Flu Burung H5N1 Infeksi Burung Laut Lokal Pertama di Australia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi : REUTERS/Dado Ruvic
BALENGKO SPACE, SYDNEY – Pemerintah Australia secara resmi mengonfirmasi temuan kasus pertama virus flu burung H5N1 yang mematikan pada spesies burung laut lokal. Di saat yang sama, otoritas kesehatan hewan setempat juga tengah melakukan pengujian laboratorium terhadap seekor anjing laut yang mati, memicu kekhawatiran bahwa patogen ini mulai menyebar lebih luas ke satwa endemik sejak pertama kali terdeteksi di daratan bulan lalu.
Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, memaparkan bahwa berdasarkan pengujian laboratorium oleh badan sains nasional, virus tersebut positif menginfeksi seekor burung camar jambul besar yang ditemukan di kota pesisir Robe, Australia Selatan. Kasus ini menandai infeksi pertama yang dikonfirmasi pada burung laut menetap (lokal) di daratan Australia, mengingat seluruh kasus sebelumnya hanya ditemukan pada burung laut migrasi.
Temuan baru ini mengatrol total kasus positif di Australia menjadi 12 kasus, setelah pihak berwenang pada Jumat (10/07/2026) turut mengonfirmasi dua infeksi tambahan di Australia Selatan dan satu kasus di Australia Barat.
Menteri Collins menyebut dinamika penyebaran ini sangat mengkhawatirkan namun sudah diantisipasi sebelumnya. Kendati demikian, hingga kini belum ada bukti terjadinya kematian massal satwa ataupun transmisi ke sektor peternakan unggas komersial.
“Para ilmuwan kami sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk menetapkan jalur potensial yang menyebabkan infeksi pada burung laut Australia tersebut. Yang kita ketahui adalah bahwa ini adalah burung laut pesisir yang memiliki wilayah jelajah pesisir yang tumpang tindih dengan burung laut migrasi yang sebelumnya telah teruji positif terinfeksi H5,” urai Julie Collins sebagaimana dihimpun dari Reuters.
Penilaian bernada cemas juga diutarakan oleh pakar ekologi penyakit menular dari Universitas Griffith, Hamish McCallum. Ia menilai transmisi ke satwa lokal merupakan sinyal bahaya bagi ekosistem setempat.
“Kemungkinan besar ini akan menjadi awal dari lebih banyak kasus,” kata Hamish McCallum memprediksi.
Uji Sampel Mamalia Laut
Ancaman penyebaran virus kini mulai mengintai kelompok mamalia. Seorang juru bicara dari Departemen Lingkungan Hidup menyatakan bahwa uji laboratorium atas strain H5N1 tengah dilakukan pada sampel biologis milik seekor anjing laut muda yang ditemukan mati di kawasan Central Coast, New South Wales.
Apabila sampel tersebut keluar dengan hasil positif, hal ini akan mencatatkan sejarah kelam sebagai kasus infeksi H5N1 pertama pada mamalia di daratan utama Australia. New South Wales sendiri merupakan negara bagian ketiga yang mendeteksi virus ini, menyusul temuan pada burung laut migrasi di Mid North Coast awal Juli.
Sebagai catatan, strain flu burung yang sangat ganas ini telah mengganas global di berbagai populasi burung dan mamalia liar, menewaskan jutaan satwa, serta menginfeksi peternakan unggas dan sapi perah di berbagai belahan dunia.
Australia sempat menjadi benteng benua terakhir yang bersih dari paparan H5N1 di daratan utama. Namun, benteng tersebut jebol setelah virus terdeteksi di wilayah sub-Antartika Pulau Heard, di mana para ilmuwan meyakini virus itu menjadi biang keladi atas kematian tragis sekitar 13.000 anak anjing laut di pulau tersebut.
(BS/Red)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Mustakim
- Sumber: REUTERS

Saat ini belum ada komentar