Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BELANDA, RIWAYATMU DULU

BELANDA, RIWAYATMU DULU

  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 1.280
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 Ketika Van Heutsz diangkat menjadi gubernur Jenderal, Snouck kemudian ditawarkan jabatan tertinggi menjadi seorang gubernur Aceh. Snouck menolak jabatan itu, karena dia sudah kelelahan dengan intrik dan persaingan antar-pejabat Hindia Belanda. Snouck memutuskan dengan memilih lebih baik kembali ke Belanda asal-muasalnya. Snouck pun berhenti bertualang, menjauhi urusan kolonial, fokus menjadi guru besar, lalu pada akhirnya menjadi Rektor Universitas Leiden hingga akhir hayatnya.

Maka dengan senang hati, saya pun merasa gembira, serta saya pun bangga untuk kemudian berfoto di depan rumahnya Snouck di Leiden. Saya pun secara otomatis teringat pada sejarah munculnya gerakan politik Islam Hindia Belanda di Indonesia yang dimainkan oleh Snouck. Pikiran saya serentak tertuju pada bangsa Indonesia yang merupakan sebuah negeri berpenduduk mayoritas Muslim yang berhasil dipecahbelahkan oleh Snouck. Saya juga teringat kembali betapa agama Islam di Indonesia dalam sejarahnya secara terus menerus menyadarkan pemeluknya bahwa mereka harus membebaskan diri dari cengkeraman bangsa penjajah Belanda.

Di lain sisi, saya juga dengan asik memperhatikan bangunan Kincir Angin ini memiliki peranan sangat urgen di Kota Amsterdam negara Belanda, karena eksistensi bangunan Kincir Angin ini memiliki beragam fungsi, salah satu fungsinya untuk memompa air keluar dari dataran rendah untuk kemudian mengalirkan airnya kembali ke sungai di Kota Amsterdam negara Belanda. Kota Amsterdam sebagai “water city”-Kota air dalam istilah saya sih kawan! karena saya pernah menyaksikan bahwa Kota Amsterdam di negara Belanda ini memang dikelilingi oleh kanal-kanal air. Banyak yang saya lihat juga berdiri tegak bangunan Kincir Angin ketika saya berada di Kota Amsterdam negara Belanda, dan diperkirakan berjumlah 26 % (dua puluh enam persen) wilayah negara Belanda ini berada dibawah permukaan air laut. Sehingga, kondisi seperti inilah yang menyebabkan banyak lahan-tanah yang terdapat di negara Belanda yang sering mangalami kebanjiran atau mudahnya negara Belanda ini terendam air dalam riwayatnya tempo dulu sih. Tapi, saat ini, Kota Amsterdam negara Belanda tidak pernah lagi mengalami kebanjiran dan Kotanya sangat kering bahkan memiliki karakteristik “green city”-Kota Hijau dan sangat ramah lingkungan. Hal ini, karena negara Belanda sangat berhasil membuat kanal-kanal air dan berhasil membuat dinding-dinding yang efektif untuk menahan volume airnya untuk tidak meluap atau mengalami banjir bandang, dan kanal-kanal yang dibangun itu berfungsi sangat siginifikan untuk mengaliri air sungai di Kota Amsterdam itu menuju ke arah lautnya. Karena negara Belanda dikenal dengan sistem pengelolaan airnya yang sangat canggih. Kini, bangunan Kincir Angin di negara Belanda menjadi salah satu warisan budaya Unisco dan dijadikan sebagai salah satu negara tempat wisata unggulan di dunia, karena negara Belanda memiliki jumlah bangunan Kincir Angin terbanyak di dunia.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf saat bertemu dengan kader IPNU se-Indonesia di Jakarta (30/1). (Source : Istimewa)

    Gus Yahya ke Kader IPNU: Langkah Besar NU di Abad Kedua adalah Untuk Masa Depan Kalian

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 185
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa transformasi besar yang dilakukan NU di abad kedua merupakan investasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri. Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pertemuan silaturahmi bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Indonesia di Jakarta, […]

  • Dialog publik Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta (IKPM-HT) bersama PSPK UGM membahas ketimpangan kawasan transmigrasi Patlean, Halmahera Timur, di Gedung PSPK UGM, Yogyakarta, Selasa (13/1/2025). Dok. Balengko Space

    Datang dengan Harapan, Pulang dengan Masalah: Fakta Kawasan Transmigrasi Patlean Dibongkar di UGM

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Yogyakarta (Balengko Space) — Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta (IKPM-HT) Yogyakarta bersama Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar dialog publik bertajuk “Ketimpangan Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara”, Selasa (13/1/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung PSPK UGM ini didukung oleh berbagai organisasi mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta. Dialog […]

  • Episentrum Rempah Dunia Ternate

    Episentrum Rempah Dunia atau Sekadar Citra? Catatan Kritis untuk Ternate

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Amril Hi. Ade (Mahasiswa Kota Ternate yang menempuh pendidikan di Yogyakarta)
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Ternate kembali menyiapkan panggung. Tema “Episentrum Rempah Dunia” diangkat dalam Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026. Agenda pun disusun rapi: festival, simposium, hingga parade budaya. Sekilas, semuanya tampak meyakinkan, seolah dengan kemasan yang tepat, Ternate bisa kembali menjadi pusat perhatian dunia. Namun di balik itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah yang […]

  • Panitia Pelaksana Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kota Tidore Kepulauan

    Panitia Konfercab NU Kota Tidore Kepulauan Pastikan Pelaksanaan Berjalan Lancar

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Tidore (BALENGKO) – Panitia Pelaksana Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tidore Kepulauan memastikan seluruh rangkaian Konferensi Cabang (Konfercab) akan diselenggarakan pada 20 Desember 2025 dan siap berjalan dengan lancar. Kepastian ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Cabang, Jafar Noh Idrus, saat ditemui pada rapat persiapan panitia di Tugulufa, Jumat (21/11/2025). Sebagai Panitia Pelaksana Konferensi […]

  • Karmila, Ketua Umum perempuan pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta periode 2025–2026

    Karmila Terpilih sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 7 Oktober 2025 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta resmi menetapkan Karmila, kader asal Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai Ketua Umum periode 2025–2026 dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) yang digelar pada 4 September 2025 di Omah PMII Yogyakarta. Karmila tercatat sebagai perempuan pertama yang terpilih […]

  • Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, menyampaikan bahwa proyek pembangunan talud di Desa Yayasan telah rampung 100 persen dan dilaksanakan sesuai masa kontrak Tahun Anggaran 2025.

    Kadis PUPR Morotai: Proyek Talud Desa Yayasan Senilai Rp4,1 Miliar Sudah 100 Persen

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) – Pekerjaan pembangunan talud di Desa Yayasan, Kabupaten Pulau Morotai, yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025, kini telah mencapai progres 100 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa, (6/1/25). Fahmi menjelaskan, proyek […]

expand_less