Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 318
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sabtu 28 Februari 2026, asap membubung di atas Teheran. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, nyaris menjadi sasaran. Amerika Serikat dan Israel secara resmi melancarkan serangan terhadap Iran, sebuah “hal yang dikhawatirkan sejak lama” akhirnya menjadi kenyataan .

Namun, apa yang sesungguhnya terjadi di kawasan Teluk bukanlah sekadar eskalasi milistik biasa. Ini adalah sebuah sandiwara geopolitik yang rumit, di mana diplomasi dipinang hanya untuk segera ditinggalkan, dan perang dikemas sebagai operasi “pencegahan” yang sah. Penulis mengajak dan analisis tajam, kita perlu membedah tabir ini. Siapa sesungguhnya aktor di balik perang, apa kepentingan tersembunyi di dalamnya, dan bagaimana dampaknya bagi tatanan dunia?

Perang sambil Negosiasi di Meja Bundar

Mari kita lihat kronologinya. Kamis, 26 Februari 2026, delegasi AS dan Iran bertemu di Jenewa (Swiss) untuk putaran ketiga perundingan nuklir. Mediator Oman bahkan optimis, menyebut “kesepakatan damai berada dalam jangkauan kita jika kita memberi diplomasi ruang” . Namun, tak sampai 48 jam kemudian, jet tempur F-35 dan F-22 AS yang memadati pangkalan di Timur Tengah bergerak, dan Israel mengebom Teheran.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, dengan sinis menyebut apa yang terjadi selanjutnya: “Si pendorong perdamaian sekali lagi menunjukkan tabiat aslinya. Semua perundingan dengan Iran hanyalah operasi pengecohan” . Kegeraman Moskow mungkin mengandung bias, tetapi di sinilah letak ironi terbesar abad ini. Perundingan yang digelar di Jenewa dan Wina (Arab Saudi) ternyata hanya menjadi “topeng” untuk menutupi persiapan perang yang sudah digerakkan berbulan-bulan sebelumnya.

Sejak awal Januari 2026, AS telah mengerahkan dua kapal induk terbesarnya, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford ke kawasan . Enam pesawat tanker KC-46 mendarat di Israel pada akhir Februari , dan staf non-esensial kedutaan AS diperintahkan angkat kaki . Semua ini adalah indikator militer klasik yang “telah blinkat rött” atau “berkedip merah,” seperti diingatkan pakar Timur Tengah Anders Persson . Lantas, untuk apa perundingan digelar jika semua perlengkapan perang sudah dipasang? Jawabannya hanya satu: untuk menciptakan narasi bahwa “diplomasi telah gagal,” sehingga agresi menjadi sah di mata domestik dan internasional.

Teka-teki Israel

Fakta menarik lainnya terungkap dari dinamika internal sekutu. Laporan Politico yang dikutip media Kompas menyebutkan bahwa Gedung Putih menginginkan Israel yang mengambil serangan pertama . Mengapa? Karena Presiden Donald Trump ingin meyakinkan warganya bahwa “bukan AS yang memulai, tapi bisa menyelesaikan konflik itu” . Ini adalah manuver politik kelas kakap: menggunakan sekutu sebagai “peluru” pertama, lalu masuk sebagai “pahlawan” penyelamat.

Namun, Israel di bawah Benjamin Netanyahu ternyata tidak serta-merta menurut. Netanyahu menginginkan operasi akbar, bukan sekadar serangan terbatas. Tujuannya jelas untuk menggulingkan rezim Ayatollah Ali Khamenei . Bagi Tel Aviv, Iran adalah ancangan eksistensial yang harus dihabisi, bukan sekadar dilumpuhkan. Rob Geist Pinfold, pakar keamanan internasional dari King’s College London, menyebut Israel ingin AS untuk bertarung habis-habisan hingga Iran lumpuh total .

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Unutara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jccnetwork.id

    Dugaan Konflik Kepentingan Tambang di Maluku Utara, LBH Ansor Siapkan Laporan ke KPK dan MKD

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Balengko Space — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyatakan akan membawa dugaan konflik kepentingan serta potensi pelanggaran perizinan di sektor pertambangan nikel ke tingkat nasional. Langkah ini, menurut LBH Ansor, merupakan bagian dari upaya mendorong transparansi dan pengujian hukum atas sejumlah temuan awal yang mereka himpun. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, […]

  • Dialog publik PMII bahas sengketa lahan Ternate

    Ternate Krisis Kepercayaan: Pejabat Absen Dialog Sengketa Lahan, PC PMII Ternate Bereaksi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 980
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Kamis (14/8/25) Sengketa lahan yang melibatkan Polda Maluku Utara (Malut) dan warga di kawasan Ubo-Ubo, Kayu Merah, dan Bastiong Karance di Ternate kini memasuki babak baru. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate mengambil peran penting, menyoroti ketidakadilan dan potensi konflik sosial. Pada […]

  • Tanggul Penahan Abrasi

    Diterjang Ombak Besar, Tanggul Penahan Abrasi di Desa Awanggoa Rusak Parah, Rumah Warga Terancam Ambruk

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 290
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, BACAN – Infrastruktur pelindung pesisir di Kabupaten Halmahera Selatan kembali lumpuh akibat anomali cuaca. Tanggul (swering) penahan abrasi yang membentang di sepanjang bibir pantai Desa Awanggoa, Kecamatan Bacan, dilaporkan mengalami kerusakan struktural yang sangat parah usai diterjang gelombang laut ekstrem pada Senin (06/07/2026) lalu. Hantaman ombak yang berlangsung maraton sejak pukul 04.00 hingga […]

  • HENDRA KASIM Mahasiswa Program Doktor FH UII (Source : Istimewa)

    Kekuasaan Profetik (Etika, Batas, dan Tanggung Jawab Kekuasaan)

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle HENDRA KASIM, Mahasiswa Program Doktor FH UII
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Banyak reaksi pasca Putusan MK No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026, saya sendiri sebelum ini sudah menulis berlatar tema Putusan MK tersebut setidaknya tiga tulisan. Bagi Anda yang mau lahap tulisan itu, scrool saja media sosial pribadi saya. Gratis, Cuma butuh data internet atau numpang wifi di café sambil seruput kopi. Tulisan ini sebisa mungkin saya menghindari bahasan substansi […]

  • Terkait Dugaan Suap PT Intimkara, Polres Morotai: Silakan Lapor Jika Nama Media/DLH Disalahgunakan

    Terkait Dugaan Suap PT Intimkara, Polres Morotai: Silakan Lapor Jika Nama Media/DLH Disalahgunakan

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 151
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai membuka ruang bagi komunitas media dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melaporkan dugaan transaksi suap-menyuap yang mengatasnamakan institusi mereka. Langkah ini diambil seiring dengan pendalaman penyelidikan terhadap aktivitas perizinan PT Intimkara. Konfirmasi hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Pulau Morotai melalui Kasi Humas, Muh. Yusuf, saat dihubungi […]

  • 61 Kebakaran Terjadi di Morotai Selatan, Luas Lahan Terbakar Capai 62 Hektare

    61 Kebakaran Terjadi di Morotai Selatan, Luas Lahan Terbakar Capai 62 Hektare

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 147
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menghadapi ancaman serius akibat kebakaran lahan dan permukiman. Selama periode Januari hingga Agustus 2026, tercatat 61 kejadian kebakaran dengan total luas area terbakar mencapai 62,195 hektare. Data tersebut dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP […]

expand_less