Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 185
- comment 0 komentar
- print Cetak

Source: Istimewa. Kepala Puskesmas Buho-buho, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Siti Aminah Palue, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan biaya ambulans terhadap keluarga nelayan korban sambaran petir asal Desa Mira.
BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Puskesmas Buho-buho, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Siti Aminah Palue, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan biaya ambulans terhadap keluarga nelayan korban sambaran petir asal Desa Mira.
Siti Aminah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maupun menerima pembayaran ambulans dari keluarga korban. Menurutnya, komunikasi terkait penggunaan ambulans terjadi setelah Kepala Desa Mira menghubunginya untuk meminta bantuan penjemputan korban di Desa Bido.
“Saat itu Pak Kades Mira menelepon saya meminta bantuan ambulans untuk menjemput warganya yang menjadi korban sambaran petir di Desa Bido. Saya menyampaikan bahwa kebetulan stok bahan bakar ambulans sedang kosong. Saya hanya menyampaikan kalau bisa dibantu mengisi beberapa liter BBM,” jelas Siti Aminah dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, setelah komunikasi tersebut, suaminya turut membantu mobilisasi korban menggunakan ambulans menuju Desa Bido. Namun karena masih terdapat sisa bahan bakar di kendaraan, ambulans tetap diberangkatkan tanpa harus dilakukan pengisian BBM tambahan.
“Ketika ambulans berangkat ternyata masih ada sisa minyak, sehingga langsung digunakan untuk menjemput korban. Sampai saat ini saya tidak pernah meminta uang ambulans kepada keluarga korban ataupun menerima uang dari pihak keluarga,” tegasnya.
Sebelumnya, dugaan penarikan biaya ambulans mencuat setelah adanya sorotan dari Sekretaris Jenderal BEM Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, Sukirman Kaeno. Ia meminta pemerintah daerah dan pihak terkait memberikan penjelasan kepada publik mengenai mekanisme penggunaan ambulans, khususnya dalam situasi kedaruratan dan musibah kemanusiaan.
Menurut Sukirman, persoalan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Perlu ada penjelasan terkait SOP penggunaan ambulans, sehingga masyarakat memahami mekanisme yang berlaku, terutama dalam kondisi darurat atau musibah,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan instansi terkait untuk memastikan adanya perhatian serta bantuan kepada keluarga korban yang sedang berduka.
Hingga kini, polemik tersebut menjadi perhatian masyarakat Morotai Timur. Sejumlah pihak berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik melalui klarifikasi terbuka dan komunikasi yang sehat, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara masyarakat dan tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan.
- Penulis: Muzijad Mandea
- Editor: Redaksi Balengko

Saat ini belum ada komentar