Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

  • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
  • visibility 536
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jika ditarik ke konteks lokal, budaya Sasak di Lombok Timur sesungguhnya kaya akan praktik pendidikan berbasis kasih sayang dan kebersamaan. Tradisi pengasuhan kolektif dalam keluarga besar, gotong royong, serta internalisasi nilai melalui ritual dan cerita rakyat adalah bentuk pendidikan yang mengedepankan afeksi. Anak tidak hanya dididik untuk pintar, tetapi juga untuk berakar pada tradisi, sopan santun, dan spiritualitas. Nilai-nilai lokal ini dapat menjadi dasar kuat dalam merumuskan PAUD berbasis cinta, yang tidak terjebak dalam sekadar meniru model luar, melainkan menggali kearifan lokal sebagai fondasi.

Namun, tantangan terbesar muncul ketika sistem pendidikan formal mengabaikan dimensi afektif ini. Kurikulum yang padat, obsesi orang tua terhadap prestasi akademik dini, serta kebijakan birokratis yang seragam justru membuat PAUD kehilangan jiwanya. Alih-alih menciptakan suasana penuh cinta, banyak lembaga PAUD berubah menjadi “pabrik robot” yang mengejar target akademik. Hal ini bukan hanya merugikan perkembangan anak secara emosional, tetapi juga dapat memutus mata rantai warisan budaya lokal yang sesungguhnya kaya nilai.

Dalam perspektif kritis, PAUD berbasis cinta bukanlah sekadar wacana romantis, melainkan kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa. Generasi yang dibesarkan dengan kasih sayang, penghargaan terhadap keragaman, dan keterikatan budaya akan lebih siap menghadapi dinamika global. Sebaliknya, generasi yang dibesarkan seperti robot hanya akan piawai mengikuti instruksi tanpa daya kreatif dan empati. Inilah bahaya laten dari praktik pendidikan formal yang terlalu teknokratis dan seragam.

Oleh karena itu, penting untuk menegaskan bahwa membangun PAUD berbasis cinta memerlukan kolaborasi antara negara, masyarakat, dan keluarga. Negara perlu menyusun kurikulum yang fleksibel dan memberi ruang pada praktik-praktik pengasuhan lokal. Masyarakat dapat menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sasak yang menekankan kasih sayang, kebersamaan, dan spiritualitas. Sementara itu, keluarga sebagai pusat pertama pendidikan anak harus menjadi teladan dalam membangun iklim penuh cinta di rumah.

Dengan demikian, pertaruhan terbesar PAUD di Lombok Timur dan Indonesia pada umumnya terletak pada pilihan: apakah kita ingin mendidik anak menjadi manusia yang berakar pada cinta dan kebudayaan, atau sekadar mencetak robot yang patuh pada sistem tanpa jiwa? Belajar dari Jepang dan budaya Sasak, sudah saatnya kita menggeser paradigma pendidikan dari sekadar instruksi akademik menuju pendidikan berbasis cinta yang membentuk manusia utuh. Hanya dengan cara itu, PAUD dapat menjadi titik awal lahirnya generasi yang cerdas, berempati, dan berakar pada nilai kemanusiaan.

Tags
  • Penulis: LILIK FEBY RAHMAWATI
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Organda Morotai Tolak Kenaikan Dexlite

    Tolak Kenaikan Dexlite, Organda Morotai Gelar Hearing di DPRD: Ancam Mogok Massal 7 Hari

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 376
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI, BALENGKO SPACE – Gelombang protes akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai menyasar sektor transportasi di daerah. Puluhan sopir truk yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Pulau Morotai menggelar aksi konvoi dan hearing di Kantor DPRD Pulau Morotai, Senin (11/5/2026). Aksi ini dipicu oleh kenaikan harga […]

  • Libatkan 1.746 Pekerja Lokal, Irine Roba Dorong Kemandirian Petani Lewat Program P3TGAI di Halmahera Timur

    Libatkan 1.746 Pekerja Lokal, Irine Roba Dorong Kemandirian Petani Lewat Program P3TGAI di Halmahera Timur

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 463
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, HALMAHERA TIMUR – Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menggelar pertemuan dengan 23 kelompok penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2025 dan 2026 di Desa Sidomulyo, Rabu (30/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi pelaksanaan program peningkatan jaringan irigasi […]

  • Farid, mahasiswa BEM Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, berbicara dalam diskusi RUU KUHAP Yogyakarta

    Diskusi RUU KUHAP Yogyakarta: Haris Azhar vs Eddy Hiariej Bahas Restoratif Justice

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 600
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Yogyakarta — Social Movement Institute (SMI) menggelar diskusi dan debat terbuka bertajuk “Kita Jadi Merdeka atau Dijajah Aparat?” di Auditorium YBW UII, Jalan Cik Di Tiro No.1, Terban, Kota Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) pukul 07.30 WIB. Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, Haris Azhar dan Eddy Hiariej, untuk membahas Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum […]

  • Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Source : Istimewa

    Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Pendidikan Ekonomi Sejak Dini Masih ada anggapan bahwa anak SD belum mampu memahami konsep ekonomi sehingga pendidikan ekonomi dianggap belum perlu diajarkan sejak dini. Pandangan ini sesungguhnya kurang tepat. Anak memiliki kapasitas kognitif untuk memahami konsep ekonomi, asalkan disajikan secara kontekstual dan dekat dengan pengalaman hidup mereka. Mengajarkan ekonomi kepada anak SD tidak berarti memperkenalkan […]

  • Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua saat menerima audiensi PW IKA PMII Maluku Utara di ruang kerjanya, Kamis (4/12/2025).

    Bupati Halmahera Utara Terima Audiensi PW IKA PMII Malut

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 239
    • 0Komentar

    HALUT (BALENGKO) – Bupati Kabupaten Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menerima audiensi jajaran Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara pada Kamis (4/12/2025).Kedatangan rombongan turut didampingi Ketua PC IKA PMII Halmahera Utara, Fahmi Musa, beserta jajaran, serta Ketua GP Ansor Halut, Rifki Kasibit. Audiensi ini digelar dalam rangka […]

  • Ilustrasi : Istimewa

    IKEMAP Desak Pemerintah Cabut Izin PT Zhong Hai dan PT MAI: “Jangan Korbankan Sagea Demi Investasi”

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 336
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (BALENGKO) – Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelajar (IKEMAP) Halmahera Tengah–Yogyakarta melayangkan protes keras terhadap aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Zhong Hai dan PT Mining Abadi Indonesia (MAI) di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara. Presiden IKEMAP, Ishak Abidin, mendesak pemerintah untuk segera mencabut izin operasional kedua perusahaan tersebut karena diduga melakukan pelanggaran serius dan sistemik. […]

expand_less