Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » JAGA BUMI » Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!

  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 341
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Menolak Kesepakatan Sepihak

Koalisi juga mengklarifikasi terkait pertemuan di Kantor Camat Weda Utara pada 11 Februari 2026. Meskipun sempat beredar kabar adanya kesepakatan antara perusahaan dan pemerintah setempat, Koalisi Save Sagea menyatakan secara tegas keluar dari ruangan (walk out) dan menolak menandatangani dokumen tersebut.

“Salah satu poin kesepakatan mengeklaim masyarakat mendukung tambang dan menjamin tidak ada gangguan terhadap perusahaan. Kami tegaskan: itu bukan suara kami. Tanah ini adalah sejarah dan masa depan kami, tidak bisa ditukar dengan tanda tangan di atas kertas,” tambah koalisi.

Dampak Lingkungan yang Nyata

Kehadiran PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia dan PT First Pacific Mining dikhawatirkan akan meninggalkan beban ekologis yang permanen, seperti:

  1. Rusaknya Ekosistem Karst: Mengancam ketersediaan air bersih bagi warga.
  2. Pencemaran Lingkungan: Potensi kerusakan permanen pada Telaga Yonelo.
  3. Konflik Sosial: Menciptakan ketegangan di tengah masyarakat desa.

Pernyataan Sikap dan Tuntutan

Atas dasar situasi tersebut, Koalisi Save Sagea menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mendesak PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia untuk segera mencabut laporan polisi terhadap 14 warga Sagea dan Kiya tanpa syarat.
  2. Menuntut Pemerintah Daerah Halmahera Tengah dan Provinsi Maluku Utara mengeluarkan rekomendasi pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Zhong Hai Rare Metal Metal Indonesia dan PT First Pacific Mining.
  3. Mendesak Kementerian ESDM untuk membatalkan izin operasi kedua perusahaan tersebut di wilayah Sagea–Kiya.
  4. Menghentikan segala bentuk intimidasi fisik maupun hukum terhadap anggota koalisi dan warga yang berjuang.

Perjuangan ini bukan hanya untuk hari ini, melainkan demi memastikan generasi mendatang masih bisa menghirup udara bersih dan meminum air dari tanah mereka sendiri. Kami tetap berdiri tegak melawan “monster” tambang yang merusak.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Balengko Space – Belakangan ini, olahraga lari menjadi fenomena yang menyita perhatian. Media sosial diramaikan dengan berbagai flyer event lomba lari yang bertebaran di Instagram, TikTok, hingga grup WhatsApp. Para influencer dan konten kreator turut mempopulerkan aktivitas ini, mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apakah fenomena ini benar-benar […]

  • Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama Play Button

    Toilet Rusak, Tidur Tak Nyaman: Mahasiswa Malut di Yogyakarta Harap Gubernur Peduli Kondisi Asrama

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    “Kalau mau buang air besar kami harus ke masjid atau Indomaret, karena septic tank penuh dan toiletnya tak bisa dipakai,” ungkap Gaston kepada kontributor Balengko Space, Minggu (20/7). Lebih parahnya lagi, saat musim hujan tiba, air masuk ke dalam asrama melalui atap yang bocor. Lantai asrama pun kerap tergenang air, membuat mahasiswa sulit untuk belajar […]

  • Muhlis Ibrahim, Koordinator KATAM Maluku Utara (Foto: Istimewa)

    KATAM Malut Tegaskan Penjualan 90 Ribu Ton Ore PT WKM Sesuai Prosedur Hukum

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 284
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara memberikan klarifikasi resmi terkait aktivitas penjualan 90.000 metrik ton (metric ton/MT) bijih nikel (ore) oleh PT Wana Kencana Mineral (PT WKM). Berdasarkan hasil telaah mendalam, KATAM menyatakan bahwa transaksi tersebut sah secara hukum dan telah memenuhi seluruh kewajiban kepada negara. Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim, […]

  • Muhammad Muzijad Mandea

    Sastra dan Politik: Apakah Sastra Berhubungan Dengan Politik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Pengurus Komisariat Unkhair Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Menurut Aprinus Salam, Mengungkapkan bahwa karya sastra diletakkan dalam satu kerangka representasi-representasi tentangan dalam kehidupan. Teori ini memiliki dan memberikan kepekaan yang tinggi terhadap masalah-masalah stagnasi, tradisi, konflik dalam masyarakat, dan bagaimana praktik kekuasaan (politik) dioperasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Teori ini juga memberikan perhatian bagaimana “membongkar” karya sastra sebagai bagian dan satu hegemoni […]

  • Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman bersama Kadisbudpar Daud Muhammad berkunjung ke Asrama PKPM Nuku Yogyakarta.

    Kunjungan Wakil Wali Kota Tidore ke Asrama PKPM Nuku Yogyakarta, Bahas Pendidikan dan Toadore Festival 2025

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Audiensi Toadore Festival Volume II Selain membahas fasilitas asrama, pengurus PKPM Nuku juga menggelar audiensi terkait rencana Toadore Festival Volume II yang akan berlangsung pada 17–19 Oktober 2025 di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Festival bertema “Budaya Tidore di Bumi Mataram: Jejak, Rasa, Nada” ini akan menampilkan berbagai kegiatan, seperti lomba menggambar, lomba menulis esai, dialog […]

  • Korps PMII Putri (KOPRI) Cabang Ternate menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus melayangkan desakan terbuka kepada pihak birokrasi kampus Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA).

    KOPRI PMII Ternate Desak Kampus Tindak Tegas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Mahasiswa UNUTARA

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 960
    • 0Komentar

    Kawal Kasus Hingga Tuntas Sebagai bentuk komitmen terhadap ruang aman bebas kekerasan seksual di lingkungan akademik, KOPRI PMII Cabang Ternate bersama KOPRI PKC PMII Maluku Utara menyatakan sikap siap mengawal seluruh tahapan penanganan kasus ini hingga berkekuatan hukum tetap. Upaya ini dilakukan guna memastikan hak-hak korban terpenuhi serta mencegah adanya potensi intervensi atau praktik pembungkaman […]

expand_less