Kemiskinan Guru Besar di IAIN Ternate: Alarm Serius Dunia Akademik Maluku Utara
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 111
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
Adalah Institut Agama Islam Negeri-IAIN Ternate, salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia bagian timur-Moloku Kie Raha, telah lama mengalami derita kemiskinan Guru Besar. Hal ini merupakan sebuah apresisasi yang hilang ditelan alam bagi institut yang seharusnya menjadi pusat-markaz keunggulan akademik dan pusat penelitian peradaban dan kebudayaan yang sesuai dengan disiplin keilmuannya. Menjadi Guru Besar adalah jabatan akademik tertinggi bagi para dosen di IAIN Ternate, karena mereka memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, sekaligus jabatan Guru Besar ini pasti menambah income pendapatan kesejahteraan bagi para dosen, sehingga dosen IAIN Ternate yang telah menjadi Guru Besar tidak lagi mengalami ‘permocoan’ dalam derita kemiskinan karena kebutuhan-hajat mereka luar biasa banyaknya. Seorang Guru Besar adalah sumber inspirasi dan motivasi dahsyat bagi mahasiswa dan dosen-dosen muda, serta mereka memiliki konstribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di IAIN Ternate.
Namun, dalam realitasnya kepemimpinan IAIN Ternate selama ini sama sekali tidak memiliki program skala perioritas untuk meningkatkan jumlah Guru Besarnya. Buktinya sampai hari ini IAIN Ternate hanya memiliki Guru Besar berjumlah dua orang saja-ma duga-duga. Data ini menunjukkan bahwa jumlah dosen di IAIN Ternate sebanyak 130 orang, jika diprosentasikan dengan angka itu berarti IAIN Ternate paling termiskin di Indonesia yang hanya mencapai 0,015 persen dari total dosennya yang menjadi Guru Besar-hanya dua orang Guru Besar IAIN Ternate kawan! Hal ini sangat memprihatinkan saya, anda dan kita semua. Dengan kemiskinan Guru Besar di IAIN Ternate akan berdampak secara sistemik dan endemik yang justru menggambarkan bahwa tingkat keparahan telah rusaknya sebuah sistem pada IAIN Ternate yang kerusakannya akan meluas ke seluruh bagian sistem akademik. Kerusakan institusi ini sangat sulit untuk disembuhkan karena penyakitnya sudah divonis kronis oleh dokter spesialis sebagai penyakit ‘lepra’ yang akan menular kemana-mana. Artinya, bahwa IAIN Ternate yang miskin Guru Besarnya akan berdampak pada rendahnya kualitas institusi itu sendiri, dan yang lebih parahnya lagi rusaknya reputasi institusi ini sulit dibendung di mata masyarakat Maluku Utara.
- Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar