Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dari Sajdah ke Kesadaran: Ramadan dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

Dari Sajdah ke Kesadaran: Ramadan dan Tanggung Jawab Menjaga Bumi

  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 286
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di awal bulan Ramadan ini, mari kita berhenti sejenak. Sebab di tengah ibadah yang kita jalani, ada ketertindasan yang terus berlangsung di hadapan mata dan batin kita.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, dahaga, dan nafsu. Ia seharusnya menjadi latihan empati—agar kita tidak lagi memandang penderitaan sebagai sesuatu yang biasa. Lebih dari itu, puasa adalah momentum kesetaraan. Di hadapan lapar dan dahaga, jabatan runtuh, kekayaan tak lagi berjarak. Pemegang saham, pemimpin negara, orang kaya, dan mereka yang terpinggirkan berdiri pada titik yang sama—rapuh, terbatas, dan sama-sama membutuhkan Tuhan.

Tuhan Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui membentangkan ampunan tanpa batas. Tetapi kita sering kali hanya mendekat ketika Ramadan tiba. Setelah ia pergi, kita kembali membangun jarak—antara kaya dan miskin, antara kuasa dan yang tak bersuara—seakan langit dan bumi memang ditakdirkan untuk tak pernah saling menopang.

Pada momen ini, Ramadan seharusnya menjadi cermin. Sebab selama sebelas bulan kita kerap mengaminkan kemewahan, sementara ketertindasan dan keterbelakangan berjalan tanpa gangguan.

Kita tahu itu. Kita melihatnya. Namun kita memilih terbiasa. Seakan semua terjadi tanpa sebab, padahal sebab itu tumbuh dari cara pandang kita sendiri—cara pandang yang membiarkan jarak antara kaya dan miskin semakin lebar.

Dari bulan suci ini pula kita seharusnya belajar bahwa rasa lapar yang kita rasakan sejak terbit matahari hingga terbenamnya bukanlah pengalaman musiman. Bagi sebagian orang, lapar adalah kenyataan setiap hari. Bukan hanya di bulan Ramadan.

Ada mereka yang kesulitan mendapatkan sesuap nasi dan sekeping uang. Ada pula yang kehilangan tanahnya—diambil, digusur, atau terpaksa dijual karena kerasnya kehidupan.

Maka pertanyaannya: apakah Ramadan hanya akan menjadi ritual tahunan, atau sungguh menjadi kesadaran yang mengubah cara kita memandang mereka yang hidup dalam lapar tak berkesudahan?

Memang, Ramadan sering kita pahami sebagai ritual yang menjanjikan pengampunan Tuhan. Namun jika maknanya berhenti pada urusan dosa pribadi, itu terlalu sempit.

Penghapusan dosa bukan sekadar janji langit, melainkan panggilan untuk mengubah cara kita memperlakukan bumi—dan manusia di dalamnya. 

Di titik ini, Ramadan seharusnya melahirkan kesadaran kolektif. Bukan hanya tentang kesetaraan antarmanusia, tetapi juga tentang hubungan kita dengan alam.

Sebab, selama ini kita memperlakukan bumi seolah ia terpisah dari diri kita. Padahal kita tumbuh darinya, hidup darinya, dan akan kembali kepadanya.

Maka penyucian tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Ia harus menjalar pada cara kita menjaga tanah, air, dan hutan—agar Ramadan tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi juga memulihkan bumi.

Cara pandang ini tidak hanya hidup di satu wilayah. Ia menjalar di banyak pulau yang tanahnya kaya, tetapi manusianya kerap terabaikan. Dan saya tidak perlu pergi jauh untuk melihatnya.

Saya melihatnya di Halmahera—tanah yang membesarkan saya. Di sana, relasi kuasa berdiri lebih tinggi dari suara rakyat. Ketidakadilan tidak lagi mengejutkan; ia telah menjadi kebiasaan.

Ramadan akan benar-benar terasa jika pertobatan kita meluas—bukan hanya dari dosa pribadi, tetapi juga dari luka yang kita sebabkan pada bumi. Larut dalam sujud untuk memohon ampun, lalu bangkit dengan kesadaran menjadi khalifah: penjaga, bukan perusak.

  • Penulis: Gilang Hi Adam
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMI Cabang Pulau Morotai mengecam dugaan tindakan represif oknum Satpol PP saat demo di kantor Bupati. Kasatpol PP sebut kontak fisik hal biasa karena cuaca panas.

    Normalisasi Kekerasan? Kasatpol PP Morotai Sebut Pukuli Aktivis HMI “Hal Biasa”

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 752
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Gelombang protes yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tertindas (ARIT) di depan Kantor Bupati Pulau Morotai berakhir ricuh pada Senin (4/5/2026) pagi. Aksi yang melibatkan koalisi besar organisasi mahasiswa dan rakyat tersebut diwarnai dugaan tindakan represif Satpol PP Morotai terhadap sejumlah demonstran. Aliansi ARIT sendiri merupakan gabungan dari berbagai organisasi lintas […]

  • ​Naswin Rowo Ajak Lulusan Unipas Mengabdi, Atasi Krisis Operator Dapodik di Morotai

    ​Naswin Rowo Ajak Lulusan Unipas Mengabdi, Atasi Krisis Operator Dapodik di Morotai

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 327
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI-Guna memutus rantai kendala klasik pendataan sekolah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, meluncurkan gagasan strategis dengan mengajak para sarjana komputer lokal turun tangan. Ketua DPC PKB Pulau Morotai periode 2026–2031 tersebut mengimbau para lulusan Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, khususnya dari program studi Teknik Informatika yang belum memiliki kesibukan, untuk […]

  • Euforia Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Hijaukan Kota Daruba

    Euforia Piala Dunia 2026, Suporter Brasil Hijaukan Kota Daruba

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 223
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Pulau Morotai kembali dipenuhi semangat sepak bola dunia. Ribuan penggemar Timnas Brasil menggelar konvoi akbar mengelilingi Kota Daruba, Jumat (19/6), sebagai bentuk dukungan jelang laga Timnas Brasil melawan Timnas Haiti. Iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat memadati sejumlah ruas jalan utama sambil membawa bendera kuning-hijau serta membunyikan klakson secara serentak. […]

  • Pengelolaan Dana PAGU RS Pratama Bisui Diduga Kurang Transparan, Staf Minta Akuntabilitas

    Pengelolaan Dana PAGU RS Pratama Bisui Diduga Kurang Transparan, Staf Minta Akuntabilitas

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 800
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, BISUI, GANE TIMUR TENGAH – Rabu (25/06/25)  Pengelolaan Dana PAGU atau yang biasa disebut dana rutin di Rumah Sakit Pratama Bisui kini menjadi perhatian sejumlah pihak internal. Terdapat catatan bahwa pemanfaatan dana tersebut masih perlu dioptimalkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan. Seorang sumber di lingkungan RS Pratama Bisui yang enggan disebutkan namanya menyatakan, “Ada ketidakjelasan […]

  • Kebakaran Ternate ilustrasi

    Kebakaran di Ternate Marak, LBH Ansor Desak Polres Lakukan Penyelidikan Menyeluruh

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Kebakaran di Ternate yang terjadi secara beruntun dalam beberapa waktu terakhir memicu perhatian serius dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menyoroti sedikitnya empat peristiwa kebakaran yang terjadi di lokasi berbeda, yakni Bastiong Talangame, kawasan Stadion, Kelurahan Takoma (Warung Bakso Fajar), serta wilayah Perikanan. […]

  • Santri Darul Falah Raih Prestasi Gemilang dalam STQH 2025 di Halmahera Timur

    Santri Darul Falah Raih Prestasi Gemilang dalam STQH 2025 di Halmahera Timur

    • calendar_month Sabtu, 1 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 802
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Halmahera Timur, Maret 2025 – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) 2025 yang diselenggarakan di Kabupaten Halmahera Timur kembali menjadi ajang prestasi bagi santri-santri dari Pesantren Darul Falah. Pada event tahun ini, Darul Falah mengikutkan empat santri terbaiknya yang bersaing dalam cabang lomba hafalan hadist. Meskipun hanya mengirimkan beberapa perwakilan, hasil […]

expand_less