Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 350
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Aneh tapi nyata kawan! karena dosen yang menyampaikan nalar kritisnya bahkan dituduh dengan tuduhan yang tidak berdasar karena divonis telah melakukan tindakan melanggar kode etik yang dapat merusak nama baik institusi, coba itu kawan! Padahal sebenarnya dosen itu hanya berusaha menyampaikan suara nalar kritisnya agar kampus ini harus berhasil meningkatkan kualitas tridharmanya dan mengedapankan prinsip transparansi dalam tata kelola kampus berintegritas di IAIN Ternate.

Kepemimpinan kampus IAIN Ternate ternyata tidak sadar diri-mereka pinsang bahwa ada informasi yang bocor perihal percobaan penindasan itu tidak hanya melanggar hak asasi insan akademik, tetapi juga telah menghancurkan semangat bernalar kritis dan membungkam kebebasan mimbar akademik di dalam kampusnya sendiri. Bukankah kampus IAIN Ternate yang seharusnya menjadi rumah kebaikan-baitul hikmah untuk mengembangkan pemikiran kritisnya itu memperoleh jaminan seribu persen dari Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E tentang kebebasan bernalar kritis sebagai warga negara dalam menyampaikan pendapatnya melalui lisan atau tulisan di muka umum.

Justru kampus ini telah dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk membungkam suara-suara nalar kritis yang datang dari masyarakat akademik. Kini, tibalah saatnya bahwa rezim otoriter di kampus IAIN Ternate harus segera dihentikan, bila perlu harus dilawan habis-habisan sampai titik darah penghabisan. Karena seharusnya masyarakat akademik yang menyampaikan nalar kritisnya harus disambut dengan terbuka-opening, karena menurut Jaus [1983] justru memahami nalar kritik sebagai upaya untuk menilai karya orang lain, bukan sebagai sebuah penghakiman atas orang lain tapi justru sebagai upaya penilaian dari segi estetis, yaitu segi indah dan buruknya sebuah karya orang lain.

Bukan kemudian suara-suara nalar kritis itu dibungkam dengan cara-cara melakukan percobaan penindasan dan intimidasi. Kampus IAIN Ternate harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat akademiknya untuk diberikan kebebasan-al-hurriyyah dalam menyampaikan nalar kritisnya yang konstruktif dengan menggunakan metodologi nalar kritisnya tanpa harus merasa takut akan ditindas bahkan dosen yang menyampaikan nalar kritisnya itu berpotensi untuk dikriminalisasikan secara pidana oleh kampus IAIN Ternate. Aneh tapi nyata kawan! Demikian tulisan ini, tangan terkepal dan maju kemuka. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Perjalanan 26 Tahun Kota Ternate: Perjalanan Panjang Dalam  Menyongsong Pembangunan

    Refleksi Perjalanan 26 Tahun Kota Ternate: Perjalanan Panjang Dalam Menyongsong Pembangunan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle M. Fajrinindra Mile
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Saya terdistraksi sejenak setelah menonton kajian dari Metro TV, utamanya dalam suatu pembahasan besar dalam program Menolak Lupa: Evolusi Kota Jakarta (2021). Pembahasan tersebut merefleksikan bahwa riwayat kota Jakarta merupakan suatu perjalanan historis yang panjang dimana Jakarta dibangun tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi bagaimana suatu kota tumbuh mengikuti dinamika yang panjang seiring perkembangan zaman. […]

  • Oleh : Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia) Foto : Istimewa

    Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut Marut

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Asmaul Jinudin (Mahasiswa Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia)
    • visibility 468
    • 0Komentar

    “Di tengah gemerlap kota yang bising, disudut ruang yang hampa. Terdengar suara tangisan rakyat jelata yang menunggu dan menagih janji pemerinta terhadap kesejatraan rakyatnya.” Menolak Lupa dalam Pusaran Janji yang Karut-Marut memanifestasikan sebuah resistensi epistemologis terhadap dekadensi moral yang terbungkus dalam retorika banal. Dalam menggunakan kacamata fenomenologi Edmund Husserl, janji semestinya merupakan sebuah bentuk intensionalitas […]

  • KAWAL APBD: Naswin Rowo, Anggota DPRD Pulau Morotai, berdialog langsung dengan warga Desa Momojiu dalam agenda Reses I, Sabtu (14/3). Sejumlah aspirasi mulai dari pembangunan talud penahan ombak hingga instalasi PDAM diserap untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Daerah. Play Button

    Serap Aspirasi di Desa Momojiu, Naswin Rowo Kawal Usulan Warga Masuk APBD

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 582
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, melaksanakan agenda Reses I Masa Sidang I Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi wakil rakyat tersebut untuk menjaring keluhan serta kebutuhan mendesak masyarakat di daerah pemilihannya. Agenda ini […]

  • Maluku Utara terancam sampah Plastik : Solusi dari Hulu ke Hilir

    Maluku Utara terancam sampah Plastik : Solusi dari Hulu ke Hilir

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    Warga Maluku Utara dan Solusi Pengelolaan Sampah Ronaldo Molle, atau akrab disapa Ciko, seorang warga Desa Hoku-Hoku Kie, Kabupaten Halmahera Barat, kini tengah mendalami pengelolaan sampah di Cilacap, Jawa Tengah. Menurutnya, pengelolaan sampah di Maluku Utara belum maksimal. “Kesadaran masyarakat masih rendah. Banyak yang menggunakan plastik sekali pakai dan membuang sampah sembarangan,” ungkapnya. Ia juga […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe bersama Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara H. Amar Manaf, para tokoh agama, dan ratusan santri Alkhairaat Ternate berfoto bersama usai peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Lembaga Pendidikan Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, Rabu (22/10/2025).

    Wagub Maluku Utara Hadiri Peringatan Hari Santri 2025 di Alkhairaat Ternate

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Lembaga Pendidikan Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, Rabu (22/10/2025) pagi. Ratusan santri dan dewan guru berbaris rapi menyambut kedatangan Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe, yang hadir dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Peringatan Hari Santri kali ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian […]

  • Dokter Puskesmas Pakisaji dinonaktifkan buntut komentar menghina pasien BPJS

    Buntut Komentar Menhina Pasien BPJS di Medsos, Dokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 96
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MALANG – Tindakan tak etis oknum tenaga medis di media sosial berujung sanksi tegas. Seorang dokter fungsional yang bertugas di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), resmi dinonaktifkan dari tugas pelayanan kesehatan akibat melontarkan komentar bernada penghinaan kepada pasien BPJS Kesehatan. Oknum dokter bernama Herdiana Ayu Saputri tersebut menjadi sorotan publik usai […]

expand_less