Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 416
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Aneh tapi nyata kawan! karena dosen yang menyampaikan nalar kritisnya bahkan dituduh dengan tuduhan yang tidak berdasar karena divonis telah melakukan tindakan melanggar kode etik yang dapat merusak nama baik institusi, coba itu kawan! Padahal sebenarnya dosen itu hanya berusaha menyampaikan suara nalar kritisnya agar kampus ini harus berhasil meningkatkan kualitas tridharmanya dan mengedapankan prinsip transparansi dalam tata kelola kampus berintegritas di IAIN Ternate.

Kepemimpinan kampus IAIN Ternate ternyata tidak sadar diri-mereka pinsang bahwa ada informasi yang bocor perihal percobaan penindasan itu tidak hanya melanggar hak asasi insan akademik, tetapi juga telah menghancurkan semangat bernalar kritis dan membungkam kebebasan mimbar akademik di dalam kampusnya sendiri. Bukankah kampus IAIN Ternate yang seharusnya menjadi rumah kebaikan-baitul hikmah untuk mengembangkan pemikiran kritisnya itu memperoleh jaminan seribu persen dari Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E tentang kebebasan bernalar kritis sebagai warga negara dalam menyampaikan pendapatnya melalui lisan atau tulisan di muka umum.

Justru kampus ini telah dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk membungkam suara-suara nalar kritis yang datang dari masyarakat akademik. Kini, tibalah saatnya bahwa rezim otoriter di kampus IAIN Ternate harus segera dihentikan, bila perlu harus dilawan habis-habisan sampai titik darah penghabisan. Karena seharusnya masyarakat akademik yang menyampaikan nalar kritisnya harus disambut dengan terbuka-opening, karena menurut Jaus [1983] justru memahami nalar kritik sebagai upaya untuk menilai karya orang lain, bukan sebagai sebuah penghakiman atas orang lain tapi justru sebagai upaya penilaian dari segi estetis, yaitu segi indah dan buruknya sebuah karya orang lain.

Bukan kemudian suara-suara nalar kritis itu dibungkam dengan cara-cara melakukan percobaan penindasan dan intimidasi. Kampus IAIN Ternate harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat akademiknya untuk diberikan kebebasan-al-hurriyyah dalam menyampaikan nalar kritisnya yang konstruktif dengan menggunakan metodologi nalar kritisnya tanpa harus merasa takut akan ditindas bahkan dosen yang menyampaikan nalar kritisnya itu berpotensi untuk dikriminalisasikan secara pidana oleh kampus IAIN Ternate. Aneh tapi nyata kawan! Demikian tulisan ini, tangan terkepal dan maju kemuka. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Terjadi Pengrusakan dan Penyerobotan Tanah di Tanabara, Mamboro: Kasus Dilaporkan ke Polsek

    Diduga Terjadi Pengrusakan dan Penyerobotan Tanah di Tanabara, Mamboro: Kasus Dilaporkan ke Polsek

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Arafik Ramli
    • visibility 1.393
    • 0Komentar

    (balengkospace.com) Mamboro, 31 Mei 2025 — Lima warga Desa Susu Wendewa melaporkan sekelompok orang atas dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah adat di wilayah Tanabara, Kecamatan Mamboro. Mereka mendatangi Polsek Mamboro pada Sabtu (24/5) setelah menemukan pagar kebun milik mereka hancur dan sebuah pondok berdiri di atas lahan, yang sudah di tanami pohon mahoni, pohon Jati […]

  • Massa aksi membentangkan spanduk berisi kritik tajam dan penolakan terhadap Budiman Sudjatmiko serta Nusron Wahid di tengah forum diskusi "Pancasila Pemersatu Bangsa" di GIK UGM, Yogyakarta, Senin (15/6/2026). Ketegangan ini memaksa panitia dan aparat keamanan mengevakuasi para pejabat negara tersebut dari lokasi acara. (Foto: Istimewa)

    Dituding ‘Pengkhianat Reformasi’, Kehadiran Budiman Sudjatmiko dan Nusron Wahid di UGM Ditolak Massa

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 282
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Gelombang pergerakan mahasiswa di ruang akademis kembali memanas. Forum diskusi kebangsaan bertajuk “Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia” yang diselenggarakan di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Senin malam (15/06/2026) berakhir dengan ketegangan hebat. Ratusan mahasiswa menggelar aksi protes keras yang berujung pada pembubaran paksa acara. Insiden Diskusi Pancasila […]

  • Sahur On The Road Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta – Kilometer Kebaikan: Langkah Kecil Arti Besar

    Sahur On The Road Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta – Kilometer Kebaikan: Langkah Kecil Arti Besar

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Yogyakarta, 9 Maret 2025 – Himpunan Mahasiswa Lampung Universitas Alma Ata Yogyakarta menggelar kegiatan Sahur On The Road pada Minggu, 9 Maret 2025. Acara ini berlangsung dari pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB, dengan tema “Kilometer Kebaikan: Langkah Kecil Arti Besar”. Acara ini bertujuan membagikan sahur kepada masyarakat Yogyakarta, khususnya kaum […]

  • Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

    Politik Dinasti bukan warisan: Membedah skenario oligarki Banggai Laut 2029

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong, Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Kondisi Kabupaten Banggai Laut masih tertatih-tatih melepaskan diri dari belenggu ketertinggalan infrastruktur dasar dan stagnasi ekonomi kepulauan, nalar publik justru dipaksa menelan pil pahit berupa wacana prematur suksesi kekuasaan. Bupati Sofyan Kaepa yang kini sedang menikmati periode keduanya seolah membiarkan diskursus publik dibajak oleh narasi pelanggengan kekuasaan, alih-alih difokuskan pada pemenuhan janji-janji politik yang masih […]

  • Anggota DPD RI Hasbi Yusuf mendesak penyelesaian proporsional konflik lahan TNI AU di Morotai guna menyeimbangkan kedaulatan negara dan hak-hak masyarakat.

    Hasbi Yusuf Desak Penyelesaian Proporsional Konflik Lahan TNI AU di Morotai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 372
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Komite III DPD RI, Hasbi Yusuf, mengeluarkan pernyataan tegas terkait sengketa lahan menahun antara TNI Angkatan Udara (AU) dan masyarakat di Pulau Morotai. Ia mendesak agar penyelesaian konflik tersebut dilakukan secara proporsional dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Hasbi usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-II MD […]

  • Perwakilan Solidaritas IPM-HT se-Pulau Jawa menyerahkan surat rekomendasi berisi enam poin tuntutan pendidikan kepada pihak CSR PT ANTAM Tbk di Jakarta Selatan. Para mahasiswa mendesak perusahaan BUMN tersebut untuk lebih nyata dalam mendukung pengembangan SDM asal Halmahera Timur. FOTO: ISTIMEWA

    Mahasiswa Halmahera Timur se-Pulau Jawa Desak PT ANTAM Tbk Tingkatkan Kontribusi Pendidikan dan Kesejahteraan Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 878
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Ikatan Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IPM-HT) se-Pulau Jawa melakukan audiensi strategis dengan manajemen PT ANTAM Tbk di Kantor Pusat Antam, Jakarta Selatan pada 23 Januari 2025 . Pertemuan ini bertujuan menuntut kejelasan komitmen perusahaan plat merah tersebut terhadap sektor pendidikan bagi mahasiswa asal Halmahera Timur […]

expand_less