Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Mahasiswa dan Krisis Kepedulian Sampah: Lingkungan Kampus Masih Penuh Dengan Sampah

Mahasiswa dan Krisis Kepedulian Sampah: Lingkungan Kampus Masih Penuh Dengan Sampah

  • calendar_month 19 jam yang lalu
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Lingkungan yang alami, aman dan nyaman selalu menjadi keinginan bagi setiap manusia, terutama dilingkungan kampus supaya Mahasiswa/i dalam melaksanakan berbagai aktivitas pembelajaran terutama dalam menghadapi isu lingkungan yang semakin hari berdampak. Mahasiswa merupakan Agen Perubahan serta generasi penerus bangsa, selalu dituntut untuk mampu membawa perubahan dimanapun berada, termasuk dilingkungan kampus itu sendiri.

Eksistensi kesadaran Mahasiswa sebagai masyarakat intlektual memiliki tanggung jawab yang besar sebagai pelestari lingkungan Perguruan Tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat yang bersih, rapi serta peduli terhadap lingkungan sekitar seperti membuang sampah pada tempatnya. Namun kenyataannya masih sering dijumpa sebaliknya, sampah berserakan di berbagai sudut kampus, mulai dari halaman, sampai ke ruang kelas.

Mahasiswa dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan, meskipun tempat sampah telah disediakan di area kampus, sikap acuh tak acuh yang sering kali dilakukan Mahasiswa menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih belum sepenuhnya tertanam dalam pola pikir Mahasiswa. Selain itu, kurangnya sosialisasi serta edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar oleh pihak perguruan tinggi juga menjadi salah satu faktor penting terhadap rendahnya kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa seharusnya dapat mempengaruhi lingkungan, bukan dipengaruhi oleh lingkungan. Sehingga Mahasiswa harus berperan aktif dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang alami, aman serta nyaman untuk berbagai aktivitas akademis.

Persoalan ini menimbulkan pertanyaan, mengapa justru Mahasiswa sebagai kaum intelektual masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan kampus?. Krisis kepedulian lingkungan inilah yang menjadi tantangan serius yang perlu segera diatasi oleh Perguruan Tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kesadaran Mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Ketidakpedulian yang dilakukan oleh Mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kampus dapat memperlambat keefektivitasan dalam pembelajaran serta membuat lingkungan belajar menjadi tidak nyaman. Begitu pula sebaliknya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan mampu memberikan berbagai manfaat, antara lain proses belajar akan menjadi lebih efektif serta suasana belajar akan terasa lebih nyaman. Hal ini dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan merupakan aspek penting yang akan mempengaruhi kelancaran serta keberhasilan dalam aktivitas belajar dilingkungan Perguruan Tinggi. Untuk itu diperlukan perhatian khusus serta upaya mencari solusi efektif guna meningkatkan kesadaran Mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus, yang mungkin bersumber dari berbagai faktor, seperti pengaruh lingkungan pertemanan atau bahkan kurangnya rasa bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Mengatasi krisis kepedulian terhadap lingkungan di kalangan Mahasiswa, diperlukan adanya pendekatan secara langsung oleh pihak Perguruan Tinggi serta berkelanjutan. Pertama, Perguruan Tinggi harus lebih aktif dalam mengadakan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya menjaga lingkungan. Seminar, workshop, serta kampanye lingkungan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran Mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan. Kedua, kampus perlu menyediakan fasilitas yang dapat mendukung perilaku ramah lingkungan, seperti tempat sampah terpilah, stasiun isi ulang air minum, serta sistem daur ulang yang efektif. Dengan adanya fasilitas yang memadai, Mahasiswa akan lebih mudah menerapkan kebiasaan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun disisi lain Mahasiswa sendiri harus mengambil inisiatif untuk berubah, kesadaran untuk menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, serta berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, Mahasiswa dapat menjadi Agen Perubahan dalam menciptakan kampus yang bersih dan hijau.

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskusi GP Ansor Tidore bahas APBD 2026 dan visi misi Walikota di Sabua Sahabat, Pantai Tugulufa

    GP Ansor Kota Tidore Gelar Diskusi Mengukur Visi Misi Walikota 5 Tahun Mendatang

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 767
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Tidore, 16 Agustus 2025 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan menggelar diskusi publik bertema “APBD 2026: Mengukur Visi Misi Walikota Kota Tidore Kepulauan” Jumat (15/8/25)  di Sabua Sahabat, kawasan Pantai Tugulufa. Agenda ini bertujuan untuk mengawal arah pembangunan daerah lima tahun mendatang agar sejalan dengan visi dan misi Walikota. GP […]

  • BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

    BIROKRASI ALA SHERLY TJOANDA LAOS

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 791
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Dentuman reformasi birokrasi ala Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menjadi “tahiyyat awal” untuk memulai akan membereskan manajemen tata kelola pemerintahan Provinsi Maluku Utara hari ini yang wajib hukumnya berdasarkan pada asas transparansi, akuntabilitas, aksesibilitas, efektif dan efisien […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Negara Bertembok Beton, Bertiang Bambu

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahmat Rajak Mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Indonesia hari ini menyerupai sebuah bangunan raksasa. Dari luar, ia tampak kokoh: tembok-temboknya terbuat dari beton tebal, berdiri tinggi dan menjulang. Jalan tol membentang, gedung pemerintahan menjamur, proyek strategis nasional digulirkan, dan regulasi diproduksi hampir tanpa jeda. Namun siapa pun yang berani masuk dan menyentuh bagian dalam bangunan itu akan merasakan getarannya. Bangunan ini memang […]

  • Wagub Malut & Menkes Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama RSUD Sanana

    Wagub Malut & Menkes Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama RSUD Sanana

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 488
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Sanana, Kamis, 17 Juli 2025 Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan peningkatan kualitas RSUD Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Kamis (17/7/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, beserta jajaran, Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Ketua dan Anggota DPRD, Forkopimda, serta tenaga medis […]

  • Haru di Paripurna DPRD, Sarbin Sehe Ajak Warga Merajut Kebersamaan

    Haru di Paripurna DPRD, Sarbin Sehe Ajak Warga Merajut Kebersamaan

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Foto : Biro Humas DPRD Provinsi Maluku Utara Sofifi,(7/2/24) – Seusai menghadiri rapat paripurna DPRD terkait pengumuman calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) terpilih, Sarbin Sehe mengungkapkan rasa bangga, bahagia, dan haru atas momen bersejarah tersebut. Dalam wawancara, ia menegaskan pentingnya persatuan pasca-Pilkada dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Maluku Utara […]

  • Sumber Foto: porostimur.com

    HMI Sudah Mati, yang Hidup Hanya Benderanya

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Ada masa ketika bendera hijau-hitam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkibar bukan sekadar kain simbol, tapi api kesadaran. Dari sekretariat sempit di Yogyakarta tahun 1947, Lafran Pane menyalakan obor gerakan intelektual Islam yang menolak kejumudan dan kolonialisme. HMI lahir bukan dari ruang nyaman, tapi dari kebutuhan eksistensial bangsa, mencerdaskan umat, memperjuangkan keadilan, dan menggabungkan iman dengan […]

expand_less