Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 265
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan adalah jalan untuk memuliakan manusia. Di dalamnya terkandung cita-cita agar setiap insan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun, dalam perjalanan panjang dunia pendidikan kita—baik di lembaga formal maupun di lingkungan keagamaan seperti pesantren—masih ditemukan kecenderungan hubungan yang bersifat satu arah: pendidik menyampaikan, peserta didik menerima.

Pola ini tidak selalu keliru, karena penghormatan kepada guru dan kiai merupakan bagian penting dari tradisi luhur bangsa dan nilai keislaman. Namun, jika hubungan tersebut tidak diimbangi dengan ruang dialog dan kebebasan berpikir, maka proses belajar bisa kehilangan daya hidupnya. Pendidikan sejatinya adalah ruang saling belajar—antara yang mengajar dan yang diajar—dalam suasana saling menghormati dan terbuka.

Belajar dari Sejarah dan Tradisi

Sejarah sosial bangsa kita menunjukkan bahwa cara pandang hierarkis dalam kehidupan bermasyarakat sudah ada sejak lama. Dalam konteks pendidikan, pola itu terkadang masih terbawa hingga kini. Karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai ruang pertumbuhan, bukan sekadar pewarisan.

Dalam tradisi keilmuan Islam sendiri, para ulama terdahulu telah memberi teladan luar biasa dalam menghargai akal dan perbedaan pendapat. Imam Abu Hanifah, misalnya, pernah berkata, “Jika engkau menemukan dalil yang lebih kuat daripada pendapatku, ikutilah kebenaran itu, bukan aku.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa penghormatan sejati justru lahir dari keberanian untuk mencari kebenaran dengan cara yang santun dan beradab.

Pendidikan sebagai Dialog, Bukan Doktrin

Pemikir pendidikan seperti Paulo Freire mengingatkan bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya proses mentransfer pengetahuan, tetapi proses membangun kesadaran. Guru dan murid adalah dua pihak yang sama-sama belajar dalam posisi yang saling menghargai.

Pertanyaan dari murid bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan tanda kehausan terhadap ilmu. Dan seorang pendidik yang bijak tentu memahami bahwa semangat bertanya adalah pintu menuju kecerdasan. Dengan semangat ini, pendidikan akan menjadi jalan bagi kebebasan berpikir yang berlandaskan pada etika dan akhlak.

Menemukan Titik Temu: Antara Akal dan Adab

Baik pesantren maupun sekolah formal, keduanya memiliki peran besar dalam membangun peradaban bangsa. Pesantren mengajarkan keikhlasan, kesederhanaan, dan kedalaman spiritual. Sementara sekolah formal membentuk nalar ilmiah dan disiplin berpikir rasional. Kedua model ini sejatinya bisa saling melengkapi—asal dijaga keseimbangannya antara akal dan adab.

Pendidikan yang ideal tidak memisahkan keduanya. Ia membimbing akal agar tidak sombong, dan menuntun adab agar tidak membisu. Dengan cara ini, ilmu tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga cahaya yang menuntun manusia menuju kebijaksanaan.

Menuju Generasi Cerdas dan Beradab

Membangun pendidikan yang sehat bukan berarti mengurangi wibawa guru atau kiai. Justru, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap mereka—karena ilmu yang disampaikan akan lebih bermakna bila menumbuhkan kemandirian berpikir pada peserta didik.

Kita ingin melahirkan generasi yang berani berpikir dengan santun, mampu mengkritisi tanpa merendahkan, dan menghormati tanpa kehilangan keberanian intelektual. Sebuah generasi yang berbudaya, berakal sehat, dan berakhlak mulia.

Penutup: Pendidikan yang Membebaskan dan Menyatukan

Pendidikan yang baik tidak menakuti murid dengan kewibawaan, tetapi menginspirasi mereka dengan keteladanan. Ia tidak membungkam pertanyaan, tetapi menuntun agar setiap pencarian kebenaran dilakukan dengan sopan dan beradab.

Karena masyarakat yang beradab tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari keberanian mencari kebenaran dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.

Kita menghormati bukan karena takut, tetapi karena memahami. Kita ta’dzim bukan karena kedudukan, tetapi karena akhlak dan kasih sayang.

  • Penulis: Zulfikran Ketua LBH Ansor Kota Ternate
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Zulfikran

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seminar Pengembangan Karier, Rektor Alma Ata Beri Motivasi Calon Wisudawan

    Seminar Pengembangan Karier, Rektor Alma Ata Beri Motivasi Calon Wisudawan

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 22 April 2025 – Universitas Alma Ata Yogyakarta menggelar seminar pengembangan karier untuk para calon wisudawan dan wisudawati periode April 2025. Acara ini berlangsung pada hari Senin, 21 April 2025 di Auditorium KH. Hasyim Asy’ari, Gedung MAM lantai 9, dan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Rektor Universitas Alma Ata, Prof. Dr. […]

  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H oleh PW GP Ansor Maluku Utara di Masjid Al-Khalid

    Maulid Nabi 1447 H GP Ansor Malut Penuh Khidmat

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara (PW GP Ansor Malut) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Al-Khalid, Senin (29/9) malam. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus, kader, tokoh agama, dan masyarakat. Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Meneladani Rasulullah, Mengokohkan Iman, Menjaga Negeri”. Rangkaian acara diawali […]

  • Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Ditengah hiruk-pikuk kesibukan kita sehari-hari, sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil yang ternyata memiliki dampak besar bagi kesehatan. Salah satu contohnya adalah tidur siang. Meski dianggap kurang umum di Indonesia, tidur siang adalah tradisi yang sudah mengakar di berbagai negara, bahkan menjadi bagian dari budaya mereka, berikut ini adalah kebiasaan tidur di […]

  • Source : Istimewa

    GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Malut Dukung Transformasi Digital Gubernur Sherly Tjoanda

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 268
    • 0Komentar

    SOFIFI (BALENGKO) – Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dalam mendorong transformasi digital mendapat respons positif dari organisasi kepemudaan. Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor dan PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara secara resmi memberikan apresiasi atas langkah penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ketua […]

  • LBH Ansor Maluku Utara Laporkan Akun Facebook ke Polda Terkait Dugaan Penyebaran Informasi Tidak Benar

    LBH Ansor Maluku Utara Laporkan Akun Facebook ke Polda Terkait Dugaan Penyebaran Informasi Tidak Benar

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 485
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO), 11 November 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara secara resmi melaporkan sebuah akun Facebook dengan nama “Sofyan Opan Bian” ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara.Langkah ini diambil atas dugaan penyebaran informasi yang dinilai tidak benar dan berpotensi mencemarkan nama baik salah satu pejabat publik melalui media sosial. […]

  • Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Fairy Sinta
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Ternate, (22/3/25) – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menggelar Gebyar Pasar Murah di Ternate untuk menyambut Ramadan 1446 H. Program ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di beberapa kabupaten di Maluku Utara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara menginisiasi kegiatan ini dengan menyediakan […]

expand_less