Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 295
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ramadhan adalah rangkaian aktivitas yang penuh dengan berbagai bentuk ibadah, baik pada ranah teologis, psikologis, maupun sosial. Secara teologis, Ramadhan menegaskan ketaatan manusia dalam menjalankan perintah agama.

Secara psikologis, Ramadhan melatih jiwa agar lebih tertib dan tenang. Secara sosial, Ramadhan menguatkan silaturahmi dan menumbuhkan kepekaan terhadap sesama.

Secara teologis, puasa telah ditegaskan dalam firman Allah SWT. Terjemahnya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” QS Al-Baqarah ayat 183.

Ayat tersebut memerintahkan kaum muslim untuk menjalankan puasa pada waktu yang telah ditentukan. Lebih dari sekadar kewajiban, puasa menjadi jalan untuk membentuk ketakwaan, yakni kesadaran yang menuntun manusia pada sikap yang benar dalam hidupnya.

Dari sisi psikologis, puasa pada bulan Ramadhan bukan hanya menahan haus dan lapar. Ada pendidikan batin yang lebih dalam, yakni melatih jiwa agar mampu mengendalikan diri, menahan emosi, serta menata hati.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap mudah berburuk sangka, merasa paling benar, dan menganggap dirinya sebagai pusat kebenaran. Puasa mengajari manusia untuk menundukkan ego, merapikan niat, dan kembali pada ukuran ketakwaan sebagai arah hidup.

Setiap orang boleh memiliki cara berpikir dan keyakinan atas sesuatu, tetapi puasa mendidik agar manusia tidak terjebak pada pembenaran diri tanpa batas. Pada akhirnya, Ramadhan mengajak kita belajar tunduk, bukan kepada opini kita sendiri, melainkan kepada tuntunan Allah SWT.

Ramadhan juga menghadirkan hikmah sosial yang besar. Bulan ini membuka mata bahwa di luar sana, selama bertahun-tahun, ada orang yang benar-benar kelaparan, menahan haus dan lapar bukan karena ibadah, melainkan karena keadaan. Bahkan ada yang hidupnya berada dekat dengan batas antara bertahan dan jatuh.

Ramadhan mengubah rasa kenyang menjadi pelajaran, dan mengubah rutinitas menjadi kesadaran. Hati yang keras dilatih menjadi lembut, kesalahan dibuka jalannya untuk dimaafkan, dan hubungan sosial diperbaiki melalui silaturahmi.

Jika kamu merasakan sakit, kau masih hidup. Tapi, jika kamu merasakan sakit orang lain, kamu manusia. Tolstoy

Di bulan Ramadhan, suasana rezeki sering terasa lebih lapang. Ada kebahagiaan yang menjemput, terutama bagi anak rantau yang pulang dengan rindu yang lama disimpan. Ramadhan tidak hanya dirayakan oleh kaum muslim, tetapi juga kerap dirasakan sebagai momen kebersamaan yang bisa dihargai oleh siapa saja, termasuk non-Muslim. Pada bulan ini, orang lebih mudah berbagi, lebih mudah menahan diri, dan lebih mudah berkumpul dalam suasana yang hangat.

Setiap perjalanan anak rantau, baik yang menuntut ilmu maupun yang mencari nafkah demi keluarga, menyimpan spiritualitasnya sendiri. Mereka berjalan membawa tanggung jawab dan harapan. Yang menuntut ilmu ditempa agar kuat dan tegar, sementara yang bekerja ditempa agar sabar dan tahan uji.

Dalam proses itu, Ramadhan menjadi kesempatan penting untuk memperbarui arah batin, memperbaiki niat, dan menguatkan hubungan dengan Allah.

Proses bersama Allah membutuhkan penyucian diri. Kedekatan kepada Tuhan tidak tumbuh dari ucapan semata, tetapi dari disiplin batin yang terus dilatih. Ia dimulai dengan mengenal, lalu mendekat, lalu membiasakan diri untuk selalu menghadirkan Allah dalam langkah hidup.

Dalam bahasa sederhana, seseorang mencari pengetahuan tentang-Nya, kemudian mendekatkan diri dengan ibadah, lalu membangun kebiasaan yang membuat hati terasa ditemani, sampai akhirnya tumbuh rasa cinta dan ketundukan yang menggerakkan tindakan.

Ramadhan dikenal sebagai bulan tarbiyah, bulan pendidikan. Tadarus di masjid-masjid menjadi salah satu wajah pendidikan itu, karena Ramadhan menghidupkan kembali kebiasaan membaca, memahami, dan merenungkan Al-Qur’an.

Terjemahnya:Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. QS Al-Alaq ayat 1 sampai 5.

Karena itu, lakukan semampu yang kita bisa dalam menjalankan perintah agama. Ramadhan tidak menuntut kesempurnaan yang instan, tetapi menuntut kesungguhan dan konsistensi untuk menjadi lebih baik.

Seperti ungkapan yang dinisbatkan kepada Tolstoy, jangan ceritakan tentang agamamu kepadaku, izinkan aku melihat agamamu dalam tindakanmu. Maknanya jelas, agama harus tampak dalam perbuatan, dengan mengerjakan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang.

  • Penulis: Kasman j. Momole
  • Editor: Asmar Joma Redaktur Balengko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haru di Paripurna DPRD, Sarbin Sehe Ajak Warga Merajut Kebersamaan

    Haru di Paripurna DPRD, Sarbin Sehe Ajak Warga Merajut Kebersamaan

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Foto : Biro Humas DPRD Provinsi Maluku Utara Sofifi,(7/2/24) – Seusai menghadiri rapat paripurna DPRD terkait pengumuman calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) terpilih, Sarbin Sehe mengungkapkan rasa bangga, bahagia, dan haru atas momen bersejarah tersebut. Dalam wawancara, ia menegaskan pentingnya persatuan pasca-Pilkada dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Maluku Utara […]

  • EDUKASI DIGITAL: Tim Satgaswil Maluku Utara membagikan brosur "Bebas Bersosmed dengan Aman dan Bijak" kepada murid SMA Al-Khairat Ternate sebagai bagian dari upaya preventif menangkal modus baru rekrutmen teroris melalui platform digital, Senin (1/2/2026). (Foto: Source Istimewa)

    Cegah Radikalisme di Media Sosial, Densus 88 Gelar Sosialisasi di SMA Al-Khairaat Ternate

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 491
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan “Densus Goes to School: Save Generation” di SMA Al-Khairaat Kota Ternate, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), khususnya melalui media sosial dan game online. Sosialisasi yang dimulai […]

  • Seleksi Calon Rektor UNUTARA 2026 Gedung Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara

    Resmi Serahkan Berkas, Sunaidin Ode Mulae Mendaftar Jadi Calon Rektor UNUTARA 2026–2030

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 209
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Tahapan Pemilihan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) periode 2026–2030 memasuki babak baru. Panitia Pemilihan Rektor UNUTARA secara resmi menerima pendaftaran dan berkas persyaratan dari salah satu pendaftar, Sunaidin Ode Mulae, S.S., M.Hum., di Gedung Rektorat UNUTARA, Ternate, Senin (17/08/2026). Berkas pendaftaran diserahkan langsung oleh Sunaidin Ode Mulae dan diterima oleh […]

  • Tanggul Penahan Abrasi

    Diterjang Ombak Besar, Tanggul Penahan Abrasi di Desa Awanggoa Rusak Parah, Rumah Warga Terancam Ambruk

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 212
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, BACAN – Infrastruktur pelindung pesisir di Kabupaten Halmahera Selatan kembali lumpuh akibat anomali cuaca. Tanggul (swering) penahan abrasi yang membentang di sepanjang bibir pantai Desa Awanggoa, Kecamatan Bacan, dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang sangat parah usai diterjang gelombang laut ekstrem pada Senin (06/07/2026) lalu. Hantaman ombak yang berlangsung maraton sejak pukul 04.00 hingga […]

  • Foto: Jamaah IKA-PMII Kota Tidore Kepulauan bersama warga Nahdliyin mengikuti Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025).

    Sambut Tahun Baru 2026, IKA-PMII Tikep Gelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025). Istighosah dipimpin oleh Kiai Anim Fatahna dan berlangsung khidmat. Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) turut menambah semangat jamaah yang memadati masjid. Dalam […]

  • unutara

    UNUTARA Lepas 20 Mahasiswa KKNU Tematik 2026 untuk Pengabdian di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 824
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE (Ternate) – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UN UTARA) mengikuti Kuliah Kerja Nyata Umat (KKNU) Tematik perdana tahun 2026 dengan mengusung tema “Gerakan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan, Kepedulian Lingkungan, Dan Nilai-Nilai Ahlusunnah Wal Jama’ah”. Pembekalan yang berlangsung di Aulaa UNUTARA selama 1 hari. Ketua Panitia Fahrun Yamin dalam sambutannya mengatakan, […]

expand_less