Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

  • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
  • visibility 836
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Di tepi lautan luas yang menelan cakrawala, pulau-pulau kecil di Loloda negeri para tetua di Halmahera bagian Utara berdiri sebagai benteng sunyi. Tidak banyak yang memikirkan keberadaan mereka, kecuali saat badai datang atau wacana geopolitik dunia bergeser. Namun, bagi mereka yang tinggal di sana, setiap jengkal tanah, setiap hempasan ombak adalah pernyataan eksistensi yang tak terbantahkan.

Anak-anak pulau di negeri itu tidak belajar kedaulatan dari buku tebal atau kuliah di aula-aula megah. Mereka mempelajarinya dari rasa asin di lidah, dari kerasnya batu karang di telapak kaki, dari nyanyian angin yang membawa kabar ancaman dan peluang. Di sini, kedaulatan bukan slogan melaikan  bagian dari napas sehari-hari.

Dalam setiap deburan ombak ada kisah pertahanan dalam melawan penggusuran, melawan proyek tambang laut, melawan narasi pembangunan yang sering mengorbankan mereka atas nama kemajuan. Kedaulatan tidak datang dari pidato pejabat, tetapi dari tangan-tangan nelayan yang setiap hari mengarungi laut, dari ibu-ibu yang menenun jaring kehidupan di pasar-pasar kecil.

Membela pulau bukan sekadar soal menjaga tanah dan air. Ini adalah perjuangan menjaga cara hidup, menjaga bahasa, menjaga kepercayaan bahwa dunia ini lebih luas dari sekadar pusat-pusat kekuasaan metropolitan. Hal ini adalah tekad untuk bertahan sebagai diri sendiri di tengah gelombang globalisasi yang mencoba menyeragamkan segalanya.

Seperti ditulis dalam jurnal Island Studies Journal oleh Baldacchino (2018), pulau-pulau kecil memiliki kapasitas resistensi unik “micro-resistance” terhadap arus besar homogenisasi dunia. Resistensi ini lahir dari keterbatasan, dari keterasingan, tetapi juga dari kedekatan yang intim dengan lingkungan alam.

Ombak yang tak pernah berhenti mengajar satu hal yakni kekuatan sejati lahir dari ketekunan. Pulau-pulau yang tampak kecil dan rapuh sesungguhnya menyimpan semangat baja. Mereka mungkin tererosi perlahan, tapi tidak pernah menyerah.

Setiap anak muda yang memilih untuk tinggal dan membangun komunitasnya, setiap perempuan yang tetap menanam harapan di pesisir yang tergerus, setiap nelayan yang menolak menjual hak tangkapnya kepada perusahaan besar adalah pejuang kedaulatan.

Kedaulatan di atas ombak berarti membangun sistem pertahanan dari bawah mulai pendidikan lingkungan berbasis komunitas, gerakan ekonomi solidaritas, diplomasi rakyat yang berbicara dari hati ke hati, bukan dari podium ke podium.

Dalam dunia yang semakin rakus akan ruang dan sumber daya, mempertahankan pulau adalah bentuk keberanian yang radikal. Saya mengangap ini adalah seruan untuk dunia bahwa ada ruang yang tidak bisa dijual, ada identitas yang tidak bisa dibeli, ada kehidupan yang tidak bisa dikomodifikasi.

Anak-anak pulau dengan pena mereka yang sederhana, dengan perahu mereka yang mungil, dengan lagu-lagu mereka yang menggetarkan udara pesisir, sedang menulis bab baru sejarah dunia. Sebuah bab tentang kedaulatan sejati yang tidak diukur dari besarnya kekuasaan, tetapi dari dalamnya cinta pada tanah air dan laut air.

Karena pada akhirnya kedaulatan tidak hanya soal garis batas tetapi juga tentang garis kehidupan yang ditarik dari generasi ke generasi yang melintasi ombak, badai, dan waktu.

  • Penulis: Muhammad Asmar Joma
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oleh: Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut

    ANALISIS KRITIS—DISKURSIF IAIN TERNATE

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Dr. Fahrul Abd Muid, S.Th.I., MA
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Dewasa ini muncul sikap jadaliyyin—kontroversial terhadap amaaman—posisi dan wujuudun—keberadaan Institut Agama Islam Negeri Ternate sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan negeri ilmiah. Padahal masyarakat Maluku Utara memiliki ekspektasi—harapan yang tidak main-main bagi kehadiran IAIN Ternate, karena institusi ini dianggap memiliki kelompok akademis—religius ilmiah yang berperan sebagai ‘jagoan’ keagamaan ditengah masyarakat Maluku Utara yang berbasis pada empat […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara Refleksi 92 Tahun Gerakan Pemuda Ansor: Menjaga Arah, Merawat Nilai, Menguatkan Peran

    Ketua LBH Ansor Maluku Utara Refleksi 92 Tahun Gerakan Pemuda Ansor: Menjaga Arah, Merawat Nilai, Menguatkan Peran

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran A. Bailussy
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Memperingati Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor yang ke-92 bukan sekadar menandai perjalanan panjang sebuah organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk menguji kembali arah, komitmen, dan relevansi gerakan di tengah dinamika zaman yang terus berubah. Gerakan Pemuda Ansor lahir dari semangat zaman—sebuah respons atas kebutuhan umat, bangsa, dan kemanusiaan. Dalam rentang hampir satu abad, Ansor telah […]

  • BELA RUANG HIDUP: Warga Desa Sagea saat melakukan aksi protes terhadap aktivitas pertambangan yang mengancam lingkungan mereka. WALHI Maluku Utara mendesak kepolisian menghentikan pemanggilan terhadap 14 warga yang dinilai sebagai bentuk kriminalisasi pejuang lingkungan. (Foto: Istimewa)

    WALHI Malut Desak Polda Hentikan Pemanggilan 14 Warga Desa Sagea

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Ternate, (BALENGKO) – WALHI Maluku Utara memandang serius pemanggilan 14 warga Desa Sagea oleh Polda Maluku Utara pasca aksi penolakan aktivitas pertambangan PT Mining Abadi Indonesia (MAI). Aksi yang dilakukan warga bersama Koalisi Save Sagea tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi. Hak itu diatur dalam Pasal 28E UUD 1945 serta […]

  • Mahasiswa Studi Akhir: Menjadi Sarjana Pengangguran atau Sarjana yang Terus Berkembang

    Mahasiswa Studi Akhir: Menjadi Sarjana Pengangguran atau Sarjana yang Terus Berkembang

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Musrid Puko
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Menjadi mahasiswa tingkat akhir merupakan fase transisi yang penting dari dunia pendidikan menuju dunia kerja. Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya berfokus menyelesaikan tugas akhir atau skripsi, tetapi juga mulai mempersiapkan diri menghadapi tantangan setelah lulus. Banyak mahasiswa berharap bahwa gelar sarjana akan membuka jalan menuju pekerjaan yang layak. Namun, kenyataannya tidak semua lulusan dapat […]

  • Santri Darul Falah Ternate Borong Juara 1 di STQH ke-VIII Pulau Morotai

    Santri Darul Falah Ternate Borong Juara 1 di STQH ke-VIII Pulau Morotai

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Balengko Space – Dua santri Pondok Pesantren Darul Falah Ternate meraih juara pertama dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-VIII tingkat Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Ajang ini berlangsung pada 19–21 Mei 2025 dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Provinsi Maluku Utara. M. Maulana Zaelawat meraih Juara 1 pada cabang 500 Hadits. Sementara […]

  • Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Indonesia Timur telah lama dikenal sebagai lumbung talenta sepak bola. Bakat-bakat besar seperti Boaz Solossa, Yance dan Yakob Sayuri, hingga Ilham Udin Armayin mewarnai era 2000-an dan seterusnya. Namun, jauh sebelum itu bahkan sebelum sepak bola Indonesia diramaikan oleh nama-nama muda dari Timur telah lahir seorang legenda yang bersinar terang di panggung Eropa: Simon Melkianus […]

expand_less