Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BELANDA, RIWAYATMU DULU

BELANDA, RIWAYATMU DULU

  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 1.085
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 Oleh karena itu, bangunan Kincir Angin membuat mudah atas semua pekerjaan berat di bidang pertanian dalam riwayatmu dulu Kota Amsterdam negara Belanda. Karena, sampai hari ini, saya ketika berada di Kota Amsterdam negara Belanda masih sempat menyaksikan bangunan Kincir Angin yang bediri tegak di Kota Amsterdam negara Belanda. Dengan, perkembangan peradaban teknologi di negara Belanda dewasa ini, maka bangunan Kincir Angin ini, tidak banyak lagi digunakan oleh warga negara Belanda. Karena, sebagian bangunan Kincir Angin sudah menjadi benda mati atau telah menjadi situs sejarah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang melancong ke negara Belanda untuk berlibur. Salah satu bangunan Kincir Angin yang Ikonik bagi para wisatawan ketika berkunjung ke negara Belanda antara lain bangunan Kincir Angin yang bernama “Molen de Otter” dan bangunan Kincir Angin bernama “De Gooyer”. Karena kedua bangunan Kincir Angin tersebut usinya sangat tertua di Kota Amsterdam negara Belanda, dan keduanya pertama kali di bangun pada abad ke-17 yang terdapat di area Kostverlorenvaart Kota Amsterdam negara Belanda. Di sini, terdapat aliran air di sekitar Kincir Angin ini yang airnya mengalir sangat besar pada tempo dulu, sehingga dimanfaatkan oleh warga negara Belanda yang tinggal di sekitarnya sebagai sarana transportasi dari bahan kayu. Dan, lebih-lebih kayu-kayu tersebut kemudian dikeringkan dan mereka mengolahnya menjadi papan kayu untuk dijadikan sebagai konstruksi untuk bahan membangun rumah-rumah mereka dan/atau sebagai bahan untuk membuat kapal-kapal mereka pada tempo dulu.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I di depan Lab Pendidikan Geografi Unkhair, anggota membaca dan berdiskusi untuk tingkatkan literasi.

    Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I Tingkatkan Literasi Anggota

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 555
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE– Ternate, (15/8/25), Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I menjadi program literasi rutin untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada 13 Agustus 2025 di depan ruang Lab Pendidikan Geografi, Universitas Khairun. Pengurus menyediakan berbagai buku sosial, novel, dan pendalaman Alkitab. Peserta membaca buku pilihan, lalu mempresentasikan ringkasan bacaan […]

  • Mengulas polemik pelarangan film Pesta Babi di Indonesia dari sudut pandang hak informasi konstitusional serta kaitannya dengan kajian fikih teologis.

    Polemik Larangan Film “Pesta Babi”: Menakar Hak Informasi dan Hikmah Teologis di Baliknya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis Dosen FUAD IAIN Ternate & Ketua Forum Keberagaman Nusantara Maluku Utara
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Pada akhirnya, umat Islam perlu menyadari bahwa esensi pengharaman daging babi bukan semata-mata karena alasan medis—seperti keberadaan cacing pita yang berbahaya bagi kesehatan, melainkan merupakan bentuk ujian ketaatan mutlak (ta’abbudi) seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ini adalah prinsip sami’na wa atha’na (kami dengar dan kami taat). Kebebasan Informasi dan “Pahala” Kebahasaan Dalam ruang sosial, kita […]

  • Ketua PC PMII D.I. Yogyakarta

    Muh Faisal Terpilih sebagai Ketua PC PMII D.I. Yogyakarta dalam Konfercab XLVI

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Muzsta
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) – Konferensi Cabang (Konfercab) PMII D.I. Yogyakarta ke-46 resmi menetapkan Muh Faisal sebagai Ketua PC PMII DIY terpilih. Proses pemilihan berlangsung pada Senin pagi, 8 Desember 2025, bertempat di Pondok Pesantren Al Kodir, Kaliurang. Pemilihan berlangsung demokratis dengan menghadirkan dua pasangan calon: Setelah melalui proses pemungutan suara, Muh Faisal unggul dan dinyatakan sebagai […]

  • DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong/ Ketua BEM UST Yogyakarta
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Permasalahan mendasar dari semua fenomena kemunduran ini adalah tidak berjalannya fungsi kaderisasi ideologis yang transformatif, alih-alih sekadar kaderisasi administratif belaka. Para elit tua di Majelis Luhur gagal mendidik kader muda yang mampu melampaui capaian mereka, yang dalam filsafat pendidikan justru merupakan indikator utama kegagalan seorang pendidik sejati. Mereka tampaknya lebih nyaman mencetak pengikut yang patuh, […]

  • Audiensi PW GP Ansor Maluku Utara dan Danrem 152/Baabullah, Ini Agenda yang Dibahas

    Audiensi PW GP Ansor Maluku Utara dan Danrem 152/Baabullah, Ini Agenda yang Dibahas

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.441
    • 0Komentar

    “Kami siap berkolaborasi dengan TNI di berbagai bidang. Mulai dari program keagamaan, penguatan sosial masyarakat, hingga upaya kemandirian ekonomi. Alhamdulillah, semua rencana itu disambut dengan sangat baik oleh Pak Danrem dan jajarannya. Kini tinggal menunggu eksekusinya di lapangan,” ungkap Syarif. Ia juga menggarisbawahi bahwa TNI, sejak dahulu hingga kini, selalu hadir dalam kehidupan masyarakat. Peran […]

  • Mantan Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Desak Evaluasi Kabag Kesra Terkait Mangkraknya Pembangunan Masjid Pas Ipa

    Mantan Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Desak Evaluasi Kabag Kesra Terkait Mangkraknya Pembangunan Masjid Pas Ipa

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.097
    • 0Komentar

    Ia menambahkan, jika terbukti ada kelalaian atau kesalahan dalam proses pengawasan, maka evaluasi harus dilakukan secara terbuka dan tegas. “Keterlambatan ini menunjukkan lemahnya koordinasi dan pengawasan dari pihak Kesra. Jika ada kelalaian, kami mendesak agar Kabag Kesra diganti,” tegasnya. Lebih jauh, Mursid juga menuntut transparansi dari Pemerintah Daerah dan meminta Inspektorat Daerah segera turun melakukan […]

expand_less