Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

KETIKA BERNALAR KRITIS DIBUNGKAM

  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Aneh tapi nyata kawan! karena dosen yang menyampaikan nalar kritisnya bahkan dituduh dengan tuduhan yang tidak berdasar karena divonis telah melakukan tindakan melanggar kode etik yang dapat merusak nama baik institusi, coba itu kawan! Padahal sebenarnya dosen itu hanya berusaha menyampaikan suara nalar kritisnya agar kampus ini harus berhasil meningkatkan kualitas tridharmanya dan mengedapankan prinsip transparansi dalam tata kelola kampus berintegritas di IAIN Ternate.

Kepemimpinan kampus IAIN Ternate ternyata tidak sadar diri-mereka pinsang bahwa ada informasi yang bocor perihal percobaan penindasan itu tidak hanya melanggar hak asasi insan akademik, tetapi juga telah menghancurkan semangat bernalar kritis dan membungkam kebebasan mimbar akademik di dalam kampusnya sendiri. Bukankah kampus IAIN Ternate yang seharusnya menjadi rumah kebaikan-baitul hikmah untuk mengembangkan pemikiran kritisnya itu memperoleh jaminan seribu persen dari Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28E tentang kebebasan bernalar kritis sebagai warga negara dalam menyampaikan pendapatnya melalui lisan atau tulisan di muka umum.

Justru kampus ini telah dijadikan sebagai kelinci percobaan untuk membungkam suara-suara nalar kritis yang datang dari masyarakat akademik. Kini, tibalah saatnya bahwa rezim otoriter di kampus IAIN Ternate harus segera dihentikan, bila perlu harus dilawan habis-habisan sampai titik darah penghabisan. Karena seharusnya masyarakat akademik yang menyampaikan nalar kritisnya harus disambut dengan terbuka-opening, karena menurut Jaus [1983] justru memahami nalar kritik sebagai upaya untuk menilai karya orang lain, bukan sebagai sebuah penghakiman atas orang lain tapi justru sebagai upaya penilaian dari segi estetis, yaitu segi indah dan buruknya sebuah karya orang lain.

Bukan kemudian suara-suara nalar kritis itu dibungkam dengan cara-cara melakukan percobaan penindasan dan intimidasi. Kampus IAIN Ternate harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat akademiknya untuk diberikan kebebasan-al-hurriyyah dalam menyampaikan nalar kritisnya yang konstruktif dengan menggunakan metodologi nalar kritisnya tanpa harus merasa takut akan ditindas bahkan dosen yang menyampaikan nalar kritisnya itu berpotensi untuk dikriminalisasikan secara pidana oleh kampus IAIN Ternate. Aneh tapi nyata kawan! Demikian tulisan ini, tangan terkepal dan maju kemuka. Wallahu ‘alam bishshawab.

  • Penulis: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

    LAILATUL QADAR, MAIN DOMENO dan BATAWANA

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 284
    • 0Komentar

    ‘Lailatul Qadar’ berarti, satu malam yang sangat dirindukan oleh perindu-perindunya karena ia sangat menentukan kepentingan umat manusia di jagad raya, dan ‘Alfu Syahr” berarti, seribu bulan yang erat hubungannya dengan ‘lailatul qadar’ dalam sistem ajaran Islam. ‘Lailatul qadar’ adalah malam yang sangat mulia dan berharga bagi interest umat Nabi Muhammad Saw untuk perbaikan kualitas hidupnya, […]

  • Bedah Buku “Feminis Nusantara”: Ruang Dialog Kritis PMII DIY Soal Gender dan Budaya

    Bedah Buku “Feminis Nusantara”: Ruang Dialog Kritis PMII DIY Soal Gender dan Budaya

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Arafik Ramli
    • visibility 699
    • 0Komentar

    “Buku ini penting untuk kita menengok kembali akar pengetahuan Nusantara. Nilai-nilai lokal bisa menjadi spirit dalam membangun emansipasi,” ujar Ilyasa Alvin A. saat menyampaikan pandangannya. Peserta talkshow tidak hanya mendapatkan pemahaman baru, tetapi juga berkesempatan membawa pulang buku Feminis Nusantara secara gratis. Kopi dan camilan turut disediakan sebagai bagian dari suasana diskusi yang akrab dan […]

  • Suasana interaktif saat personel Densus 88 AT Polri berdialog dengan pelajar di Ternate terkait kreativitas digital. Fokus utama kegiatan adalah menekan angka anak terpapar radikalisme yang pada tahun 2025 mencapai 112 anak di Indonesia. (Source: Istimewa)

    Waspada Digital Grooming, Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri Edukasi Siswa SMA Islam Ternate Terkait Bahaya Radikalisme Online

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Tips Sehat Bermedia Sosial Sebagai langkah preventif, Tim Satgaswil Maluku Utara membagikan panduan “Sehat Bermedia Sosial” kepada para pelajar, yang meliputi: Di akhir sesi, Bripka Novrijal juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dengan menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya, serta secara tegas menghindari tindakan bullying di lingkungan sekolah maupun media sosial.

  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY melakukan long march dan aksi damai di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Rabu (25/2/2026), menyoroti berbagai isu nasional dengan salah satu fokus pada polemik proyek geotermal Telaga Ranu. Source : Instagram Forum BEM DIY

    Telaga Ranu di Pusaran Kritik: Isu Geotermal Warnai Aksi Forum BEM D.I Yogyakarta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO)— Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menggelar unjuk rasa pada Rabu petang (25/2) dengan menyoroti berbagai persoalan nasional, termasuk isu proyek geotermal yang dinilai berkaitan dengan kepentingan asing dan berdampak pada masyarakat. Aksi dimulai dari kawasan eks Parkir Abu Bakar Ali, melintasi Jalan Malioboro, berorasi di depan DPRD DIY, dan berakhir […]

  • Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Balengko Space – Belakangan ini, olahraga lari menjadi fenomena yang menyita perhatian. Media sosial diramaikan dengan berbagai flyer event lomba lari yang bertebaran di Instagram, TikTok, hingga grup WhatsApp. Para influencer dan konten kreator turut mempopulerkan aktivitas ini, mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apakah fenomena ini benar-benar […]

  • KETUA FATAYAT NU CABANG TIDORE

    Astuti Ardenan Terpilih Jadi Ketua Fatayat NU Tidore, Fokus Isu Perempuan dan Anak

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.447
    • 0Komentar

    Dalam kepemimpinannya ke depan, Astuti menyampaikan bahwa Fatayat NU Cabang Tidore akan lebih aktif berkolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan lainnya untuk memperkuat advokasi isu-isu strategis yang menjadi konsen utama Pengurus Besar Fatayat NU. “Fatayat NU Tidore harus berani tampil dan bersuara untuk merespons isu-isu besar seperti pemberdayaan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, dan kekerasan terhadap anak,” […]

expand_less