Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Revolusioner Religion for Justice: Agama sebagai Kesadaran Pembebasan Dari Syariati ke Eko Prasetyo

Revolusioner Religion for Justice: Agama sebagai Kesadaran Pembebasan Dari Syariati ke Eko Prasetyo

  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 358
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Agama selalu berada pada persimpangan: menjadi kekuatan pembebasan atau menjadi alat domestikasi. Sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa ketika agama turun ke jalan kehidupan sosial, ia dapat mengguncang tatanan yang menindas.

Pandangan ini bukan baru. Ali Syariati, dalam salah satu esainya, mengingatkan: “Agama yang membebaskan adalah agama yang melahirkan manusia yang sadar, bukan manusia yang pasrah.”Bagi Syariati, agama bukan ruang pelarian; ia adalah arena perlawanan. Ketika agama dibajak oleh kekuasaan, ia menjelma menjadi “agama istana” agama yang sibuk mabuk menjaga stabilitas penguasa, bukan martabat rakyat. Itu sebabnya Syariati menyebut agama para nabi sebagai agama revolusi:
agama yang memecahkan belenggu, menolak tirani, dan mengangkat martabat kaum lemah.

Pandangan itu bertemu dengan kritik sosial Eko Prasetyo, terutama dalam Kitab Pembebasan. Eko menulis tegas: “Setiap ajaran yang tak berpihak pada orang kecil hanyalah slogan yang kehilangan nyawa.” Menurut Eko, agama yang tidak menoleh pada kaum miskin dan terpinggirkan hanyalah topeng moral belaka. Banyak institusi keagamaan justru bergerak menjauh dari rakyat menuju kenyamanan kekuasaan lebih sibuk menjaga hubungan politik ketimbang menjaga luka orang kecil.

Keduanya meski dari horizon berbeda bertemu pada satu titik:,agama adalah mandat pembebasan. Agama Tidak Netral: Ia Selalu Memihak Syariati menegaskan bahwa ketidaknetralan adalah inti iman: “Dalam masyarakat yang menindas, menjadi netral sama saja dengan membela penindas.”

Eko Prasetyo menggemakan hal serupa. Dalam analisisnya, diamnya umat ketika ketidakadilan berlangsung bukanlah kesalehan, tetapi pengkhianatan terhadap nilai agama itu sendiri.

Di dalam Imaji Tafsir Progresif Eko prasetyo,menekankan bahwa seluruh kisah kenabian pada dasarnya merupakan dokumentasi perlawanan sosial. Ia membacanya dengan terang:
• Kisah Musa adalah catatan melawan tirani dan penindasan rezim Fir’aun.

• Kisah Syu’aib adalah kritik terhadap mekanisme pasar yang curang, kecurangan timbangan, dan struktur ekonomi yang menipu rakyat kecil.

• Kisah Nabi Isa dibaca Eko sebagai penolakan keras terhadap akumulasi kekayaan dan kemewahan yang meminggirkan rakyat.

• Cerita Ashhabul Kahfi diposisikan sebagai simbol perlawanan kaum muda terhadap rezim lalim yang memburu kebebasan mereka.

Dalam kerangka itu, agama menurut Eko bukanlah dokumen suci yang statis, tetapi: “Kitab gerakan yang harus diamalkan.” Dengan demikian, agama dalam pandangan keduanya adalah energi moral untuk melawan struktur zalim, bukan bergumul dalam ketakutan atau ritual kosong.

Di Zaman Ini, Kita Tidak Butuh Agama yang Lelah,Dua pemikir itu mengajarkan satu hal yang tidak dapat ditawar: agama tidak boleh direduksi menjadi tradisi yang steril dari resistensi.

Agama yang kehilangan keberpihakan akan mudah dibajak oleh negara, dibeli elite, atau berubah menjadi simbol yang kosong. Syariati memperingatkan:
“Musuh terbesar agama bukanlah mereka yang menentangnya, tetapi mereka yang memalsukannya.”

Dan Eko mempertegas dalam konteks Indonesia: “Pembebasan adalah tugas terus-menerus sekali agama berhenti bergerak, ia berubah menjadi monumen yang mati.”

Akhirnya: Agama sebagai Bara Perlawanan Menyandingkan keduanya, sebuah simpulan berdiri kokoh: Agama yang benar adalah agama yang menyala. Agama yang: menolak tunduk pada kekuasaan yang sewenang-wenang,tidak diam ketika rakyat diremukkan, menolak menjadi instrumen legitimasi elite,berdiri dan berpihak pada mereka yang tak punya suara.

Syariati menyebutnya “kesadaran tauhid.” Eko menyebutnya “jalan panjang pembebasan.”Kita menyebutnya satu hal: keadilan. Dan keadilan hanya tumbuh dari agama yang berani,
agama yang bukan hanya bicara tentang surga, tetapi memerangi neraka sosial yang terjadi di bumi.

  • Penulis: Ketua LBH Ansor Maluku Utara Zulfikran Bailussy,SH.
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Zulfikran Bailussy,SH.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HALAL BI HALAL dan ANTI-OTORITARIANISME

    HALAL BI HALAL dan ANTI-OTORITARIANISME

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Halal bi Halal sebagai terminologi khas yang hanya dikenal di Indonesia. Jika dilihat dari struktur bahasanya, bahwa Halal bi Halal ini adalah murni bahasa arab yang terdiri dari tiga suku kata, yakni Halal, bi, dan Halal. Tapi orang arab sendiri tidak mengerti apa itu istilah Halal bi Halal ini dan didalam kamus bahasa arab tidak […]

  • Pengelolaan Dana PAGU RS Pratama Bisui Diduga Kurang Transparan, Staf Minta Akuntabilitas

    Pengelolaan Dana PAGU RS Pratama Bisui Diduga Kurang Transparan, Staf Minta Akuntabilitas

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 857
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, BISUI, GANE TIMUR TENGAH – Rabu (25/06/25)  Pengelolaan Dana PAGU atau yang biasa disebut dana rutin di Rumah Sakit Pratama Bisui kini menjadi perhatian sejumlah pihak internal. Terdapat catatan bahwa pemanfaatan dana tersebut masih perlu dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan. Seorang sumber di lingkungan RS Pratama Bisui yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Ada ketidakjelasan […]

  • Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur.

    SPPG Kenari Morotai Utara Bantah Petugas Bawa Pulang Jatah Makan Gratis.

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 302
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kenari Morotai Utara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan penyelewengan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pihaknya memastikan seluruh distribusi makanan telah berjalan sesuai prosedur. Kepala SPPG Kenari Morotai Utara, Hasanudin Daiyan, menegaskan bahwa informasi yang beredar perlu diluruskan agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Hasanudin menjelaskan, […]

  • Lokasi proyek swering talud Desa Ploly Halmahera Selatan

    Tunggak Upah Warga Rp52 Juta, Proyek Swering Talud Desa Ploly Terancam Diseret ke Jalur Hukum

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 258
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, HALMAHERA SELATAN – Proyek pembangunan infrastruktur penahan ombak atau swering talud di Desa Ploly, Kabupaten Halmahera Selatan, menuai polemik serius. Proyek publik bernilai Rp600 juta dari APBD Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2023 tersebut diduga menunggak hak-hak dasar pekerja lokal dan pemilik material bangunan. Berdasarkan data sistem pengadaan, proyek ini tercatat dengan kode […]

  • Foto: Roy Suryo dievakuasi oleh petugas menggunakan ambulans dari Polda Metro Jaya menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (19/6/2026). (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Berkas Lengkap, Roy Suryo dan dr Tifa Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jelang Penyerahan ke Kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya membeberkan perkembangan terbaru terkait penanganan hukum terhadap dua tersangka kasus dugaan tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yakni Roy Suryo dan dr Tifa. Setelah sempat menjalani pemeriksaan kesehatan, kedua tersangka malam ini resmi dipindahkan dari RS Polri Kramat Jati menuju Rumah Tahanan (Rutan) Polda […]

  • Keluarga bahagia bermain bersama di taman sebagai cara menjaga kesehatan mental

    Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Hidup Sehari-hari

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 475
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan hidup seseorang. Namun, di tengah tekanan pekerjaan, akitivtas kuliah, sekloah, masalah keluarga, dan tuntutan sosial yang semakin kompleks, menjaga kesehatan mental seringkali terabaikan. Padahal, mental yang sehat adalah pondasi dari produktivitas, kebahagiaan, dan hubungan sosial yang baik. Mengapa Kesehatan Mental Itu Penting? Kesehatan mental memengaruhi […]

expand_less