Mandiri Tanpa Pembimbing, Tim FKIP Unkhair Raih Juara III Debat Kie Raha 2026
- calendar_month Sab, 31 Jan 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar

Sumber foto : Istimewa
TERNATE (BALENGKO) – Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kompetisi Debat Kie Raha 2026. Tim yang menggabungkan kekuatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa Inggris ini resmi menyabet Juara III dalam partai final yang digelar di Aula Nuku Unkhair, Rabu (28/1/2026).
Duet maut antara Tutul Sangaji dan Nahyan Zakky A’mala Ahsidiq sukses memukau dewan juri melalui argumen yang tajam, rasionalitas kuat, serta retorika yang memikat. Meski bersaing ketat dengan peserta lainnya, kekompakan tim ini menjadi nilai tambah yang mengantarkan mereka ke podium juara.
Persiapan Matang dan Dukungan Prodi
Tutul Sangaji mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Bagi Tutul, posisi ketiga adalah buah dari kerja keras dan persiapan teknis yang dilakukan secara mandiri.
“Meskipun juara III, ini adalah kebanggaan besar bagi kami. Persiapan kami lakukan secara terstruktur, mulai dari mempelajari format debat, mendalami mosi, hingga berlatih menyusun sanggahan secara intens,” ujar Tutul saat diwawancarai wartawan Balengko Space.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak program studi yang terus memberikan dukungan moral sepanjang kompetisi berlangsung.
Berjuang Tanpa Pembimbing
Hal menarik terungkap dari penuturan Nahyan Zakky A’mala Ahsidiq. Ia membeberkan bahwa selama kompetisi, tim mereka bergerak secara mandiri tanpa didampingi pembimbing khusus. Namun, keterbatasan tersebut justru menjadi pelecut semangat.
“Dari pendaftaran sampai final, kami tidak memiliki pembimbing. Tapi itu bukan alasan untuk menyerah. Alhamdulillah, kami bisa membuktikan diri dengan meraih juara III,” tegas Nahyan.
Optimisme Menuju Kompetisi Berikutnya
Prestasi ini bukanlah akhir bagi Tutul dan Nahyan. Sebaliknya, kemenangan ini dipandang sebagai batu loncatan untuk tantangan yang lebih besar di masa depan.
“Juara III ini hanyalah awal. Kami tetap optimis dan semangat untuk menjemput perlombaan-perlombaan berikutnya, baik di bidang debat maupun kompetisi lainnya,” pungkas Nahyan dengan nada optimis.
- Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar