Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ramadhan adalah rangkaian aktivitas yang penuh dengan berbagai bentuk ibadah, baik pada ranah teologis, psikologis, maupun sosial. Secara teologis, Ramadhan menegaskan ketaatan manusia dalam menjalankan perintah agama.

Secara psikologis, Ramadhan melatih jiwa agar lebih tertib dan tenang. Secara sosial, Ramadhan menguatkan silaturahmi dan menumbuhkan kepekaan terhadap sesama.

Secara teologis, puasa telah ditegaskan dalam firman Allah SWT. Terjemahnya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” QS Al-Baqarah ayat 183.

Ayat tersebut memerintahkan kaum muslim untuk menjalankan puasa pada waktu yang telah ditentukan. Lebih dari sekadar kewajiban, puasa menjadi jalan untuk membentuk ketakwaan, yakni kesadaran yang menuntun manusia pada sikap yang benar dalam hidupnya.

Dari sisi psikologis, puasa pada bulan Ramadhan bukan hanya menahan haus dan lapar. Ada pendidikan batin yang lebih dalam, yakni melatih jiwa agar mampu mengendalikan diri, menahan emosi, serta menata hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap mudah berburuk sangka, merasa paling benar, dan menganggap dirinya sebagai pusat kebenaran. Puasa mengajari manusia untuk menundukkan ego, merapikan niat, dan kembali pada ukuran ketakwaan sebagai arah hidup.

Setiap orang boleh memiliki cara berpikir dan keyakinan atas sesuatu, tetapi puasa mendidik agar manusia tidak terjebak pada pembenaran diri tanpa batas. Pada akhirnya, Ramadhan mengajak kita belajar tunduk, bukan kepada opini kita sendiri, melainkan kepada tuntunan Allah SWT.

Ramadhan juga menghadirkan hikmah sosial yang besar. Bulan ini membuka mata bahwa di luar sana, selama bertahun-tahun, ada orang yang benar-benar kelaparan, menahan haus dan lapar bukan karena ibadah, melainkan karena keadaan. Bahkan ada yang hidupnya berada dekat dengan batas antara bertahan dan jatuh.

Ramadhan mengubah rasa kenyang menjadi pelajaran, dan mengubah rutinitas menjadi kesadaran. Hati yang keras dilatih menjadi lembut, kesalahan dibuka jalannya untuk dimaafkan, dan hubungan sosial diperbaiki melalui silaturahmi.

Jika kamu merasakan sakit, kau masih hidup. Tapi, jika kamu merasakan sakit orang lain, kamu manusia. Tolstoy

Di bulan Ramadhan, suasana rezeki sering terasa lebih lapang. Ada kebahagiaan yang menjemput, terutama bagi anak rantau yang pulang dengan rindu yang lama disimpan. Ramadhan tidak hanya dirayakan oleh kaum muslim, tetapi juga kerap dirasakan sebagai momen kebersamaan yang bisa dihargai oleh siapa saja, termasuk non-Muslim. Pada bulan ini, orang lebih mudah berbagi, lebih mudah menahan diri, dan lebih mudah berkumpul dalam suasana yang hangat.

Setiap perjalanan anak rantau, baik yang menuntut ilmu maupun yang mencari nafkah demi keluarga, menyimpan spiritualitasnya sendiri. Mereka berjalan membawa tanggung jawab dan harapan. Yang menuntut ilmu ditempa agar kuat dan tegar, sementara yang bekerja ditempa agar sabar dan tahan uji.

Dalam proses itu, Ramadhan menjadi kesempatan penting untuk memperbarui arah batin, memperbaiki niat, dan menguatkan hubungan dengan Allah.

Proses bersama Allah membutuhkan penyucian diri. Kedekatan kepada Tuhan tidak tumbuh dari ucapan semata, tetapi dari disiplin batin yang terus dilatih. Ia dimulai dengan mengenal, lalu mendekat, lalu membiasakan diri untuk selalu menghadirkan Allah dalam langkah hidup.

Dalam bahasa sederhana, seseorang mencari pengetahuan tentang-Nya, kemudian mendekatkan diri dengan ibadah, lalu membangun kebiasaan yang membuat hati terasa ditemani, sampai akhirnya tumbuh rasa cinta dan ketundukan yang menggerakkan tindakan.

Ramadhan dikenal sebagai bulan tarbiyah, bulan pendidikan. Tadarus di masjid-masjid menjadi salah satu wajah pendidikan itu, karena Ramadhan menghidupkan kembali kebiasaan membaca, memahami, dan merenungkan Al-Qur’an.

Terjemahnya:Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. QS Al-Alaq ayat 1 sampai 5.

Karena itu, lakukan semampu yang kita bisa dalam menjalankan perintah agama. Ramadhan tidak menuntut kesempurnaan yang instan, tetapi menuntut kesungguhan dan konsistensi untuk menjadi lebih baik.

Seperti ungkapan yang dinisbatkan kepada Tolstoy, jangan ceritakan tentang agamamu kepadaku, izinkan aku melihat agamamu dalam tindakanmu. Maknanya jelas, agama harus tampak dalam perbuatan, dengan mengerjakan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang.

  • Penulis: Kasman j. Momole
  • Editor: Asmar Joma Redaktur Balengko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengukuhan Paskibraka Maluku Utara 2025 oleh Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara.

    Pengukuhan Paskibraka Maluku Utara 2025 oleh Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 677
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 16 Agustus 2025 – Paskibraka Maluku Utara 2025 resmi menjalani prosesi pengukuhan pada Jumat Sore (15/8/25)  di Aula Nuku, lantai 2 Kantor Gubernur Maluku Utara . Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, memimpin langsung upacara pengukuhan dan bertindak sebagai Pembina Upacara. Beliau mengukuhkan para anggota dengan penuh khidmat dan menegaskan pentingnya […]

  • Dari Tambang ke Tubuh: Deretan Penyakit Akibat Aktivitas Pertambangan

    Dari Tambang ke Tubuh: Deretan Penyakit Akibat Aktivitas Pertambangan

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 565
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com – Maluku Utara dikenal sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan alam yang melimpah. Tak hanya memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, tetapi juga dianugerahi kandungan tambang seperti nikel, emas, dan mineral lainnya yang menjadi incaran berbagai perusahaan besar. Namun, di balik gemerlap pembangunan dan pemasukan daerah yang menjanjikan, aktivitas pertambangan menyimpan ancaman yang semakin […]

  • Yance Sayuri Cetak Hattrick, Malut United Hajar PSIS Semarang 5-1 di Stadion Gelora Kie Raha Ternate

    Yance Sayuri Cetak Hattrick, Malut United Hajar PSIS Semarang 5-1 di Stadion Gelora Kie Raha Ternate

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Ternate (balengkospace.com) – Malut United tampil tajam saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat malam, 16 Mei 2025. Tim tuan rumah menang telak 5-1. Yance Sayuri jadi bintang utama lewat hattrick gemilangnya. Gol pertama datang pada menit ke-15. Yance Sayuri mencetak gol setelah menyambar bola muntah hasil tembakan Chino yang ditepis kiper […]

  • Hied : Dari Dinding Kosong Karawang ke Karya Penuh Makna

    Hied : Dari Dinding Kosong Karawang ke Karya Penuh Makna

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Foto : Hied Ketika seni jalanan bertemu dengan kreativitas tanpa batas, nama Hied hadir sebagai salah satu seniman graffiti yang mencuri perhatian. Dengan gaya unik dan energi khas anak muda, Hied berbagi cerita tentang perjalanan, inspirasi, tantangan, dan harapannya untuk dunia graffiti di Indonesia. Perjalanan Awal: Dari Coretan Iseng ke Seni Bermakna “Aku mulai suka […]

  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY melakukan long march dan aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (25/2/2026), menyoroti berbagai isu nasional dengan salah satu fokus pada polemik proyek geotermal Telaga Ranu. Source : Instagram Forum BEM DIY

    Telaga Ranu di Pusaran Kritik: Isu Geotermal Warnai Aksi Forum BEM D.I Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO)— Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar unjuk rasa pada Rabu petang (25/2) dengan menyoroti berbagai persoalan nasional, termasuk isu proyek geotermal yang dinilai berkaitan dengan kepentingan asing dan berdampak pada masyarakat. Aksi dimulai dari kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali, melintasi Jalan Malioboro, berorasi di depan DPRD DIY, dan berakhir […]

  • Bumi Moloku Kie Raha sedang tidak baik-baik saja. Di balik ketenangan jejeran pulaunya, Maluku Utara kini menghadapi ujian berat: ancaman kekerasan seksual yang mulai merambah hingga ke jalanan kota dalam bentuk kekejaman yang nyata.

    Teror di Jalanan Kota : Pergeseran Wajah Kekerasan Seksual dari Ruang Privat ke Publik

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Sakila Korois (Mahasiswa komunikasi dan penyiaran islam IAIN Ternate)
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Ternate – Bumi Moloku Kie Raha sedang tidak baik-baik saja. Di balik ketenangan jejeran pulaunya, Maluku Utara kini menghadapi ujian berat: ancaman kekerasan seksual yang mulai merambah hingga ke jalanan kota dalam bentuk kekejaman yang nyata. Data Simfoni PPA hingga September 2025 mencatat angka yang mengkhawatirkan: 246 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun, yang […]

expand_less