KKN UGM dan Akademisi Unipas Morotai Gelar Sosialisasi serta Aksi Tanam Mangrove di Desa Koloray
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II yang bertugas di Desa Koloray, akademisi Universitas Pasifik (Unipas) Morotai dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan biota laut serta aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, MOROTAI — Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode II yang bertugas di Desa Koloray, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, berkolaborasi dengan akademisi Universitas Pasifik (Unipas) Morotai dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan biota laut serta aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Desa Koloray dan dihadiri oleh pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Akselerasi Ekowisata Berbasis Kearifan Lokal melalui Sinergi Infrastruktur Adaptif Vernakular untuk Menghubungkan Rantai Nilai Agrobahari.”
Materi sosialisasi disampaikan oleh tiga narasumber sesuai bidang keahlian masing-masing, yakni Iswan Wahab, S.Pi., M.Si., Sukarmin Idrus, S.Pi., M.Si., dan Asy’ari, S.Pi., M.Si.
Akademisi Unipas Morotai, Iswan Wahab, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat turut aktif mendukung upaya pelestarian lingkungan sehingga mampu memberikan dampak positif yang nyata, terutama dalam mencegah abrasi di wilayah pesisir,” ujarnya.
Koordinator Mahasiswa Unit Arungi Morotai, Asriq Nur Ardiansyah, menyampaikan bahwa penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat yang terdampak abrasi.
Ia berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga ekosistem mangrove serta meningkatkan kesadaran dalam melestarikan sumber daya alam yang dimiliki Desa Koloray.
Usai kegiatan sosialisasi, peserta melanjutkan agenda dengan penanaman mangrove di sejumlah titik pesisir yang mengalami abrasi.
Asy’ari, menjelaskan bahwa penanaman mangrove menjadi langkah penting karena abrasi di Desa Koloray terus terjadi meskipun telah dibangun talut penahan ombak.
“Talut yang ada tidak akan bertahan selamanya dan pada musim tertentu dapat mengalami kerusakan. Karena itu, mangrove menjadi solusi alami yang harus dijaga bersama,” katanya.
Ia juga berharap masyarakat dapat terus memantau dan merawat mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik.
Sementara itu, Sukarmin Idrus, selaku pengurus Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), menegaskan bahwa sosialisasi harus diikuti dengan implementasi nyata yang bersifat edukatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Setelah penanaman, kita harus bersama-sama menjaga dan merawat mangrove hingga tumbuh dan berkembang menjadi pelindung alami dari ombak dan arus laut,” ungkapnya.
Kepala Desa Koloray, Zulfikar Ladjame, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN-PPM UGM, akademisi Unipas Morotai, dan KKMD atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penanaman mangrove tersebut.
Ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memberikan dukungan berupa bantuan bibit mangrove dan perhatian lebih terhadap wilayah-wilayah pesisir yang terdampak abrasi, khususnya di Desa Koloray.
- Penulis: Mujizad Mandea
- Editor: Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar