Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

Di Balik Sambutan Manis Kampus: Ketakutan Mahasiswa Baru untuk Bersikap Kritis

  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 418
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Momentum paling istimewa bagi perguruan tinggi adalah kedatangan mahasiswa baru setiap tahun. Mereka datang dari berbagai daerah dengan semangat tinggi, membawa harapan tentang kehidupan kampus yang kerap digambarkan sebagai ruang yang membebaskan, mencerahkan, dan membentuk karakter. Mahasiswa baru yang telah memilih jurusan di berbagai fakultas disambut dengan senyum ramah serta narasi manis tentang dunia perkuliahan sebagai fase paling berkesan dalam membangun mimpi menuju masa depan yang gemilang.

Namun, di balik euforia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan jargon idealisme akademik, terdapat realitas yang tidak selalu seindah yang dibayangkan. Dunia akademik, dalam banyak kasus, justru menghadirkan relasi kuasa yang tidak sehat. Mahasiswa dituntut untuk tunduk dan patuh, sementara kritik terhadap birokrasi universitas kerap dipandang sebagai bentuk perlawanan, bukan sebagai bagian dari proses berpikir kritis yang seharusnya dijunjung tinggi.

Intimidasi dan ancaman sering hadir dalam berbagai bentuk ketika mahasiswa menyuarakan kritik. Akibatnya, mahasiswa menjadi korban dari sistem yang menekan, sehingga banyak yang memilih diam—bukan karena tidak memahami persoalan, melainkan karena takut. Yang lebih memprihatinkan, mahasiswa baru kerap hanya dibekali pesan normatif seperti “jaga nama baik almamater,” tanpa pernah diingatkan bahwa mereka juga memiliki hak untuk bersuara ketika diperlakukan tidak adil.

Kampus sering digambarkan sebagai rumah intelektual, tempat ilmu pengetahuan tumbuh dan pemikiran kritis diberi ruang. Namun gambaran tersebut menjadi absurd ketika mahasiswa justru takut menyampaikan masalah yang mereka alami akibat tekanan dari pihak kampus. Kampus bukanlah ruang yang sepenuhnya netral; ia adalah sebuah sistem. Universitas seharusnya menjadi ruang tumbuh bagi kaum intelektual, tetapi dapat berubah menjadi mesin penindasan ketika budaya feodal dan ketakutan terus dilestarikan.

Budaya diam di kalangan mahasiswa bukanlah tanpa sebab. Ancaman terhadap proses akademik membuat mahasiswa takut melakukan aksi, termasuk demonstrasi. Keberanian dipersepsikan sebagai ancaman, sementara sistem pengaduan internal kampus sering kali hanya menjadi formalitas yang tidak benar-benar menyelesaikan persoalan. Dalam sistem yang timpang ini, penting untuk terus mengingatkan bahwa mahasiswa bukan objek yang harus tunduk, melainkan subjek yang memiliki hak.

Mahasiswa bukan sekadar angka dalam daftar presensi atau pemenuh beban SKS. Mereka adalah manusia yang berpikir dan berhak mendapatkan keadilan atas kewajiban akademik yang telah mereka tunaikan. Jika dunia akademik ingin mencetak generasi pemikir, maka mahasiswa harus diajarkan untuk berpikir kritis. Jika kampus ingin melahirkan agen perubahan, maka keberanian harus dihargai, bukan diintimidasi.

Pendidikan tumbuh dari ruang dialog, bukan dari dominasi satu pihak. Universitas yang sehat adalah universitas yang membuka ruang kritik, bukan yang menakut-nakuti mereka yang bertanya. Dari sinilah solidaritas dapat dibangun, suara kolektif dapat diperkuat, dan harapan akan perubahan tetap hidup.

Kampus memang bukan ruang yang sepenuhnya ramah, tetapi mahasiswa baru adalah generasi yang memiliki potensi untuk memulai perubahan itu. Sudah saatnya kampus berhenti mendidik mahasiswa untuk sekadar patuh, dan mulai mengarahkan mereka untuk sadar, kritis, dan berani. Sebab pendidikan tanpa keberanian hanya akan melahirkan lulusan yang pintar, tetapi takut berbicara. Dan kampus yang menindas hanya akan menghasilkan gelar, bukan manusia yang merdeka.

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

    Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 465
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Yogyakarta | 22 Juli 2025, Semangat pelestarian budaya lokal kembali menggema di Yogyakarta melalui gelaran Road To Toadore Fest Vol. II yang mengusung tema “Budaya Tidore di Bumi Mataram: Jejak, Rasa, dan Nada.” Acara yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025 di Ketok Studio, SaRanG Building Block 1, Kalipakis, Bantul, ini menjadi bagian dari […]

  • Kebakaran Ternate ilustrasi

    Kebakaran di Ternate Marak, LBH Ansor Desak Polres Lakukan Penyelidikan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Kebakaran di Ternate yang terjadi secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir memicu perhatian serius dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menyoroti sedikitnya empat peristiwa kebakaran yang terjadi di lokasi berbeda, yakni Bastiong Talangame, kawasan Stadion, Kelurahan Takoma (Warung Bakso Fajar), serta wilayah Perikanan. […]

  • Kabupaten Morowali Antara potensi alam dan tantangan hukum

    Kabupaten Morowali Antara potensi alam dan tantangan hukum

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    Kabupaten Morowali, yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, memiliki potensi alam yang luar biasa. Kabupaten ini menjadi pusat industri dan ekonomi karena sumber daya alamnya yang melimpah, terutama dalam pertambangan, kelautan, dan pertanian/perkebunan. Tetapi potensi alam yang luar biasa ini juga membawa tantangan hukum yang signifikan, baik dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang […]

  • Semarak HUT RI ke-80 Kelurahan Makassar Timur dengan lomba 17 Agustus warga

    Semarak HUT RI ke-80 Kelurahan Makassar Timur Kota Ternate

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 444
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Makassar Timur, 14 Agustus 2025 — Pemuda Kelurahan Makassar Timur Kota Ternate bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar berbagai lomba 17 Agustus untuk memeriahkan HUT RI ke-80. Warga dari berbagai RT ikut hadir dan berpartisipasi, menciptakan suasana meriah dan penuh kebersamaan. Koordinator Lapangan KKN, Febrianti Sangaji, menyampaikan bahwa panitia mempersiapkan kegiatan dengan […]

  • Sumber foto : Istimewa

    PENA DAN BUKU JADI PENYEBAB KEMATIAN ANAK

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Oleh: N.J Gaston Mahasiswa Yogyakarta
    • visibility 792
    • 0Komentar

    Dalam kehidupan sosial, setiap orang selalu terikat dengan nilai dan jaringan sosial lainnya untuk menjalankan fungsi sosial nya. Sialnya, terkadang faktor-faktor eksternal selalu menjadi pembatas yang menyebabkan Individu berperilaku menyimpang (deviance) makin tumbuh karena persoalan integritas dan regulasi yang tidak seimbang. Dikabarkan dari pelosok timur Indonesia, tepat di kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang […]

  • Wagub Maluku Utara Ajak ASN Proaktif Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Play Button

    Wagub Maluku Utara Ajak ASN Proaktif Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    Sofifi, Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk aktif mengikuti program pemeriksaan kesehatan. Imbauan ini disampaikan saat apel perdana pasca libur lebaran yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Selasa (8/4/25). Dalam arahannya, Wagub Sarbin menekankan pentingnya keterlibatan aktif ASN […]

expand_less