Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Pengaruh Teknologi dan gaya hidup, Menjadi Penyebab Obesitas?

Pengaruh Teknologi dan gaya hidup, Menjadi Penyebab Obesitas?

  • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
  • visibility 377
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sumber gambar : Ai

Kemajuan teknologi dan globalisasi membawa dampak besar pada aktivitas manusia. Di satu sisi, teknologi mempermudah kehidupan, tetapi di sisi lain, dampak negatifnya, seperti penurunan mobilitas fisik, tak bisa diabaikan. Salah satu efek nyata adalah meningkatnya kasus obesitas, yang kini menjadi masalah kesehatan global.

Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Instan

Jika kita flashback ke tahun 90-an, seseorang harus berjalan ke warung atau pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhan makanan. Bahkan, memasak sayur memerlukan usaha ekstra, seperti memetik langsung dari kebun. Namun, kondisi ini berubah drastis. Teknologi kini memungkinkan kita memesan makanan, bahan dapur, bahkan sayuran segar melalui aplikasi—semuanya serba cepat dan instan.

Kenyamanan ini memiliki konsekuensi. Pola hidup praktis membuat manusia semakin kurang peduli pada makanan sehat. Banyak orang mengonsumsi makanan viral atau populer tanpa memikirkan dampaknya terhadap kesehatan. Akibatnya, pola makan tidak terkendali, dan risiko obesitas meningkat.

Apa Itu Obesitas?

Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat penumpukan lemak tubuh yang melebihi batas normal. Menurut WHO, obesitas terjadi karena akumulasi lemak yang berlebihan, yang dapat memicu berbagai penyakit. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mendefinisikan obesitas sebagai kondisi di mana indeks massa tubuh (IMT) seseorang lebih dari 25,1 kg/m².

Faktor Risiko terjadinya Obesitas

Dilansir dari berbagai sumber berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang berkontribusi terhadap obesitas meliputi:

1. Konsumsi Karbohidrat Berlebihan

Karbohidrat yang berlebihan, seperti nasi goreng, batagor, atau mi ayam, cenderung disimpan sebagai lemak dalam tubuh. Jenis makanan seperti keripik juga menjadi penyebab utama.

2. Pola Konsumsi Fast Food

Fast food, seperti burger, mi instan, steak, atau sosis, sering dikonsumsi oleh kelompok obesitas. Kandungan kalorinya tinggi tetapi minim nutrisi.

3. Tidak Sarapan Pagi

Banyak orang melewatkan sarapan karena alasan waktu, padahal ini meningkatkan risiko makan berlebihan saat siang hari. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidak sarapan cenderung kekurangan kalori pagi hari hingga 25% dari kebutuhan harian.

4. Kurangnya Aktivitas Fisik

Penurunan aktivitas fisik menjadi faktor utama. Penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan aktivitas fisik rendah (<10.000 langkah/hari) memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas.

Mengapa Obesitas Harus Diatasi?

Obesitas bukan hanya soal penampilan fisik, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung sering kali berkaitan dengan obesitas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengubah pola hidup, seperti:

• Mengatur pola makan sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang.

• Aktif bergerak: Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

• Menghindari fast food: Pilih makanan alami dan segar.

• Sarapan teratur: Pastikan tubuh mendapat energi di pagi hari.

Era digital memang memberikan banyak kemudahan, tetapi jangan sampai kita mengorbankan kesehatan. Mari mulai bijak dalam memilih gaya hidup dan makanan agar terhindar dari obesitas serta dampak buruknya. Sehat adalah investasi, bukan sekadar pilihan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proses Pembebasan Lahan AMP PT Eltis Anugrah Sejati di Morotai Dipertanyakan, Camat: Hanya Beri Rekomendasi

    Proses Pembebasan Lahan AMP PT Eltis Anugrah Sejati di Morotai Dipertanyakan, Camat: Hanya Beri Rekomendasi

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 115
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Eltis Anugrah Sejati di Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menuai sorotan. Selain ukuran dan mekanisme pembebasan lahan yang dipertanyakan, kejelasan status perizinan usaha serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau UKL-UPL juga belum transparan. […]

  • Tinjau Talud dan Jembatan, Wagub Malut Sambangi  Desa Terdampak Banjir di Kepulauan Sula

    Tinjau Talud dan Jembatan, Wagub Malut Sambangi Desa Terdampak Banjir di Kepulauan Sula

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 913
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik terdampak banjir di wilayah Kabupaten Kepulauan Sula, Rabu (16/7/2025) sekitar pukul 16.00 WIT. Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian dan respon cepat Pemprov terhadap kondisi infrastruktur serta warga terdampak bencana. Dalam agenda tersebut, Wagub didampingi oleh Sekda Kepulauan Sula, Asisten III Setda, Kepala […]

  • Kegiatan Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I di depan Lab Pendidikan Geografi Unkhair, anggota membaca dan berdiskusi untuk tingkatkan literasi.

    Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I Tingkatkan Literasi Anggota

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 640
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE– Ternate, (15/8/25), Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I menjadi program literasi rutin untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada 13 Agustus 2025 di depan ruang Lab Pendidikan Geografi, Universitas Khairun. Pengurus menyediakan berbagai buku sosial, novel, dan pendalaman Alkitab. Peserta membaca buku pilihan, lalu mempresentasikan ringkasan bacaan […]

  • Tenaga dapur MBG menjalankan SOP keamanan pangan

    Makan Bergizi Gratis (MBG): Niat Baik yang Harus Dijaga dengan Kualitas dan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Fahmil Usman, S.Gz.,M.Gz.,AIFO
    • visibility 1.100
    • 0Komentar

    Jika benar bahwa tujuan dari MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah sebuah niat baik yang telah dirancang untuk mencapai lebih dari sekadar ketahanan pangan. Program ini berfungsi sebagai katalis untuk pembangunan ekonomi lokal, yakni melalui dukungan kepada UMKM dan penciptaan pekerjaan dibidang pertanian. Dampak akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan melalui penurunan kemiskinan dan meningkatkan gizi masyarakat tetutama […]

  • Membumikan Janji Politik: Membangun Maluku Utara Lewat RPJMD yang Terarah

    Membumikan Janji Politik: Membangun Maluku Utara Lewat RPJMD yang Terarah

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Oleh : Mursid Puko
    • visibility 1.664
    • 0Komentar

    Beberapa hari terakhir, publik Maluku Utara ramai membicarakan isu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) melalui berbagai kanal media sosial. Pada tahun 2024, masyarakat telah menentukan pilihannya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang akan memimpin selama lima tahun ke depan. Secara teoritis, pelaksanaan […]

  • Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf saat bertemu dengan kader IPNU se-Indonesia di Jakarta (30/1). (Source : Istimewa)

    Gus Yahya ke Kader IPNU: Langkah Besar NU di Abad Kedua adalah Untuk Masa Depan Kalian

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 204
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa transformasi besar yang dilakukan NU di abad kedua merupakan investasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri. Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pertemuan silaturahmi bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Indonesia di Jakarta, […]

expand_less