Toleransi Jangan Goyah: Kader PMII D.I. Yogyakarta Minta FKUB Maluku Utara Lebih Masif Bergerak
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yogyakarta (Balengko) – 1 April 2026, Dalam beberapa hari terakhir, publik Maluku Utara diwarnai oleh beredarnya dugaan narasi provokatif yang dikaitkan dengan percakapan di sebuah grup WhatsApp dan dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi dinamika tersebut, Sahabat Mustaqim, yang akrab disapa Bang Musta, mahasiswa asal Maluku Utara yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta, sekaligus penasihat dan pendiri Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata Yogyakarta serta kader PMII Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan memperkuat nilai-nilai toleransi.
Menurutnya, kepemimpinan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe saat ini menjadi cerminan dari semangat kerukunan umat beragama yang telah lama menjadi identitas daerah.
“Nilai toleransi harus terus dijaga dan dirawat bersama. Jangan sampai terganggu oleh tindakan oknum yang berpotensi memecah belah kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui kebersamaan dan rasa saling percaya.
“Walaupun masa kepemimpinan ini belum lama berjalan, apa yang kita rasakan hari ini adalah buah dari kerja sama dan kepercayaan yang telah dirajut sejak lama. Saya menyaksikan sendiri betapa hangatnya jalinan persaudaraan itu tumbuh dan tetap terjaga di tengah perbedaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara dalam merespons situasi yang berkembang. FKUB diharapkan tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga aktif dan masif dalam melakukan sosialisasi moderasi beragama, serta menghadirkan ruang dialog yang inklusif, khususnya di wilayah dengan potensi kerawanan sosial hingga ke tingkat akar rumput.
“Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi perlu terus diupayakan melalui pendekatan yang persuasif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk melihat situasi secara lebih bijak dan tidak terjebak pada isu-isu yang berpotensi memecah fokus bersama. Menurutnya, Maluku Utara saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan penting yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari krisis lingkungan, persoalan kesehatan seperti stunting, keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, hingga tingginya angka penyakit seperti ISPA di wilayah lingkar tambang, serta konflik agraria yang kian meningkat.
“Jangan sampai energi kita terpecah dan fokus kita teralihkan oleh hal-hal yang justru menjauhkan kita dari persoalan utama,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas sosial.
“Mari kita terus saling merangkul, menjaga tutur kata, dan membuka ruang untuk saling memahami. Karena yang kita jaga bukan hanya ketenangan hari ini, tetapi juga masa depan Maluku Utara sebagai daerah yang damai, inklusif, dan kuat dalam keberagaman,” tutupnya.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Space

Saat ini belum ada komentar