Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

Menegakkan Martabat Akal: Menemukan Kembali Ruh Pendidikan yang Mencerahkan

  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 199
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan adalah jalan untuk memuliakan manusia. Di dalamnya terkandung cita-cita agar setiap insan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan, berakhlak, dan mampu berpikir jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun, dalam perjalanan panjang dunia pendidikan kita—baik di lembaga formal maupun di lingkungan keagamaan seperti pesantren—masih ditemukan kecenderungan hubungan yang bersifat satu arah: pendidik menyampaikan, peserta didik menerima.

Pola ini tidak selalu keliru, karena penghormatan kepada guru dan kiai merupakan bagian penting dari tradisi luhur bangsa dan nilai keislaman. Namun, jika hubungan tersebut tidak diimbangi dengan ruang dialog dan kebebasan berpikir, maka proses belajar bisa kehilangan daya hidupnya. Pendidikan sejatinya adalah ruang saling belajar—antara yang mengajar dan yang diajar—dalam suasana saling menghormati dan terbuka.

Belajar dari Sejarah dan Tradisi

Sejarah sosial bangsa kita menunjukkan bahwa cara pandang hierarkis dalam kehidupan bermasyarakat sudah ada sejak lama. Dalam konteks pendidikan, pola itu terkadang masih terbawa hingga kini. Karena itu, penting bagi semua pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai ruang pertumbuhan, bukan sekadar pewarisan.

Dalam tradisi keilmuan Islam sendiri, para ulama terdahulu telah memberi teladan luar biasa dalam menghargai akal dan perbedaan pendapat. Imam Abu Hanifah, misalnya, pernah berkata, “Jika engkau menemukan dalil yang lebih kuat daripada pendapatku, ikutilah kebenaran itu, bukan aku.” Ungkapan ini menunjukkan bahwa penghormatan sejati justru lahir dari keberanian untuk mencari kebenaran dengan cara yang santun dan beradab.

Pendidikan sebagai Dialog, Bukan Doktrin

Pemikir pendidikan seperti Paulo Freire mengingatkan bahwa pendidikan yang ideal bukan hanya proses mentransfer pengetahuan, tetapi proses membangun kesadaran. Guru dan murid adalah dua pihak yang sama-sama belajar dalam posisi yang saling menghargai.

Pertanyaan dari murid bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan tanda kehausan terhadap ilmu. Dan seorang pendidik yang bijak tentu memahami bahwa semangat bertanya adalah pintu menuju kecerdasan. Dengan semangat ini, pendidikan akan menjadi jalan bagi kebebasan berpikir yang berlandaskan pada etika dan akhlak.

Menemukan Titik Temu: Antara Akal dan Adab

Baik pesantren maupun sekolah formal, keduanya memiliki peran besar dalam membangun peradaban bangsa. Pesantren mengajarkan keikhlasan, kesederhanaan, dan kedalaman spiritual. Sementara sekolah formal membentuk nalar ilmiah dan disiplin berpikir rasional. Kedua model ini sejatinya bisa saling melengkapi—asal dijaga keseimbangannya antara akal dan adab.

Pendidikan yang ideal tidak memisahkan keduanya. Ia membimbing akal agar tidak sombong, dan menuntun adab agar tidak membisu. Dengan cara ini, ilmu tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga cahaya yang menuntun manusia menuju kebijaksanaan.

Menuju Generasi Cerdas dan Beradab

Membangun pendidikan yang sehat bukan berarti mengurangi wibawa guru atau kiai. Justru, ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap mereka—karena ilmu yang disampaikan akan lebih bermakna bila menumbuhkan kemandirian berpikir pada peserta didik.

Kita ingin melahirkan generasi yang berani berpikir dengan santun, mampu mengkritisi tanpa merendahkan, dan menghormati tanpa kehilangan keberanian intelektual. Sebuah generasi yang berbudaya, berakal sehat, dan berakhlak mulia.

Penutup: Pendidikan yang Membebaskan dan Menyatukan

Pendidikan yang baik tidak menakuti murid dengan kewibawaan, tetapi menginspirasi mereka dengan keteladanan. Ia tidak membungkam pertanyaan, tetapi menuntun agar setiap pencarian kebenaran dilakukan dengan sopan dan beradab.

Karena masyarakat yang beradab tidak lahir dari ketakutan, melainkan dari keberanian mencari kebenaran dengan cara yang santun dan bertanggung jawab.

Kita menghormati bukan karena takut, tetapi karena memahami. Kita ta’dzim bukan karena kedudukan, tetapi karena akhlak dan kasih sayang.

  • Penulis: Zulfikran Ketua LBH Ansor Kota Ternate
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Zulfikran

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SSB Saremo Putra Gelar Buka Puasa Bersama dan Nobar di Kelurahan Tambula

    SSB Saremo Putra Gelar Buka Puasa Bersama dan Nobar di Kelurahan Tambula

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Tidore, (16/3/25) – Sekolah Sepak Bola (SSB) Saremo Putra Kelurahan Tambula, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), menggelar acara buka puasa bersama di Gedung Pertemuan Kelurahan Tambula. Acara ini juga diisi dengan nonton bareng (Nobar) film Cahaya dari Timur serta doa bersama. Sekitar 60 siswa yang terdaftar di SSB Saremo Putra hadir dalam […]

  • Source : Istimewa

    IAIN Ternate Sosialisasi PMB 2026 di Morotai: Kenalkan Jalur PTKIN dan Target UIN

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 196
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) — Tim sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) IAIN Ternate menyambangi Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Yaqin, Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memotivasi siswa kelas XII untuk melanjutkan studi sekaligus memperkenalkan program unggulan tahun akademik 2026/2027. Jalur Masuk dan Beasiswa Dalam sosialisasi tersebut, tim memaparkan tiga jalur utama pendaftaran bagi calon […]

  • Pemadaman Listrik Morotai Ramadhan Rapat DPRD dan PLN

    Ramadhan di Morotai “Gelap-gelapan”, DPRD Pertanyakan Jadwal Pemeliharaan PLN yang Terkesan Kebetulan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 848
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Menanggapi keresahan masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik di Pulau Morotai selama bulan suci Ramadhan, DPRD Pulau Morotai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PLN, Selasa (10/03/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Sekwan mulai pukul 11.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Pulau Morotai, Erwin Sutanto. Hadir dalam […]

  • Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    Abdurahman bin Kamel Assegaf Kecam Keras Pernyataan Rasis Muhammad Fuad Riyadi terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 633
    • 0Komentar

    Ternate, (28/3/25), Melalui pesan WhatsApp yang diterima pada 28 Maret 2025, Abdurahman bin Kamel Assegaf, Mudir Pondok Pesantren Al-Khairat Sasa dan anggota Abnul Khoirat, dengan tegas mengecam tindakan pernyataan rasis yang dilontarkan oleh Muhammad Fuad Riyadi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Fuad Plered, terhadap Guru Tua Al-Habib Asayid Idrus bin Salim Al-Jufri. Dalam pesan […]

  • Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    Faktor-Faktor yang Mendorong Seseorang Terjerumus dalam Dunia Prostitusi

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi, generasi muda kini lebih mudah memiliki akses atas apa yang mereka inginkan. Meskipun banyak yang hidup dengan keterbatasan ekonomi, hal tersebut tak selalu menghentikan mereka untuk memenuhi keinginan pribadi, terutama keinginan akan pengakuan dan pujian dari lingkungan sosial mereka. Untuk itu, banyak yang akhirnya memilih […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara

    LBH Ansor Maluku Utara Mendesak Aparat Mengusut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Andrie Yunus

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Balengko Space, Ternate – Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Tindakan brutal tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga merupakan ancaman terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi […]

expand_less