengaitkan mantan Sekretaris DPRD, Abubakar Abdullah, dengan posisi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proses penganggaran tunjangan DPRD. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, S.H., menegaskan bahwa […]

expand_less