Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Damai: Maklumat Jogja, Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang

Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Damai: Maklumat Jogja, Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang

  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • visibility 285
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yogyakarta (BALENGKO), 8 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Se–Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM Se-DIY) menggelar aksi damai bertajuk “Menggugah Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan, Budaya sebagai Penopang.”

Aksi ini bukan sekadar seremonial peringatan, melainkan refleksi moral dan politik terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai semakin jauh dari semangat keadaban dan kemanusiaan. Yogyakarta, sebagai kota pelajar, budaya, sekaligus perjuangan, memiliki sejarah panjang dalam membela rakyat. Sejak kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono IX hingga Hamengku Buwono X, politik Yogyakarta dikenal berpihak pada rakyat dan menolak kekerasan sebagai jalan penyelesaian konflik.

Dalam sejarahnya, Maklumat Reformasi 20 Mei 1998 yang dikeluarkan Sultan HB X menjadi simbol komitmen perjuangan mahasiswa dan rakyat dengan cara damai dan beradab. Refleksi atas maklumat tersebut dianggap penting saat ini, di tengah maraknya represi, kekerasan aparat, hingga pembungkaman kebebasan berpendapat.

Forum BEM Se-DIY menilai tindakan represif terhadap mahasiswa dan aktivis pasca aksi 25 Agustus hingga awal September sebagai kemunduran demokrasi. Penangkapan dan kriminalisasi aktivis dinilai bertentangan dengan konstitusi, khususnya pasal 28E UUD 1945. Lebih jauh, tindakan itu melanggar prinsip due process of law dan asas presumption of innocence dalam KUHAP.

“Demokrasi tidak boleh dibangun di atas ketakutan dan kekerasan, tetapi di atas kesadaran dan keberanian menyuarakan kebenaran,” tegas Forum BEM Se-DIY dalam pernyataan sikapnya.

Dalam aksinya, Forum BEM Se-DIY menyerukan dua hal penting. Pertama, refleksi moral atas Maklumat Jogja sebagai pijakan membangun demokrasi tanpa kekerasan yang berakar pada budaya luhur Yogyakarta. Kedua, seruan solidaritas nasional untuk membebaskan aktivis yang ditahan, baik di Yogyakarta maupun di seluruh Indonesia.

Menurut Faturahman Djaguna, kekuasaan sejati tidak lahir dari kekerasan, melainkan dari kemampuan menciptakan kesepahaman bersama. “Kekerasan hanyalah tanda kekuasaan yang kehilangan legitimasi. Saat negara menekan rakyat dengan kekerasan, negara sesungguhnya kehilangan legitimasi moral,” ujarnya.

Di usia ke-269 tahun Yogyakarta, Forum BEM Se-DIY mengajak masyarakat, akademisi, hingga pemangku kebijakan untuk kembali menyalakan semangat Maklumat Jogja: bahwa perjuangan keadilan harus dilakukan tanpa kekerasan, dengan kesadaran budaya dan keberanian intelektual.

“Dari Yogyakarta untuk Indonesia, bebaskan aktivis Jogja, bebaskan aktivis seluruh Indonesia. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!” pungkas Faturahman Djaguna Ketua Forum BEM Se-DIY.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Flayer

    Transmigrasi Patlean Dinilai Stagnan, IKPM-HT dan PSPK UGM Siap Buka Dialog Publik

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Program transmigrasi yang selama ini diproyeksikan sebagai instrumen pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi kawasan pedesaan dinilai masih menyisakan sejumlah persoalan struktural, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Salah satu kawasan yang menjadi sorotan adalah Transmigrasi Patlean di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, yang meliputi SP 1, SP 2, SP 4, […]

  • HERMENEUTIKA PEMBEBASAN DAN PERAN STRATEGIS TOKOH AGAMA

    HERMENEUTIKA PEMBEBASAN DAN PERAN STRATEGIS TOKOH AGAMA

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Sahrul Ali Poipessy
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Hermeneutika pembebasan berangkat dari pendekatan yang ditawarkan oleh Hasan Hanafi dalam rangka untuk memahami Al-Qur’an. Pendekatan ini merupakan salah satu cara dan alternatif baru dalam menafsirkan teks suci dengan tujuan untuk membebaskan manusia dari berbagai bentuk ketidakadilan, penindasan, dan eksploitasi. Dalam pengembangannya, Hanafi banyak dipengaruhi oleh pemikiran Hans-Georg Gadamer dan Edmund Husserl yang merupakan dua […]

  • Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama (Unutara) di SMAN 6 Tidore

    Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Nahdlatul Ulama (Unutara) di SMAN 6 Tidore

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 1.171
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Tidore, Rabu (19/2/25) – Universitas Nahdlatul Ulama (Unutara) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku Utara dengan menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di SMAN 6 Tidore Kepulauan, yang terletak di Kelurahan Rum. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan program studi unggulan dan memberikan informasi langsung kepada calon mahasiswa mengenai […]

  • Sumber Foto: porostimur.com

    HMI Sudah Mati, yang Hidup Hanya Benderanya

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Ada masa ketika bendera hijau-hitam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkibar bukan sekadar kain simbol, tapi api kesadaran. Dari sekretariat sempit di Yogyakarta tahun 1947, Lafran Pane menyalakan obor gerakan intelektual Islam yang menolak kejumudan dan kolonialisme. HMI lahir bukan dari ruang nyaman, tapi dari kebutuhan eksistensial bangsa, mencerdaskan umat, memperjuangkan keadilan, dan menggabungkan iman dengan […]

  • Menggali Api Islam Cak Nur

    Menggali Api Islam Cak Nur

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Arsrhum
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Dikisahkan dalam novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Faudi, suatu ketika Mintaredja, seorang politisi dan pejabat pemerintahan pada masa Orde Baru, mengajukan pertanyaan kepada Lafran Pane: mengapa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus bersikap independen? “Kami independen tidak bergabung dan menjadi bagian dari partai politik untuk membuktikan kesungguhan kami mempersatukan semua bagian umat tidak peduli partai […]

  • Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    Fenomena Perilaku Remaja dan Kisah Inspiratif dari Olahraga Tinju.

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Balengko Space – Dewasa ini, perilaku remaja sering menjadi sorotan masyarakat. Dari aksi tawuran hingga perkelahian di berbagai tempat, tindakan-tindakan ini membawa keresahan yang nyata. Berdasarkan data dari WHO, diperkirakan setiap tahun terjadi 193.000 pembunuhan di kalangan remaja usia 15–29 tahun secara global, dengan mayoritas korban dan pelaku adalah laki-laki. Di lansri dari VOA Indonesia, […]

expand_less