Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Revolusioner Religion for Justice: Agama sebagai Kesadaran Pembebasan Dari Syariati ke Eko Prasetyo

Revolusioner Religion for Justice: Agama sebagai Kesadaran Pembebasan Dari Syariati ke Eko Prasetyo

  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 396
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Agama selalu berada pada persimpangan: menjadi kekuatan pembebasan atau menjadi alat domestikasi. Sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa ketika agama turun ke jalan kehidupan sosial, ia dapat mengguncang tatanan yang menindas.

Pandangan ini bukan baru. Ali Syariati, dalam salah satu esainya, mengingatkan: “Agama yang membebaskan adalah agama yang melahirkan manusia yang sadar, bukan manusia yang pasrah.”Bagi Syariati, agama bukan ruang pelarian; ia adalah arena perlawanan. Ketika agama dibajak oleh kekuasaan, ia menjelma menjadi “agama istana” agama yang sibuk mabuk menjaga stabilitas penguasa, bukan martabat rakyat. Itu sebabnya Syariati menyebut agama para nabi sebagai agama revolusi:
agama yang memecahkan belenggu, menolak tirani, dan mengangkat martabat kaum lemah.

Pandangan itu bertemu dengan kritik sosial Eko Prasetyo, terutama dalam Kitab Pembebasan. Eko menulis tegas: “Setiap ajaran yang tak berpihak pada orang kecil hanyalah slogan yang kehilangan nyawa.” Menurut Eko, agama yang tidak menoleh pada kaum miskin dan terpinggirkan hanyalah topeng moral belaka. Banyak institusi keagamaan justru bergerak menjauh dari rakyat menuju kenyamanan kekuasaan lebih sibuk menjaga hubungan politik ketimbang menjaga luka orang kecil.

Keduanya meski dari horizon berbeda bertemu pada satu titik:,agama adalah mandat pembebasan. Agama Tidak Netral: Ia Selalu Memihak Syariati menegaskan bahwa ketidaknetralan adalah inti iman: “Dalam masyarakat yang menindas, menjadi netral sama saja dengan membela penindas.”

Eko Prasetyo menggemakan hal serupa. Dalam analisisnya, diamnya umat ketika ketidakadilan berlangsung bukanlah kesalehan, tetapi pengkhianatan terhadap nilai agama itu sendiri.

Di dalam Imaji Tafsir Progresif Eko prasetyo,menekankan bahwa seluruh kisah kenabian pada dasarnya merupakan dokumentasi perlawanan sosial. Ia membacanya dengan terang:
• Kisah Musa adalah catatan melawan tirani dan penindasan rezim Fir’aun.

• Kisah Syu’aib adalah kritik terhadap mekanisme pasar yang curang, kecurangan timbangan, dan struktur ekonomi yang menipu rakyat kecil.

• Kisah Nabi Isa dibaca Eko sebagai penolakan keras terhadap akumulasi kekayaan dan kemewahan yang meminggirkan rakyat.

• Cerita Ashhabul Kahfi diposisikan sebagai simbol perlawanan kaum muda terhadap rezim lalim yang memburu kebebasan mereka.


Dalam kerangka itu, agama menurut Eko bukanlah dokumen suci yang statis, tetapi: “Kitab gerakan yang harus diamalkan.” Dengan demikian, agama dalam pandangan keduanya adalah energi moral untuk melawan struktur zalim, bukan bergumul dalam ketakutan atau ritual kosong.

Di Zaman Ini, Kita Tidak Butuh Agama yang Lelah,Dua pemikir itu mengajarkan satu hal yang tidak dapat ditawar: agama tidak boleh direduksi menjadi tradisi yang steril dari resistensi.

Agama yang kehilangan keberpihakan akan mudah dibajak oleh negara, dibeli elite, atau berubah menjadi simbol yang kosong. Syariati memperingatkan:
“Musuh terbesar agama bukanlah mereka yang menentangnya, tetapi mereka yang memalsukannya.”

Dan Eko mempertegas dalam konteks Indonesia: “Pembebasan adalah tugas terus-menerus sekali agama berhenti bergerak, ia berubah menjadi monumen yang mati.”

Akhirnya: Agama sebagai Bara Perlawanan Menyandingkan keduanya, sebuah simpulan berdiri kokoh: Agama yang benar adalah agama yang menyala. Agama yang: menolak tunduk pada kekuasaan yang sewenang-wenang,tidak diam ketika rakyat diremukkan, menolak menjadi instrumen legitimasi elite,berdiri dan berpihak pada mereka yang tak punya suara.

Syariati menyebutnya “kesadaran tauhid.” Eko menyebutnya “jalan panjang pembebasan.”Kita menyebutnya satu hal: keadilan. Dan keadilan hanya tumbuh dari agama yang berani,
agama yang bukan hanya bicara tentang surga, tetapi memerangi neraka sosial yang terjadi di bumi.

  • Penulis: Ketua LBH Ansor Maluku Utara Zulfikran Bailussy,SH.
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Zulfikran Bailussy,SH.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto: Roy Suryo dievakuasi oleh petugas menggunakan ambulans dari Polda Metro Jaya menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (19/6/2026). (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Berkas Lengkap, Roy Suryo dan dr Tifa Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jelang Penyerahan ke Kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 200
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya membeberkan perkembangan terbaru terkait penanganan hukum terhadap dua tersangka kasus dugaan tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yakni Roy Suryo dan dr Tifa. Setelah sempat menjalani pemeriksaan kesehatan, kedua tersangka malam ini resmi dipindahkan dari RS Polri Kramat Jati menuju Rumah Tahanan (Rutan) Polda […]

  • Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

    Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Rosita Tuhuteru
    • visibility 859
    • 0Komentar

    Isu yang selalu menjadi perbincangan yang hangat adalah Kesetaraan Gender yang selalu mengklaim bahwa perempuan hanya mengurus Rumah Tangga seperti di Dapur, Sumur, Kasur, bahkan hanya untuk melayani suaminya, dan beberapa topik perbincangan lainnya. Olehnya itu perlu dibahas lebih mendalam Kesetaraan Gender didalam kepemimpinan perempuan minimal 30% jumlah kursi di parlemen. Isu Kesetaraan Gender semuanya […]

  • Kelas Inspirasi Rote Mengajar 2026 (Sumber: Dokumentasi Rote Mengajar oleh Josephina Manurung).

    Sepenggal kisah pulang seorang kakak untuk adik-adiknya di Rote Ndao

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Tiga puluh tahun lalu, tahun 1996, adalah terakhir kalinya saya menetap di Pulau Rote. Saat itu saya hanyalah anak desa yang berangkat merantau untuk melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas, membawa cita-cita yang bahkan saya sendiri belum berani ukur besarnya. Sejak hari itu, jalan hidup membawa saya jauh dari Nusa Fua Funi tercinta ini: kuliah, lalu […]

  • Diskusi Film Pesta Babi Yogyakarta sukses digelar kolaborasi IKAMALRA, IKPMKT, dan IKPMHT di Puskop Tamsis demi mengawal isu hak masyarakat adat.

    Penuhi Puskop Tamsis, Mahasiswa Perantauan Maluku-Maluku Utara Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’Suarakan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 397
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah memadati ruang Diskusi Film “Pesta Babi” yang digelar di Puskop Tamsis, Jalan Taman Siswa, Wirogunan, Rabu (20/05/2026). Agenda nonton bareng (nobar) karya dokumenter besutan Watchdoc ini menjadi pemantik ruang refleksi akademis guna membedah dinamika kolonialisme modern, potret tata kelola ruang hidup, serta pelindungan hak-hak […]

  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Jakarta (21/1). Kemenkop kini tengah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari digitalisasi data hingga perubahan strategi komunikasi agar koperasi lebih diminati anak muda sebagai badan usaha yang profitabel dan kekinian. Sumber Foto: JMSI

    Bikin Koperasi Jadi “Cool”, Menteri Ferry Juliantono Rangkul Milenial dan Gen Z Masuk Ekosistem Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 282
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 22 Januari 2026 – Citra koperasi yang selama ini dianggap “jadul” kini sedang dirombak total. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmennya untuk mengubah strategi komunikasi kementerian agar lebih relevan dengan gaya hidup anak muda, khususnya kelompok Milenial dan Gen Z. Hal ini disampaikan Menkop Ferry saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia […]

  • Sejumlah kapal belum bisa melalui Selat Hormuz dekat pesisir Iran, pada 18 Juni 2026

    Perundingan AS Iran di Swiss Dimulai di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan resmi dimulai di Swiss pada Minggu (21/06/2026). Pertemuan krusial ini tetap berjalan meskipun militer Iran sempat melontarkan pernyataan sepihak terkait penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas eskalasi serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan. Pihak militer AS sendiri langsung membantah klaim penutupan jalur maritim strategis tersebut. […]

expand_less