Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 232
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan adalah jalan untuk memuliakan manusia. Di dalamnya terkandung cita-cita agar setiap insan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun, dalam perjalanan panjang dunia pendidikan kita—baik di lembaga formal maupun di lingkungan keagamaan seperti pesantren—masih ditemukan kecenderungan hubungan yang bersifat satu arah: pendidik menyampaikan, peserta didik menerima.

Pola ini tidak selalu keliru, karena penghormatan kepada guru dan kiai merupakan bagian penting dari tradisi luhur bangsa dan nilai keislaman. Namun, jika hubungan tersebut tidak diimbangi dengan ruang dialog dan kebebasan berpikir, maka proses belajar bisa kehilangan daya hidupnya. Pendidikan sejatinya adalah ruang saling belajar—antara yang mengajar dan yang diajar—dalam suasana saling menghormati dan terbuka.

Belajar dari Sejarah dan Tradisi

Sejarah sosial bangsa kita menunjukkan bahwa cara pandang hierarkis dalam kehidupan bermasyarakat sudah ada sejak lama. Dalam konteks pendidikan, pola itu terkadang masih terbawa hingga kini. Karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai ruang pertumbuhan, bukan sekadar pewarisan.

Dalam tradisi keilmuan Islam sendiri, para ulama terdahulu telah memberi teladan luar biasa dalam menghargai akal dan perbedaan pendapat. Imam Abu Hanifah, misalnya, pernah berkata, “Jika engkau menemukan dalil yang lebih kuat daripada pendapatku, ikutilah kebenaran itu, bukan aku.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa penghormatan sejati justru lahir dari keberanian untuk mencari kebenaran dengan cara yang santun dan beradab.

Pendidikan sebagai Dialog, Bukan Doktrin

Pemikir pendidikan seperti Paulo Freire mengingatkan bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya proses mentransfer pengetahuan, tetapi proses membangun kesadaran. Guru dan murid adalah dua pihak yang sama-sama belajar dalam posisi yang saling menghargai.

Pertanyaan dari murid bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan tanda kehausan terhadap ilmu. Dan seorang pendidik yang bijak tentu memahami bahwa semangat bertanya adalah pintu menuju kecerdasan. Dengan semangat ini, pendidikan akan menjadi jalan bagi kebebasan berpikir yang berlandaskan pada etika dan akhlak.

Menemukan Titik Temu: Antara Akal dan Adab

Baik pesantren maupun sekolah formal, keduanya memiliki peran besar dalam membangun peradaban bangsa. Pesantren mengajarkan keikhlasan, kesederhanaan, dan kedalaman spiritual. Sementara sekolah formal membentuk nalar ilmiah dan disiplin berpikir rasional. Kedua model ini sejatinya bisa saling melengkapi—asal dijaga keseimbangannya antara akal dan adab.

Pendidikan yang ideal tidak memisahkan keduanya. Ia membimbing akal agar tidak sombong, dan menuntun adab agar tidak membisu. Dengan cara ini, ilmu tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga cahaya yang menuntun manusia menuju kebijaksanaan.

Menuju Generasi Cerdas dan Beradab

Membangun pendidikan yang sehat bukan berarti mengurangi wibawa guru atau kiai. Justru, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap mereka—karena ilmu yang disampaikan akan lebih bermakna bila menumbuhkan kemandirian berpikir pada peserta didik.

Kita ingin melahirkan generasi yang berani berpikir dengan santun, mampu mengkritisi tanpa merendahkan, dan menghormati tanpa kehilangan keberanian intelektual. Sebuah generasi yang berbudaya, berakal sehat, dan berakhlak mulia.

Penutup: Pendidikan yang Membebaskan dan Menyatukan

Pendidikan yang baik tidak menakuti murid dengan kewibawaan, tetapi menginspirasi mereka dengan keteladanan. Ia tidak membungkam pertanyaan, tetapi menuntun agar setiap pencarian kebenaran dilakukan dengan sopan dan beradab.

Karena masyarakat yang beradab tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari keberanian mencari kebenaran dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.

Kita menghormati bukan karena takut, tetapi karena memahami. Kita ta’dzim bukan karena kedudukan, tetapi karena akhlak dan kasih sayang.

  • Penulis: Zulfikran Ketua LBH Ansor Kota Ternate
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Zulfikran

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Roni Zaenuri

    Wacana Revisi Perda Miras dan Pelacuran Ditentang, SAPMA PP: Bisa Rusak Moral Generasi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kota Tangerang (BALENGKO) — Wacana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol serta Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran menuai penolakan dari berbagai pihak. Kedua perda tersebut rencananya masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kota Tangerang tahun 2026. Namun, sejumlah elemen masyarakat menilai revisi aturan […]

  • Antara Introvert dan Ekstrovert; Kamu yang Mana?

    Antara Introvert dan Ekstrovert; Kamu yang Mana?

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Kontributor-Nurul Hafizdatul Muhajirah, S.Psi Balengko Space – Pada tanggal 3 Januari kemarin, kita memperingati hari introvert sedunia. Di mana introvert merupakan salah satu tipe kepribadian yang ada pada manusia. Istilah introvert digunakan untuk menggambarkan sebuah sifat yang cenderung menyendiri, lebih fokus pada dunia-dunia internal seperti terfokus pada diri sendiri, dan cenderung tidak suka bersosialisasi. Sama […]

  • Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

    Politik Dinasti bukan warisan: Membedah skenario oligarki Banggai Laut 2029

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong, Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Kondisi Kabupaten Banggai Laut masih tertatih-tatih melepaskan diri dari belenggu ketertinggalan infrastruktur dasar dan stagnasi ekonomi kepulauan, nalar publik justru dipaksa menelan pil pahit berupa wacana prematur suksesi kekuasaan. Bupati Sofyan Kaepa yang kini sedang menikmati periode keduanya seolah membiarkan diskursus publik dibajak oleh narasi pelanggengan kekuasaan, alih-alih difokuskan pada pemenuhan janji-janji politik yang masih […]

  • Keluarga pasien melaporkan dugaan kelalaian pelayanan medis RSUD Sanana Kabupaten Kepulauan Sula.

    Keluarga Laporkan Dugaan Kelalaian RSUD Sanana yang Sebabkan Pasien Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 328
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Sanana, 16 September 2025 – Seorang warga Kabupaten Kepulauan Sula, Manaf Umaternate, resmi melaporkan dugaan kelalaian pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana. Laporan tersebut menyebut bahwa kelalaian petugas medis berujung pada meninggalnya putri kandungnya, Raina Umaternate, pada Sabtu (13/9/2025) dini hari. Kronologi Kejadian Berdasarkan pengaduan tertulis, pasien Raina Umaternate dibawa […]

  • Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

    Generasi Digital di Persimpangan: Menyelamatkan Anak dari Kecanduan Layar

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Nasir M. Ali (Pegawai Kementerian Haji Kota Ternate)
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Di banyak rumah, pemandangan itu semakin biasa. Anak duduk bersama keluarganya, tetapi pandangannya tertambat pada layar. Tubuhnya berada di ruang makan, sementara perhatian dan emosinya berkeliaran di dunia lain. Ia tertawa sendiri, menggeser layar tanpa henti, lalu marah ketika gawai diminta untuk diletakkan. Kita kerap menganggapnya sebagai kenakalan kecil atau gejala zaman. Padahal, di balik […]

  • PMII Ternate Serukan Dukungan untuk Muswil IKA PMII Malut, Dorong Pembaruan Organisasi

    PMII Ternate Serukan Dukungan untuk Muswil IKA PMII Malut, Dorong Pembaruan Organisasi

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE,- Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-IV Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Maluku Utara akan digelar pada 29 Agustus 2025. Mengusung tema “Rekonsiliasi dan Konsolidasi Alumni untuk Memperkuat Peran Strategis di Tengah Pembangunan Daerah,” forum ini diharapkan menjadi momentum kolektif untuk mempererat solidaritas dan kontribusi alumni terhadap pembangunan di Maluku Utara. […]

expand_less