Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Demonstrasi Harus Bergeser dari Penyampaian Aspirasi Menuju Desakan Keputusan Politik

Demonstrasi Harus Bergeser dari Penyampaian Aspirasi Menuju Desakan Keputusan Politik

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Hari ini banyak terjadi demonstrasi diberbagai daerah, hal ini disebabkan karena situasi negara semakin kesini semakin mengkhawatirkan maka mahasiswa dan masyarakat sipil turun ke jalan untuk mengevaluasi negara. namun pola pergerakan yang terjadi saat ini terlalu usang dan kumuh sehinggah isu dan tuntutan yang dibawa akan selalu berdebu dilaci-laci pemerintahan tanpa adanya realisasi yang nyata. Sehingga pola pergerakan yang dibangun seharusnya dirubah dan mulai mengarah pada desakan agar lembaga legislatif menjalankan fungsi konstitusionalnya secara nyata. Dalam konteks ini, fokus gerakan seharusnya bukan lagi sekadar menyampaikan tuntutan kepada pemerintah, melainkan mendesak DPR RI beserta DPRD Provinsi untuk segera menggelar rapat darurat sebagai bentuk respons politik atas aspirasi publik.

Secara konstitusional, DPR memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Oleh karena itu, ketika berbagai tuntutan masyarakat telah disampaikan secara luas melalui demonstrasi di berbagai daerah, DPR memiliki kewajiban politik untuk membahasnya secara terbuka melalui mekanisme resmi, seperti rapat komisi, rapat gabungan, maupun rapat paripurna.

Kenapa Strategi Demonstrasi Perlu Bergeser?

Selama beberapa tahun terakhir, pola demonstrasi di Indonesia cenderung berulang: massa turun ke jalan, menyampaikan tuntutan, perwakilan diterima, lalu aksi berakhir tanpa kepastian mengenai tindak lanjut politik. Kondisi tersebut menyebabkan banyak aspirasi berhenti pada tahap simbolik.

Kini, berbagai aksi mahasiswa mulai mengonsolidasikan tuntutan yang lebih spesifik, di antaranya:

  • Evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Perluasan pendidikan gratis yang berkualitas.
  • Percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
  • Pembebasan tahanan politik menurut mekanisme hukum yang berlaku.
  • Reformasi institusi penegak hukum.
  • Penguatan demokrasi dan perlindungan hak-hak sipil dll.
    Beberapa tuntutan tersebut muncul dalam berbagai aksi mahasiswa dan gerakan masyarakat sipil sepanjang 2025–2026.

Data Menunjukkan Aspirasi Semakin Terfokus

Dalam berbagai aksi nasional, isu yang paling konsisten muncul bukan lagi sekadar kritik terhadap pemerintah, tetapi tuntutan agar DPR segera menyelesaikan berbagai agenda legislasi yang dianggap mendesak.
Contohnya adalah RUU Perampasan Aset. Setelah bertahun-tahun menjadi wacana, DPR akhirnya menetapkan RUU tersebut masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025–2026. Artinya, secara prosedural DPR memang memiliki ruang untuk membahas dan mengesahkannya apabila terdapat kemauan politik yang cukup.

Di berbagai daerah, aksi mahasiswa juga secara eksplisit memasukkan percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai salah satu tuntutan utama bersama evaluasi program MBG dan kebijakan publik lainnya.

Mengapa Mendesak Rapat Darurat DPR Menjadi Relevan?

Rapat darurat bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan mekanisme formal agar tuntutan masyarakat tidak berhenti sebagai slogan demonstrasi. Melalui rapat resmi, DPR dapat:

Menetapkan prioritas pembahasan RUU yang menjadi tuntutan publik.
Memanggil kementerian terkait untuk memberikan penjelasan mengenai implementasi program seperti MBG maupun Kopdes. Menggunakan fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBN.
Menyampaikan sikap politik DPR secara terbuka kepada masyarakat.

Tanpa adanya forum pengambilan keputusan seperti rapat resmi, demonstrasi berpotensi hanya menghasilkan tekanan politik tanpa kepastian tindak lanjut. Walaupun DPRD Provinsi tidak memiliki kewenangan membentuk undang-undang nasional, namun DPRD tetap dapat Mengeluarkan rekomendasi politik kepada DPR RI, Menyampaikan aspirasi masyarakat daerah secara resmi, Menggelar rapat dengan mendengar pendapat mahasiswa dan masyarakat sipil dan Mendorong pemerintah daerah menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat secara transparan dan terpublikasi. Dengan demikian, tekanan politik dapat dibangun secara berjenjang dari daerah hingga tingkat nasional.

  • Penulis: Suhail Elly, S.Ak, Pendiri HMI (P) Ali Maksum
  • Editor: Musta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “PENGAHAPUSAN AMBANG BATAS PENCALONAN PRESIDEN DALAM PUTUSAN MK: LANGKAH MAJU ATAU MUNDUR BAGI INDONESIA?”

    “PENGAHAPUSAN AMBANG BATAS PENCALONAN PRESIDEN DALAM PUTUSAN MK: LANGKAH MAJU ATAU MUNDUR BAGI INDONESIA?”

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    sumber foto : Istimewa Belum lama ini, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan nomor 62/PUU-XXII/2024 yang memutuskan tentang penghapusan ambang batas pencalonan presiden dalam pemilihan umum (Pemilu) Indonesia. Keputusan ini disambut baik oleh berbagai kalangan. Walaupun demikian, ada yang menentang putusan tersebut dengan berbagai alasan, terutama mengenai apakah langkah ini akanmemperkuat atau justru melemahkan kualitas demokrasi […]

  • Jangan Sepelekan! Ini 8 Manfaat Luar Biasa Jalan Kaki Setiap Hari

    Jangan Sepelekan! Ini 8 Manfaat Luar Biasa Jalan Kaki Setiap Hari

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 653
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Jalan kaki sering dianggap sebagai aktivitas sederhana, tetapi tahukah Anda bahwa kebiasaan ini menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan fisik dan mental? Tidak perlu waktu lama, cukup 20-30 menit setiap hari, Anda sudah bisa merasakan dampak positifnya. Yuk, simak urutan manfaat jalan kaki berikut ini! 1. Meningkatkan Suasana Hati Stres dan mood buruk bisa diatasi […]

  • Himpunan Mahasiswa Islam Yogyakarta menuntut keadilan bagi aktivis Madarudin Lapandewa korban kekerasan"

    Kekerasan Madarudin Lapandewa: HMI Yogyakarta Desak Pihak berwajib Tindak Tegas Pelaku di Desa Ilath

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.542
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (22/8/25) Kekerasan terhadap Madarudin Lapandewa di Desa Ilath, Pulau Buru, Maluku, memicu respon keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Pada 17 Agustus lalu, sekelompok orang memukul Madarudin hingga ia mengalami luka serius. korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut. Formatur Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, mengecam […]

  • Sarbin Sehe Ikuti Retret di Akmil Magelang untuk Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

    Sarbin Sehe Ikuti Retret di Akmil Magelang untuk Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Magelang, (27/2/25) – Setelah menjalani serangkaian kegiatan pasca-pelantikan sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe bertolak ke Magelang untuk mengikuti kegiatan retret selama dua hari, mulai hari ini, Kamis (27/2/25), hingga besok, Jumat (28/2/25). Kegiatan ini digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah. […]

  • Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Benda, Alfi Yuda, saat memberikan keterangan terkait perubahan jabatan di lingkungan kesehatan Kota Tangerang, Jumat (30/1/2026). Ia menekankan pentingnya perbaikan fasilitas dan sistem administrasi guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. (Foto: Dok. Istimewa/PusatBerita)

    Layanan Kesehatan di Tangerang Disorot, Karang Taruna Benda: Rotasi Pejabat Harus Jadi Solusi!

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 242
    • 0Komentar

    TANGERANG (BALENGKO) – Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Benda, Alfi Yuda, mendukung penuh langkah rotasi jabatan di lingkungan dinas kesehatan Kota Tangerang. Perubahan struktur ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total terhadap kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Benda. Alfi menegaskan bahwa penyegaran jabatan harus berdampak langsung pada kecepatan dan ketepatan penanganan pasien di Puskesmas maupun RSUD. “Kesehatan […]

  • Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Source : Istimewa

    Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Ekonomi seringkali dipersepsikan sebagai ilmu yang rumit, penuh angka, grafik, dan istilah teknis yang hanya layak dipelajari di bangku sekolah menengah atau perguruan tinggi. Padahal, tanpa disadari, aktivitas ekonomi justru paling awal dan paling sering dijalani manusia sejak usia kanak-kanak. Saat seorang anak memilih jajanan di sekolah, menabung menggunakan celengan, atau meminta orang tuanya membelikan, […]

expand_less