Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Hujan Deras Dua Hari Putus Akses Jalan Ibu–Loloda Ibu, Pemudik Terpaksa Transit

Hujan Deras Dua Hari Putus Akses Jalan Ibu–Loloda Ibu, Pemudik Terpaksa Transit

  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • visibility 481
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Halmahera Barat, Maluku Utara (BALENGKO)— Hujan deras yang mengguyur wilayah Halmahera Barat selama dua hari terakhir menyebabkan akses jalan utama penghubung Ibu–Loloda Ibu rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan. Akibatnya, para pemudik mengalami kesulitan untuk melanjutkan perjalanan dan terpaksa menggunakan sistem transit untuk mencapai tujuan masing-masing.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, setelah intensitas hujan tinggi mengekibatkan badan jalan terputus di beberapa titik. Kondisi tersebut membuat arus transportasi lumpuh total, khususnya kendaraan penumpang yang biasa melayani rute antarwilayah.

Salah satu warga, Fahmil Usman, mengaku kesulitan saat hendak kembali dari mudik karena akses jalan tidak bisa dilewati sama sekali. Ia mengatakan, kendaraan penumpang tidak dapat mengantar penumpang hingga ke tujuan akhir.

“Akibat jalan putus, tong sudah tidak bisa menyeberang. Banyak oto-oto penumpang juga tidak bisa antar penumpang. Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti, kalau tidak ini bisa memutuskan tali perekonomian masyarakat,” ujar Fahmil.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah pemudik terpaksa turun di titik terakhir yang masih bisa dilalui kendaraan, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menunggu kendaraan alternatif dari arah berlawanan. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Fahmil Usman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 576
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Ternate, (28/3/25), Melalui pesan WhatsApp yang diterima pada 28 Maret 2025, Abdurahman bin Kamel Assegaf, Mudir Pondok Pesantren Al-Khairat Sasa dan anggota Abnul Khoirat, dengan tegas mengecam tindakan pernyataan rasis yang dilontarkan oleh Muhammad Fuad Riyadi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Fuad Plered, terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri. Dalam pesan […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara mendorong transparansi Dana Hibah Olahraga untuk

    Wagub Maluku Utara Tegaskan Dana Hibah Olahraga Wajib Dimanfaatkan sebaik mungkin

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 445
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – SOFIFI , Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan dana hibah olahraga harus di manfaatkan sebaik mungkin. Ia menyampaikan hal tersebut saat menyaksikan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Olahraga Provinsi Maluku Utara TA 2025 di ruang rapat Wakil Gubernur, Selasa (19/8). Sekretaris Daerah Maluku Utara menandatangani langsung NPHD […]

  • Wagub Malut Pimpin Apel Siaga Haji 2025

    Wagub Malut Pimpin Apel Siaga Haji 2025

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Ternate, 5 Mei 2025 – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan kelancaran pemberangkatan jamaah calon haji musim 1446 H/2025 M. Hal ini tercermin dalam Apel Siaga yang digelar di halaman Asrama Haji Ternate, Senin (5/5). Dalam wawancara bersama kontributor Balengko Space, Wakil Gubernur Maluku Utara menekankan bahwa keberangkatan haji adalah momentum kebersamaan. […]

  • Ilustrasi

    Mahasiswa Unkhair Ternate Alami Krisis Psikologis, Berhasil Diselamatkan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Seorang mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) Ternate berinisial T (19) dilaporkan mengalami krisis psikologis di lingkungan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) kampus setempat, Kamis (8/1/2026) dini hari. Korban berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan medis di rumah sakit. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIT di Rusunawa Kampus Unkhair, Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate […]

  • Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Yusril S. Pom (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan)
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Kesejahteraan dan kebebasan merupakan cita-cita mendasar setiap manusia. Setiap orang berhak menjalani hidup secara bermartabat tanpa tekanan, ketidakadilan, maupun perlakuan sewenang-wenang. Ketika penindasan dan ketidakadilan menjadi praktik yang dinormalisasi, nilai-nilai kemanusiaan pun tercederai. Dalam konteks tersebut, perlawanan terhadap praktik penindasan bukanlah pilihan emosional, melainkan tuntutan etis. Upaya ini diperlukan agar kelompok-kelompok yang termarjinalkan dapat menjalankan […]

expand_less