Pedagang Ikan dan Barito di Pasar Modern CBD Morotai Keluhkan Penurunan Pendapatan Selama Festival
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 69
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pedagang Pasar Modern CBD Morotai keluhkan pendapatan menurun. (Source: Istimewa)
MOROTAI, BALENGKO SPACE — Sejumlah pedagang ikan dan barito di Pasar Modern, kawasan Central Business District (CBD) Pulau Morotai, mengeluhkan penurunan pendapatan selama dua hari pelaksanaan festival. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi penutupan jalan utama yang berdampak pada berkurangnya akses masyarakat untuk berbelanja.
Salah satu pedagang, Nurma Diki, mengungkapkan bahwa pendapatannya mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelum festival berlangsung. Ia menyebutkan, sebelum festival, pendapatan hariannya berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
Namun, sejak festival berlangsung, jumlah pembeli mulai berkurang. Bahkan, menurut pengakuannya, pendapatan yang sebelumnya mencapai ratusan ribu rupiah mengalami penurunan drastis.
“Pendapatan kami sebelum festival sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu sehari. Tetapi, saat festival berlangsung, pendapatan mulai berkurang karena masyarakat yang masuk untuk membeli juga semakin sedikit,” ungkap Nurma saat diwawancarai, Selasa (27/10/2026).
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Wa Ode Ati. Ia mengatakan, selama tiga hari pelaksanaan festival, pendapatannya hanya berkisar Rp50 ribu atau bahkan tidak mencapai Rp100 ribu.
Menurut Wa Ode Ati, kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menutupi biaya operasional dan mengembalikan modal usaha. Sepinya pembeli menyebabkan ikan yang dijual sering tersisa, sementara pedagang tetap harus mengeluarkan biaya untuk membeli es dan air agar dagangan tetap terjaga.
“Kalau sebelum festival, pendapatan bisa mencapai sekitar Rp300 ribu sehingga modal masih bisa kembali. Tetapi, saat festival, pendapatan menurun drastis. Pembeli sepi, ikan masih tersisa, sedangkan kami tetap harus membeli es dan air,” tuturnya.
Ia juga mengaku, kondisi tersebut berdampak pada simpanan yang selama ini digunakan untuk menopang usaha. Menurutnya, simpanan yang sebelumnya mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta kini telah habis karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan usaha di tengah menurunnya pendapatan.
Wa Ode Ati menduga, penutupan akses jalan dan kecenderungan masyarakat berbelanja di tempat lain turut memengaruhi sepinya pembeli di lokasi tersebut.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan harian dari aktivitas jual beli di Pasar Modern CBD. Di tengah berlangsungnya kegiatan festival, mereka berharap aktivitas perdagangan tetap berjalan dan akses masyarakat menuju lokasi usaha tidak terhambat.
- Penulis: Muh. Muzijad Mandea
- Editor: Redaksi BS

Saat ini belum ada komentar