Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BELANDA, RIWAYATMU DULU

BELANDA, RIWAYATMU DULU

  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 1.178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 Ketika Van Heutsz diangkat menjadi gubernur Jenderal, Snouck kemudian ditawarkan jabatan tertinggi menjadi seorang gubernur Aceh. Snouck menolak jabatan itu, karena dia sudah kelelahan dengan intrik dan persaingan antar-pejabat Hindia Belanda. Snouck memutuskan dengan memilih lebih baik kembali ke Belanda asal-muasalnya. Snouck pun berhenti bertualang, menjauhi urusan kolonial, fokus menjadi guru besar, lalu pada akhirnya menjadi Rektor Universitas Leiden hingga akhir hayatnya.

Maka dengan senang hati, saya pun merasa gembira, serta saya pun bangga untuk kemudian berfoto di depan rumahnya Snouck di Leiden. Saya pun secara otomatis teringat pada sejarah munculnya gerakan politik Islam Hindia Belanda di Indonesia yang dimainkan oleh Snouck. Pikiran saya serentak tertuju pada bangsa Indonesia yang merupakan sebuah negeri berpenduduk mayoritas Muslim yang berhasil dipecahbelahkan oleh Snouck. Saya juga teringat kembali betapa agama Islam di Indonesia dalam sejarahnya secara terus menerus menyadarkan pemeluknya bahwa mereka harus membebaskan diri dari cengkeraman bangsa penjajah Belanda.

Di lain sisi, saya juga dengan asik memperhatikan bangunan Kincir Angin ini memiliki peranan sangat urgen di Kota Amsterdam negara Belanda, karena eksistensi bangunan Kincir Angin ini memiliki beragam fungsi, salah satu fungsinya untuk memompa air keluar dari dataran rendah untuk kemudian mengalirkan airnya kembali ke sungai di Kota Amsterdam negara Belanda. Kota Amsterdam sebagai “water city”-Kota air dalam istilah saya sih kawan! karena saya pernah menyaksikan bahwa Kota Amsterdam di negara Belanda ini memang dikelilingi oleh kanal-kanal air. Banyak yang saya lihat juga berdiri tegak bangunan Kincir Angin ketika saya berada di Kota Amsterdam negara Belanda, dan diperkirakan berjumlah 26 % (dua puluh enam persen) wilayah negara Belanda ini berada dibawah permukaan air laut. Sehingga, kondisi seperti inilah yang menyebabkan banyak lahan-tanah yang terdapat di negara Belanda yang sering mangalami kebanjiran atau mudahnya negara Belanda ini terendam air dalam riwayatnya tempo dulu sih. Tapi, saat ini, Kota Amsterdam negara Belanda tidak pernah lagi mengalami kebanjiran dan Kotanya sangat kering bahkan memiliki karakteristik “green city”-Kota Hijau dan sangat ramah lingkungan. Hal ini, karena negara Belanda sangat berhasil membuat kanal-kanal air dan berhasil membuat dinding-dinding yang efektif untuk menahan volume airnya untuk tidak meluap atau mengalami banjir bandang, dan kanal-kanal yang dibangun itu berfungsi sangat siginifikan untuk mengaliri air sungai di Kota Amsterdam itu menuju ke arah lautnya. Karena negara Belanda dikenal dengan sistem pengelolaan airnya yang sangat canggih. Kini, bangunan Kincir Angin di negara Belanda menjadi salah satu warisan budaya Unisco dan dijadikan sebagai salah satu negara tempat wisata unggulan di dunia, karena negara Belanda memiliki jumlah bangunan Kincir Angin terbanyak di dunia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerakan Pangan Murah (Gapura) Sambut Bulan Ramadhan di Kota Ternate

    Gerakan Pangan Murah (Gapura) Sambut Bulan Ramadhan di Kota Ternate

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 895
    • 0Komentar

    Dok. Balengko Space Ternate, (27/2/25) – Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara menggelar Gerakan Pangan Murah (Gapura) di Lapangan Ngaralamo (Salero), Kota Ternate, pada pukul 09.00 WIT. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat dan sejumlah instansi terkait. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga kestabilan harga bahan pangan menjelang bulan suci Ramadhan. Sosialisasi Bank Indonesia untuk Masyarakat […]

  • Sarbin Sehe Apresiasi Putusan MK dan Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Maluku Utara

    Sarbin Sehe Apresiasi Putusan MK dan Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Sumber Illustrasi : Facebook Kanwil Kemenag Sulut Ternate, (6/2/25) – Melalui saluran WhatsApp dalam menjawab pertanyaan awak media, Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) atas putusan yang telah diambil terkait Pilgub Maluku Utara. Menurut Sarbin Sehe, dalam proses demokrasi ini tidak ada pihak yang kalah atau menang. Yang […]

  • Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.292
    • 0Komentar

    Balengko Space – Yogyakarta, (23 Mei 2025) Mahasiswa Halmahera Timur yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait penahanan 11 warga masyarakat adat Maba, Desa Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur. Mereka mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk meninjau kembali proses hukum yang sedang berjalan serta memastikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat. Diketahui […]

  • Source : www.vice.com

    Belajar Nasionalisme dari Etnis Tionghoa

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Komunitas Tionghoa sangat menarik untuk dicatat karena terdapat beberapa literatur menegaskan perihal asal-muasal etnis Tionghoa di Indonesia. Etnis ini berawal dari para migran yang masuk ke nusantara ratusan tahun yang lalu. Mereka datang dengan latar belakang sejarah Tiongkok yang tua dan besar-empat ribu tahun yang lalu. Implikasinya, etnis Tionghoa yang tersebar di seluruh Asia Tenggara-bahkan […]

  • Gunawan Fiantara, Koordinator Wilayah Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) DIY, menyampaikan pandangan dalam Dialog Kebangsaan bertema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” di Canggir Bumi Coffee, Yogyakarta, Senin (27/10/2025).

    Aliansi Mahasiswa Nusantara Gelar Dialog Kebangsaan: Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Suara Kritis Kaum Muda

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) menggelar Deklarasi dan Dialog Kebangsaan bertema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda” pada Senin, 27 Oktober 2025, di Canggir Bumi Coffee, Yogyakarta.Kegiatan ini menjadi ruang refleksi terbuka bagi generasi muda untuk menilai arah kebijakan nasional sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai aktor strategis dalam […]

  • Aksi damai Forum BEM Se-DIY memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269 dengan tema Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang.

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Damai: Maklumat Jogja, Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 8 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Se–Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM Se-DIY) menggelar aksi damai bertajuk “Menggugah Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan, Budaya sebagai Penopang.” Aksi ini bukan sekadar seremonial peringatan, melainkan refleksi moral dan politik terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai semakin […]

expand_less