Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dari Ambulans ke Tangan Aparat: Tenaga Medis Jadi Sasaran Kekerasan selama aksi demontrasi

Dari Ambulans ke Tangan Aparat: Tenaga Medis Jadi Sasaran Kekerasan selama aksi demontrasi

  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 675
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Indonesia kembali dilanda gejolak. Gelombang aksi massa yang bergulir sejak 25 Agustus 2025 baik di ruang publik maupun media sosial, berakar pada keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Persoalan seperti minimnya lapangan kerja, rendahnya tingkat upah, wacana kenaikan pajak, serta rencana peningkatan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak proporsional, telah memicu gelombang protes yang meluas. Namun, situasi ini tidak hanya berhenti pada unjuk rasa, melainkan berujung pada tragedi kemanusiaan yang menyayat hati.

Kemarahan publik semakin tidak terkendali terjadi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, ketika seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), tewas setelah dilindas kendaraan aparat yang diduga korban sedang mengantarkan makanan untuk para pengunjuk rasa di Jakarta. Kematiannya tidak lagi dilihat sebagai sekadar insiden, melainkan telah berubah menjadi martir sebagai simbol ketidakadilan yang menyulut amarah dan kepedihan kolektif.

Kekerasan aparat terhadap tenaga medis di tengah demonstrasi, ilustrasi ambulans
Tenaga medis korban tindakan represif aparat dirawat di rumah sakit di Solo, Jumat malam (30/8/2025). Satu orang mengalami luka serius. Sumber foto: Radar Solo

Yang semakin memprihatinkan, eskalasi kekerasan justru terus berlanjut. Aparat juga melakukan tindakan represif terhadap tenaga medis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Sebuah video yang viral dari Solo menunjukkan petugas medis ditarik paksa dari ambulans dan dipukuli. Tindakan ini jelas melanggar norma universal: Konvensi Jenewa bahkan menjamin perlindungan tenaga medis dalam situasi perang sekalipun. Sangat ironis, bahwa dalam unjuk rasa yang sejatinya bukan konflik bersenjata, prinsip-prinsip dasar kemanusiaan justru diabaikan.

Peristiwa ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga bertolak belakang dengan filosofi Kepolisian Negara Republik Indonesia, “Rastra Sewakottama”, yang berarti “Abdi Utama bagi Nusa dan Bangsa”. Lambang perisai pada logo yang dikenakan setiap anggota polisi semestinya mencerminkan sebagai pelindung rakyat, bukan kekerasan dan penindasan. Sayangnya, realitas di lapangan masih sering memperlihatkan wajah aparat yang represif. Tenaga kesehatan yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban.

Oleh karena itu, reformasi mendalam di tubuh kepolisian bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keharusan. Proses rekrutmen calon anggota tidak boleh hanya mengutamakan kemampuan fisik, tetapi juga harus memperkuat pemahaman hukum, kecerdasan emosional, serta memiliki kemampuan Problem solving yang baik. Polisi harus hadir sebagai penegak hukum yang menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai kemanusiaan, bukan sebagai alat kekuasaan yang menebar ketakutan.

Kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan latar belakang militernya yang memahami pentingnya perlindungan terhadap tenaga medis dalam situasi konflik, publik berharap beliau tidak tinggal diam. Momentum ini harus menjadi titik balik untuk pembenahan mendasar di tubuh kepolisian, dengan tujuan memulihkan kepercayaan publik dan mengembalikan marwah institusi sebagai pengayom serta pelindung rakyat.

  • Penulis: Muh. Rizki
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabaru Meletus lagi : Warga Desa Goin berjaga dalam kewaspadaan

    Tabaru Meletus lagi : Warga Desa Goin berjaga dalam kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Sumber foto : Wilton Nyoma Halmahera Barat : Sabtu (11/1/25) Gunung Tabaru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meletus dan memuntahkan awan panas pada pukul 19.50 WIT. Erupsi kali ini memunculkan pemandangan dramatis dengan lava pijar, gumpalan awan, dan abu vulkanik yang menyelimuti Desa Goin, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat. Wilton Nyoma, salah seorang warga Desa Goin, […]

  • Jais tagih janji kampanye Rusli-Rio yang sempat menjanjikan program lansia hingga Rp2 juta.

    Jais tagih janji kampanye Rusli-Rio yang sempat menjanjikan program lansia hingga Rp2 juta.

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 528
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kebijakan alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai memicu polemik hangat. Langkah daerah menggelontorkan anggaran hingga Rp891,9 juta untuk operasional Satuan Tugas (Satgas) tahun 2026 dinilai mencederai rasa keadilan publik, terutama di tengah mandeknya realisasi janji politik peningkatan bantuan sosial (bansos) bagi para lanjut usia (lansia). Sorotan tajam tersebut dilayangkan oleh […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy

    LBH Ansor Maluku Utara: Sengketa Lahan Ubo-Ubo Seharusnya Diselesaikan Secara Perdata dan Administratif, Bukan Pidana

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 834
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan pandangan hukumnya terkait langkah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara yang memproses laporan pidana terhadap sejumlah warga Kelurahan Ubo-Ubo, Kota Ternate, dengan dugaan penyerobotan lahan dan memasuki pekarangan tanpa izin. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menyatakan bahwa pendekatan pidana dalam […]

  • Kondisi mesin pompa air yang mengalami kerusakan di Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. (Sumber foto: Istimewa)

    Sebulan Mesin Pompa Rusak, Warga Desa Muhajirin Morotai Hidup dalam Kecemasan Akan Genangan Air

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 645
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) — Warga Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menyampaikan harapan agar kerusakan mesin pompa air di wilayah mereka dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mesin tersebut diketahui telah tidak berfungsi selama kurang lebih satu bulan terakhir dan dikhawatirkan dapat memicu genangan air, terutama saat curah hujan meningkat. Seorang warga berinisial […]

  • Ain Dadong. (Fungsionaris Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Yogyakarta)

    Sentralisasi yang Membunuh: Eksploitasi Sulawesi Tengah dan Gagasan Desentralisasi Total

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Ain Dadong. (Fungsionaris Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Yogyakarta)
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Sulawesi Tengah sedang memperlihatkan wajah paling telanjang dari pembangunan yang kehilangan rasa keadilan. Tanah dikeruk, gunung dibelah, hutan dibuka, laut dan pesisir ditekan atas nama investasi dan hilirisasi. Smelter berdiri, ekspor melonjak, kawasan industri tumbuh, sementara pemerintah terus memamerkan pertumbuhan sebagai bukti keberhasilan pembangunan. Tetapi di balik gemerlap itu ada pertanyaan yang semakin sulit dibungkam […]

  • Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    Mahasiswa Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa di Pas Ipa, Desak Inspektorat Lakukan Audit

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Kepulauan Sula – Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 di Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat, kembali menuai sorotan. Mursid Puko, mahasiswa asal desa setempat, angkat bicara mengenai belum maksimalnya realisasi sejumlah program yang hingga pertengahan 2025 tak kunjung tuntas. Mursid menilai lambatnya audit dari pihak Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula terhadap pengelolaan […]

expand_less