Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?

Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?

  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Lebih jauh, kemiskinan di Lombok Timur juga berkaitan erat dengan persoalan kualitas kesehatan dan gizi. Tingginya kasus stunting di NTB menunjukkan bahwa kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga tentang kualitas hidup. Anak-anak yang tumbuh dalam kondisi gizi buruk akan menghadapi hambatan perkembangan jangka panjang, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing daerah itu sendiri.

Pertanyaan mendasarnya kemudian adalah: pembangunan yang selama ini dijalankan sebenarnya untuk siapa? Jika pembangunan hanya dinikmati oleh segelintir kelompok, sementara sebagian besar masyarakat tetap bertahan hidup dari hari ke hari, maka ada yang keliru dalam arah kebijakan. Kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya dengan target angka dan laporan administratif. Ia membutuhkan keberpihakan yang nyata.

Sudah saatnya pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan di NTB, khususnya Lombok Timur, menggeser paradigma pembangunan dari sekadar pertumbuhan menuju pemerataan dan pemberdayaan. Investasi pada pendidikan, penguatan sektor pertanian dan UMKM lokal, serta penciptaan lapangan kerja yang layak harus menjadi prioritas utama. Tanpa itu semua, kemiskinan akan terus menjadi cerita lama yang diulang setiap tahun, sementara harapan masyarakat tetap tertunda.

Kemiskinan yang masih merajalela di Lombok Timur bukan sekadar kegagalan ekonomi, tetapi juga kegagalan moral pembangunan. Ketika masyarakat miskin terus diminta bersabar, sementara kebijakan belum sungguh-sungguh berpihak, maka kemiskinan bukan lagi masalah teknis, melainkan cermin ketidakadilan sosial yang dibiarkan berlangsung terlalu lama.

  • Penulis: Muhammad Azka Irfani
  • Editor: Asmar Joma

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Armada Sampah Laut Kota Ternate dan Komunitas Batu Meja mengangkat sampah plastik di perairan pesisir Kelurahan Makassar Timur.

    Kolaborasi Satgas Armada Sampah Laut dan Komunitas Batu Meja Bersihkan Pesisir Makassar Timur Ternate

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Kontributor Wilayah Kota Ternate (Agung Selang)
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO SPACE) 21 September 2025 – Satgas Armada Sampah Laut Kota Ternate bersama Komunitas Batu Meja Kelurahan Makassar Timur membersihkan perairan pesisir Makassar Timur, Kecamatan Kota Ternate Tengah. Mereka mengerahkan armada sampah laut dan perlengkapan jaring pengait untuk mengangkat sampah plastik, botol, serta limbah rumah tangga yang mencemari laut. Tim mengumpulkan sampah dari permukaan […]

  • Tarian soya-soya Maluku Utara ditampilkan di event JKPI Yogyakarta oleh mahasiswa dan pelajar

    Tarian Soya-Soya Maluku Utara Tampil di Event JKPI Yogyakarta 2025

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    Tarian Soya-Soya Jadi Sarana Promosi Wisata Budaya Nurlaila Mustafa, mahasiswa asal Ternate yang sedang menempuh studi S2 Pariwisata sekaligus mantan Wakil Ketua IKPMKT periode 2020-2021, turut menyampaikan rasa bangganya terhadap penampilan tersebut. “Saya merasa excited sekaligus bangga karena di acara Indonesia Street Performance tadi malam, Ternate menjadi satu-satunya perwakilan dari Maluku Utara yang tampil,” katanya. […]

  • Jas Putih Disematkan, Wagub Malut Hadiri Momen Sakral Fakultas Kedokteran Universitas Khairun

    Jas Putih Disematkan, Wagub Malut Hadiri Momen Sakral Fakultas Kedokteran Universitas Khairun

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Khairun, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, Dekan FKIK, dr. Liasari Armajin, M.Kes, para dosen, staf akademik, serta orang tua lulusan. Acara ditutup dengan pembacaan doa dan menyanyikan Mars Universitas Khairun. (red)

  • LBH GP Ansor Maluku Utara Lapor Polda terkait penghinaan.

    Terancam UU ITE: LBH GP Ansor Lapor Polda Malut Usai Akun Facebook Hina Ansor Malut

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 469
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara mengambil langkah tegas dengan menempuh jalur hukum terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial. Laporan resmi tersebut dilayangkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara. Persoalan ini bermula dari komentar negatif pada unggahan berita di grup Facebook […]

  • HIMAIT Universitas Alma Ata Gelar Aksi Sosial di Panti Asuhan Bantul

    HIMAIT Universitas Alma Ata Gelar Aksi Sosial di Panti Asuhan Bantul

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Arafik Ramli
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 18 Mei 2025 (balengkospace.com) – Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur (HIMAIT) Universitas Alma Ata kembali menunjukkan kepeduliannya lewat aksi sosial di Panti Asuhan Mustika Tama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 17 Mei 2025, pukul 15.30 hingga 20.00 WIB, mengusung tema “Satu Tindakan Kecil yang Melahirkan Cinta dan Merangkai Kebersamaan.” Kegiatan dimulai […]

  • ketua lbh ansor Ternate

    Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Zulfikran Ketua LBH Ansor Kota Ternate
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pendidikan adalah jalan untuk memuliakan manusia. Di dalamnya terkandung cita-cita agar setiap insan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun, dalam perjalanan panjang dunia pendidikan kita—baik di lembaga formal maupun di lingkungan keagamaan seperti pesantren—masih ditemukan kecenderungan hubungan yang bersifat satu arah: pendidik menyampaikan, peserta didik menerima. Pola […]

expand_less