Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Diskusi RUU KUHAP Yogyakarta: Haris Azhar vs Eddy Hiariej Bahas Restoratif Justice

Diskusi RUU KUHAP Yogyakarta: Haris Azhar vs Eddy Hiariej Bahas Restoratif Justice

  • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
  • visibility 600
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, Yogyakarta — Social Movement Institute (SMI) menggelar diskusi dan debat terbuka bertajuk “Kita Jadi Merdeka atau Dijajah Aparat?” di Auditorium YBW UII, Jalan Cik Di Tiro No.1, Terban, Kota Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) pukul 07.30 WIB. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, Haris Azhar dan Eddy Hiariej, untuk membahas Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP).

Diskusi ini berlangsung dalam tiga sesi.

Sesi pertama diisi dengan penyampaian argumen masing-masing narasumber terkait RUU KUHAP dan proses penegakan hukumnya.

Sesi kedua menghadirkan tiga keluarga korban salah tangkap untuk menyampaikan kesaksian langsung, membuka perspektif publik tentang potensi penyalahgunaan aparat jika RUU KUHAP tidak dirumuskan secara adil.

Sesi ketiga ditutup dengan penyampaian tuntutan kepada pemerintah agar proses pembentukan RUU KUHAP melibatkan partisipasi publik secara luas.

Salah satu peserta, Farid, mahasiswa sekaligus anggota BEM Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, menekankan pentingnya penjelasan rinci terkait konsep Restoratif Justice dalam RUU KUHAP.

“Pembentukan RUU KUHAP ini harus dijelaskan lebih rinci terkait Restoratif Justice, supaya aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, dan hakim memiliki satu pandangan yang sama,” ujarnya.

Diskusi ini terbuka untuk umum dan gratis, menjadi wadah bagi masyarakat sipil untuk turut serta mengawasi proses legislasi agar RUU KUHAP tidak menjadi alat penyalahgunaan kekuasaan oleh aparat.(red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    Pelatihan Etnovideografi di Universitas Khairun: Meningkatkan Kemandirian Mahasiswa dalam Pembuatan Konten Sosial

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Kamis (20/2/25) – Program Studi Antropologi Sosial Universitas Khairun mengadakan pelatihan Etnovideografi pada Kamis, 20 Februari 2025. Kegiatan yang diadakan di ruang Program Studi Antropologi Sosial ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan bertujuan untuk mengajarkan teknik pengambilan gambar serta pembuatan video etnovideografi. Ariyo Dermawan, sebagai narasumber, menyampaikan materi dengan cara […]

  • Pemadaman Listrik Morotai Ramadhan Rapat DPRD dan PLN

    Ramadhan di Morotai “Gelap-gelapan”, DPRD Pertanyakan Jadwal Pemeliharaan PLN yang Terkesan Kebetulan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 998
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Menanggapi keresahan masyarakat terkait seringnya pemadaman listrik di Pulau Morotai selama bulan suci Ramadhan, DPRD Pulau Morotai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak PLN, Selasa (10/03/2026). Rapat yang berlangsung di Ruang Sekwan mulai pukul 11.00 WIT tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Pulau Morotai, Erwin Sutanto. Hadir dalam […]

  • Source : Istimewa

    GP Ansor Halsel: Penegakan Hukum Harus Objektif, Jangan Tunduk pada Tekanan Eksternal

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 237
    • 0Komentar

    HALMAHERA SELATAN (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) angkat bicara mengenai pentingnya menjaga marwah hukum dari intervensi luar. Sekretaris PC GP Ansor Halsel, Irfandi R. Hi. Mustafa, menegaskan bahwa asas legalitas harus menjadi panglima dalam setiap penanganan perkara pidana. Pernyataan ini disampaikan Irfandi merespons dinamika hukum yang tengah berkembang […]

  • HMI Cabang Morotai Tolak Morofest: Pemda Dinilai Lebih Pilih Seremonial daripada Tangani Karhutla

    HMI Cabang Morotai Tolak Morofest: Pemda Dinilai Lebih Pilih Seremonial daripada Tangani Karhutla

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Jainudin Naba
    • visibility 135
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Morotai menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu, Jalan Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (15/10/2026). Massa aksi secara tegas menolak pelaksanaan Festival Morotai (Morofest) dan menyoroti berbagai permasalahan mendasar yang dinilai diabaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Koordinator Lapangan, Hasanudin Saba, […]

  • Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    Negara dalam Cengkeraman Kapitalisme: Membaca Krisis Ekologis Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Zidni Ilman Warnangan
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    Krisis ekologis Indonesia hari-hari ini tidak dapat dipahami sebagai persoalan teknis dalam tata kelola lingkungan.

  • Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    Simon Tahamata: Darah Maluku yang Bersinar di Eropa, Kini Pimpin Pencarian Bakat Timnas Indonesia

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Indonesia Timur telah lama dikenal sebagai lumbung talenta sepak bola. Bakat-bakat besar seperti Boaz Solossa, Yance dan Yakob Sayuri, hingga Ilham Udin Armayin mewarnai era 2000-an dan seterusnya. Namun, jauh sebelum itu bahkan sebelum sepak bola Indonesia diramaikan oleh nama-nama muda dari Timur telah lahir seorang legenda yang bersinar terang di panggung Eropa: Simon Melkianus […]

expand_less