Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BELANDA, RIWAYATMU DULU

BELANDA, RIWAYATMU DULU

  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 761
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 Ketika Van Heutsz diangkat menjadi gubernur Jenderal, Snouck kemudian ditawarkan jabatan tertinggi menjadi seorang gubernur Aceh. Snouck menolak jabatan itu, karena dia sudah kelelahan dengan intrik dan persaingan antar-pejabat Hindia Belanda. Snouck memutuskan dengan memilih lebih baik kembali ke Belanda asal-muasalnya. Snouck pun berhenti bertualang, menjauhi urusan kolonial, fokus menjadi guru besar, lalu pada akhirnya menjadi Rektor Universitas Leiden hingga akhir hayatnya.

Maka dengan senang hati, saya pun merasa gembira, serta saya pun bangga untuk kemudian berfoto di depan rumahnya Snouck di Leiden. Saya pun secara otomatis teringat pada sejarah munculnya gerakan politik Islam Hindia Belanda di Indonesia yang dimainkan oleh Snouck. Pikiran saya serentak tertuju pada bangsa Indonesia yang merupakan sebuah negeri berpenduduk mayoritas Muslim yang berhasil dipecahbelahkan oleh Snouck. Saya juga teringat kembali betapa agama Islam di Indonesia dalam sejarahnya secara terus menerus menyadarkan pemeluknya bahwa mereka harus membebaskan diri dari cengkeraman bangsa penjajah Belanda.

Di lain sisi, saya juga dengan asik memperhatikan bangunan Kincir Angin ini memiliki peranan sangat urgen di Kota Amsterdam negara Belanda, karena eksistensi bangunan Kincir Angin ini memiliki beragam fungsi, salah satu fungsinya untuk memompa air keluar dari dataran rendah untuk kemudian mengalirkan airnya kembali ke sungai di Kota Amsterdam negara Belanda. Kota Amsterdam sebagai “water city”-Kota air dalam istilah saya sih kawan! karena saya pernah menyaksikan bahwa Kota Amsterdam di negara Belanda ini memang dikelilingi oleh kanal-kanal air. Banyak yang saya lihat juga berdiri tegak bangunan Kincir Angin ketika saya berada di Kota Amsterdam negara Belanda, dan diperkirakan berjumlah 26 % (dua puluh enam persen) wilayah negara Belanda ini berada dibawah permukaan air laut. Sehingga, kondisi seperti inilah yang menyebabkan banyak lahan-tanah yang terdapat di negara Belanda yang sering mangalami kebanjiran atau mudahnya negara Belanda ini terendam air dalam riwayatnya tempo dulu sih. Tapi, saat ini, Kota Amsterdam negara Belanda tidak pernah lagi mengalami kebanjiran dan Kotanya sangat kering bahkan memiliki karakteristik “green city”-Kota Hijau dan sangat ramah lingkungan. Hal ini, karena negara Belanda sangat berhasil membuat kanal-kanal air dan berhasil membuat dinding-dinding yang efektif untuk menahan volume airnya untuk tidak meluap atau mengalami banjir bandang, dan kanal-kanal yang dibangun itu berfungsi sangat siginifikan untuk mengaliri air sungai di Kota Amsterdam itu menuju ke arah lautnya. Karena negara Belanda dikenal dengan sistem pengelolaan airnya yang sangat canggih. Kini, bangunan Kincir Angin di negara Belanda menjadi salah satu warisan budaya Unisco dan dijadikan sebagai salah satu negara tempat wisata unggulan di dunia, karena negara Belanda memiliki jumlah bangunan Kincir Angin terbanyak di dunia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Putra Daerah Halut di Jakarta Kecam DLH: Jangan Jadi Penonton Saat Hutan Ngidiho Dibabat!

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sebagai putra daerah Halmahera Utara, Wempy mengingatkan bahwa kepentingan ekonomi sesaat tidak boleh mengorbankan keberlanjutan hidup masyarakat. Ia menguraikan lima dampak fatal yang mengintai jika pembabatan hutan untuk aktivitas tambang ini tidak segera dihentikan: “Hutan Halmahera bukan sekadar ruang produksi, tapi sistem kehidupan. Kami tidak akan tinggal diam melihat eksploitasi jangka pendek yang mengorbankan masa […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Tiga Kampus Besar di Maluku Utara Gelar Sparing Debat Hukum, Bahas 21 Isu Strategis Nasional

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 235
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tiga lembaga debat hukum dari universitas terkemuka di Provinsi Maluku Utara sukses menggelar kolaborasi akbar bertajuk “Sparing Debat Hukum 2026”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 15–19 Januari 2026 ini, bertujuan untuk mencetak generasi muda yang kritis dan peka terhadap dinamika ketatanegaraan nasional. Kolaborasi ini melibatkan tiga organisasi kemahasiswaan, yakni Centre for […]

  • Hari Guru Nasional: Pujian dan Derita yang Tak Pernah Selesai Diucapkan

    Hari Guru Nasional: Pujian dan Derita yang Tak Pernah Selesai Diucapkan

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Hari Guru Nasional selalu datang dengan suasana penuh penghormatan. Media sosial ramai, sekolah menggelar upacara, siswa membacakan puisi, dan berbagai instansi berlomba-lomba mengucapkan terima kasih kepada “pahlawan tanpa tanda jasa”.

  • KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Keshalehan sosial seorang Kepala Daerah Sherly Tjoanda Laos, bahwa dimana secara nyata dia adalah seorang Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, dan pada saat yang sama, dia juga sebagai pemeluk agama miniroritas, tidak hanya dilihat pada kedispilinannya melaksanakan […]

  • Generasi muda Moloku Kie Raha sedang mengikuti diskusi budaya dan sejarah lokal

    Generasi Muda Moloku Kie Raha dan Tanggung Jawab Merawat Warisan Leluhur

    • calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
    • account_circle Muhamad Affath Hidayah
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Sudah berapa kali kita ganti pemimpin, tapi kita masih sangat jauh dari harapan, apalagi sejahtera hanya sebagai slogan. Berapa kali juga kita memilih pemimpin, namun selalu menghasilkan pemerintahan yang bobrok, artinya yang dijanjikan saat kampanye tidak searah dengan yang dilaksanakan saat memimpin. Berkoar tentang keadilan, kemajuan, dan kemaslahatan umat, namun realitas di lapangan malah sebaliknya, […]

  • Sumber foto : Istimewa

    LBH Ansor Malut Persoalkan Dasar Hukum Klaim Lahan Polda di Ubo-Ubo

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 199
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyatakan sikap terkait langkah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara terhadap warga Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan. LBH Ansor menilai proses pidana terkait dugaan penyerobotan lahan dan memasuki pekarangan tanpa izin tersebut belum memenuhi prinsip kepastian hukum. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, mengungkapkan […]

expand_less