Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 245
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Namun, Pentagon (markas besar Departemen Pertahanan AS) dilaporkan menahan diri. Militer AS sadar bahwa perang besar dengan Iran tidak akan semudah invasi ke Irak atau Afghanistan. Iran memiliki kemampuan asymmetrical warfare (perang asimetris) yang dahsyat, mulai dari rudal balistik yang jumlahnya mendekati 2.000 buah hingga jaringan proksi di Lebanon, Suriah, dan Yaman. Lebih dari itu, opini publik AS sangat kritis. Hanya 20-30 persen warga AS yang mendukung serangan terhadap Iran . Dalam situasi ini, Trump bermain dua kaki, di satu sisi ingin memuaskan lobi pro Israel dan industri senjata, di sisi lain tidak ingin menanggung biaya politik perang besar.

Sejarah & Perangkap Persia

Ada ironi sejarah yang nyaris puitis dalam serangan kali ini. Israel melancarkan operasinya menjelang hari raya Purim (Hari raya kaum Yahudi), yang merayakan selamatnya orang Yahudi dari pembantaian di Persia kuno yang kini menjadi wilayah Iran . Seolah sejarah berbisik sinis bahwa kali ini justru keturunan Persia yang menjadi sasaran “pembalasan” modern.

Namun jangan salah, Iran bukanlah aktor pasif. Teheran paham betul bahwa mereka sedang diuji. Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai bahwa ancaman Trump lebih merupakan “tekanan politik ketimbang sinyal aksi langsung” . Iran selama ini unggul dalam perang asimetris dan perang proksi. Mereka tidak perlu menang dalam pertempuran konvensional, mereka cukup membuat AS dan Israel kelelahan seperti yang dialami Uni Soviet di Afghanistan.

Ketika Menteri Luar Negeri Oman (Badr bin Hamad) sibuk meyakinkan media AS bahwa tidak ada alternatif selain diplomasi, pesawat tak berawak Iran mungkin sudah bersiap di landasan. Pernyataan Kemenlu Iran pasca serangan sangat jelas, “Republik Islam Iran menganggap agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan menekankan bahwa pihaknya berhak untuk merespons secara tegas” .

Kerja Sama AS-Israel

Di balik hiruk-pikuk perbedaan pendapat, sebenarnya AS dan Israel telah menyusun pembagian kerja yang matang . Brigjen (Purn) Michael Herzog, mantan duta besar Israel untuk AS, mengungkapkan bahwa militer kedua negara telah melakukan koordinasi erat di semua level .

Jika perang pecah, AS akan fokus pada penghancuran fasilitas nuklir dan melumpuhkan kemampuan balasan Iran (seperti rudal anti-kapal di Selat Hormuz). Sementara Israel akan memburu program rudal balistik Iran yang menjadi ancaman langsung bagi wilayahnya . Targetnya kali ini lebih luas bukan hanya fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi dan bahkan simbol-simbol rezim .

Inilah yang disebut sebagai “strategi degradasi” yang melemahkan rezim hingga titik di mana protes domestik bisa tumbang. Israel sadar bahwa serangan udara saja tak akan menjatuhkan Khamenei, tetapi jika dikombinasikan dengan krisis ekonomi dan gelombang unjuk rasa, rezim bisa goyah .

Jalan Panjang Menuju Jurang

Apa yang terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru konflik Timur Tengah. Perang ini membuktikan bahwa diplomasi multilateral telah kehilangan maknanya ketika berhadapan dengan kepentingan strategis negara adidaya. Dewan Keamanan PBB kembali menjadi saksi bisu, sementara hukum internasional dikoyak.

Bagi Indonesia, eskalasi ini adalah alarm bahaya. Harga minyak akan melambung, arus perdagangan di Selat Hormuz terancam, dan dampaknya akan dirasakan hingga ke harga BBM di pompa-pompa bensin Tanah Air. Lebih dari itu, kita menyaksikan bagaimana negara besar mempermainkan api perang sambil berpura-pura memadamkannya dengan air mata diplomasi.

Perang ini adalah tragedi kemanusiaan yang menanti. Rakyat Iran yang sudah tercekik oleh embargo akan kembali menanggung beban. Rakyat Israel akan hidup dalam bayang-bayang rudal. Dan di atas puing-puing kehancuran itu, para pemimpin dunia akan kembali berfoto bersama di KTT Perdamaian berikutnya sambil menyiapkan serangan berikutnya.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Unutara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikmal Ali M. Nur

    Paradoks Pembangunan Kawasan Transmigrasi Upt Patlean dan Komitmen DPRD komisi II Halmahera Timur

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Ikmal Ali M. Nur | Mahasiswa Universitas Janabadra Yogyakarta
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Salah satu bentuk fungsi DPRD ialah menjadi penghubung antara Rakyat dan Pemerintah Daerah, agar memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat. sebagai wakil rakyat DPRD memiliki kewajiban untuk mendengarkan, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, setiap keluhan dan masukan yang diterima dari warga akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembentukan kebijakan daerah. DPRD juga benar-benar memastikan bahawa kesejahteraan […]

  • Membumikan Janji Politik: Membangun Maluku Utara Lewat RPJMD yang Terarah

    Membumikan Janji Politik: Membangun Maluku Utara Lewat RPJMD yang Terarah

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Oleh : Mursid Puko
    • visibility 1.477
    • 0Komentar

    Akan menjadi kekeliruan serius apabila visi dan misi kepala daerah tidak selaras dengan RPJP nasional maupun daerah, serta dokumen perencanaan spasial. Ketidaksesuaian ini akan menimbulkan kesenjangan dalam menjawab isu strategis pembangunan yang telah teridentifikasi dalam dokumen resmi perencanaan. Hal ini dapat berdampak pada inkonsistensi arah pembangunan dalam lima tahun masa jabatan. Sering kali dijumpai ketimpangan […]

  • Sultan Ternate dan FORKODA Dukung Pemekaran Pulau Obi, Ini Agenda Pertemuan di Laiwui

    Sultan Ternate dan FORKODA Dukung Pemekaran Pulau Obi, Ini Agenda Pertemuan di Laiwui

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Balengko Space – Ketua FORKODA PP DOB Maluku Utara, Sarka Eladjouw, bersama Anggota DPD RI Sultan Hidayat Mudaffar Syah, akan mengunjungi Pulau Obi pekan ini. Kunjungan ini bertujuan memperkuat perjuangan menjadikan Pulau Obi sebagai kabupaten baru di Maluku Utara. Sarka menyampaikan bahwa pemekaran wilayah adalah agenda bersama antara rakyat dan pemerintah daerah. Ia mendorong masyarakat […]

  • Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Pastabulu, 25/1/25 – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula mengadakan kegiatan Literasi Pesisir dan Bakti Sosial yang bertempat di Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja komunitas untuk tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan pesisir dan laut melalui edukasi serta kolaborasi. Ketua Umum Komunitas […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memberikan sambutan pada Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara” di Pendopo Kesultanan Ternate, Jumat (30/1/2026). DOK. BALENGKO

    Gubernur Sherly Dorong Diskusi Buku Empat Kesultanan Masuk Sekolah

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku Utara menggelar Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara”, Jumat (30/1/2026), di Pendopo Kesultanan Ternate. Kegiatan ini membedah empat karya yang mengulas sejarah dan peradaban […]

  • English Camp 2025: ESA Unkhair dan MAN 2 Halut Bersama Tingkatkan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa

    English Camp 2025: ESA Unkhair dan MAN 2 Halut Bersama Tingkatkan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Foto : Istimewa Malifut, (19/2/25) – Dalam upaya meningkatkan literasi bahasa Inggris di Madrasah, English Students Association (ESA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) bekerja sama dengan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Halmahera Utara menggelar kegiatan English Camp 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 19 hingga 21 Februari 2025 dan diikuti oleh 140 […]

expand_less