POST POWER SYNDROME ‘RACUN GALAFEA’
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 171
- comment 0 komentar

source : Istimewa
Seseorang yang memiliki mental lemah-dha’if dan belum siap menghadapi hilangnya jabatan-kekuasaan karena orang itu tidak terpilih lagi untuk periode selanjutnya dalam sebuah jabatan akan mengalami shock-pukulan batin yang menyiksa dirinya. Dari kondisi shock ini, muncul perasaan-perasaan sedih, takut, cemas, rasa inferior-rendah diri, tidak berguna, putus asa, bingung, dan rasanya mau gila saja. Semua gejala-gejala rohaniah itu akan mengganggu fungsi-fungsi kejiawaannya. Dan, perasaan-perasaan tadi yang saya sebutkan adalah gejala-gejala dari suatu penyakit berkumpul menjadi satu kesatuan dan saling berkait kelindang dalam dirinya, maka yang bersangkutan akan menderita penyakit yang dinamakan ‘post power syndrome” adalah kondisi psikologis berupa stress, kecemasan-depresi yang muncul dalam diri seseorang akibat kehilangan jabatan-kekuasaan-rutinitas kerja, karena orang itu tidak lagi menikmati fasilitas negara berupa mobil mewah, insentif jabatan, dan tidak lagi menikmati perjalanan dinas naik pesawat garuda dengan biaya negara untuk bepergian kemana-mana.
Post power syndrome merupakan bentuk dari reaksi negatif yang muncul dalam menghadapi hilangnya jabatan-kekuasaan dalam dirinya. Maka akibatnya, orang itu tidak berdaya, minder bahkan muncul gejala stress seperti mudah marah, susah tidur, malas bekerja, sering pusing-muncul kecemasan bahkan berbagai penyakit datang menemuinya dan tidak jarang pula individu itu mengalami powerless. Menurut Semiun [2010:501] menjelaskan bahwa post power syndrome adalah reaksi somatis dalam bentuk sekumpulan simptom penyakit, luka-luka, serta kerusakan fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang bersifat progresif dan penyebab utamanya ialah yang bersangkutan telah dipensiunkan karena tidak terpilih lagi untuk menduduki jabatan dan kekuasaan-katakanlah orang itu tidak terpilih lagi sebagai Rektor.
- Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar