Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Resmi! KOMPPI-MU DIY 2025 Pilih Muhammad Asmar Joma, Siap Majukan Pendidikan Maluku Utara

Resmi! KOMPPI-MU DIY 2025 Pilih Muhammad Asmar Joma, Siap Majukan Pendidikan Maluku Utara

  • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
  • visibility 556
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Sebuah babak baru dimulai bagi komunitas intelektual pascasarjana Maluku Utara yang tergabung dalam Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara Daerah Istimewa Yogyakarta (KOMPPI-MU DIY). Dalam pelantikan yang digelar sederhana namun penuh makna, Muhammad Asmar Joma resmi menjabat sebagai Ketua Umum periode 2025–2026. Dengan latar belakang akademik yang kuat dan pengalaman advokasi yang konsisten, Asmar hadir membawa semangat baru untuk mendorong perubahan signifikan dalam sektor pendidikan Maluku Utara.

Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk para senior KOMPPI-MU DIY, akademisi, dan perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa daerah seperti IKPM (Ikatan Pelajar Mahasiswa) se-Maluku Utara. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum konsolidasi intelektual pascasarjana Maluku Utara di Yogyakarta untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan.

Dalam pidato pelantikannya, Muhammad Asmar Joma menyampaikan kekhawatiran mendalam atas kondisi pendidikan di Maluku Utara yang menurutnya masih menghadapi tantangan serius. Ia menyoroti adanya jurang ketimpangan yang lebar antara pembangunan infrastruktur fisik dan kualitas sumber daya manusia.

“Kami akan berupaya keras untuk menjadi jembatan antara gagasan-gagasan akademik dan implementasi nyata di lapangan. Pendidikan tidak boleh diperlakukan sebagai formalitas administratif. Apa gunanya akreditasi jika tidak ada kualitas? Apa gunanya angka-angka progres proyek jika anak-anak di daerah pedalaman masih belajar di sekolah roboh?” tegas Asmar.

Ia menekankan bahwa pembangunan pendidikan seharusnya tidak terjebak dalam logika teknokratis yang mengutamakan angka, proyek, dan data administratif semata, tanpa memperhatikan kebutuhan riil masyarakat lokal.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak hanya gagal dalam eksekusi program, tetapi juga gagal dalam membangun ekosistem pendidikan budaya yang berpihak pada masa depan generasi. Kami ingin mendorong kebijakan yang tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun generasi,” lanjutnya.

Asmar mengajak semua pihak, khususnya kaum terpelajar dari Maluku Utara, untuk tidak berdiam diri dalam menghadapi krisis pendidikan. Ia menyampaikan bahwa pendidikan bukan sekadar soal angka partisipasi sekolah atau nilai ujian nasional, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan ruang belajar yang adil, manusiawi, dan relevan dengan identitas budaya lokal.

Sebagai Ketua Umum yang baru, Asmar menyampaikan beberapa visi dan misi strategis yang akan menjadi arah kerja KOMPPI-MU DIY selama satu tahun ke depan. Salah satu agenda utamanya adalah mendorong sinergitas intelektual antar magister yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan kampus di Yogyakarta.

“Sinergitas intelektual magister adalah kunci. Kami percaya, dengan menyatukan pemikiran dan potensi dari berbagai disiplin ilmu, kita bisa menciptakan terobosan nyata dalam pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Maluku Utara,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran komunitas intelektual dalam membangun jejaring kebijakan dan advokasi yang kuat. Menurutnya, banyak alumni magister dari Maluku Utara yang memiliki kapasitas besar, namun belum terorganisir secara optimal untuk mendorong perubahan struktural dalam kebijakan pendidikan daerah.

Pelantikan Muhammad Asmar Joma tidak hanya disambut hangat oleh komunitas internal KOMPPI-MU, tetapi juga oleh perwakilan mahasiswa Maluku Utara dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya potensi konsolidasi kekuatan pemuda terpelajar Maluku Utara yang tersebar di berbagai wilayah.

Asmar menyampaikan pentingnya membangun konektivitas lintas daerah dalam membela hak pendidikan warga Maluku Utara. Ia menilai bahwa agenda besar perubahan tidak mungkin dikerjakan sendiri. Oleh sebab itu, KOMPPI-MU DIY membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya dengan organisasi sejenis di kota-kota lain.

“Kami ingin membawa suara pascasarjana ke ruang-ruang pengambilan kebijakan. Sinergitas intelektual harus diterjemahkan ke dalam keberanian berpihak pada rakyat, terutama dalam soal akses, mutu, dan pemerataan pendidikan,” tambah Asmar dengan tegas.

Pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi gerakan intelektual muda Maluku Utara di Yogyakarta. Dengan kepemimpinan Muhammad Asmar Joma, KOMPPI-MU DIY siap menjadi kekuatan alternatif yang tidak hanya kritis terhadap kebijakan, tetapi juga mampu menawarkan solusi berbasis data, riset, dan nilai-nilai lokal.

Pendidikan Maluku Utara butuh lebih dari sekadar pembangunan fisik-ia membutuhkan visi jangka panjang, keberpihakan pada masyarakat marjinal, dan keberanian intelektual untuk menyuarakan keadilan. KOMPPI-MU DIY telah menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang diskusi, komunitas, dan kemauan untuk bertindak.(red)

  • Penulis: Muzstakim
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAWAL APBD: Naswin Rowo, Anggota DPRD Pulau Morotai, berdialog langsung dengan warga Desa Momojiu dalam agenda Reses I, Sabtu (14/3). Sejumlah aspirasi mulai dari pembangunan talud penahan ombak hingga instalasi PDAM diserap untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Daerah. Play Button

    Serap Aspirasi di Desa Momojiu, Naswin Rowo Kawal Usulan Warga Masuk APBD

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 593
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, melaksanakan agenda Reses I Masa Sidang I Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi wakil rakyat tersebut untuk menjaring keluhan serta kebutuhan mendesak masyarakat di daerah pemilihannya. Agenda ini […]

  • Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    Kolaborasi Inspiratif: PATCOIFA dan Anak Falabisahaya Ajak Pemuda Tingkatkan Literasi dan Iman di Ramadhan

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Sula, (16/3/25) – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula bersama Komunitas Anak Falabisahaya (KAF) telah resmi membuka kegiatan Kontes Literasi Ramadhan dengan tema “Aktualisasi Nilai-Nilai Keislaman di Bulan Suci Ramadhan”. Acara yang dilaksanakan di Desa Falabisahaya ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat Islam selama bulan Ramadhan. Kontes Literasi Ramadhan ini akan […]

  • Episentrum Rempah Dunia Ternate

    Episentrum Rempah Dunia atau Sekadar Citra? Catatan Kritis untuk Ternate

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Amril Hi. Ade (Mahasiswa Kota Ternate yang menempuh pendidikan di Yogyakarta)
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Ternate kembali menyiapkan panggung. Tema “Episentrum Rempah Dunia” diangkat dalam Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026. Agenda pun disusun rapi: festival, simposium, hingga parade budaya. Sekilas, semuanya tampak meyakinkan, seolah dengan kemasan yang tepat, Ternate bisa kembali menjadi pusat perhatian dunia. Namun di balik itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah yang […]

  • DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    DLH Morotai Belum Turun Lapangan, Alat Berat Sudah Rambah 2 Hektare Lahan di Desa Bido.

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Aktivitas pembukaan lahan seluas 2 hektare di Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, menuai sorotan. Meski alat berat sudah beroperasi untuk penggalian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai mengaku belum turun ke lapangan maupun memeriksa dokumen lingkungan kegiatan tersebut. Kepala DLH Pulau Morotai, Djasmin Taher, menyebut pihaknya baru menerima informasi bahwa lahan itu akan dipakai […]

  • Haileluja A.K.A Anthony D, Beat, Barber dan Perjalanan HipHop di Bali

    Haileluja A.K.A Anthony D, Beat, Barber dan Perjalanan HipHop di Bali

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Anthony D Dibalik irama beat boombap dan denting gunting barber, ada cerita perjuangan Anthony D alias Hailelujah, seorang rapper dan barberman berbakat yang kini menetap di Canggu, Bali. Dengan gaya bicara yang santai namun penuh makna, Anthony menceritakan perjalanan hidupnya, mulai dari jatuh cinta pada hiphop hingga menghadapi tantangan sebagai barberman. Cinta […]

  • Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Dua dekade pertama abad ke-21 memperlihatkan dunia yang bergerak dalam ketidakpastian yang nyaris konstan. Perang tidak lagi menjadi peristiwa yang jarang terjadi, melainkan hadir sebagai latar belakang berita harian.

expand_less