Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » WARTA KESEHATAN » Pengaruh Teknologi dan gaya hidup, Menjadi Penyebab Obesitas?

Pengaruh Teknologi dan gaya hidup, Menjadi Penyebab Obesitas?

  • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
  • visibility 386
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sumber gambar : Ai

Kemajuan teknologi dan globalisasi membawa dampak besar pada aktivitas manusia. Di satu sisi, teknologi mempermudah kehidupan, tetapi di sisi lain, dampak negatifnya, seperti penurunan mobilitas fisik, tak bisa diabaikan. Salah satu efek nyata adalah meningkatnya kasus obesitas, yang kini menjadi masalah kesehatan global.

Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Instan

Jika kita flashback ke tahun 90-an, seseorang harus berjalan ke warung atau pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhan makanan. Bahkan, memasak sayur memerlukan usaha ekstra, seperti memetik langsung dari kebun. Namun, kondisi ini berubah drastis. Teknologi kini memungkinkan kita memesan makanan, bahan dapur, bahkan sayuran segar melalui aplikasi—semuanya serba cepat dan instan.

Kenyamanan ini memiliki konsekuensi. Pola hidup praktis membuat manusia semakin kurang peduli pada makanan sehat. Banyak orang mengonsumsi makanan viral atau populer tanpa memikirkan dampaknya terhadap kesehatan. Akibatnya, pola makan tidak terkendali, dan risiko obesitas meningkat.

Apa Itu Obesitas?

Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat penumpukan lemak tubuh yang melebihi batas normal. Menurut WHO, obesitas terjadi karena akumulasi lemak yang berlebihan, yang dapat memicu berbagai penyakit. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mendefinisikan obesitas sebagai kondisi di mana indeks massa tubuh (IMT) seseorang lebih dari 25,1 kg/m².

Faktor Risiko terjadinya Obesitas

Dilansir dari berbagai sumber berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang berkontribusi terhadap obesitas meliputi:

1. Konsumsi Karbohidrat Berlebihan

Karbohidrat yang berlebihan, seperti nasi goreng, batagor, atau mi ayam, cenderung disimpan sebagai lemak dalam tubuh. Jenis makanan seperti keripik juga menjadi penyebab utama.

2. Pola Konsumsi Fast Food

Fast food, seperti burger, mi instan, steak, atau sosis, sering dikonsumsi oleh kelompok obesitas. Kandungan kalorinya tinggi tetapi minim nutrisi.

3. Tidak Sarapan Pagi

Banyak orang melewatkan sarapan karena alasan waktu, padahal ini meningkatkan risiko makan berlebihan saat siang hari. Penelitian menunjukkan, mereka yang tidak sarapan cenderung kekurangan kalori pagi hari hingga 25% dari kebutuhan harian.

4. Kurangnya Aktivitas Fisik

Penurunan aktivitas fisik menjadi faktor utama. Penelitian menunjukkan bahwa remaja dengan aktivitas fisik rendah (<10.000 langkah/hari) memiliki risiko lebih tinggi terkena obesitas.

Mengapa Obesitas Harus Diatasi?

Obesitas bukan hanya soal penampilan fisik, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung sering kali berkaitan dengan obesitas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengubah pola hidup, seperti:

• Mengatur pola makan sehat: Konsumsi makanan bergizi seimbang.

• Aktif bergerak: Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.

• Menghindari fast food: Pilih makanan alami dan segar.

• Sarapan teratur: Pastikan tubuh mendapat energi di pagi hari.

Era digital memang memberikan banyak kemudahan, tetapi jangan sampai kita mengorbankan kesehatan. Mari mulai bijak dalam memilih gaya hidup dan makanan agar terhindar dari obesitas serta dampak buruknya. Sehat adalah investasi, bukan sekadar pilihan.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gambar buah pinang segar yang umum dikunyah di wilayah Indonesia Timur sebagai bagian tradisi dan kesehatan.

    Manfaat dan Bahaya Buah Pinang bagi Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.222
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Buah pinang (Areca catechu) adalah tanaman tropis dari keluarga palma yang sangat populer di wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Di daerah ini, pinang bukan hanya cemilan atau pelengkap sirih dan kapur, tetapi juga bagian penting dalam adat istiadat, ritual budaya, hingga aktivitas sosial sehari-hari. Kebiasaan mengunyah pinang […]

  • Revolusi Sunyi di Sekolah-Sekolah Maluku Utara

    Revolusi Sunyi di Sekolah-Sekolah Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Berbicara tentang perubahan pendidikan, kita sering membayangkan gebrakan besar, kebijakan baru, program raksasa, atau masuknya teknologi canggih ke ruang kelas. Namun, tidak semua transformasi datang dengan sorotan dan tepuk tangan. Di banyak tempat, perubahan bergerak perlahan dan hampir tanpa suara, tetapi justru di situlah letak kekuatannya. Fenomena inilah yang dapat disebut sebagai “revol jauh dari pusat […]

  • Source : Istimewa

    Partisipasi tak bermakna, penetapan hakim mahkamah konstitusi secara ugal-ugalan.

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Yuridin, Kader HMI Yogyakarta.
    • visibility 733
    • 0Komentar

    Di tengah krisis kepercayaan terhadap institusi hukum, Mahkamah Konstitusi seharusnya berdiri sebagai benteng terakhir konstitusi (guardian of constitution). Namun ironisnya, proses penetapan hakimnya justru kerap berlangsung ugal-ugalan, jauh dari prinsip partisipasi publik yang bermakna. Konsep partisipasi publik yg bermakna (meaningful participation) iyalah keterlibatan aktif secara subtansial oleh masyarakat dalam memutuskan kebijakan, bukan sekedar formalitas akan […]

  • SULA

    LBH Ansor Malut Soroti Dugaan Penganiayaan Oknum TNI yang Tewaskan Warga Sipil di Kepulauan Sula

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Kepulauan Sula (BALENGKO) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyatakan sikap tegas atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI berinisial Pratu SB, yang menyebabkan meninggalnya warga sipil SU (36) di Kabupaten Kepulauan Sula. Berdasarkan kronologi awal yang beredar, korban disebut tidak terlibat langsung dalam konflik, namun menjadi sasaran pemukulan hingga […]

  • Oleh: Fahrul Abd. Muid Penulis adalah Direktur Bajo Institut Maluku Utara

    TUMBUHNYA HARUS TERASA: Menagih Janji Kesejahteraan di HUT ke-27 Maluku Utara

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Fahrul Abd. Muid Penulis adalah Direktur Bajo Institut Maluku Utara.
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Provinsi Maluku Utara genap berusia 27 tahun pada tahun 2026. Angka ini bukan sekadar penanda kronologis, melainkan momen refleksi kritis bagi sebuah provinsi yang lahir dari pemekaran dengan janji besar—menjadi lumbung ekonomi baru Indonesia Timur berkat kekayaan sumber daya alam [SDA] yang melimpah. Slogan “Tumbuhnya Harus Terasa” yang digaungkan dalam perayaan HUT ke-27 ini bukan […]

  • Gubernur Sherly Laos menghadiri rapat DPRD untuk mengesahkan RPJMD Maluku Utara 2025–2029 di Sofifi.

    RPJMD Maluku Utara 2025–2029 Disetujui DPRD dan Gubernur

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 591
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Sofifi, RPJMD Maluku Utara 2025–2029 resmi masuk tahap pengesahan setelah Gubernur Maluku Utara Sherly Laos dan Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri Rapat Paripurna Tingkat II DPRD Maluku Utara, Jumat (15/8). Agenda rapat menetapkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) RPJMD menjadi Peraturan Daerah. Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Kuntu Daud memimpin […]

expand_less