Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Namun, Pentagon (markas besar Departemen Pertahanan AS) dilaporkan menahan diri. Militer AS sadar bahwa perang besar dengan Iran tidak akan semudah invasi ke Irak atau Afghanistan. Iran memiliki kemampuan asymmetrical warfare (perang asimetris) yang dahsyat, mulai dari rudal balistik yang jumlahnya mendekati 2.000 buah hingga jaringan proksi di Lebanon, Suriah, dan Yaman. Lebih dari itu, opini publik AS sangat kritis. Hanya 20-30 persen warga AS yang mendukung serangan terhadap Iran . Dalam situasi ini, Trump bermain dua kaki, di satu sisi ingin memuaskan lobi pro Israel dan industri senjata, di sisi lain tidak ingin menanggung biaya politik perang besar.

Sejarah & Perangkap Persia

Ada ironi sejarah yang nyaris puitis dalam serangan kali ini. Israel melancarkan operasinya menjelang hari raya Purim (Hari raya kaum Yahudi), yang merayakan selamatnya orang Yahudi dari pembantaian di Persia kuno yang kini menjadi wilayah Iran . Seolah sejarah berbisik sinis bahwa kali ini justru keturunan Persia yang menjadi sasaran “pembalasan” modern.

Namun jangan salah, Iran bukanlah aktor pasif. Teheran paham betul bahwa mereka sedang diuji. Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai bahwa ancaman Trump lebih merupakan “tekanan politik ketimbang sinyal aksi langsung” . Iran selama ini unggul dalam perang asimetris dan perang proksi. Mereka tidak perlu menang dalam pertempuran konvensional, mereka cukup membuat AS dan Israel kelelahan seperti yang dialami Uni Soviet di Afghanistan.

Ketika Menteri Luar Negeri Oman (Badr bin Hamad) sibuk meyakinkan media AS bahwa tidak ada alternatif selain diplomasi, pesawat tak berawak Iran mungkin sudah bersiap di landasan. Pernyataan Kemenlu Iran pasca serangan sangat jelas, “Republik Islam Iran menganggap agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan menekankan bahwa pihaknya berhak untuk merespons secara tegas” .

Kerja Sama AS-Israel

Di balik hiruk-pikuk perbedaan pendapat, sebenarnya AS dan Israel telah menyusun pembagian kerja yang matang . Brigjen (Purn) Michael Herzog, mantan duta besar Israel untuk AS, mengungkapkan bahwa militer kedua negara telah melakukan koordinasi erat di semua level .

Jika perang pecah, AS akan fokus pada penghancuran fasilitas nuklir dan melumpuhkan kemampuan balasan Iran (seperti rudal anti-kapal di Selat Hormuz). Sementara Israel akan memburu program rudal balistik Iran yang menjadi ancaman langsung bagi wilayahnya . Targetnya kali ini lebih luas bukan hanya fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi dan bahkan simbol-simbol rezim .

Inilah yang disebut sebagai “strategi degradasi” yang melemahkan rezim hingga titik di mana protes domestik bisa tumbang. Israel sadar bahwa serangan udara saja tak akan menjatuhkan Khamenei, tetapi jika dikombinasikan dengan krisis ekonomi dan gelombang unjuk rasa, rezim bisa goyah .

Jalan Panjang Menuju Jurang

Apa yang terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru konflik Timur Tengah. Perang ini membuktikan bahwa diplomasi multilateral telah kehilangan maknanya ketika berhadapan dengan kepentingan strategis negara adidaya. Dewan Keamanan PBB kembali menjadi saksi bisu, sementara hukum internasional dikoyak.

Bagi Indonesia, eskalasi ini adalah alarm bahaya. Harga minyak akan melambung, arus perdagangan di Selat Hormuz terancam, dan dampaknya akan dirasakan hingga ke harga BBM di pompa-pompa bensin Tanah Air. Lebih dari itu, kita menyaksikan bagaimana negara besar mempermainkan api perang sambil berpura-pura memadamkannya dengan air mata diplomasi.

Perang ini adalah tragedi kemanusiaan yang menanti. Rakyat Iran yang sudah tercekik oleh embargo akan kembali menanggung beban. Rakyat Israel akan hidup dalam bayang-bayang rudal. Dan di atas puing-puing kehancuran itu, para pemimpin dunia akan kembali berfoto bersama di KTT Perdamaian berikutnya sambil menyiapkan serangan berikutnya.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Unutara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Fairy Sinta
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Ternate, (22/3/25) – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menggelar Gebyar Pasar Murah di Ternate untuk menyambut Ramadan 1446 H. Program ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di beberapa kabupaten di Maluku Utara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara menginisiasi kegiatan ini dengan menyediakan […]

  • Panggung talkshow Kita Berkebaya di ARTJOG 2025 menampilkan Lantun Orchestra di Jogja National Museum.

    Talkshow Kita Berkebaya di ARTJOG 2025 Angkat Peran Perempuan dan Budaya

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 391
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (8/8/25) – Sebagai bagian dari rangkaian acara ARTJOG 2025, sebuah talkshow bertajuk “Kita Berkebaya“ sukses digelar pada Kamis, 7 Agustus 2025, di Jogja National Museum. Acara ini menjadi sorotan publik karena mengusung isu penting seputar pemberdayaan perempuan melalui kebaya sebagai simbol budaya dan identitas nasional. Talkshow Kita Berkebaya diselenggarakan oleh Narasi, Bakti […]

  • Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

    Politik Dinasti bukan warisan: Membedah skenario oligarki Banggai Laut 2029

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong, Presiden Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kondisi Kabupaten Banggai Laut masih tertatih-tatih melepaskan diri dari belenggu ketertinggalan infrastruktur dasar dan stagnasi ekonomi kepulauan, nalar publik justru dipaksa menelan pil pahit berupa wacana prematur suksesi kekuasaan. Bupati Sofyan Kaepa yang kini sedang menikmati periode keduanya seolah membiarkan diskursus publik dibajak oleh narasi pelanggengan kekuasaan, alih-alih difokuskan pada pemenuhan janji-janji politik yang masih […]

  • Peserta field trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua Ternate mengamati endapan vulkanik.

    Field Trip Geosite Foramadiahi dan Banjir Rua: HAGI, IAGI, IAP Dorong Mitigasi Bencana di Ternate

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 735
    • 0Komentar

    Sementara di Geosite Foramadiahi, peserta dapat menyaksikan langsung singkapan batuan yang telah berusia 2,7 juta tahun. Berdasarkan fase geologi, batuan ini termasuk dalam kelompok Gamalama Tua, memberikan gambaran tentang sejarah geologis kawasan yang sangat panjang. Taufik, S.T., anggota IAP Malut, menekankan urgensi perencanaan wilayah berbasis mitigasi bencana. “Kota Ternate merupakan daerah yang rawan terhadap bencana […]

  • Mahasiswa baru UNJAYA mengikuti Sapa Achmad Yani Muda 2025.

    BEM UNJAYA 2025 Gelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair Sambut Mahasiswa Baru

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 622
    • 0Komentar

    BEM UNJAYA 2025 menggelar Sapa Achmad Yani Muda dan UKM Fair 2025 di Yogyakarta, Senin (8/9). Agenda ini menyambut mahasiswa baru dan memperkenalkan semangat perjuangan Jenderal Achmad Yani. Presiden Mahasiswa UNJAYA 2025, Faturahman Djaguna, menyampaikan orasi di depan mahasiswa baru. Ia menegaskan bahwa mahasiswa UNJAYA harus memegang teguh spirit perjuangan Jenderal Achmad Yani. “Musuh kita […]

  • Tim PMR MAN Insan Cendekia Halbar menerima penghargaan Juara 1 Gebyar PMR & KSR se-Maluku Utara.

    Kerja Keras Berbuah Manis, PMR MAN IC Halbar Tampil sebagai Juara 1 Terbaik

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Halmahera Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim Palang Merah Remaja (PMR) mereka meraih Juara 1 Terbaik dalam ajang Gebyar PMR & KSR se-Provinsi Maluku Utara yang berlangsung pada 18–21 September 2025. Perlombaan ini digelar oleh PMI Provinsi Maluku Utara untuk memperingati HUT PMI ke-80. Sebanyak […]

expand_less