Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » KABAR NUSANTARA » Hied : Dari Dinding Kosong Karawang ke Karya Penuh Makna

Hied : Dari Dinding Kosong Karawang ke Karya Penuh Makna

  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
  • visibility 571
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Foto : Hied

Ketika seni jalanan bertemu dengan kreativitas tanpa batas, nama Hied hadir sebagai salah satu seniman graffiti yang mencuri perhatian. Dengan gaya unik dan energi khas anak muda, Hied berbagi cerita tentang perjalanan, inspirasi, tantangan, dan harapannya untuk dunia graffiti di Indonesia.

Perjalanan Awal: Dari Coretan Iseng ke Seni Bermakna

“Aku mulai suka graffiti sejak SMA,” ujar Hied mengawali ceritanya. Bagi Hied, graffiti adalah kebebasan berekspresi yang langsung terpancar dari dinding-dinding kosong menjadi karya yang penuh makna. “Kekuatan visualnya itu yang bikin aku jatuh cinta.” Dengan semangat dan kerja keras, Hied terus mengasah keterampilannya hingga dikenal sebagai salah satu seniman graffiti berbakat dari Karawang.

Inspirasi dan Gaya: Dari Kehidupan ke Dinding

Karya-karya Hied punya ciri khas yang sulit dilupakan: font graffiti yang unik dan ekspresif. Inspirasi datang dari berbagai hal, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga seniman graffiti yang ia kagumi, seperti MR.BAKERONER, SEMOR, dan KAISY. “Mereka punya energi keren yang ngasih aku ide-ide baru,” kata Hied. Dengan gaya yang terus berkembang, Hied berusaha menciptakan identitas seni yang personal namun tetap bisa diterima banyak orang.

Tantangan: Antara Cuaca, Stigma, dan Aturan

Di balik keindahan karya Hied, ada tantangan besar yang harus ia hadapi. Cuaca sering kali jadi kendala teknis, belum lagi stigma negatif masyarakat yang masih menganggap graffiti sebagai aksi vandalisme. “Selain itu, harus pintar-pintar juga menghindari konflik sama pihak berwenang,” tambahnya sambil tersenyum. Meski begitu, tantangan ini justru memacu Hied untuk terus berkarya dan membuktikan bahwa graffiti adalah seni yang layak dihargai.

Sentuhan Lokal: Karawang dalam Warna

Sebagai anak Karawang, Hied merasa budaya dan lingkungan sekitar punya pengaruh besar dalam karyanya. “Lingkungan di sini tuh ngasih banyak energi kreatif. Ada semacam hubungan emosional sama tempat ini,” jelasnya. Hal inilah yang membuat karya-karyanya punya elemen lokal yang membumi namun tetap relevan secara universal.

Pesan di Balik Coretan

Setiap karya Hied punya cerita dan pesan yang ingin disampaikan. “Aku pengen karya aku nyampein kebanggaan, kritik sosial, dan inspirasi buat berpikir kreatif,” ujar Hied. Baginya, graffiti bukan hanya soal estetika, tapi juga media untuk menyuarakan ide-ide yang mungkin sulit disampaikan lewat kata-kata.

Harapan dan Rencana: Graffiti untuk Semua

Ke depan, Hied berharap seni graffiti bisa lebih dikenal dan dihargai di Indonesia, khususnya di Karawang. “Aku pengen graffiti jadi wadah ekspresi yang positif dan inspiratif buat semua orang,” katanya penuh harap. Saat ini, Hied juga tengah merencanakan karya-karya baru dan kolaborasi dengan seniman lain untuk mengembangkan koneksi sekaligus memperkaya dunia graffiti lokal.

Dengan semangat dan visinya, Hied membuktikan bahwa seni graffiti bukan sekadar coretan, melainkan media yang penuh makna. Dari Karawang untuk dunia, Hied membawa pesan bahwa dinding-dinding kosong adalah kanvas yang menunggu untuk dihidupkan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pulau Morotai Gelar Doa Lintas Agama untuk Perkuat Persatuan dan Toleransi

    Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pulau Morotai Gelar Doa Lintas Agama untuk Perkuat Persatuan dan Toleransi

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, PULAU MOROTAI – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai menggelar kegiatan Doa Lintas Agama. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan sinergitas antarumat beragama di wilayah Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan yang mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat” tersebut berlangsung khidmat di Aula Polres Pulau Morotai, Desa Darame, […]

  • Tenaga medis ditarik dari ambulans saat aksi massa, menjadi korban kekerasan aparat

    Dari Ambulans ke Tangan Aparat: Tenaga Medis Jadi Sasaran Kekerasan selama aksi demontrasi

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Muh. Rizki
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Indonesia kembali dilanda gejolak. Gelombang aksi massa yang bergulir sejak 25 Agustus 2025 baik di ruang publik maupun media sosial, berakar pada keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Persoalan seperti minimnya lapangan kerja, rendahnya tingkat upah, wacana kenaikan pajak, serta rencana peningkatan tunjangan anggota DPR yang dinilai tidak proporsional, telah memicu gelombang protes yang meluas. […]

  • Gambar Ilustrasi : Indonesiana.id

    ARGUMEN TITIK TEMU AGAMA-AGAMA

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Adalah membahas untuk menemukan dasar argumennya perihal titik temu-nuqthatu al-liqa’ akar konflik antara Israel dan Palestina yang sampai hari ini masih saja terjadi. Kita jadikan upaya maksimal sebagai dasar yang kuat secara teologi agar terciptanya sebuah hubungan perdamaian dan keselamatan yang hakiki antara Israel dan Palestina, karena ini adalah konflik etnik Yahudi dan etnik Arab-bukan […]

  • HIPMI Sleman Gali Peluang Ekonomi Berbasis Budaya Lewat Diskusi “Tosan Aji”

    HIPMI Sleman Gali Peluang Ekonomi Berbasis Budaya Lewat Diskusi “Tosan Aji”

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 723
    • 0Komentar

    balengkospace.com – Yogyakarta, 30 Mei 2025 – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Sleman menggelar diskusi bertajuk “Tosan Aji: Sejarah, Koleksi dan Peluang Ekonomi ” pada Kamis (29/5), bertempat di Kopi Bukan Luwak, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan para pelaku usaha dan kolektor keris, termasuk Unggul Sudrajat (peneliti dan kolektor keris), Salim A Fillah […]

  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Jakarta (21/1). Kemenkop kini tengah melakukan transformasi besar-besaran, mulai dari digitalisasi data hingga perubahan strategi komunikasi agar koperasi lebih diminati anak muda sebagai badan usaha yang profitabel dan kekinian. Sumber Foto: JMSI

    Bikin Koperasi Jadi “Cool”, Menteri Ferry Juliantono Rangkul Milenial dan Gen Z Masuk Ekosistem Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 269
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 22 Januari 2026 – Citra koperasi yang selama ini dianggap “jadul” kini sedang dirombak total. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmennya untuk mengubah strategi komunikasi kementerian agar lebih relevan dengan gaya hidup anak muda, khususnya kelompok Milenial dan Gen Z. Hal ini disampaikan Menkop Ferry saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia […]

  • Syawalan dan Silaturahmi warga Maluku Utara di Yogyakarta 2025

    Syawalan dan Silaturahmi warga Maluku Utara di Yogyakarta 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

    Yogyakarta, (19/4/25) — Sesepuh Maluku Utara, mahasiswa, dan perwakilan Organda kabupaten berkumpul di Pantai Depok, Yogyakarta, dalam acara syawalan dan silaturahmi. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB dan menjadi momen halal bihalal warga Maluku Utara yang menetap di Yogyakarta. Acara berlangsung santai namun penuh makna. Para sesepuh dan mahasiswa mengikuti rangkaian […]

expand_less