Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » BELANDA, RIWAYATMU DULU

BELANDA, RIWAYATMU DULU

  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • visibility 962
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Secara semantik kata “Amsterdam” dari kata “Asmtel” yang berarti sebagai sungai, sedangkan kata “Dam” yang berarti bendungan. Karena, sungai Asmtel mengalir dari Selatan ke Utara melalui Kota Amsterdam menuju muara penghubung terbuka, sungai ini memiliki kedalaman tiga meter dan merupakan satu-satunya sungai di Amsterdam-negara Belanda. Sedangkan, bendungan (Dam) dibuat untuk mengendalikan banjir dan menjadi asal-muasal terbentuknya Kota Amsterdam. Dan, lebih anehnya lagi kawan, semua bangunan rumah-rumah warganya di Kota Amsterdam teras rumahnya wajib menghadap ke arah sungai itu. Aneh tapi nyata kawan, orang-orang Belanda lebih suka naik sepeda dan kuat berjalan kaki, karena memang suhunya sangat dingin disana. Maka air keringat pun tidak keluar dari tubuh. Di Belanda, Saya pun tidak pernah melihat orang-orang Belanda naik sepeda motor, karena memang tidak ada sepeda motor. Orang-orang Belanda hidupnya “nafsi-nafsi”-individualistik sangat fokus dengan urusannya masing-masing. Mereka tidak perduli dengan urusan orang lain dan jarang terlihat saling bertegur-sapa satu sama lain. Maka pendatang yang berjalan ditempat keramaian di Belanda sangat dilarang untuk menegur, apalagi jika melihat anak kecil yang cantik dan ganteng, anda jangan coba-coba menegur dan memegang anak itu, karena hal itu merupakan sebuah pelanggaran serius. Dan, yang lebih repot lagi bagi seorang perokok sudah tersedia tempat untuk merokok yang jarang ditemukan, anda tidak boleh merokok pada sembarang tempat, karena itu sebuah pelanggaran berat. Semua orang terikat dalam keteraturan yang menyebabkan negara Belanda ini, sangat indah kotanya dan orang-orang Belanda sangat disiplin dengan waktu. Orang-orang Belanda sangat tinggi kesadarannya dalam menjaga ketertiban umum. Aneh tapi nyata kawan, saya waktu di Belanda, sama sekali tidak pernah melihat yang namanya Polisi berkeliaran di jalan-jalan, karena semua orang taat dengan peraturan lalu-lintas. Dan, masih banyak lagi yang lainnya yang saya akan tulis pada tulisan selanjutnya tentang Islam Belanda kawan!

Bangunan Kincir Angin pada saat ini, memang sangat dibutuhkan untuk menjadi instrumen penting bagi “drainase” bagi lahan yang terendam air sungai di Kota Amsterdam negara Belanda, agar kemudian lahan tersebut dapat difungsikan sebagai lahan pertanian oleh warga negara Belanda. Bangunan Kincir Angin menjadi pilihan terbaik bagi warga negara Belanda sejak tempo dulu, karena dianggap sangat ramah lingkungan dan warga Belanda sangat memanfaatkan tenaga angin sebagai sumber energi yang ramah lingkungan untuk kepentingan pengembangan pertanian dan kepentingan tata ruang perkotaan di Amsterdam negara Belanda. Dan, tenaga angin tersebut akan membantu warga Belanda tempo dulu untuk menyalakan generator-mesin agar berfungsi memompa air sungai keluar dari lahan untuk kemudian menuju ke kanal sungai. Yang jelasnya, tenaga angin yang di engineering itu juga berfungsi secara maksimal untuk mengiringkan lahan yang basah, tenaga angin tersebut juga digunakan untuk menyalakan mesin dalam proses penggilingan gandum atau biji jagung dalam pembuatan tepung sebagai pasokan bahan pangan bagi kehidupan warga negara Belanda, yang setiap harinya meraka adalah pemakan roti dan daging. Bahkan yang lebih dahsyatnya lagi bangunan Kincir Angin ini juga digunakan untuk menggerakkan alat pemotong kayu, dan lebih-lebih manfaat dari bangunan Kincir Angin ini adalah menghasilkan peradaban pembangkit listrik tempo dulu bagi negara Belanda.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpukan sampah rumah tangga di Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate, yang sudah berhari-hari belum diangkut petugas DLH.

    Tumpukan Sampah di Makassar Timur Tak Kunjung Diangkut, Warga Geram

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Agung R. Selang,S.Kom
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Ternate, 3 November 2025 — Warga Kelurahan Makassar Timur dibuat geram akibat tumpukan sampah yang sudah berhari-hari tidak diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate. Kondisi ini menimbulkan bau menyengat yang mengganggu kenyamanan warga. “Ini sudah lewat dari tiga hari, sampah tidak diangkut. Kalau hujan, airnya bercampur dengan bau sampah, bikin mual!” ujar salah […]

  • Makrab PKPM NUKU Yogyakarta 2025: Merajut Kebersamaan Mahasiswa Tidore di Tanah Rantau

    Makrab PKPM NUKU Yogyakarta 2025: Merajut Kebersamaan Mahasiswa Tidore di Tanah Rantau

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle muzsta
    • visibility 738
    • 0Komentar

    balengkospace.com Yogyakarta, 30 Mei 2025 – Perkumpulan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa NUKU (PKPM NUKU) Yogyakarta sukses menggelar Malam Keakraban (Makrab) 2025 di kawasan alam Kulon Progo, DIY. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (30 Mei–1 Juni) ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menyatukan Langkah dalam Harmoni Persaudaraan”, dengan fokus memperkuat ikatan antaranggota dan identitas kultural mahasiswa Tidore di […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi Tidore ke-917

    Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi Tidore ke-917

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Ternate, 11 April 2025 — Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan dalam rangka memperingati Hari Jadi Tidore ke-917 yang jatuh pada tahun 2025 ini. Dalam pernyataannya, KH. Sarbin Sehe mengapresiasi semangat masyarakat Tidore yang terus menjaga nilai-nilai budaya, sejarah, dan persatuan yang […]

  • Makin Berkembang, SSB Saremo Putera Tunjukkan Taring di Kancah Sepak Bola Tidore

    Makin Berkembang, SSB Saremo Putera Tunjukkan Taring di Kancah Sepak Bola Tidore

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 351
    • 0Komentar

    “Tujuan kami bukan sekadar menang. Yang penting kami hadir, konsisten, dan terus berkembang di setiap turnamen,” ujar Kahar saat ditemui, Selasa (25/6/2025). Ia juga mengajak seluruh pendukung datang memberi dukungan langsung pada laga Saremo Putera di Turnamen U-16 pada Kamis (26/6/2025) di Kelurahan Dowora. Manajer tim, Jafar Noh Idrus, menyampaikan terima kasih kepada pemain, pengurus, […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memberikan sambutan pada Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara” di Pendopo Kesultanan Ternate, Jumat (30/1/2026). DOK. BALENGKO

    Gubernur Sherly Dorong Diskusi Buku Empat Kesultanan Masuk Sekolah

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku Utara menggelar Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara”, Jumat (30/1/2026), di Pendopo Kesultanan Ternate. Kegiatan ini membedah empat karya yang mengulas sejarah dan peradaban […]

  • Aksi damai Forum BEM Se-DIY memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269 dengan tema Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang.

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Damai: Maklumat Jogja, Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 8 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Se–Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM Se-DIY) menggelar aksi damai bertajuk “Menggugah Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan, Budaya sebagai Penopang.” Aksi ini bukan sekadar seremonial peringatan, melainkan refleksi moral dan politik terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai semakin […]

expand_less