KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 57
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
Dalam bahasa Inggris, istilah critic kadang diperuntukkan kepada orangnya. Sementara Poerwadarminta [1904-1968], kritik berarti kemelut, keadaan genting. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kritik adalah kecaman, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya atau pendapat orang lain. Maka, orang yang ahli dalam memberikan pertimbangan-pembahasan tentang baik dan buruknya sesuatu disebut kritikus. Sementara Jaus [1983] justru memahami kritik sebagai upaya untuk menilai karya, bukan sebagai sebuah penghakiman tapi justru sebagai upaya penilaian dari segi estetis, yaitu segi indah dan buruknya sebuah karya orang lain. Dengan demikian, kritik dapat diartikan sebagai tanggapan objektif dari seseorang terhadap suatu karya orang lain dengan menguraikan secara rinci baik buruknya sebuah karya berdasarkan argumentasi-dalil dan parameter-dzawabit yang ilmiah.
Berdasarkan penafsiran makna kritik yang telah penulis sampaikan di atas, sangatlah berkolerasi dengan Institut Agama Islam Negeri-IAIN Ternate Maluku Utara, yang seharusnya menjadi tempat untuk mengembangkan pemikiran nalar kritis dan kebebasan menyampaikan pendapat oleh masyarakat akademik, kini menjadi arena terjadinya potensi penindasan terhadap kritikus. Rezim otoriter adalah penganut sistem pemerintahan yang memusatkan kekuasaan mutlak pada satu pemimpin, kelompoknya, atau partai tunggal, dengan membatasi partisipasi politik rakyat, hak sipil, dan oposisi.
Sistem ini sangat menekan-menindas kebebasan berpendapat dan pers, serta sering menggunakan aparaturnya untuk mempertahankan stabilitas dan melanggengkan kekuasaannya. Kampus IAIN Ternate telah mencoba membungkam suara-suara nalar kritis dari masyarakat akademik yang berusaha untuk mengungkapkan kebenaran yang objektif-wahai masyarakat akademik kampus IAIN Ternate sampaikanlah suara-suara nalar kritis anda itu secara lantang jangan pernah merasa takut, karena kebenaran itu adalah Tuhan saya, anda, dan kita semua. Baru-baru ini muncul suara nalar kritis dari dosen IAIN Ternate justru akan berpotensi untuk menjadi korban penindasan karena diancam dengan cara yang bersangkutan akan dipanggil untuk dilakukan Berita Acara Pemeriksaan-BAP karena dosen itu berani mengkritisi kebijakan kampus yang selama ini keliru dan bengkok, jika enggan berkata kebijakan kampus yang sangat diskriminatif.
- Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar