Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Indeks Kebinekaan Sekolah Maluku Utara Melonjak, Abubakar Abdullah: Ini Prestasi Besar

Indeks Kebinekaan Sekolah Maluku Utara Melonjak, Abubakar Abdullah: Ini Prestasi Besar

  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 343
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Ternate (BALENGKO), 2 April 2026 – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, mengapresiasi capaian indeks kebinekaan sekolah Maluku Utara yang berada di atas rata-rata nasional berdasarkan hasil Asesmen Nasional 2025.

Menurut Abubakar, capaian indeks kebinekaan sekolah Maluku Utara tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter siswa yang inklusif dan toleran.

“Ini sangat menggembirakan. Kualitas pendidikan tidak hanya dilihat dari akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Capaian ini menandai keberhasilan sekolah dalam membangun nilai kebinekaan,” ujarnya saat melakukan monitoring awal pembelajaran di SMA Negeri 4 Ternate, Rabu (1/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sofyan. Dari hasil pemantauan Rapor Pendidikan SMA Negeri 4 Ternate, sejumlah indikator seperti literasi, numerasi, kualitas pembelajaran, iklim inklusivitas, serta indeks kebinekaan sekolah Maluku Utara berada pada kategori “hijau”.

Abubakar menegaskan bahwa capaian ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar sekolah semakin diminati masyarakat. Ia juga berharap data dalam Rapor Pendidikan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Meski demikian, ia menyoroti sejumlah aspek yang masih perlu dibenahi, seperti fasilitas penerangan ruang belajar, kebersihan toilet, serta pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, Abubakar menyebut seluruh jenjang SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara telah mencapai kategori hijau dalam indeks kebinekaan sekolah Maluku Utara. Ia menilai capaian ini sebagai prestasi penting yang harus dijaga secara konsisten.

“Kami berharap seluruh sekolah terus mendorong tumbuhnya ekosistem kebinekaan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan peran guru dan siswa sebagai teladan dalam membangun toleransi dan relasi sosial yang inklusif. Nilai-nilai kebinekaan yang diterapkan di sekolah, seperti hidup rukun tanpa membedakan latar belakang agama, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Waktu di sekolah terbatas, hanya enam sampai tujuh jam. Karena itu, nilai kebinekaan harus terus dihidupkan di masyarakat. Guru dan siswa harus menjadi garda terdepan,” ujarnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, lanjutnya, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi guna memastikan pembentukan karakter berbasis kebinekaan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan kehidupan sosial.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keutamaan Malam Nisfu Syaban: Waktu Mustajab untuk Doa dan Pengampunan Dosa

    Keutamaan Malam Nisfu Syaban: Waktu Mustajab untuk Doa dan Pengampunan Dosa

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Dok. Balengko Space Ternate, (13/2/25) – Umat Muslim di seluruh dunia segera menyambut bulan suci Ramadhan. Sebelum itu, ada satu malam istimewa yang penuh dengan keutamaan, yaitu Malam Nisfu Syaban. Tahun ini, malam tersebut jatuh pada malam Jumat, 14 Syaban 1446 H (13 Februari 2025). Malam ini menjadi waktu yang sangat mustajab […]

  • Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Sula, (16/3/25) – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula bersama Komunitas Anak Falabisahaya (KAF) telah resmi membuka kegiatan Kontes Literasi Ramadhan dengan tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Keislaman di Bulan Suci Ramadhan”. Acara yang dilaksanakan di Desa Falabisahaya ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam selama bulan Ramadhan. Kontes Literasi Ramadhan ini akan […]

  • Majelis Hakim PN Labuha saat mengabulkan permohonan asesmen untuk terdakwa Ikbal Daeng Magasing pada sidang terbuka 14 Agustus 2025

    PN Labuha Kabulkan Permohonan Asesmen untuk Ikbal Daeng Magasing

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.602
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Labuha, 14 Agustus 2025 – PN Labuha kabulkan permohonan asesmen untuk terdakwa Ikbal Daeng Magasing dalam perkara Tindak Pidana Khusus Nomor: 33/Pid.Sus/2025/PN.Lbh. Majelis Hakim mengambil keputusan ini dalam sidang terbuka untuk umum yang berlangsung pada Kamis (14/8/2025). Dalam putusannya, Majelis Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) melengkapi berkas perkara dengan melampirkan hasil […]

  • Portrait of Prof. Richard Kearney, Charles B. Seelig Chair (Philosophy) photographed for use in the 3/11 issue of Chronicle Picture Lee Pellegrini

    Matinya Imajinasi dalam Peradaban Citra: Hermeneutika Kemungkinan ala Richard Kearney

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Jurusan Aqidah Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Imajinasi sebagai Hermeneutika Kemungkinan Imajinasi pernah dipuji sebagai jantung kreativitas manusia, juga  medium yang menghubungkan fakta dan fiksi, realitas dan kemungkinan, dunia empiris dan dunia simbolik. Namun, menurut Richard Kearney, imajinasi justru tengah mengalami kematian yang ironis di zaman yang seolah paling penuh dengan citra. Buku The Wake of Imagination karya Richard Kearney, menggambarkan paradoks […]

  • Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.344
    • 0Komentar

    Balengko Space – Yogyakarta, (23 Mei 2025) Mahasiswa Halmahera Timur yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait penahanan 11 warga masyarakat adat Maba, Desa Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur. Mereka mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk meninjau kembali proses hukum yang sedang berjalan serta memastikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat. Diketahui […]

  • Sarif Robo: Dari Inspirasi Kampung Hingga Menjadi Dosen dan Kandidat Doktor

    Sarif Robo: Dari Inspirasi Kampung Hingga Menjadi Dosen dan Kandidat Doktor

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Sarif Robo, putra sulung dari pasangan alm. Lukman Robo dan Nurain Hadad, tumbuh sebagai sosok yang menginspirasi di kampung halamannya Kulaba. Lahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara, Sarif tidak hanya menjadi panutan bagi adik-adiknya, tetapi juga bagi banyak anak muda di sekitarnya. Dengan perjalanan pendidikan yang penuh tekad, ia kini menjadi seorang dosen sekaligus […]

expand_less