Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

  • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
  • visibility 524
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kedaulatan Bukan Sekadar Bendera

Membela pulau berarti menolak reduksi kedaulatan menjadi sekadar pengibaran bendera atau patroli angkatan laut. Kedaulatan sejati lahir dari keberlanjutan komunitas, ketika laut dijaga dari pencemaran, ketika hasil tangkapan cukup untuk menghidupi keluarga, ketika tanah tidak dijual kepada investor asing yang hanya ingin membangun resort mewah.

Dalam The Ocean Economy in 2030 (OECD, 2016), disebutkan bahwa eksploitasi ekonomi terhadap laut akan meningkat pesat dalam dekade ini, mengancam ekosistem dan komunitas pesisir. Jika anak-anak pulau tidak membangun kekuatan kolektif untuk mengelola sumber daya mereka sendiri, maka kedaulatan akan tetap menjadi slogan kosong.

Setiap nelayan yang mempertahankan hak menangkap ikan di lautnya sendiri, setiap perempuan pesisir yang menjaga tradisi pengolahan hasil laut, setiap anak muda yang menulis tentang keindahan dan kesulitan hidup di pulau kecil, sesungguhnya sedang menghidupkan kedaulatan. Mereka menjaga agar laut tidak menjadi sekadar halaman belakang korporasi global.

Menghidupi tanah dan laut berarti membangun sistem ekonomi lokal yang berkelanjutan. Model koperasi nelayan, pasar ikan komunitas, pendidikan berbasis lingkungan maritim, adalah bentuk nyata dari perlawanan terhadap kolonisasi ekonomi baru. Ini bukan sekadar retorika omong kosong seperti mulut elit politik.

Gelombang tidak pernah statis melainkan terus bergerak dan terus berubah. Demikian pula ancaman terhadap kedaulatan. Ancaman datang bukan hanya dalam bentuk kapal asing yang melanggar batas laut teritorial, tetapi juga dalam bentuk peraturan yang bias elit, dalam investasi yang menggerus ruang hidup, dalam narasi pembangunan yang menyingkirkan suara komunitas lokal.

Strategi melawan invasi sunyi ini tidak bisa hanya mengandalkan patriotisme kosong. Malainkan harus dibangun di atas pengetahuan tentang hukum laut, tentang hak adat,  ekologi pesisir, geopolitik regional. Seperti diuraikan oleh Christian Bueger dalam Maritime Security bahwa keamanan maritim modern menuntut keterlibatan komunitas lokal sebagai aktor aktif bukan sekadar objek perlindungan negara.

Anak-anak pulau perlu menjadi navigator baru dalam membaca perubahan arah angin politik global, memahami peta baru jalur perdagangan maritim, mengantisipasi perubahan regulasi internasional. Mereka harus membangun jaringan solidaritas, baik lokal maupun global, untuk mempertahankan hak atas laut dan pulau-pulau mereka.

Kedaulatan di setiap ombak berarti bahwa setiap tindakan kecil menjaga terumbu karang, memprotes reklamasi, mengajarkan anak-anak tentang hak laut mereka adalah bagian dari perjuangan besar. Setiap gerakan dayung, setiap ayunan jala, setiap baris puisi tentang laut adalah deklarasi: “Kami ada di sini. Ini tanah kami. Ini laut kami.”

Di tengah derasnya arus globalisasi yang sering mengabaikan pinggiran, anak-anak pulau seperti di Loloda harus berani berdiri di batu karang, menantang gelombang, dan berseru dengan penuh keyakinan “Kami membela setiap ombak. Kami membela setiap pulau.” Dengan begitu ada  catatan harapan yang tersampaikan meskipun selalu di abaikan oleh negara.

  • Penulis: Muhammad Asmar Joma
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Kurikulum Aswaja Tak Diterapkan, Kader NU Sula Desak Evaluasi Kepala MA Maarif NU Wailau

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 231
    • 0Komentar

    SANANA (BALENGKO), 3 Februari 2026 – Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU) Kepulauan Sula menyoroti kinerja Kepala Madrasah Aliyah (MA) Maarif NU Wailau terkait pengabaian kurikulum organisasi. Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2020 tersebut dinilai tidak menjalankan proses pembelajaran sesuai ketentuan dan aturan Nahdlatul Ulama. Kader Muda NU Kepulauan Sula, Ahmad Sapsuha, S.Hi., menyatakan bahwa pengelolaan […]

  • Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

    Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Ketua panitia, Vhay, dalam keterangannya kepada kontributor Balengko Space menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian awal menuju festival utama. “Road to Toadore Fest adalah acara kecil-kecilan sebagai pengenalan. Ini menjadi ancang-ancang sebelum kami menyelenggarakan acara yang lebih besar nantinya,” ujarnya. Ketua PKPM Nuku Yogyakarta, Afdan Abdullatif, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan […]

  • Masri Anwar saat diwawancarai di Yogyakarta tentang buku Kerusakan Ekologi Sebuah Antologi

    Masri Anwar dan Buku “Kerusakan Ekologi Sebuah Antologi”: Suara dari Halmahera Tengah yang Terkikis Tambang

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Menurutnya, penulisan buku ini bukan untuk mencari popularitas. “Saya ingin menuliskan keresahan saya. Apa yang saya lihat, apa yang saya rasakan di Sagea, Lelief, Sawai, dan kampung-kampung lain di Halmahera Tengah. Rusaknya lingkungan bukan sekadar isu lokal, tapi harus diketahui publik luas,” jelasnya. Bagi Masri, aktivisme tidak selalu berarti turun ke jalan. Ada bentuk lain […]

  • Komunitas Pijar NC Gelar Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Pantai Falajawa, Ternate

    Komunitas Pijar NC Gelar Edukasi dan Simulasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Pantai Falajawa, Ternate

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    peserta simulasi BHD di Pantai Falajawa bersama Komunitas Pijar NC.

  • Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 543
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 25 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyambut baik langkah Pemerintah Kota Ternate yang memilih skema ruislag atau tukar guling dalam penyelesaian sengketa lahan eks Brimob di Kelurahan Ubo-ubo. Ketua LBH Ansor, Zulfikran Bailussy, menyatakan dukungannya usai pernyataan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, pada Jumat (25/7/2025), yang […]

  • Bonbu: Nikmati Keunikan Makanan Korea yang Modern di BSD

    Bonbu: Nikmati Keunikan Makanan Korea yang Modern di BSD

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram bonbu.id Berada di Ruko Tabespot G6/2, BSD, Bonbu adalah surga bagi para pencinta kuliner Korea. Dengan menyajikan makanan khas Korea yang dimodifikasi secara modern, Bonbu menggabungkan kelezatan tradisional dengan selera lokal. Tidak hanya menawarkan cita rasa yang autentik, Bonbu juga menghadirkan pengalaman kuliner yang berfokus pada kenyamanan, atau dikenal dengan istilah […]

expand_less