Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » JAGA BUMI » Sultan Ternate Suarakan Hak Masyarakat Adat di DPD RI, Gemusba: Negara Harus Paham Sejarah

Sultan Ternate Suarakan Hak Masyarakat Adat di DPD RI, Gemusba: Negara Harus Paham Sejarah

  • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
  • visibility 602
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA, BALENGKO SPACE – Persoalan agraria dan hak masyarakat adat kembali menjadi sorotan nasional. Sultan Ternate ke-49, Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah, menyampaikan pandangan mendalam mengenai kedudukan tanah adat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Penyampaian Sultan tersebut dipandang bukan sekadar urusan lahan, melainkan ujian bagi negara dalam memahami asal-usul sejarah dan keberanian untuk bersikap adil. Bagi masyarakat adat, tanah merupakan ruang sakral tempat nilai-nilai diwariskan dan hukum adat dipraktikkan jauh sebelum regulasi teks negara lahir.

Refleksi Keadilan Pembangunan

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Generasi Muda Sultan Baabullah (GEMUSBA), Kaicil Ismuul Sujud, menilai refleksi ini sangat krusial di tengah dinamika pengelolaan sumber daya alam. Ismuul, yang juga putra Sultan Ternate ke-49, menyoroti fenomena di Maluku Utara di mana kekayaan alam melimpah namun belum sepenuhnya linear dengan kesejahteraan warga lokal.

“Di banyak tempat, alam terus memberi, tetapi masyarakat belum sepenuhnya menerima. Bahkan, tidak sedikit yang mulai kehilangan akses terhadap ruang hidup yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya,” ujar Ismuul.

Ia menegaskan bahwa hubungan negara dan masyarakat adat adalah hubungan kepercayaan. Negara perlu merawat mandat tersebut melalui penghormatan terhadap hak asal-usul dalam setiap kebijakan yang diambil.

Penerapan Prinsip FPIC dalam Pembangunan

Dalam kerangka global, Ismul mengingatkan pentingnya Deklarasi PBB tentang Hak-Hak Masyarakat Adat (UNDRIP). Salah satu poin utamanya adalah prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) atau persetujuan bebas tanpa paksaan yang diinformasikan sejak awal.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam perencanaan pembangunan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. “Pengakuan wilayah adat, partisipasi yang bermakna, serta mekanisme distribusi manfaat yang berkeadilan harus menjadi bagian dari arah kebijakan ke depan,” tegasnya.

Prinsip ini bertujuan agar pembangunan memiliki legitimasi sosial yang kuat, sehingga manfaatnya dirasakan secara adil oleh masyarakat subjek utama di wilayah tersebut.

Peran Generasi Muda sebagai Penjaga Akar

Ismul menambahkan bahwa kolaborasi antara negara, pelaku usaha, dan lembaga adat adalah kunci agar pembangunan tidak meninggalkan atau mengabaikan entitas asal. Dalam hal ini, generasi muda memegang peran penentu sebagai penjaga arah masa depan agar kemajuan tidak memutus akar sejarah.

“Memahami tanah adat bukan berarti kembali ke masa lalu, tetapi memastikan bahwa masa depan dibangun di atas pijakan yang benar,” kata Ismuul.

Gemusba berkomitmen untuk terus mengawal isu ini, mengingat tanah bukan sekadar ruang fisik, melainkan martabat dan penentu arah masa depan bangsa. (BS)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Baperone

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

    Kedaulatan di Setiap Ombak: Anak Pulau Loloda dan Perjuangan Menjaga Laut Halmahera

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 826
    • 0Komentar

    Di tepi lautan luas yang menelan cakrawala, pulau-pulau kecil di Loloda negeri para tetua di Halmahera bagian Utara berdiri sebagai benteng sunyi. Tidak banyak yang memikirkan keberadaan mereka, kecuali saat badai datang atau wacana geopolitik dunia bergeser. Namun, bagi mereka yang tinggal di sana, setiap jengkal tanah, setiap hempasan ombak adalah pernyataan eksistensi yang tak […]

  • Sultan Ternate dan FORKODA Dukung Pemekaran Pulau Obi, Ini Agenda Pertemuan di Laiwui

    Sultan Ternate dan FORKODA Dukung Pemekaran Pulau Obi, Ini Agenda Pertemuan di Laiwui

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 680
    • 0Komentar

    Balengko Space – Ketua FORKODA PP DOB Maluku Utara, Sarka Eladjouw, bersama Anggota DPD RI Sultan Hidayat Mudaffar Syah, akan mengunjungi Pulau Obi pekan ini. Kunjungan ini bertujuan memperkuat perjuangan menjadikan Pulau Obi sebagai kabupaten baru di Maluku Utara. Sarka menyampaikan bahwa pemekaran wilayah adalah agenda bersama antara rakyat dan pemerintah daerah. Ia mendorong masyarakat […]

  • Expo Fishum Uniera 2026: Langkah Awal Menuju Produk Lokal Berdaya Saing

    Expo Fishum Uniera 2026: Langkah Awal Menuju Produk Lokal Berdaya Saing

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 600
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum), Universitas Halmahera (Uniera) sukses menyelenggarakan malam pembukaan Festival Fishum Expo 2026. Acara tersebut berlangsung meriah di BUMDES desa Gotalamo Morotai Selatan, pada Jumat, (1/5/2026) malam. Mengusung tema “Dari Kampus untuk Masyarakat, Motivasi, Inovasi, dan Inspirasi”, rangkain kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pentingnya menciptakan produk loka yang […]

  • DPC PKB Tidore Nilai Kritik LBH Ansor Kota Ternate “Lebay”, Ini Jawaban Tegas Ketua LBH

    DPC PKB Tidore Nilai Kritik LBH Ansor Kota Ternate “Lebay”, Ini Jawaban Tegas Ketua LBH

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.510
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 28 Juli 2025 — Ketua Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pemuda (LBH GP) Ansor Kota Ternate, Zulfikran A. Bailussy, S.H., merespons pernyataan Wakil Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Julham, terkait tudingan terhadap LBH Ansor yang dianggap “lebay” dan tendensius dalam menyikapi dugaan mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) dalam […]

  • Pelantikan Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara: Awal Pengabdian untuk Masyarakat dan Perubahan

    Pelantikan Sarbin Sehe sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara: Awal Pengabdian untuk Masyarakat dan Perubahan

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 948
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Jakarta, 20 Februari 2025 – Setelah pelantikan serentak kepala daerah di Indonesia, Sarbin Sehe resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara mendampingi Gubernur Sherly Tjoanda. Upacara pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/2) pukul 10.00 WIB. Dalam wawancara usai pelantikan, Sarbin Sehe mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan. […]

  • Kepala MAN 1 Ternate saat menerima penghargaan terbaik atas tata kelola media sosial kategori Madrasah Aliyah Negeri dari Kanwil Kemenag Maluku Utara di Ternate, Rabu (28/1/2026).

    Madrasah Aliyah Negeri 1 Ternate Raih Penghargaan Pengelolaan Medsos Terbaik

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 276
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ternate kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan sebagai Pengelola Media Sosial Terbaik kategori Madrasah Negeri se-Maluku Utara. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen institusi dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana informasi dan publikasi pendidikan yang transparan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku […]

expand_less