Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • visibility 360
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

‘Lailatul Qadar’ berarti, satu malam yang sangat dirindukan oleh perindu-perindunya karena ia sangat menentukan kepentingan umat manusia di jagad raya, dan ‘Alfu Syahr” berarti, seribu bulan yang erat hubungannya dengan ‘lailatul qadar’ dalam sistem ajaran Islam. ‘Lailatul qadar’ adalah malam yang sangat mulia dan berharga bagi interest umat Nabi Muhammad Saw untuk perbaikan kualitas hidupnya, apalagi malam ini sangat diyakini sebagai malam turunnya al-Qur’an (nuzul al-qur’an) kepada Nabi Muhammad Saw dan merupakan malam yang penuh berkah dan ampunan (maghfirah) dari Allah Swt. Sedangkan 1000 (seribu) bulan adalah terminologi yang digunakan untuk menggambarkan keutamaan ‘Lailatul Qadar’ karena menurut Hadis Nabi Muhammad Saw bahwa, ‘lailatul qadar’ adalah satu malam yang hanya terdapat pada bulan ramadhan dan lebih baik dari 1000 (seribu) bulan yang mustahil bagi umat Nabi Muhammad Saw dapat melakukan ibadah saja dalam hidupnya, tanpa disibukkan dengan kesibukan lainnya. Oleh karena itu, menurut Yusuf Qaradhawi menjelaskan “bahwa, 1000 (seribu) bulan bukanlah waktu yang singkat dan perkara mudah bagi saya, anda, dan kita semua sebagai umat Nabi Muhammad Saw yang kaslan atau malas beribadah kepada Allah Swt secara terus-menerus dalam hidupnya-pasti ada ibadah wajib yang bolong-bolong, maka perhitungan 1000 (seribu) bulan sama halnya dengan 83 (delapan puluh tiga) tahun 4 (empat) bulan dalam hitungan kalender, di mana rata-rata usia saya, anda, dan kita semua yang hidup di atas dunia ini berpotensi jarang usianya sampai dengan 83 (delapan puluh tiga) tahun sebagaimana yang dimaksudkan dengan 1000 (seribu) bulan itu. Namun, pada malam ‘lailatul qadar’ ini hanya menjadi amalan satu malam saja dimalam yang ganjil dalam bulan ramadhan, maka bagi umat Nabi Muhammad Saw yang ‘istiqamah’ dengan ibadah puasa yang dilaksanakannya bisa memperoleh ganjaran pahala ibadah seperti yang bersangkutan melaksanakan ibadah saja selama 83 (delapan puluh tiga) tahun jika ‘lailatul qadar’ bersedia menemuinya”.

Oleh karena itu, bagi umat Nabi Muhammad Saw bahwa kehadiran ‘lailatul qadar’ yang menurut Quraish Shihab menjelaskan, bahwa apakah bila ia hadir, ia akan menemui setiap orang Islam yang terjaga atau tidak ‘ruqud’ pada malam kehadirannya itu? karena tidak sedikit umat Islam yang menduganya demikian. Terdapat kekeliruan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) bagi kebanyakan umat Islam, karena dampak dari kekeliruan itu dapat berarti bahwa yang memperoleh keistimewaan ‘lailatul qadar’ adalah hanyalah orang-orang Islam yang hobi main ‘domeno’ dan kuat ‘batawana’ yang terjaga itu untuk bersiap menyambutnya malupun orang-orang tersebut tidak ada persiapan sama sekali, ‘maa yumkin’ atau tidak mungkin kawan! Di sisi lain, ada keleliruan pemahaman bagi umat Islam bahwa, kehadiran ‘lailatul qadar’ ditandai oleh hal-hal yang bersifat fisik-material yang kemudian pemahaman yang keliru itu disandarkan pada riwayat-riwayat yang sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan keshahihannya. Masih menurut Shihab yang mengatakan bahwa, seandainya sekali lagi seandainya, ada tanda-tanda fisik-material dalam kehadirannya, maka itu pun tidak akan ditemui oleh orang-orang yang sama sekali tidak mempersiapkan diri dan tidak menyucikan jiwa guna menyambutnya. Dalam pribahasanya “air dan minyak tidak mungkin akan menyatu dan bertemu”. Maka kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh ‘lailatul qadar’ tidak akan mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang Islam tertentu saja. Apalagi orang-orang Islam yang hanya hobi main ‘domeno’ dan hanya kuat nongkrong ‘batawana’ setiap malam di cafe mana mungkin ‘lailatul qadar’ menemuinya kawan!

Sebenarnya orang-orang Islam tertentu saja yang akan ditemui oleh ‘lailatul qadar’ itu. Bukankah tamu agung yang berkunjung ke satu tempat, tidak akan datang menemui setiap orang yang berada di lokasi itu, walaupun setiap orang ditempati itu mendambakannya. Bukankan ada orang yang sangat rindu atas kedatangan kekasihnya, namun ternyata sang kekasih tidak sudi menemuinya? Demikian halnya dengan kehadiran ‘lailatul qadar’. Dan oleh sebab itu bulan ramadhan menjadi bulan satu-satunya untuk kehadiran ‘lailatul qadar’ yang kemudian orang-orang Islam harus menjadikan bulan ini untuk ‘mensucikan’ jiwanya (tazkiyatunnafsi) dari kotoran-kotoran dosa yang disengaja maupun tidak disengaja dilakukannya pada bulan-bulan yang sudah-sudah, dan itulah sebabnya sehingga ‘lailatul qadar’ diduga kuat oleh Rasulullah Saw datang atau hadir pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan. Dan karena itu, diharapkan jiwa orang-orang Islam yang berpuasa selama 20 (dua puluh) hari sebelumnya telah mencapai satu tingkat kesadaran dan kesucian yang memungkinkan malam itu berkenan mampir menemuinya. Dan itulah sebabnya Rasulullah Saw menganjurkan umatnya sekaligus mempraktikkan ‘itikaf (berdiam diri dan merenung di masjid) pada sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan dalam rangka berjumpa dengan “lailatul qadar’ bukan dengan main ‘domeno’ dan ‘batawana’ kancang di café main ‘game’ di handponenya kawan! Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat. Wallahu ‘alam bishshawab.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • proyek swering talud Desa Ploly Halmahera Selatan

    Kontrak, Wanprestasi, dan Hak Masyarakat: Membaca Sengketa Proyek Talud Desa Ploly dari Perspektif Hukum Perdata

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Algojo Manyelu., S.H
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Pembangunan infrastruktur pada hakikatnya merupakan instrumen negara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pembangunan akan kehilangan makna ketika proses pelaksanaannya justru melahirkan ketidakadilan bagi masyarakat yang menjadi bagian dari proyek tersebut. Salah satu persoalan yang muncul saat ini adalah dugaan tidak dipenuhinya kewajiban hukum oleh kontraktor Sofyan Marwan yang bertindak sebagai Pelaksana Proyek dengan mengendarai perahu […]

  • Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pulau Morotai yang berlokasi di pusat pemerintahan. Instansi ini tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan represif oknum anggota saat pengamanan aksi massa ARIT. (Foto: Dok. Balengko Space).

    Dinilai Normalisasi Kekerasan, Kasatpol PP Morotai Belum Minta Maaf Usai Dugaan Pemukulan Aktivis

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 533
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Pernyataan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pulau Morotai, Akri Yuti Wijaya, terus menuai polemik. Kecaman publik mengalir deras setelah Akri menyebut insiden dugaan pemukulan aktivis saat demonstrasi sebagai “hal biasa”. Hingga Kamis (7/5/2026), belum ada pernyataan maaf resmi dari pimpinan Satpol PP tersebut. Insiden ini bermula pada […]

  • Forum BEM Se-DIY menggelar aksi damai memperingati Hari HAM Sedunia di Perempatan Gondomanan, Yogyakarta, disertai sholat ghoib dan doa bersama untuk korban banjir bandang di Sumatera, 10 Desember 2025.”

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Hari HAM Sedunia, Sholat Ghoib, dan Penggalangan Dana Akbar untuk Sumatera

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Yogyakarta, BALENGKO — 12 Desember 2025, Dalam momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember, Forum BEM Se-DIY menggelar aksi damai di Perempatan Gondomanan, Yogyakarta. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta bersama elemen masyarakat sipil turut hadir dalam aksi yang berlangsung sekitar siang hingga sore hari. Koordinator […]

  • Source : www.vice.com

    Belajar Nasionalisme dari Etnis Tionghoa

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Komunitas Tionghoa sangat menarik untuk dicatat karena terdapat beberapa literatur menegaskan perihal asal-muasal etnis Tionghoa di Indonesia. Etnis ini berawal dari para migran yang masuk ke nusantara ratusan tahun yang lalu. Mereka datang dengan latar belakang sejarah Tiongkok yang tua dan besar-empat ribu tahun yang lalu. Implikasinya, etnis Tionghoa yang tersebar di seluruh Asia Tenggara-bahkan […]

  • Anggota DPD RI Hasbi Yusuf mendesak penyelesaian proporsional konflik lahan TNI AU di Morotai guna menyeimbangkan kedaulatan negara dan hak-hak masyarakat.

    Hasbi Yusuf Desak Penyelesaian Proporsional Konflik Lahan TNI AU di Morotai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 343
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, mengeluarkan pernyataan tegas terkait sengketa lahan menahun antara TNI Angkatan Udara (AU) dan masyarakat di Pulau Morotai. Ia mendesak agar penyelesaian konflik tersebut dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Hasbi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-II MD […]

  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Jakarta (21/1). Kemenkop kini tengah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari digitalisasi data hingga perubahan strategi komunikasi agar koperasi lebih diminati anak muda sebagai badan usaha yang profitabel dan kekinian. Sumber Foto: JMSI

    Bikin Koperasi Jadi “Cool”, Menteri Ferry Juliantono Rangkul Milenial dan Gen Z Masuk Ekosistem Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 260
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 22 Januari 2026 – Citra koperasi yang selama ini dianggap “jadul” kini sedang dirombak total. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmennya untuk mengubah strategi komunikasi kementerian agar lebih relevan dengan gaya hidup anak muda, khususnya kelompok Milenial dan Gen Z. Hal ini disampaikan Menkop Ferry saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia […]

expand_less