Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

  • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
  • visibility 817
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di tepi lautan luas yang menelan cakrawala, pulau-pulau kecil di Loloda negeri para tetua di Halmahera bagian Utara berdiri sebagai benteng sunyi. Tidak banyak yang memikirkan keberadaan mereka, kecuali saat badai datang atau wacana geopolitik dunia bergeser. Namun, bagi mereka yang tinggal di sana, setiap jengkal tanah, setiap hempasan ombak adalah pernyataan eksistensi yang tak terbantahkan.

Anak-anak pulau di negeri itu tidak belajar kedaulatan dari buku tebal atau kuliah di aula-aula megah. Mereka mempelajarinya dari rasa asin di lidah, dari kerasnya batu karang di telapak kaki, dari nyanyian angin yang membawa kabar ancaman dan peluang. Di sini, kedaulatan bukan slogan melaikan  bagian dari napas sehari-hari.

Dalam setiap deburan ombak ada kisah pertahanan dalam melawan penggusuran, melawan proyek tambang laut, melawan narasi pembangunan yang sering mengorbankan mereka atas nama kemajuan. Kedaulatan tidak datang dari pidato pejabat, tetapi dari tangan-tangan nelayan yang setiap hari mengarungi laut, dari ibu-ibu yang menenun jaring kehidupan di pasar-pasar kecil.

Membela pulau bukan sekadar soal menjaga tanah dan air. Ini adalah perjuangan menjaga cara hidup, menjaga bahasa, menjaga kepercayaan bahwa dunia ini lebih luas dari sekadar pusat-pusat kekuasaan metropolitan. Hal ini adalah tekad untuk bertahan sebagai diri sendiri di tengah gelombang globalisasi yang mencoba menyeragamkan segalanya.

Seperti ditulis dalam jurnal Island Studies Journal oleh Baldacchino (2018), pulau-pulau kecil memiliki kapasitas resistensi unik “micro-resistance” terhadap arus besar homogenisasi dunia. Resistensi ini lahir dari keterbatasan, dari keterasingan, tetapi juga dari kedekatan yang intim dengan lingkungan alam.

Ombak yang tak pernah berhenti mengajar satu hal yakni kekuatan sejati lahir dari ketekunan. Pulau-pulau yang tampak kecil dan rapuh sesungguhnya menyimpan semangat baja. Mereka mungkin tererosi perlahan, tapi tidak pernah menyerah.

Setiap anak muda yang memilih untuk tinggal dan membangun komunitasnya, setiap perempuan yang tetap menanam harapan di pesisir yang tergerus, setiap nelayan yang menolak menjual hak tangkapnya kepada perusahaan besar adalah pejuang kedaulatan.

Kedaulatan di atas ombak berarti membangun sistem pertahanan dari bawah mulai pendidikan lingkungan berbasis komunitas, gerakan ekonomi solidaritas, diplomasi rakyat yang berbicara dari hati ke hati, bukan dari podium ke podium.

Dalam dunia yang semakin rakus akan ruang dan sumber daya, mempertahankan pulau adalah bentuk keberanian yang radikal. Saya mengangap ini adalah seruan untuk dunia bahwa ada ruang yang tidak bisa dijual, ada identitas yang tidak bisa dibeli, ada kehidupan yang tidak bisa dikomodifikasi.

Anak-anak pulau dengan pena mereka yang sederhana, dengan perahu mereka yang mungil, dengan lagu-lagu mereka yang menggetarkan udara pesisir, sedang menulis bab baru sejarah dunia. Sebuah bab tentang kedaulatan sejati yang tidak diukur dari besarnya kekuasaan, tetapi dari dalamnya cinta pada tanah air dan laut air.

Karena pada akhirnya kedaulatan tidak hanya soal garis batas tetapi juga tentang garis kehidupan yang ditarik dari generasi ke generasi yang melintasi ombak, badai, dan waktu.

  • Penulis: Muhammad Asmar Joma
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Source : Istimewa

    Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Ekonomi seringkali dipersepsikan sebagai ilmu yang rumit, penuh angka, grafik, dan istilah teknis yang hanya layak dipelajari di bangku sekolah menengah atau perguruan tinggi. Padahal, tanpa disadari, aktivitas ekonomi justru paling awal dan paling sering dijalani manusia sejak usia kanak-kanak. Saat seorang anak memilih jajanan di sekolah, menabung menggunakan celengan, atau meminta orang tuanya membelikan, […]

  • Workshop OBE Prodi Kimia Unutara bersama pakar dari UHW Perbanas

    Prodi Kimia Unutara Gelar Workshop OBE untuk Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Mursid
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 13 Oktober 2025 – Program Studi (Prodi) Kimia Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menggelar workshop bertajuk “Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Pengembangan Sistem Evaluasi Perangkat Pembelajaran”. Kegiatan ini berlangsung di kampus Unutara selama tiga hari, 13–15 Oktober 2025, dengan tujuan memperkuat penerapan kurikulum berorientasi hasil serta meningkatkan kualitas […]

  • Refleksi Perjalanan 26 Tahun Kota Ternate: Perjalanan Panjang Dalam  Menyongsong Pembangunan

    Refleksi Perjalanan 26 Tahun Kota Ternate: Perjalanan Panjang Dalam Menyongsong Pembangunan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle M. Fajrinindra Mile
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Saya terdistraksi sejenak setelah menonton kajian dari Metro TV, utamanya dalam suatu pembahasan besar dalam program Menolak Lupa: Evolusi Kota Jakarta (2021). Pembahasan tersebut merefleksikan bahwa riwayat kota Jakarta merupakan suatu perjalanan historis yang panjang dimana Jakarta dibangun tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi bagaimana suatu kota tumbuh mengikuti dinamika yang panjang seiring perkembangan zaman. […]

  • Wagub Maluku Utara Lepas Jamaah Haji Kloter 15 ke tanah suci

    Wagub Maluku Utara Lepas Jamaah Haji Kloter 15 ke tanah suci

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Makassar, (balengkospace.com), 11 Mei 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe menghadiri pelepasan jamaah haji Kloter 15 asal Maluku Utara di Aula Mina, Embarkasi Haji Makassar, Minggu (11/5). Kloter ini dijadwalkan terbang menuju Madinah, dengan total 393 jamaah yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara diantaranya berasal dari Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, […]

  • Konferensi pers klarifikasi laka lantas di Polres Pulau Morotai

    Polres Pulau Morotai Beri Klarifikasi Terkait Insiden Laka Lantas Anggota

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 251
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai melalui Satuan Samapta memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden kecelakaan lalu lintas yang menyeret salah satu oknum anggotanya, yang berinisal Bripka D. Pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni merupakan musibah jalanan yang tidak direncanakan oleh pihak mana pun. Dalam konferensi pers yang digelar di ruang rapat […]

  • GP Ansor Maluku Utara Dukung Penuh Pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi

    GP Ansor Maluku Utara Dukung Penuh Pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 948
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Ternate, (21/7/25) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif Abdullah, sebagai respons atas munculnya sejumlah penolakan terhadap status Sofifi sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB). Menurut Syarif, Sofifi memiliki […]

expand_less