Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

Sejarah Kepemimpinan Perempuan Pertama Di Maluku Utara Dalam Bingkai Kesetaraan Gender”

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 838
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Isu yang selalu menjadi perbincangan yang hangat adalah Kesetaraan Gender yang selalu mengklaim bahwa perempuan hanya mengurus Rumah Tangga seperti di Dapur, Sumur, Kasur, bahkan hanya untuk melayani suaminya, dan beberapa topik perbincangan lainnya. Olehnya itu perlu dibahas lebih mendalam Kesetaraan Gender didalam kepemimpinan perempuan minimal 30% jumlah kursi di parlemen. Isu Kesetaraan Gender semuanya menarik untuk ditelusuri lebih dalam.

Masalah Perempuan diperbolehkan atau tidaknya menempati posisi pucuk kepemimpinan sudah lama diperdebatkan di kanca publik, wacana kepemimpinan perempuan adalah sesuatu yang selalu menarik untuk dibahas. Pembahasan ini disebabkan karena kepemimpinan merupakan kesepakatan secara bersama antara pemimpin Perempuan maupun pemimpin seorang Laki-Laki serta pengikut dan harus mampu mewujudkan rasa keadilan, rasa aman, untuk menjaga keutuhan sebagai pemimpin dalam masyarakat.

Kesetaraan Gender sampai saat ini bisa dikatakan menjadi polemik penyebabnya belenggu Budaya Patriarki yang melekat di masyarakat. Maka seringkali perempuan selalu dianggap rendah karena tugas perempuan hanya sekadar pekerjaan domestik, ketika masuk ke dalam pucuk kepemimpinan, bahkan perempuan dipandang sebelah mata dan justru akan membawa dampak yang negatif terhadap masyarakat.

Presiden Republik Indonesia ke-4, Abdurrahman Wahid telah memberi peluang kepada perempuan untuk memegang posisi kepemimpinan. Karena Laki-Laki yang terima berada dibawah kepemimpinan perempuan itu sangat penting untuk keberhasilannya, bahkan Abdurrahman Wahid sangat menerima kualifikasi Megawati Soekarno Putri sebagai Presiden Republik Indonesia ke-5.

Menurut Abdurrahman Wahid dalam pandangannya mengatakan, jangan menganggap perempuan lebih lemah dan tidak memiliki kapasitas untuk memimpin jika berhadapan dengan laki-laki. Bisa ditinjau kembali bahwa perempuan telah memegang posisi kekuasaan sepanjang sejarah seperti Ratu Balqis, Cleopatra Margaret Theatcher, Benazir Bhutto, dan Corie Aquino.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Bisa Ganggu Proses Hukum, GP Ansor Morotai Soroti Tekanan Opini Kasus Tunjangan DPRD

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 297
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pulau Morotai, Safrudin Boy, memberikan pernyataan tegas terkait perkembangan dugaan persoalan tunjangan di DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024. Ia menekankan bahwa penanganan perkara yang kini tengah diproses oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara harus tetap berada dalam koridor negara hukum yang murni. Dalam keterangannya di Pulau Morotai […]

  • Pengurus GP Ansor Kota Tidore Kepulauan menggelar rapat evaluasi akhir tahun 2025 di Basecamp Sudut Literasi, Desa Garajou, Kecamatan Oba Utara, sekaligus membahas penguatan ekonomi desa dan tindak lanjut program strategis organisasi. Sumber: Istimewa

    GP Ansor Tidore Tutup 2025 dengan Rapat Evaluasi dan Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Tidore Kepulauan menutup akhir tahun 2025 dengan menggelar rapat pengurus di Basecamp Sudut Literasi, Desa Garajou, Kecamatan Oba Utara, Kamis (25/12/2025). Rapat ini difokuskan pada evaluasi kinerja organisasi selama satu tahun kepengurusan serta tindak lanjut pokok-pokok pikiran strategis dari sembilan kader terbaik pasca Pelatihan Kepemimpinan […]

  • Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    Sumber Foto : BloombergDimas Ardian Pada 6 Februari 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai Persentase Usia Muda (15-24 Tahun) yang Tidak Sedang Sekolah, Bekerja, atau Mengikuti Pelatihan, atau yang dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training). NEET merujuk pada sekelompok penduduk usia muda yang tidak aktif di dunia pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apapun. […]

  • Tunjangan DPRD Malut

    GP Ansor Tidore Kepulauan Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Kasus Tunjangan DPRD Malut

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 235
    • 0Komentar

    TIDORE (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, memberikan pernyataan resmi terkait dinamika hukum yang tengah berkembang di Maluku Utara. Ia mengingatkan pentingnya menempatkan penanganan dugaan persoalan tunjangan di DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024 dalam koridor asas legalitas yang tepat. Dalam pernyataannya pada Selasa (17/2/2026), Jafar menegaskan bahwa […]

  • Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

    Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 572
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram @indra_domdom Jakarta, sebuah kota yang penuh dinamika, menjadi rumah bagi banyak jiwa kreatif. Salah satunya adalah Indra Dom Dom, seorang skateboarder sekaligus beatmaker yang terus menyalakan semangatnya di dua dunia yang penuh tantangan ini. Berikut adalah cerita menariknya dalam perjalanan skate dan musik, yang tak hanya menggambarkan passion, tetapi juga dedikasi […]

  • Dialog publik refleksi 17 tahun Kabupaten Pulau Morotai membahas evaluasi pemekaran dan arah pembangunan daerah

    17 Tahun Morotai: DPRD Soroti Evaluasi Pemekaran dan Arah Pembangunan Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 333
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Memasuki usia ke-17, Kabupaten Pulau Morotai dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar: sejauh mana pemekaran daerah benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat? Refleksi tersebut mengemuka dalam dialog publik bertajuk “Refleksi 17 Tahun Kabupaten Pulau Morotai” yang digelar di Desa Gotalamo, Senin (6/4/2026). Dalam forum itu, anggota DPRD Pulau Morotai, Akbar Mangoda, menegaskan pentingnya […]

expand_less