Selat Hormuz Membara: Tiga Kapal Menjadi Sasaran Serangan di Tengah Ketegangan Iran-AS
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar

Foto : Ilustrasi Source : FARS/HAMED JAFARNEJAD via AFP
BALENGKO SPACE – Jalur perdagangan minyak global di Selat Hormuz mencekam setelah sedikitnya tiga kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan proyektil pada Minggu (1/3/2026). Insiden ini terjadi di tengah eskalasi militer yang meningkat setelah Iran melancarkan aksi balasan terhadap serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Dilansir dari CNBC Indonesia Badan Keamanan Maritim Inggris, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), mengonfirmasi bahwa sebuah kapal yang melintas di lepas pantai Oman dihantam proyektil tak dikenal tepat di atas garis air. Serangan tersebut sempat memicu kebakaran di ruang mesin sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh kru kapal.
“Satu kapal di lepas pantai Oman dihantam proyektil. Meski ruang mesin sempat dilaporkan terbakar, saat ini api telah terkendali,” tulis pernyataan resmi UKMTO sebagaimana dikutip dari AFP.
Ledakan di Dekat Sharjah dan Laporan Kapal Tenggelam
Selain insiden di lepas pantai Oman, UKMTO juga melaporkan kejadian ketiga di mana sebuah proyektil meledak dalam jarak yang sangat dekat dengan sebuah kapal di posisi 35 mil laut sebelah barat Kota Sharjah, Uni Emirat Arab. Beruntung, pihak otoritas menyatakan seluruh kru kapal dalam kondisi aman.
Namun, laporan berbeda datang dari media pemerintah Iran. Televisi nasional Iran mengabarkan bahwa salah satu kapal tanker minyak yang dianggap melakukan pelanggaran saat melintas di Selat Hormuz kini dalam kondisi tenggelam.
“Nasib kapal tanker minyak pelanggar yang dihantam saat mencoba melintas secara ilegal melalui Selat Hormuz adalah kapal tersebut sekarang sedang tenggelam,” lapor televisi pemerintah Iran tanpa rincian teknis lebih lanjut, sembari menampilkan visual asap hitam tebal yang membumbung tinggi.
Dampak pada Jalur Logistik Energi Dunia
Ketegangan ini merupakan buntut dari pengumuman Garda Revolusi Iran yang menutup jalur pelayaran Selat Hormuz sejak Sabtu lalu. Langkah ini diambil menyusul serangan udara masif dari pihak Amerika Serikat dan Israel yang dilaporkan menargetkan fasilitas strategis di Iran.
Selat Hormuz merupakan urat nadi ekonomi dunia. Sebagai informasi:
- Seperempat (25%) pasokan minyak dunia melintasi jalur ini.
- Seperlima (20%) pasokan Gas Alam Cair (LNG) global bergantung pada keamanan selat ini.
Penutupan jalur dan serangan terhadap kapal-kapal tanker ini dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga energi global serta mengganggu stabilitas keamanan maritim internasional. Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan Teluk masih terpantau fluktuatif dengan pengawasan ketat dari berbagai kekuatan militer internasional.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: CNBC Indonesia

Saat ini belum ada komentar