Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 264
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ramadhan adalah rangkaian aktivitas yang penuh dengan berbagai bentuk ibadah, baik pada ranah teologis, psikologis, maupun sosial. Secara teologis, Ramadhan menegaskan ketaatan manusia dalam menjalankan perintah agama.

Secara psikologis, Ramadhan melatih jiwa agar lebih tertib dan tenang. Secara sosial, Ramadhan menguatkan silaturahmi dan menumbuhkan kepekaan terhadap sesama.

Secara teologis, puasa telah ditegaskan dalam firman Allah SWT. Terjemahnya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” QS Al-Baqarah ayat 183.

Ayat tersebut memerintahkan kaum muslim untuk menjalankan puasa pada waktu yang telah ditentukan. Lebih dari sekadar kewajiban, puasa menjadi jalan untuk membentuk ketakwaan, yakni kesadaran yang menuntun manusia pada sikap yang benar dalam hidupnya.

Dari sisi psikologis, puasa pada bulan Ramadhan bukan hanya menahan haus dan lapar. Ada pendidikan batin yang lebih dalam, yakni melatih jiwa agar mampu mengendalikan diri, menahan emosi, serta menata hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap mudah berburuk sangka, merasa paling benar, dan menganggap dirinya sebagai pusat kebenaran. Puasa mengajari manusia untuk menundukkan ego, merapikan niat, dan kembali pada ukuran ketakwaan sebagai arah hidup.

Setiap orang boleh memiliki cara berpikir dan keyakinan atas sesuatu, tetapi puasa mendidik agar manusia tidak terjebak pada pembenaran diri tanpa batas. Pada akhirnya, Ramadhan mengajak kita belajar tunduk, bukan kepada opini kita sendiri, melainkan kepada tuntunan Allah SWT.

Ramadhan juga menghadirkan hikmah sosial yang besar. Bulan ini membuka mata bahwa di luar sana, selama bertahun-tahun, ada orang yang benar-benar kelaparan, menahan haus dan lapar bukan karena ibadah, melainkan karena keadaan. Bahkan ada yang hidupnya berada dekat dengan batas antara bertahan dan jatuh.

Ramadhan mengubah rasa kenyang menjadi pelajaran, dan mengubah rutinitas menjadi kesadaran. Hati yang keras dilatih menjadi lembut, kesalahan dibuka jalannya untuk dimaafkan, dan hubungan sosial diperbaiki melalui silaturahmi.

Jika kamu merasakan sakit, kau masih hidup. Tapi, jika kamu merasakan sakit orang lain, kamu manusia. Tolstoy

Di bulan Ramadhan, suasana rezeki sering terasa lebih lapang. Ada kebahagiaan yang menjemput, terutama bagi anak rantau yang pulang dengan rindu yang lama disimpan. Ramadhan tidak hanya dirayakan oleh kaum muslim, tetapi juga kerap dirasakan sebagai momen kebersamaan yang bisa dihargai oleh siapa saja, termasuk non-Muslim. Pada bulan ini, orang lebih mudah berbagi, lebih mudah menahan diri, dan lebih mudah berkumpul dalam suasana yang hangat.

Setiap perjalanan anak rantau, baik yang menuntut ilmu maupun yang mencari nafkah demi keluarga, menyimpan spiritualitasnya sendiri. Mereka berjalan membawa tanggung jawab dan harapan. Yang menuntut ilmu ditempa agar kuat dan tegar, sementara yang bekerja ditempa agar sabar dan tahan uji.

Dalam proses itu, Ramadhan menjadi kesempatan penting untuk memperbarui arah batin, memperbaiki niat, dan menguatkan hubungan dengan Allah.

Proses bersama Allah membutuhkan penyucian diri. Kedekatan kepada Tuhan tidak tumbuh dari ucapan semata, tetapi dari disiplin batin yang terus dilatih. Ia dimulai dengan mengenal, lalu mendekat, lalu membiasakan diri untuk selalu menghadirkan Allah dalam langkah hidup.

Dalam bahasa sederhana, seseorang mencari pengetahuan tentang-Nya, kemudian mendekatkan diri dengan ibadah, lalu membangun kebiasaan yang membuat hati terasa ditemani, sampai akhirnya tumbuh rasa cinta dan ketundukan yang menggerakkan tindakan.

Ramadhan dikenal sebagai bulan tarbiyah, bulan pendidikan. Tadarus di masjid-masjid menjadi salah satu wajah pendidikan itu, karena Ramadhan menghidupkan kembali kebiasaan membaca, memahami, dan merenungkan Al-Qur’an.

Terjemahnya:Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. QS Al-Alaq ayat 1 sampai 5.

Karena itu, lakukan semampu yang kita bisa dalam menjalankan perintah agama. Ramadhan tidak menuntut kesempurnaan yang instan, tetapi menuntut kesungguhan dan konsistensi untuk menjadi lebih baik.

Seperti ungkapan yang dinisbatkan kepada Tolstoy, jangan ceritakan tentang agamamu kepadaku, izinkan aku melihat agamamu dalam tindakanmu. Maknanya jelas, agama harus tampak dalam perbuatan, dengan mengerjakan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang.

  • Penulis: Kasman j. Momole
  • Editor: Asmar Joma Redaktur Balengko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • source : Istimewa

    POST POWER SYNDROME ‘RACUN GALAFEA’

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Seseorang yang memiliki mental lemah-dha’if dan belum siap menghadapi hilangnya jabatan-kekuasaan karena orang itu tidak terpilih lagi untuk periode selanjutnya dalam sebuah jabatan akan mengalami shock-pukulan batin yang menyiksa dirinya. Dari kondisi shock ini, muncul perasaan-perasaan sedih, takut, cemas, rasa inferior-rendah diri, tidak berguna, putus asa, bingung, dan rasanya mau gila saja. Semua gejala-gejala rohaniah […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Tiga Kampus Besar di Maluku Utara Gelar Sparing Debat Hukum, Bahas 21 Isu Strategis Nasional

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 334
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tiga lembaga debat hukum dari universitas terkemuka di Provinsi Maluku Utara sukses menggelar kolaborasi akbar bertajuk “Sparing Debat Hukum 2026”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 15–19 Januari 2026 ini, bertujuan untuk mencetak generasi muda yang kritis dan peka terhadap dinamika ketatanegaraan nasional. Kolaborasi ini melibatkan tiga organisasi kemahasiswaan, yakni Centre for […]

  • Akbar Mangoda

    Bukan Sekadar Jaga Harga, Akbar Mangoda Minta Pasar Murah Morotai Jadi Penyelamat Nasib Petani Lokal

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 220
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO)– Ketua Formatur DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pulau Morotai, Moh. Akbar Mangoda, memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyelenggarakan Gerakan Pasar Murah menjelang bulan suci Ramadhan. Namun, ia menekankan agar momentum ini tidak sekadar menjadi ajang menjaga stabilitas harga, tetapi juga instrumen untuk menyejahterakan petani lokal. Akbar menyarankan agar […]

  • Direktur RS Pratama Bisui Beri Klarifikasi: Anggaran Minim dan Sudah Dilaporkan ke DPRD

    Direktur RS Pratama Bisui Beri Klarifikasi: Anggaran Minim dan Sudah Dilaporkan ke DPRD

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 742
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com – BISUI, GANE TIMUR TENGAH, Menanggapi pemberitaan terkait dugaan ketidaktransparanan pengelolaan anggaran di Rumah Sakit Pratama Bisui, Direktur rumah sakit, dr. Elisabeth Bernadate, memberikan klarifikasi resmi kepada redaksi Balengko Space pada Rabu (25/6/2025). dr. Elisabeth menjelaskan bahwa alokasi anggaran PAGU Tahun Anggaran (TA) 2024 untuk RS Pratama Bisui tercatat sebesar Rp. 602.954.986, dengan realisasi […]

  • Jais tagih janji kampanye Rusli-Rio yang sempat menjanjikan program lansia hingga Rp2 juta.

    Jais tagih janji kampanye Rusli-Rio yang sempat menjanjikan program lansia hingga Rp2 juta.

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 452
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kebijakan alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai memicu polemik hangat. Langkah daerah menggelontorkan anggaran hingga Rp891,9 juta untuk operasional Satuan Tugas (Satgas) tahun 2026 dinilai mencederai rasa keadilan publik, terutama di tengah mandeknya realisasi janji politik peningkatan bantuan sosial (bansos) bagi para lanjut usia (lansia). Sorotan tajam tersebut dilayangkan oleh […]

  • Kejari Morotai: Kasus Labkesmas Masuk Tahap Penyidikan, Tunggu Hasil Audit BPKP

    Kejari Morotai: Kasus Labkesmas Masuk Tahap Penyidikan, Tunggu Hasil Audit BPKP

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 358
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulau Morotai memastikan penanganan dugaan penyimpangan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) telah memasuki tahap penyidikan. Saat ini, penyidik tengah menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Anggota Kejari Morotai, Yaumil, kepada wartawan, Rabu (24/6/2026). Menurut Yaumil, meskipun serangkaian […]

expand_less