PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 157
- comment 0 komentar

Source : Istimewa
Himpunan Mahasiswa Islam yang prakarsai oleh Ayah Handa Lafran Pane pada tanggal 5 Februari Tahun 1947 bertepatan di Sekolah Tinggi Islam (STI) di ruang mata kuliah ilmu Tafsir dengan tujuan pertama mempertahankan NKRI dan Mempertinggi derajat rakyat Indonesia, kedua Menegakkan serta mengembangkan ajaran Islam. Kedua tujuan ini sebagai dasar moral pijakan perkaderan yang harus di tanamkan pada setiap kader Himpunan Mahasiswa Islam. Perkaderan harus difahami sebagai jalan jihad intelektual kader HMI yang tumbuh dalam ruang-ruang dialektika. Ruang yang tidak hanya melahirkan pradikma politik structural, namun ruang transformasi gagasan kebangsaan sebagai wujud nyata dari tujuan HMI. Selain itu proses perkaderan tidak hanya dipahami dalam forum LKI, LKII ataupun LKIII, namun perkaderan diformulasi dalam dimensi Sosial, Sejarah, dan Alam Semesta sebagai tugas yang di embang oleh kader HMI. Wacana kebanggsaan akan menjadi tanda tanya, bahkan kehilangan makna seketika pola perkaderan tidak mampu membangun kepekaan kader HMI dalam membaca problem sosial yang hari ini terjadi. Mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia merupakan tanggung jawab moral yang melahirkan komitmen kebangsaan dalam setiap nadi perjuangan. Sehingga perkaderan menjadi peran penting dalam mewujudkan tujuan suci yang tertulis dalam tintah sejarah.
Dalam merumuskan gagasan kebangsaan yang lahir dari Himpunan Mahasiswa Islam lebih khususnya Cabang Yogyakarta, membutuhkan pola perkaderan yang sistematis tidak hanya berada dalam Traning-Traning formal, namun gagasan kebangsaan harus berangkat dari derita luka dan air mata kaum miskin sebagai jembatan jihad intelektual kader Hmi. Sehingga tolak ukur keberhasilan perkaderan yaitu kader yang mempunyai lima kualitas cita. Selain itu, perkaderan HMI sebagai laboratorium intelektual menjadi jembatan dalam menumbuhkan kesadaran kader sebagaimana yang dijelaskan dalam tujuan Latihan Kader I “membentuk kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi serta perannya dalam berorganisasi, serta bertanggung jawab sebagai kader umat dan bangsa”. Sehingga mampu melahirkan wawasan ke-Islaman, ke-Indonesiaan, dan keMahasiswaan yang utuh sebagai dasar merumuskan gagasan kebangsaan. Menurut Agusalim Sitompul dalam bukunya Menyatu dengan Umat, Menyatuh dengan Bangsa (Pemikiran Keislaman-Keindonesiaa), tidak hanya minitik beratkan kepada penyatuan solidaritas yang kaku, dogma, ataupun doktrin. Namun proses penyatuan antara keumatan dan kebangsaan sebagai spirit yang mempunyai metodologi sistematis yang dirumuskan melalui ruang-ruang perkaderam Himpunan Mahasiswa Islam (Hmi). Perkaderan HMI harus mampu tumbuh dan berkembangan dalam ruang sosial dan keagamaan sebagai bentuk implementasi insan pengabdi, yang dilandasi dengan tanggung jawab yang lahir secara sadar pada diri kader, Fungsi HMI sebagai organisasi kader menjadikan gerak langkah keorganisasian menitikberatkan pada pengembangan kualitas SDM kader sebagaimana yang diharapkan Pedoman Perkaderan HMI.
- Penulis: Madarudin Lapandewa
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar