Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dari Sajdah ke Kesadaran: Ramadan dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

Dari Sajdah ke Kesadaran: Ramadan dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 342
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di awal bulan Ramadan ini, mari kita berhenti sejenak. Sebab di tengah ibadah yang kita jalani, ada ketertindasan yang terus berlangsung di hadapan mata dan batin kita.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, dahaga, dan nafsu. Ia seharusnya menjadi latihan empati—agar kita tidak lagi memandang penderitaan sebagai sesuatu yang biasa. Lebih dari itu, puasa adalah momentum kesetaraan. Di hadapan lapar dan dahaga, jabatan runtuh, kekayaan tak lagi berjarak. Pemegang saham, pemimpin negara, orang kaya, dan mereka yang terpinggirkan berdiri pada titik yang sama—rapuh, terbatas, dan sama-sama membutuhkan Tuhan.

Tuhan Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui membentangkan ampunan tanpa batas. Tetapi kita sering kali hanya mendekat ketika Ramadan tiba. Setelah ia pergi, kita kembali membangun jarak—antara kaya dan miskin, antara kuasa dan yang tak bersuara—seakan langit dan bumi memang ditakdirkan untuk tak pernah saling menopang.

Pada momen ini, Ramadan seharusnya menjadi cermin. Sebab selama sebelas bulan kita kerap mengaminkan kemewahan, sementara ketertindasan dan keterbelakangan berjalan tanpa gangguan.

Kita tahu itu. Kita melihatnya. Namun kita memilih terbiasa. Seakan semua terjadi tanpa sebab, padahal sebab itu tumbuh dari cara pandang kita sendiri—cara pandang yang membiarkan jarak antara kaya dan miskin semakin lebar.

Dari bulan suci ini pula kita seharusnya belajar bahwa rasa lapar yang kita rasakan sejak terbit matahari hingga terbenamnya bukanlah pengalaman musiman. Bagi sebagian orang, lapar adalah kenyataan setiap hari. Bukan hanya di bulan Ramadan.

Ada mereka yang kesulitan mendapatkan sesuap nasi dan sekeping uang. Ada pula yang kehilangan tanahnya—diambil, digusur, atau terpaksa dijual karena kerasnya kehidupan.

Maka pertanyaannya: apakah Ramadan hanya akan menjadi ritual tahunan, atau sungguh menjadi kesadaran yang mengubah cara kita memandang mereka yang hidup dalam lapar tak berkesudahan?

Memang, Ramadan sering kita pahami sebagai ritual yang menjanjikan pengampunan Tuhan. Namun jika maknanya berhenti pada urusan dosa pribadi, itu terlalu sempit.

Penghapusan dosa bukan sekadar janji langit, melainkan panggilan untuk mengubah cara kita memperlakukan bumi—dan manusia di dalamnya. 

Di titik ini, Ramadan seharusnya melahirkan kesadaran kolektif. Bukan hanya tentang kesetaraan antarmanusia, tetapi juga tentang hubungan kita dengan alam.

Sebab, selama ini kita memperlakukan bumi seolah ia terpisah dari diri kita. Padahal kita tumbuh darinya, hidup darinya, dan akan kembali kepadanya.

Maka penyucian tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Ia harus menjalar pada cara kita menjaga tanah, air, dan hutan—agar Ramadan tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi juga memulihkan bumi.

Cara pandang ini tidak hanya hidup di satu wilayah. Ia menjalar di banyak pulau yang tanahnya kaya, tetapi manusianya kerap terabaikan. Dan saya tidak perlu pergi jauh untuk melihatnya.

Saya melihatnya di Halmahera—tanah yang membesarkan saya. Di sana, relasi kuasa berdiri lebih tinggi dari suara rakyat. Ketidakadilan tidak lagi mengejutkan; ia telah menjadi kebiasaan.

Ramadan akan benar-benar terasa jika pertobatan kita meluas—bukan hanya dari dosa pribadi, tetapi juga dari luka yang kita sebabkan pada bumi. Larut dalam sujud untuk memohon ampun, lalu bangkit dengan kesadaran menjadi khalifah: penjaga, bukan perusak.

  • Penulis: Gilang Hi Adam
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Departemen Advokasi Hukum dan Kebijakan HMP UGM, Moh. Resa, S.H. Source : Istimewa

    HMP UGM Mengecam Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Brimob di Tual yang Menyebabkan Anak Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 22 Februari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (HMP UGM) mengecam keras dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota Brigade Mobil Polda Maluku di Kota Tual yang mengakibatkan meninggalnya seorang anak di bawah umur. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 19 Februari 2026. Korban, pelajar berusia 14 tahun bernama Arianto Tawakal, […]

  • ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 23 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda (LBH GP) Ansor Kota Ternate mendesak Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, untuk memanggil dan meminta klarifikasi dari Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, terkait dugaan kuat keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam aksi penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sofifi. Aksi […]

  • Sosialisasi Pengembangan Karier oleh CDC Universitas Alma Ata Yogyakarta: Persiapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

    Sosialisasi Pengembangan Karier oleh CDC Universitas Alma Ata Yogyakarta: Persiapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 22 April 2025 – Career Development Center (CDC) Universitas Alma Ata Yogyakarta menggelar sosialisasi pengembangan karier yang dirancang untuk membekali mahasiswa dan alumni dengan informasi serta layanan penting guna menghadapi dunia kerja secara profesional, sosialisasi ini dilaksanakan pada Senin, 21 April 2025 yang berlokasi di Auditorium KH. Hasyim Asy’ari/ MAM lt. 9 Universitas Alma […]

  • Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman bersama Kadisbudpar Daud Muhammad berkunjung ke Asrama PKPM Nuku Yogyakarta.

    Kunjungan Wakil Wali Kota Tidore ke Asrama PKPM Nuku Yogyakarta, Bahas Pendidikan dan Toadore Festival 2025

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 693
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta – Di sela pelaksanaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang digelar di Kota Yogyakarta dan dihadiri 58 kepala daerah, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, S.Sos., bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, S.Sos., melakukan kunjungan ke Asrama Nuku Perkumpulan Keluarga Pelajar Mahasiswa (PKPM) Nuku Yogyakarta, Jumat […]

  • Poltekkes Kemenkes Ternate Kembali Aktifkan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, Gelar Bakti Sosial di Taman Nukila

    Poltekkes Kemenkes Ternate Kembali Aktifkan Prodi Sarjana Terapan Kebidanan, Gelar Bakti Sosial di Taman Nukila

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 716
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Minggu, 16 Februari 2025 – Program Studi DIII Kebidanan dan DIV Sarjana Terapan Kebidanan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Ternate sukses menggelar bakti sosial di Taman Nukila, Kota Ternate, Maluku Utara. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan kembali Prodi Sarjana Terapan Kebidanan yang baru diaktifkan. Pemeriksaan […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

expand_less