Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 419
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Momentum paling istimewa bagi perguruan tinggi adalah kedatangan mahasiswa baru setiap tahun. Mereka datang dari berbagai daerah dengan semangat tinggi, membawa harapan tentang kehidupan kampus yang kerap digambarkan sebagai ruang yang membebaskan, mencerahkan, dan membentuk karakter. Mahasiswa baru yang telah memilih jurusan di berbagai fakultas disambut dengan senyum ramah serta narasi manis tentang dunia perkuliahan sebagai fase paling berkesan dalam membangun mimpi menuju masa depan yang gemilang.

Namun, di balik euforia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan jargon idealisme akademik, terdapat realitas yang tidak selalu seindah yang dibayangkan. Dunia akademik, dalam banyak kasus, justru menghadirkan relasi kuasa yang tidak sehat. Mahasiswa dituntut untuk tunduk dan patuh, sementara kritik terhadap birokrasi universitas kerap dipandang sebagai bentuk perlawanan, bukan sebagai bagian dari proses berpikir kritis yang seharusnya dijunjung tinggi.

Intimidasi dan ancaman sering hadir dalam berbagai bentuk ketika mahasiswa menyuarakan kritik. Akibatnya, mahasiswa menjadi korban dari sistem yang menekan, sehingga banyak yang memilih diam—bukan karena tidak memahami persoalan, melainkan karena takut. Yang lebih memprihatinkan, mahasiswa baru kerap hanya dibekali pesan normatif seperti “jaga nama baik almamater,” tanpa pernah diingatkan bahwa mereka juga memiliki hak untuk bersuara ketika diperlakukan tidak adil.

Kampus sering digambarkan sebagai rumah intelektual, tempat ilmu pengetahuan tumbuh dan pemikiran kritis diberi ruang. Namun gambaran tersebut menjadi absurd ketika mahasiswa justru takut menyampaikan masalah yang mereka alami akibat tekanan dari pihak kampus. Kampus bukanlah ruang yang sepenuhnya netral; ia adalah sebuah sistem. Universitas seharusnya menjadi ruang tumbuh bagi kaum intelektual, tetapi dapat berubah menjadi mesin penindasan ketika budaya feodal dan ketakutan terus dilestarikan.

Budaya diam di kalangan mahasiswa bukanlah tanpa sebab. Ancaman terhadap proses akademik membuat mahasiswa takut melakukan aksi, termasuk demonstrasi. Keberanian dipersepsikan sebagai ancaman, sementara sistem pengaduan internal kampus sering kali hanya menjadi formalitas yang tidak benar-benar menyelesaikan persoalan. Dalam sistem yang timpang ini, penting untuk terus mengingatkan bahwa mahasiswa bukan objek yang harus tunduk, melainkan subjek yang memiliki hak.

Mahasiswa bukan sekadar angka dalam daftar presensi atau pemenuh beban SKS. Mereka adalah manusia yang berpikir dan berhak mendapatkan keadilan atas kewajiban akademik yang telah mereka tunaikan. Jika dunia akademik ingin mencetak generasi pemikir, maka mahasiswa harus diajarkan untuk berpikir kritis. Jika kampus ingin melahirkan agen perubahan, maka keberanian harus dihargai, bukan diintimidasi.

Pendidikan tumbuh dari ruang dialog, bukan dari dominasi satu pihak. Universitas yang sehat adalah universitas yang membuka ruang kritik, bukan yang menakut-nakuti mereka yang bertanya. Dari sinilah solidaritas dapat dibangun, suara kolektif dapat diperkuat, dan harapan akan perubahan tetap hidup.

Kampus memang bukan ruang yang sepenuhnya ramah, tetapi mahasiswa baru adalah generasi yang memiliki potensi untuk memulai perubahan itu. Sudah saatnya kampus berhenti mendidik mahasiswa untuk sekadar patuh, dan mulai mengarahkan mereka untuk sadar, kritis, dan berani. Sebab pendidikan tanpa keberanian hanya akan melahirkan lulusan yang pintar, tetapi takut berbicara. Dan kampus yang menindas hanya akan menghasilkan gelar, bukan manusia yang merdeka.

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi : Source : Istimewa

    JALUR ENERGI, DOLAR, DAN HEGEMONI: IRAN DAN AS MEMPENGARUHI EKONOMI ASIA PASIFIK

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Fahri Sibua Magister Akuntansi
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Ketegangan geopolitik yang sudah berlangsung lama antara Amerika Serikat dan Iran tidak hanya menciptakan gejolak di Timur Tengah, tetapi juga menimbulkan dampak yang jauh lebih luas terhadap perekonomian global, khususnya kawasan Asia Pasifik. Persaingan antara kedua negara ini bukan sekadar persoalan diplomasi atau pertikaian politik semata, melainkan merupakan perjuangan terbuka untuk menguasai jalur-jalur energi vital […]

  • Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Resmi Lepas Jamaah Haji 2025 di Ternate

    Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Resmi Lepas Jamaah Haji 2025 di Ternate

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 1.096
    • 0Komentar

    Ternate (Balengkospace.com) – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, bersama Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe, secara resmi melepas keberangkatan Jamaah Haji asal Maluku Utara pada Selasa, 6 Mei 2025. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Asrama Haji Ternate dan dihadiri oleh unsur Forkopimda dan sejumlah tokoh penting daerah. Tampak hadir perwakilan dari Kapolda Maluku Utara, Kajati […]

  • Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Pastabulu, 25/1/25 – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula mengadakan kegiatan Literasi Pesisir dan Bakti Sosial yang bertempat di Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja komunitas untuk tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan pesisir dan laut melalui edukasi serta kolaborasi. Ketua Umum Komunitas […]

  • Tim Advokasi Untuk Keadilan Marganda saat melaporkan kasus dugaan malpraktik medis ke lembaga negara. Source : Istimewa

    Dugaan Malpraktik Medis Akibatkan Kelumpuhan, Tim Advokasi Lapor ke DPR RI dan KKI

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 358
    • 0Komentar

    JAKARTA, BALENGKO SPACE – Tim Advokasi Untuk Keadilan Marganda resmi membawa kasus dugaan malpraktik medis yang menimpa seorang pelajar berinisial MS ke ranah pengawasan nasional. Pengaduan tersebut disampaikan kepada Komisi IX DPR RI dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil menyusul kegagalan proses mediasi serta penilaian tim advokasi terhadap ketiadaan itikad […]

  • PPPK

    LBH Ansor Maluku Utara Soroti Dugaan Ketua DPC Parpol Dilantik sebagai PPPK Paruh Waktu di Kota Ternate

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyoroti dugaan keterlibatan oknum berenisial MJ—yang disebut masih menjabat sebagai pengurus sekaligus Ketua DPC salah satu partai politik di Kecamatan Ternate Tengah—dalam proses pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Pemerintah Kota Ternate pada Senin (1/12/2025). Informasi yang beredar menyebutkan bahwa nama MJ tercantum […]

  • Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 715
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Yogyakarta 24 Juni 2024 – Dua puluh lima tahun sejak resmi dimekarkan dari Provinsi Maluku, Provinsi Maluku Utara masih menyimpan ironi panjang terkait status ibu kotanya. Sofifi, yang secara hukum telah ditetapkan sebagai ibu kota provinsi, hingga kini masih berada dalam status “antara ada dan tiada” secara administratif dan kelembagaan. Isu inilah yang menjadi […]

expand_less