Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Penurunan Indeks Kerukunan dan Isu Provokatif Mencuat, Kader PMII D.I.Yogyakarta Desak Wagub Evaluasi dan Penguatan FKUB Maluku Utara

Penurunan Indeks Kerukunan dan Isu Provokatif Mencuat, Kader PMII D.I.Yogyakarta Desak Wagub Evaluasi dan Penguatan FKUB Maluku Utara

  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • visibility 277
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yogyakarta (Balengko) – 1 April 2026 – Dinamika kerukunan umat beragama di Maluku Utara kembali menjadi sorotan, menyusul beredarnya dugaan narasi provokatif di ruang percakapan digital yang dinilai memicu keresahan di tengah masyarakat.

Situasi ini memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Maluku Utara dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai penjaga harmoni antarumat beragama.

Sebelumnya beberapa bulan lalu, FKUB Maluku Utara telah menggelar dialog lintas iman dan sosialisasi moderasi beragama di Ternate sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan. Namun, berdasarkan pengakuan dari ketua FKUB Maluku Utara Dr. Adnan Mahmud, M.A, rilis Indeks Kerukunan Umat Beragama oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Maluku Utara tercatat mengalami penurunan signifikan pada indikator kehidupan umat beragama. Secara tidak langsung hal tersebut menunjukkan adanya tantangan serius dalam menjaga stabilitas sosial.

Menanggapi hal tersebut, Sahabat Mustaqim (Sahabat Mus), kader PMII Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus mahasiswa asal Kota Ternate Maluku Utara, menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja FKUB yang dinilai belum maksimal dalam menjangkau masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan konflik.

“Fenomena yang terjadi hari ini tidak bisa dilihat sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. Ada indikasi bahwa upaya sosialisasi moderasi beragama belum berjalan secara masif dan merata, sehingga ruang-ruang rawan justru tidak terjangkau secara optimal,” ujarnya.

Ia menilai, kemunculan narasi yang berpotensi memecah belah tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau oknum semata, tetapi juga menjadi cerminan bahwa fungsi preventif lembaga terkait belum berjalan secara maksimal.

“Ketika narasi seperti ini bisa muncul dan berkembang, maka kita perlu jujur melihat bahwa ada celah yang belum tertutup dengan baik. Di sinilah peran FKUB seharusnya hadir lebih kuat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja FKUB Maluku Utara, termasuk kemungkinan penyegaran struktur kepengurusan guna menjawab tantangan yang semakin kompleks.

“Kami mendorong pemerintah daerah yakni Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Malut dan Sulut, untuk melakukan evaluasi total terhadap FKUB Maluku Utara, termasuk membuka ruang untuk perombakan struktur jika memang dibutuhkan. Ini penting agar lembaga ini kembali fokus, responsif, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya profesionalitas dan fokus dalam menjalankan peran strategis tersebut, mengingat tantangan kerukunan umat beragama tidak bisa ditangani secara parsial atau sekadar seremonial.

“Ke depan, FKUB tidak cukup hanya hadir dalam kegiatan simbolik. Dibutuhkan lompatan program yang konkret, menyentuh hingga ke akar rumput, dan mampu meredam potensi konflik sejak dini,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga ketenangan dan tidak terjebak dalam arus informasi yang berpotensi memperkeruh suasana.

“Evaluasi itu penting, tetapi menjaga persatuan jauh lebih penting. Jangan sampai kita terpecah oleh hal-hal yang justru bisa kita selesaikan bersama,” tutupnya.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumber foto : Istimewa

    Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Kontraproduktif dan Ancam Independensi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 206
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Wacana transformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi kementerian kembali memicu polemik. Pengamat politik Nashrullah menilai gagasan yang muncul dalam Rapat Kerja Polri bersama Komisi III DPR RI tersebut tidak rasional dan berpotensi melemahkan kedaulatan negara. “Menjadikan Polri sebagai kementerian bukan solusi, melainkan bentuk pelemahan institusi. Reformasi Polri seharusnya fokus pada penguatan kinerja, […]

  • KAWAL APBD: Naswin Rowo, Anggota DPRD Pulau Morotai, berdialog langsung dengan warga Desa Momojiu dalam agenda Reses I, Sabtu (14/3). Sejumlah aspirasi mulai dari pembangunan talud penahan ombak hingga instalasi PDAM diserap untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Daerah. Play Button

    Serap Aspirasi di Desa Momojiu, Naswin Rowo Kawal Usulan Warga Masuk APBD

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 602
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, melaksanakan agenda Reses I Masa Sidang I Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi wakil rakyat tersebut untuk menjaring keluhan serta kebutuhan mendesak masyarakat di daerah pemilihannya. Agenda ini […]

  • Maluku Utara, dan berapa yang melesat keluar baik ke Jakarta maupun ke rekening korporasi di Shanghai dan Hangzhou.

    REZIM PAJAK di SEKTOR TAMBANG: Kebocoran Fiskal, dan Wacana Nasionalisasi Tambang di Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
    • account_circle Hasrul Hi Kahar Mahasiswa Sosiologi - Yogyakarta
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Ada kalimat berbahaya yang keluar dari pejabat republik kita:“Hilirisasi Nikel Adalah Kemandirian Bangsa”. Tapi mari kita bedah kalimat itu sampai ke akarnya dengan angka di tangan, bukan dengan slogan. Di Maluku Utara, khususnya Halmahera Tengah dan Pulau Obi merupakan dua jantung industri nikel di Maluku Utara. pertanyaan yang jarang dijawab tuntas adalah siapa sebenarnya yang […]

  • Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 466
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Puskesmas Buho-buho, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Siti Aminah Palue, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan biaya ambulans terhadap keluarga nelayan korban sambaran petir asal Desa Mira. Siti Aminah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maupun menerima pembayaran ambulans dari keluarga korban. Menurutnya, komunikasi terkait penggunaan ambulans terjadi setelah […]

  • hendra kasim

    PROPHETIC ELECTION (Dari Kompetisi Kekuasaan Menuju Amanah Publik)

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle HENDRA KASIM (Mahasiswa Program Doktor FH UII)
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Bagian penutup tulisan sebelumnya – Demokrasi Profetik – saya mengumbar janji untuk menyajikan kelanjutannya, Pemilu Profetik. Tulisan yang sedang anda baca ini, cara saya membayar hutang janji itu. Kalau ada yang belum melahap Demokrasi Profetik, saran saya ringkas, balik dulu lahap tulisan itu baru lanjut baca essay ini. Caranya gampang, scrool saja akun media sosial […]

  • Eks Bupati Taliabu Aliong Mus Resmi Ditahan Kejati Malut Terkait Dugaan Kasus Korupsi ISDA Rp17,5 Miliar

    Eks Bupati Taliabu Aliong Mus Resmi Ditahan Kejati Malut Terkait Dugaan Kasus Korupsi ISDA Rp17,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 213
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menahan mantan Bupati Pulau Taliabu dua periode, Aliong Mus, pada Jumat (26/6/2026). Penahanan ini terkait penetapan Aliong sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Istana Daerah (ISDA) Kabupaten Pulau Taliabu. Proyek tersebut bernilai Rp17,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja […]

expand_less