Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dari Sajdah ke Kesadaran: Ramadan dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

Dari Sajdah ke Kesadaran: Ramadan dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 332
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di awal bulan Ramadan ini, mari kita berhenti sejenak. Sebab di tengah ibadah yang kita jalani, ada ketertindasan yang terus berlangsung di hadapan mata dan batin kita.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, dahaga, dan nafsu. Ia seharusnya menjadi latihan empati—agar kita tidak lagi memandang penderitaan sebagai sesuatu yang biasa. Lebih dari itu, puasa adalah momentum kesetaraan. Di hadapan lapar dan dahaga, jabatan runtuh, kekayaan tak lagi berjarak. Pemegang saham, pemimpin negara, orang kaya, dan mereka yang terpinggirkan berdiri pada titik yang sama—rapuh, terbatas, dan sama-sama membutuhkan Tuhan.

Tuhan Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui membentangkan ampunan tanpa batas. Tetapi kita sering kali hanya mendekat ketika Ramadan tiba. Setelah ia pergi, kita kembali membangun jarak—antara kaya dan miskin, antara kuasa dan yang tak bersuara—seakan langit dan bumi memang ditakdirkan untuk tak pernah saling menopang.

Pada momen ini, Ramadan seharusnya menjadi cermin. Sebab selama sebelas bulan kita kerap mengaminkan kemewahan, sementara ketertindasan dan keterbelakangan berjalan tanpa gangguan.

Kita tahu itu. Kita melihatnya. Namun kita memilih terbiasa. Seakan semua terjadi tanpa sebab, padahal sebab itu tumbuh dari cara pandang kita sendiri—cara pandang yang membiarkan jarak antara kaya dan miskin semakin lebar.

Dari bulan suci ini pula kita seharusnya belajar bahwa rasa lapar yang kita rasakan sejak terbit matahari hingga terbenamnya bukanlah pengalaman musiman. Bagi sebagian orang, lapar adalah kenyataan setiap hari. Bukan hanya di bulan Ramadan.

Ada mereka yang kesulitan mendapatkan sesuap nasi dan sekeping uang. Ada pula yang kehilangan tanahnya—diambil, digusur, atau terpaksa dijual karena kerasnya kehidupan.

Maka pertanyaannya: apakah Ramadan hanya akan menjadi ritual tahunan, atau sungguh menjadi kesadaran yang mengubah cara kita memandang mereka yang hidup dalam lapar tak berkesudahan?

Memang, Ramadan sering kita pahami sebagai ritual yang menjanjikan pengampunan Tuhan. Namun jika maknanya berhenti pada urusan dosa pribadi, itu terlalu sempit.

Penghapusan dosa bukan sekadar janji langit, melainkan panggilan untuk mengubah cara kita memperlakukan bumi—dan manusia di dalamnya. 

Di titik ini, Ramadan seharusnya melahirkan kesadaran kolektif. Bukan hanya tentang kesetaraan antarmanusia, tetapi juga tentang hubungan kita dengan alam.

Sebab, selama ini kita memperlakukan bumi seolah ia terpisah dari diri kita. Padahal kita tumbuh darinya, hidup darinya, dan akan kembali kepadanya.

Maka penyucian tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Ia harus menjalar pada cara kita menjaga tanah, air, dan hutan—agar Ramadan tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi juga memulihkan bumi.

Cara pandang ini tidak hanya hidup di satu wilayah. Ia menjalar di banyak pulau yang tanahnya kaya, tetapi manusianya kerap terabaikan. Dan saya tidak perlu pergi jauh untuk melihatnya.

Saya melihatnya di Halmahera—tanah yang membesarkan saya. Di sana, relasi kuasa berdiri lebih tinggi dari suara rakyat. Ketidakadilan tidak lagi mengejutkan; ia telah menjadi kebiasaan.

Ramadan akan benar-benar terasa jika pertobatan kita meluas—bukan hanya dari dosa pribadi, tetapi juga dari luka yang kita sebabkan pada bumi. Larut dalam sujud untuk memohon ampun, lalu bangkit dengan kesadaran menjadi khalifah: penjaga, bukan perusak.

  • Penulis: Gilang Hi Adam
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.628
    • 0Komentar

    Balengkospace.com, Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara (KOMPPI-MU) di Yogyakarta menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui rilis pers resminya, KOMPPI menilai bahwa banyak program pendidikan yang dijalankan masih bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Ketua KOMPPI […]

  • Seleksi Ketat Sejak Februari, Inilah Para Juara Duta Bahasa Maluku Utara 2025

    Seleksi Ketat Sejak Februari, Inilah Para Juara Duta Bahasa Maluku Utara 2025

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Ternate – Suasana meriah mewarnai malam puncak pemilihan Duta Bahasa Provinsi Maluku Utara tahun 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Bela Ternate, Jumat malam (20/6/2025). Acara ini menjadi penutup dari rangkaian panjang seleksi yang dimulai sejak Februari lalu. Hadir dalam kegiatan ini sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Dinas Pariwisata Maluku Utara, Kepala Balai […]

  • Banser Maluku Utara membuka Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia di Ternate

    Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia Banser Maluku Utara Resmi Dibuka di Ternate

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 715
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE Ternate, 10 September 2025 – Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Maluku Utara resmi membuka Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia. Langkah ini menjadi wujud komitmen Banser dalam menjaga kondusivitas dan stabilitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pembentukan posko ini menindaklanjuti Surat Instruksi Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkor­nas) Banser Nomor: 0907/SKN-SE/IX/2025 […]

  • Diskusi publik GP Ansor Tidore bahas APBD 2026 untuk kesejahteraan petani Kota Tidore

    GP Ansor Tidore Gelar Diskusi Publik Bahas APBD 2026 dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Tidore Kepulauan, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan menggelar diskusi publik ke-2 dengan tema “APBD 2026: Mengukur Visi Misi Wali Kota Tidore Wujudkan Kesejahteraan Petani” pada Jumat (22/8/2025) di Sabua Sahabat, kawasan Pantai Tugulufa. GP Ansor Kota Tidore Kepulauan menghadirkan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian, Abdul […]

  • Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi.

    Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi. Kegiatan tersebut bahkan belum diketahui memiliki dokumen lingkungan yang […]

  • Alfirdah Rap bersama komunitas Ngova Ngare Tidore saat perilisan single Wakanda Tercinta Play Button

    Ngova Ngare Jadi Rumah Kreatif Anak Muda Tidore, Rilis Single Rap “Wakanda Tercinta”

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 946
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Tidore – Nama Alfirdah Rap bukanlah nama baru di telinga penikmat musik hiphop Maluku Utara. Sejak era 2013–2015, ia sudah mencuri perhatian dengan karya rap khasnya yang penuh energi, lirik kuat, dan cara nge-rap yang berbeda dari lainnya. Setelah sekian lama vakum, kini ia mengejutkan publik dengan single terbaru berjudul “Wakanda Tercinta”. Single […]

expand_less