Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 334
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Namun, Pentagon (markas besar Departemen Pertahanan AS) dilaporkan menahan diri. Militer AS sadar bahwa perang besar dengan Iran tidak akan semudah invasi ke Irak atau Afghanistan. Iran memiliki kemampuan asymmetrical warfare (perang asimetris) yang dahsyat, mulai dari rudal balistik yang jumlahnya mendekati 2.000 buah hingga jaringan proksi di Lebanon, Suriah, dan Yaman. Lebih dari itu, opini publik AS sangat kritis. Hanya 20-30 persen warga AS yang mendukung serangan terhadap Iran . Dalam situasi ini, Trump bermain dua kaki, di satu sisi ingin memuaskan lobi pro Israel dan industri senjata, di sisi lain tidak ingin menanggung biaya politik perang besar.

Sejarah & Perangkap Persia

Ada ironi sejarah yang nyaris puitis dalam serangan kali ini. Israel melancarkan operasinya menjelang hari raya Purim (Hari raya kaum Yahudi), yang merayakan selamatnya orang Yahudi dari pembantaian di Persia kuno yang kini menjadi wilayah Iran . Seolah sejarah berbisik sinis bahwa kali ini justru keturunan Persia yang menjadi sasaran “pembalasan” modern.

Namun jangan salah, Iran bukanlah aktor pasif. Teheran paham betul bahwa mereka sedang diuji. Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai bahwa ancaman Trump lebih merupakan “tekanan politik ketimbang sinyal aksi langsung” . Iran selama ini unggul dalam perang asimetris dan perang proksi. Mereka tidak perlu menang dalam pertempuran konvensional, mereka cukup membuat AS dan Israel kelelahan seperti yang dialami Uni Soviet di Afghanistan.

Ketika Menteri Luar Negeri Oman (Badr bin Hamad) sibuk meyakinkan media AS bahwa tidak ada alternatif selain diplomasi, pesawat tak berawak Iran mungkin sudah bersiap di landasan. Pernyataan Kemenlu Iran pasca serangan sangat jelas, “Republik Islam Iran menganggap agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan menekankan bahwa pihaknya berhak untuk merespons secara tegas” .

Kerja Sama AS-Israel

Di balik hiruk-pikuk perbedaan pendapat, sebenarnya AS dan Israel telah menyusun pembagian kerja yang matang . Brigjen (Purn) Michael Herzog, mantan duta besar Israel untuk AS, mengungkapkan bahwa militer kedua negara telah melakukan koordinasi erat di semua level .

Jika perang pecah, AS akan fokus pada penghancuran fasilitas nuklir dan melumpuhkan kemampuan balasan Iran (seperti rudal anti-kapal di Selat Hormuz). Sementara Israel akan memburu program rudal balistik Iran yang menjadi ancaman langsung bagi wilayahnya . Targetnya kali ini lebih luas bukan hanya fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi dan bahkan simbol-simbol rezim .

Inilah yang disebut sebagai “strategi degradasi” yang melemahkan rezim hingga titik di mana protes domestik bisa tumbang. Israel sadar bahwa serangan udara saja tak akan menjatuhkan Khamenei, tetapi jika dikombinasikan dengan krisis ekonomi dan gelombang unjuk rasa, rezim bisa goyah .

Jalan Panjang Menuju Jurang

Apa yang terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru konflik Timur Tengah. Perang ini membuktikan bahwa diplomasi multilateral telah kehilangan maknanya ketika berhadapan dengan kepentingan strategis negara adidaya. Dewan Keamanan PBB kembali menjadi saksi bisu, sementara hukum internasional dikoyak.

Bagi Indonesia, eskalasi ini adalah alarm bahaya. Harga minyak akan melambung, arus perdagangan di Selat Hormuz terancam, dan dampaknya akan dirasakan hingga ke harga BBM di pompa-pompa bensin Tanah Air. Lebih dari itu, kita menyaksikan bagaimana negara besar mempermainkan api perang sambil berpura-pura memadamkannya dengan air mata diplomasi.

Perang ini adalah tragedi kemanusiaan yang menanti. Rakyat Iran yang sudah tercekik oleh embargo akan kembali menanggung beban. Rakyat Israel akan hidup dalam bayang-bayang rudal. Dan di atas puing-puing kehancuran itu, para pemimpin dunia akan kembali berfoto bersama di KTT Perdamaian berikutnya sambil menyiapkan serangan berikutnya.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Unutara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Sofifi secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Agustus 2010. Namun sejak itu hingga kini, belum terbentuk pemerintahan otonom yang beroperasi penuh di wilayah tersebut. Banyak fungsi pemerintahan masih dijalankan dari Kota Ternate, yang notabene bukan lagi ibu kota secara hukum. Kondisi ini menimbulkan sejumlah persoalan […]

  • KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    KESHALEHAN SOSIAL-NYA

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Oleh: Fahrul Abd. MuidPenulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Peneliti Media Gerbong Nusantara Keshalehan sosial seorang Kepala Daerah Sherly Tjoanda Laos, bahwa dimana secara nyata dia adalah seorang Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, dan pada saat yang sama, dia juga sebagai pemeluk agama miniroritas, tidak hanya dilihat pada kedispilinannya melaksanakan […]

  • Ketua Umum SEMMI Cabang Yogyakarta Alif Kelrey memberikan pernyataan kepada media terkait desakan pemberhentian Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra di Yogyakarta.

    SEMMI Yogyakarta Desak Syarikat Islam Copot Bintang Wahyu Saputra karena Rangkap Jabatan di BP2MI

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Yogyakarta, Alif Kelrey, mendesak Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, untuk segera memberhentikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, yang diketahui merangkap jabatan sebagai Staf Khusus Menteri di Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Menurut Alif Kelrey, rangkap […]

  • Ilustrasi forum rapat evaluasi kebijakan publik.

    Soroti Kritikan Fraksi PDIP Sulteng terhadap Program ‘Berani Cerdas’, Mahasiswa Hukum UGM: DPRD Bukan Tempat Asal Bicara

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 266
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA, BALENGKO SPACE – Pernyataan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulawesi Tengah, Suryanto, dalam forum Pansus LKPJ APBD 2025 memicu reaksi dari kalangan akademisi. M. Reza Nanga, mahasiswa Magister Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Sulawesi Tengah (Sulteng), menilai kritik yang meminta Gubernur menunda program “Berani Cerdas” tersebut harus didasari pada evaluasi yang terukur, bukan […]

  • Sampah Bukan Masalah, Tapi Peluang: Kenali Jenis Sampah Yang Bernilai Tinggi

    Sampah Bukan Masalah, Tapi Peluang: Kenali Jenis Sampah Yang Bernilai Tinggi

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Pexels Sampah sering kali dianggap kotor, tidak berguna, dan membawa aroma yang kurang sedap. Namun, tidak semua sampah hanya membawa dampak negatif bagi lingkungan. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi aset yang berharga, bahkan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Berikut ini adalah beberapa jenis sampah yang bisa didaur ulang dan dijual, sekaligus membantu […]

  • Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Balengko Space – Belakangan ini, olahraga lari menjadi fenomena yang menyita perhatian. Media sosial diramaikan dengan berbagai flyer event lomba lari yang bertebaran di Instagram, TikTok, hingga grup WhatsApp. Para influencer dan konten kreator turut mempopulerkan aktivitas ini, mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apakah fenomena ini benar-benar […]

expand_less