Damkar Pulau Morotai: Berhasil Mengatasi Kebakaran Sejak Awal 2026
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Satpol PP dan Damkar Pulau Morotai. Akri Yuti Wijaya. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, MOROTAI — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, mencatat sebanyak 130 titik kebakaran terjadi di wilayahnya sejak 2 Januari hingga 10 Oktober 2026. Total luas lahan yang hangus terbakar mencapai 431 hektare. Hal ini disampaikan Akri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (2/11/2026).
”Dari 2 Januari sampai 10 Oktober itu sekitar 130 titik. Jumlah yang terbakar sekitar 431 hektare yang berhasil dipadamkan oleh Damkar,” ujar Akri.
Ia menyebutkan, angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan data per 29 Agustus 2026 lalu. Pada periode tersebut, tercatat 75 titik kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 336 hektare.
Ia menyebutkan, angka tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan data per 29 Agustus 2026 lalu. Pada periode tersebut, tercatat 75 titik kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 336 hektare.
”Data sebelumnya, tanggal 29 Agustus, tercatat 336 hektare yang berhasil dipadamkan dari 75 titik,” jelasnya.
Meskipun saat ini wilayah Pulau Morotai sudah mulai diguyur hujan, Akri menegaskan bahwa proses rekapitulasi data terbaru masih terus dilakukan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, mengingat prakiraan cuaca masih bisa berubah sewaktu-waktu.
”Untuk data terbaru belum direkap. Walaupun sudah hujan, perlu adanya antisipasi karena prakiraan cuaca belum pasti,” tegasnya.
Di sisi lain, Akri mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang telah membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Morotai. Dukungan tersebut datang dari masyarakat, Basarnas, Polri, hingga TNI yang turut menyediakan armada pemadam kebakaran.
Ia berharap kolaborasi antarlembaga ini terus terjaga agar upaya pencegahan dan penanganan karhutla di Morotai semakin optimal.
“Kami juga mengimbau seluruh masyarakat Morotai untuk selalu waspada dan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di lahan terbuka, guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar,” pungkas Akri.
- Penulis: Muh. Muzijad Mandea
- Editor: Redaksi BS

Saat ini belum ada komentar