Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » GLOBAL UPDATE » Cegah Gangguan Proses Belajar Dasar, Pemerintah Norwegia Larang Total Penggunaan AI untuk Siswa SD

Cegah Gangguan Proses Belajar Dasar, Pemerintah Norwegia Larang Total Penggunaan AI untuk Siswa SD

  • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE – Langkah tegas diambil oleh Pemerintah Norwegia dalam membatasi penetrasi teknologi modern di lingkungan institusi pendidikan. Mulai tahun ajaran baru pada akhir Agustus mendatang, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif akan dilarang total bagi seluruh siswa sekolah dasar (SD).

Kebijakan restriktif tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store. Larangan ini menyasar kelompok pelajar dari kelas satu hingga kelas tujuh, atau anak-anak yang berada di rentang usia 6 sampai 13 tahun.

Dilansir dari CNBC Menurut PM Store, kebebasan akses terhadap AI generatif dikhawatirkan dapat memicu degradasi kemampuan karena membuat anak-anak melewati fase-fase krusial dalam pertumbuhan kognitif mereka.

“Hal yang paling penting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung,” tegas Jonas Gahr Store, seperti dikutip dari The Next Web.

Kendati demikian, pembatasan ketat ini tidak diberlakukan seragam. Untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi, pemerintah menerapkan regulasi yang jauh lebih fleksibel. Kelompok siswa berusia 14 hingga 16 tahun masih diperkenankan mengakses AI generatif, namun wajib berada di bawah pengawasan melekat dari guru pengajar. Sementara bagi pelajar berusia 17 tahun ke atas, mereka justru didorong untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara mandiri sekaligus bertanggung jawab.

Belajar dari Kesuksesan Larangan Ponsel Pintar

Intervensi digital ini bukan kali pertama dilakukan oleh negara Skandinavia tersebut. Pada tahun 2024 lalu, Pemerintah Norwegia telah lebih dulu memberlakukan kebijakan sterilisasi ponsel pintar (smartphone) di kawasan sekolah.

Kebijakan pembatasan gawai tersebut terbukti menorehkan impak yang sangat impresif. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti Sara Abrahamsson terhadap lebih dari 400 sekolah menengah pertama di Norwegia, pelarangan smartphone sukses mereduksi angka perundungan (bullying), mendongkrak capaian nilai akademik, serta memotong tingkat kunjungan siswa ke layanan spesialis psikologi hingga menyentuh angka 60 persen. Dampak positif ini dilaporkan paling signifikan dirasakan oleh kelompok siswa perempuan.

Otoritas Norwegia menilai bahwa pelarangan AI generatif memiliki landasan filosofis yang sama dengan pemblokiran gawai, yaitu membentengi murid usia dini dari distraksi teknologi yang berpotensi merusak fondasi belajar mereka.

Meskipun demikian, pihak pemerintah mengakui hingga saat ini belum mengantongi bukti empiris yang kuat bahwa penetrasi AI generatif di sekolah-sekolah lokal telah membawa dampak buruk yang terukur layaknya kasus penggunaan ponsel pintar. Langkah ini murni diambil sebagai bentuk antisipasi dini (precautionary action).

(BS/Red)

Tags
  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: CNBC

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ketua lbh ansor Ternate

    Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Zulfikran Ketua LBH Ansor Kota Ternate
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Pendidikan adalah jalan untuk memuliakan manusia. Di dalamnya terkandung cita-cita agar setiap insan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun, dalam perjalanan panjang dunia pendidikan kita—baik di lembaga formal maupun di lingkungan keagamaan seperti pesantren—masih ditemukan kecenderungan hubungan yang bersifat satu arah: pendidik menyampaikan, peserta didik menerima. Pola […]

  • Mahasiswa KKN Universitas Khairun Ternate bersama warga membersihkan sampah di Kampung Makassar Timur, Kota Ternate.

    Mahasiswa KKN dan Nelayan Keluhkan Sampah di Kampung Makassar Timur Ternate

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 2.344
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate –  Kegiatan bakti sosial yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Khairun Ternate bersama masyarakat di Kelurahan Kampung Makassar Timur, Kota Ternate, mengungkap persoalan serius terkait pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Saat pembersihan lingkungan berlangsung pada Minggu (3/8/2025) pagi, sejumlah mahasiswa dan warga menyampaikan keluhan atas kebiasaan masyarakat yang membuang sampah […]

  • ilustrasi

    ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Menurut saya hanya ada dua nilai-value dalam peristiwa kemukjizatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang menjadi spirit kebangsaan untuk digunakan oleh seorang pemimpin baik Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota dalam membangun Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Pertama, kalau hendak sukses membangun bangsa Indonesia ini menjadi sebuah negara yang maju, kuat dan hebat maka […]

  • Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 1.045
    • 0Komentar

    Gerakan mahasiswa selama ini dikenal sebagai agen perubahan sosial-politik yang membawa aspirasi rakyat dan menjadi suara moral bangsa. Akan tetapi dalam perkembangan kontemporer gerakan mahasiswa menghadapi tantangan serius berupa degradasi semangat, tujuan, dan bentuk perjuangan. Gerakan yang dahulu bersifat ideologis dan transformatif kini kerap terjebak dalam agenda pragmatis, partisan, bahkan kooptatif. Dalam banyak kasus kekinian […]

  • Himpunan Mahasiswa Islam Yogyakarta menuntut keadilan bagi aktivis Madarudin Lapandewa korban kekerasan"

    Kekerasan Madarudin Lapandewa: HMI Yogyakarta Desak Pihak berwajib Tindak Tegas Pelaku di Desa Ilath

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.580
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (22/8/25) Kekerasan terhadap Madarudin Lapandewa di Desa Ilath, Pulau Buru, Maluku, memicu respon keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Pada 17 Agustus lalu, sekelompok orang memukul Madarudin hingga ia mengalami luka serius. korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut. Formatur Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, mengecam […]

  • Menkeu Purbaya sebut 490 Pemda berpotensi kekurangan dana gaji PNS

    Dampak Penyesuaian TKD, 490 Pemda Berpotensi Kekurangan Dana untuk Bayar Gaji Pegawai

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 70
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sekitar 490 pemerintah daerah (pemda) di Indonesia diperkirakan membutuhkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat. Dana tersebut diperlukan untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS) serta memenuhi kebutuhan operasional minimum di daerah masing-masing. Menurut Purbaya, potensi kekurangan anggaran tersebut muncul setelah adanya penyesuaian Transfer ke […]

expand_less