Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

  • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
  • visibility 289
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jika ditarik ke konteks lokal, budaya Sasak di Lombok Timur sesungguhnya kaya akan praktik pendidikan berbasis kasih sayang dan kebersamaan. Tradisi pengasuhan kolektif dalam keluarga besar, gotong royong, serta internalisasi nilai melalui ritual dan cerita rakyat adalah bentuk pendidikan yang mengedepankan afeksi. Anak tidak hanya dididik untuk pintar, tetapi juga untuk berakar pada tradisi, sopan santun, dan spiritualitas. Nilai-nilai lokal ini dapat menjadi dasar kuat dalam merumuskan PAUD berbasis cinta, yang tidak terjebak dalam sekadar meniru model luar, melainkan menggali kearifan lokal sebagai fondasi.

Namun, tantangan terbesar muncul ketika sistem pendidikan formal mengabaikan dimensi afektif ini. Kurikulum yang padat, obsesi orang tua terhadap prestasi akademik dini, serta kebijakan birokratis yang seragam justru membuat PAUD kehilangan jiwanya. Alih-alih menciptakan suasana penuh cinta, banyak lembaga PAUD berubah menjadi “pabrik robot” yang mengejar target akademik. Hal ini bukan hanya merugikan perkembangan anak secara emosional, tetapi juga dapat memutus mata rantai warisan budaya lokal yang sesungguhnya kaya nilai.

Dalam perspektif kritis, PAUD berbasis cinta bukanlah sekadar wacana romantis, melainkan kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa. Generasi yang dibesarkan dengan kasih sayang, penghargaan terhadap keragaman, dan keterikatan budaya akan lebih siap menghadapi dinamika global. Sebaliknya, generasi yang dibesarkan seperti robot hanya akan piawai mengikuti instruksi tanpa daya kreatif dan empati. Inilah bahaya laten dari praktik pendidikan formal yang terlalu teknokratis dan seragam.

Oleh karena itu, penting untuk menegaskan bahwa membangun PAUD berbasis cinta memerlukan kolaborasi antara negara, masyarakat, dan keluarga. Negara perlu menyusun kurikulum yang fleksibel dan memberi ruang pada praktik-praktik pengasuhan lokal. Masyarakat dapat menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sasak yang menekankan kasih sayang, kebersamaan, dan spiritualitas. Sementara itu, keluarga sebagai pusat pertama pendidikan anak harus menjadi teladan dalam membangun iklim penuh cinta di rumah.

Dengan demikian, pertaruhan terbesar PAUD di Lombok Timur dan Indonesia pada umumnya terletak pada pilihan: apakah kita ingin mendidik anak menjadi manusia yang berakar pada cinta dan kebudayaan, atau sekadar mencetak robot yang patuh pada sistem tanpa jiwa? Belajar dari Jepang dan budaya Sasak, sudah saatnya kita menggeser paradigma pendidikan dari sekadar instruksi akademik menuju pendidikan berbasis cinta yang membentuk manusia utuh. Hanya dengan cara itu, PAUD dapat menjadi titik awal lahirnya generasi yang cerdas, berempati, dan berakar pada nilai kemanusiaan.

Tags
  • Penulis: LILIK FEBY RAHMAWATI
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gunawan Fiantara, Koordinator Wilayah Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) DIY, menyampaikan pandangan dalam Dialog Kebangsaan bertema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran” di Canggir Bumi Coffee, Yogyakarta, Senin (27/10/2025).

    Aliansi Mahasiswa Nusantara Gelar Dialog Kebangsaan: Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Suara Kritis Kaum Muda

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) menggelar Deklarasi dan Dialog Kebangsaan bertema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda” pada Senin, 27 Oktober 2025, di Canggir Bumi Coffee, Yogyakarta.Kegiatan ini menjadi ruang refleksi terbuka bagi generasi muda untuk menilai arah kebijakan nasional sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai aktor strategis dalam […]

  • Sumber foto : (instagram.com/Pandji.pragiwaksono) Play Button

    LBH Ansor Maluku Utara Nilai Pelaporan Materi Stand Up Comedy Pandji Berlebihan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai pelaporan terhadap materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea sebagai bentuk reaksi yang berlebihan dan tidak proporsional. Menurut LBH Ansor, langkah tersebut berpotensi mengaburkan fungsi kritik sosial dalam ruang demokrasi. Ketua LBH Ansor Maluku Utara menyampaikan bahwa stand up comedy merupakan […]

  • Mahasiswa Kota Ternate menari kegiatan JKPI 2025. Play Button

    Meriah di Panggung, Terlupakan di Belakang Layar: Curhat Mahasiswa Ternate di Yogyakarta Terhadap Pemkot

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.166
    • 0Komentar

    Kondisi Memprihatinkan Mahasiswa Ternate Mahasiswa Ternate di Yogyakarta mengaku kesulitan setiap kali harus tampil membawakan tarian daerah. Mereka tak punya perlengkapan sendiri dan harus meminjam sana-sini. Bahkan, mereka tak memiliki sekretariat, berbeda dengan mahasiswa daerah lain di Maluku Utara yang punya asrama permanen dan fasilitas yang memadai. “Mahasiswa Sula memiliki asrama permanen, Tidore, Halmahera Tengah, […]

  • Menghidupkan Suara yang Diam: Perjalanan Tantri Atmodjo Menulis Buku Ruang Gelap di Dalam Diri

    Menghidupkan Suara yang Diam: Perjalanan Tantri Atmodjo Menulis Buku Ruang Gelap di Dalam Diri

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Di balik rutinitas sebagai mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Tantri Atmodjo menyimpan sebuah misi sunyi namun bermakna: menulis buku yang bisa menyentuh hati banyak orang, terutama perempuan. Besar di Ternate, Maluku Utara, Tantri kini tengah menulis buku self-improvement berjudul Ruang Gelap di Dalam Diri. Sebuah karya yang bukan hanya menawarkan kisah, tetapi juga keberanian untuk […]

  • Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    Menyerukan Keadilan untuk Masyarakat Adat: Sikap Mahasiswa Halmahera Timur di Yogyakarta

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 890
    • 0Komentar

    Balengko Space – Yogyakarta, (23 Mei 2025) Mahasiswa Halmahera Timur yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta menyampaikan pernyataan sikap terkait penahanan 11 warga masyarakat adat Maba, Desa Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur. Mereka mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk meninjau kembali proses hukum yang sedang berjalan serta memastikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat. Diketahui […]

  • Direktur RS Pratama Bisui Beri Klarifikasi: Anggaran Minim dan Sudah Dilaporkan ke DPRD

    Direktur RS Pratama Bisui Beri Klarifikasi: Anggaran Minim dan Sudah Dilaporkan ke DPRD

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pada tahun 2025, RS Pratama Bisui juga terdampak kebijakan efisiensi anggaran, yang kemungkinan akan menyebabkan penurunan alokasi. “Hal ini tentu membuat situasi semakin berat. Tapi kami tidak tinggal diam. Pada 21 April 2025 lalu, kami sudah memaparkan kondisi dan realisasi anggaran ini dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Halmahera Selatan. […]

expand_less