Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

PAUD Berbasis Cinta atau Pabrik Robot? Kritik atas Pendidikan Formal dengan Belajar dari Jepang dan Budaya Sasak di Lombok Timur

  • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
  • visibility 474
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jika ditarik ke konteks lokal, budaya Sasak di Lombok Timur sesungguhnya kaya akan praktik pendidikan berbasis kasih sayang dan kebersamaan. Tradisi pengasuhan kolektif dalam keluarga besar, gotong royong, serta internalisasi nilai melalui ritual dan cerita rakyat adalah bentuk pendidikan yang mengedepankan afeksi. Anak tidak hanya dididik untuk pintar, tetapi juga untuk berakar pada tradisi, sopan santun, dan spiritualitas. Nilai-nilai lokal ini dapat menjadi dasar kuat dalam merumuskan PAUD berbasis cinta, yang tidak terjebak dalam sekadar meniru model luar, melainkan menggali kearifan lokal sebagai fondasi.

Namun, tantangan terbesar muncul ketika sistem pendidikan formal mengabaikan dimensi afektif ini. Kurikulum yang padat, obsesi orang tua terhadap prestasi akademik dini, serta kebijakan birokratis yang seragam justru membuat PAUD kehilangan jiwanya. Alih-alih menciptakan suasana penuh cinta, banyak lembaga PAUD berubah menjadi “pabrik robot” yang mengejar target akademik. Hal ini bukan hanya merugikan perkembangan anak secara emosional, tetapi juga dapat memutus mata rantai warisan budaya lokal yang sesungguhnya kaya nilai.

Dalam perspektif kritis, PAUD berbasis cinta bukanlah sekadar wacana romantis, melainkan kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa. Generasi yang dibesarkan dengan kasih sayang, penghargaan terhadap keragaman, dan keterikatan budaya akan lebih siap menghadapi dinamika global. Sebaliknya, generasi yang dibesarkan seperti robot hanya akan piawai mengikuti instruksi tanpa daya kreatif dan empati. Inilah bahaya laten dari praktik pendidikan formal yang terlalu teknokratis dan seragam.

Oleh karena itu, penting untuk menegaskan bahwa membangun PAUD berbasis cinta memerlukan kolaborasi antara negara, masyarakat, dan keluarga. Negara perlu menyusun kurikulum yang fleksibel dan memberi ruang pada praktik-praktik pengasuhan lokal. Masyarakat dapat menghidupkan kembali nilai-nilai budaya Sasak yang menekankan kasih sayang, kebersamaan, dan spiritualitas. Sementara itu, keluarga sebagai pusat pertama pendidikan anak harus menjadi teladan dalam membangun iklim penuh cinta di rumah.

Dengan demikian, pertaruhan terbesar PAUD di Lombok Timur dan Indonesia pada umumnya terletak pada pilihan: apakah kita ingin mendidik anak menjadi manusia yang berakar pada cinta dan kebudayaan, atau sekadar mencetak robot yang patuh pada sistem tanpa jiwa? Belajar dari Jepang dan budaya Sasak, sudah saatnya kita menggeser paradigma pendidikan dari sekadar instruksi akademik menuju pendidikan berbasis cinta yang membentuk manusia utuh. Hanya dengan cara itu, PAUD dapat menjadi titik awal lahirnya generasi yang cerdas, berempati, dan berakar pada nilai kemanusiaan.

Tags
  • Penulis: LILIK FEBY RAHMAWATI
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023

    Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
    • visibility 849
    • 0Komentar

    Berkaitan dengan Klaim transformasi PMII memicu perdebatan mendalam tentang seberapa jauh transformasi tersebut benar-benar mengubah perspektif gerakan mahasiswa. Ada beberapa pengamat yang berpendapat bahwa perubahan yang terjadi hanya bersifat sementara dan terbatas pada perbaikan mekanisme organisasi dan pendekatan gerakan, tanpa mengubah tujuan atau prinsip ideologis dasar PMII. Namun demikian, perlu dicatat bahwa perubahan yang terjadi […]

  • Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

    Tambang atau Pariwisata? Menentukan Masa Depan, Menjaga Kawasan SBB

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Fahrul Syukur (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta)
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Wilayah Seram Bagian Barat memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hutan masih luas, pesisir yang indah dan budaya masih terikat dengan kehidupan masyarakat. Kawasan ini menyimpan banyak potensi besar misalnya, sumber daya mineral untuk pertambangan dan daya tarik alam untuk pariwisata. Di sinilah akan muncul pertanyaan paling penting bagi masa depan daerah: Apakah pendapatan daerah akan tumbuh pada eksploitasi tambang, atau pada penguatan pariwisata berkelanjutan?

  • THE BAM dan Pesan Berani dari Single “Laga Papi Tampil”

    THE BAM dan Pesan Berani dari Single “Laga Papi Tampil”

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram Iqbalns Rapper asal Bandung, The Bam, kembali menggebrak dengan single terbarunya yang berjudul “Laga Papi Tampil.” Lagu ini hadir sebagai medium untuk menyuarakan keresahan para “Papi,” atau pria dewasa yang seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. The Bam menggambarkan lagu ini sebagai cerminan pengalaman pribadi dan kisah-kisah teman-temannya. “Pesan utamanya jelas […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH Sarbin Sehe didampingi Direktur RSUD Maba dr. Callice Jackline, Bupati Halmahera Timur, serta unsur Forkopimda saat meninjau fasilitas dan ruangan pelayanan di RSUD Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Sabtu (27/12/25).

    Wagub KH Sarbin Sehe Tinjau RSUD Maba Halmahera Timur

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Halmahera Timur (BALENGKO) – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH Sarbin Sehe, meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, Kabupaten Halmahera Timur, pada Sabtu (27/12/25). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana rumah sakit dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam peninjauan itu, Wagub didampingi Direktur RSUD Maba, dr. Callice Jackline. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati […]

  • EDUKASI DIGITAL: Tim Satgaswil Maluku Utara membagikan brosur "Bebas Bersosmed dengan Aman dan Bijak" kepada murid SMA Al-Khairat Ternate sebagai bagian dari upaya preventif menangkal modus baru rekrutmen teroris melalui platform digital, Senin (1/2/2026). (Foto: Source Istimewa)

    Cegah Radikalisme di Media Sosial, Densus 88 Gelar Sosialisasi di SMA Al-Khairaat Ternate

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 502
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan “Densus Goes to School: Save Generation” di SMA Al-Khairaat Kota Ternate, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dari bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), khususnya melalui media sosial dan game online. Sosialisasi yang dimulai […]

  • UNUTARA Buka PMB 2026/2027: Ini Jadwal dan Syaratnya

    UNUTARA Buka PMB 2026/2027: Ini Jadwal dan Syaratnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) resmi membuka pintu bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kampus yang berlokasi strategis di Jalan Cempaka, Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin kuliah berkualitas tanpa biaya tinggi . Salah satu daya […]

expand_less