Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 280
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Namun, Pentagon (markas besar Departemen Pertahanan AS) dilaporkan menahan diri. Militer AS sadar bahwa perang besar dengan Iran tidak akan semudah invasi ke Irak atau Afghanistan. Iran memiliki kemampuan asymmetrical warfare (perang asimetris) yang dahsyat, mulai dari rudal balistik yang jumlahnya mendekati 2.000 buah hingga jaringan proksi di Lebanon, Suriah, dan Yaman. Lebih dari itu, opini publik AS sangat kritis. Hanya 20-30 persen warga AS yang mendukung serangan terhadap Iran . Dalam situasi ini, Trump bermain dua kaki, di satu sisi ingin memuaskan lobi pro Israel dan industri senjata, di sisi lain tidak ingin menanggung biaya politik perang besar.

Sejarah & Perangkap Persia

Ada ironi sejarah yang nyaris puitis dalam serangan kali ini. Israel melancarkan operasinya menjelang hari raya Purim (Hari raya kaum Yahudi), yang merayakan selamatnya orang Yahudi dari pembantaian di Persia kuno yang kini menjadi wilayah Iran . Seolah sejarah berbisik sinis bahwa kali ini justru keturunan Persia yang menjadi sasaran “pembalasan” modern.

Namun jangan salah, Iran bukanlah aktor pasif. Teheran paham betul bahwa mereka sedang diuji. Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai bahwa ancaman Trump lebih merupakan “tekanan politik ketimbang sinyal aksi langsung” . Iran selama ini unggul dalam perang asimetris dan perang proksi. Mereka tidak perlu menang dalam pertempuran konvensional, mereka cukup membuat AS dan Israel kelelahan seperti yang dialami Uni Soviet di Afghanistan.

Ketika Menteri Luar Negeri Oman (Badr bin Hamad) sibuk meyakinkan media AS bahwa tidak ada alternatif selain diplomasi, pesawat tak berawak Iran mungkin sudah bersiap di landasan. Pernyataan Kemenlu Iran pasca serangan sangat jelas, “Republik Islam Iran menganggap agresi ini sebagai pelanggaran nyata terhadap perdamaian dan keamanan internasional dan menekankan bahwa pihaknya berhak untuk merespons secara tegas” .

Kerja Sama AS-Israel

Di balik hiruk-pikuk perbedaan pendapat, sebenarnya AS dan Israel telah menyusun pembagian kerja yang matang . Brigjen (Purn) Michael Herzog, mantan duta besar Israel untuk AS, mengungkapkan bahwa militer kedua negara telah melakukan koordinasi erat di semua level .

Jika perang pecah, AS akan fokus pada penghancuran fasilitas nuklir dan melumpuhkan kemampuan balasan Iran (seperti rudal anti-kapal di Selat Hormuz). Sementara Israel akan memburu program rudal balistik Iran yang menjadi ancaman langsung bagi wilayahnya . Targetnya kali ini lebih luas bukan hanya fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi dan bahkan simbol-simbol rezim .

Inilah yang disebut sebagai “strategi degradasi” yang melemahkan rezim hingga titik di mana protes domestik bisa tumbang. Israel sadar bahwa serangan udara saja tak akan menjatuhkan Khamenei, tetapi jika dikombinasikan dengan krisis ekonomi dan gelombang unjuk rasa, rezim bisa goyah .

Jalan Panjang Menuju Jurang

Apa yang terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru konflik Timur Tengah. Perang ini membuktikan bahwa diplomasi multilateral telah kehilangan maknanya ketika berhadapan dengan kepentingan strategis negara adidaya. Dewan Keamanan PBB kembali menjadi saksi bisu, sementara hukum internasional dikoyak.

Bagi Indonesia, eskalasi ini adalah alarm bahaya. Harga minyak akan melambung, arus perdagangan di Selat Hormuz terancam, dan dampaknya akan dirasakan hingga ke harga BBM di pompa-pompa bensin Tanah Air. Lebih dari itu, kita menyaksikan bagaimana negara besar mempermainkan api perang sambil berpura-pura memadamkannya dengan air mata diplomasi.

Perang ini adalah tragedi kemanusiaan yang menanti. Rakyat Iran yang sudah tercekik oleh embargo akan kembali menanggung beban. Rakyat Israel akan hidup dalam bayang-bayang rudal. Dan di atas puing-puing kehancuran itu, para pemimpin dunia akan kembali berfoto bersama di KTT Perdamaian berikutnya sambil menyiapkan serangan berikutnya.

  • Penulis: Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Unutara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto legendaris Lionel Messi dan Lamine Yamal bayi tahun 2007 Play Button

    Siapa Sangka Bayi yang Dimandikan Messi 19 Tahun Lalu Kini Jadi Lawan Berebut Trofi Piala Dunia?

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 152
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, ATLANTA – Ada kisah-kisah di dunia nyata yang jalannya terasa jauh lebih dramatis ketimbang skenario film fiksi terbaik Hollywood. Salah satu kisah magis itu kini sedang tersaji di panggung termegah sepak bola bumi, melibatkan sang megabintang legendaris, Lionel Messi, dan pemuda ajaib yang digadang-gadang sebagai pewaris takhtanya, Lamine Yamal. Mundur ke tahun 2007 […]

  • Pertemuan hangat antara Ketua Umum HIPPMAMORO Yogyakarta sekaligus Koordinator Umum Forum BEM DIY dengan Dr. Firman Jaya Daeli, mantan anggota DPR RI/MPR RI, menjadi ruang dialog seputar kepemimpinan dan peran mahasiswa dalam pembangunan bangsa.

    BACARITA MOROTAI: PERTEMUAN ANTARA KETUM HIPPMAMORO JOGJA SEKALIGUS KOORINATOR UMUM FORUM BEM DIY,  BERSAMA DR. FIRMAN JAYA DAELI MANTAN DPR RI/MPR RI

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    Fatur juga menyoroti persoalan konflik nelayan yang hingga kini tidak pernah benar-benar diselesaikan oleh pemerintah daerah. Konflik tersebut muncul akibat tumpang tindih wilayah tangkap, lemahnya pengawasan terhadap kapal-kapal besar dari luar daerah yang masuk ke perairan Morotai, serta ketidakadilan dalam distribusi hasil tangkapan. Nelayan lokal sering menjadi korban kebijakan yang tidak berpihak. Banyak dari mereka […]

  • Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Wacana Federal dalam Forum Konsolidasi Intelektual Play Button

    “Dijajah” di Rumah Sendiri: Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Gaungkan Opsi Federal hingga Tinjau Ulang Relasi Pusat

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 598
    • 1Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Kekecewaan menahun terhadap pola relasi pusat dan daerah yang dinilai timpang memicu konsolidasi terbuka dari kalangan intelektual muda. Mahasiswa asal Maluku Utara yang menempuh studi Pendidikan di Kota pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar forum akbar bertajuk “Menuju Negara Federal atau Tetap Dijajah Sentralistik”. Diskusi terbuka ini berlangsung pada Sabtu, (22/8) yang menjadi […]

  • Dialog publik Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta (IKPM-HT) bersama PSPK UGM membahas ketimpangan kawasan transmigrasi Patlean, Halmahera Timur, di Gedung PSPK UGM, Yogyakarta, Selasa (13/1/2025). Dok. Balengko Space

    Datang dengan Harapan, Pulang dengan Masalah: Fakta Kawasan Transmigrasi Patlean Dibongkar di UGM

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Yogyakarta (Balengko Space) — Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur Yogyakarta (IKPM-HT) Yogyakarta bersama Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar dialog publik bertajuk “Ketimpangan Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara”, Selasa (13/1/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung PSPK UGM ini didukung oleh berbagai organisasi mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta. Dialog […]

  • ILUSTRASI: Hukum tetap tegak di atas tekanan kelompok.| Sumber gambar Ilustrasi: Istimewa

    LBH Ansor Malut Tegaskan: SK Hukuman Salmin Janidi Sah dan Tidak Bisa Dibatalkan oleh Tekanan Kelompok

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan sikap resmi terkait insiden masuknya sekelompok orang yang mengatasnamakan Brigade Sofifi ke Kantor BKD Provinsi Maluku Utara. Kelompok tersebut diduga menekan Plt Kepala BKD, Zulkifli Bian, agar mencabut Keputusan Gubernur terkait hukuman disiplin terhadap mantan Kepala Dinas Perhubungan, Salmin Janidi, S.H., M.Hum. LBH Ansor […]

  • PW GP Ansor Malut bertemu Gubernur  Malut Sherly Tjoanda untuk pemantapan Pelantikan

    PW GP Ansor Malut bertemu Gubernur Malut Sherly Tjoanda untuk pemantapan Pelantikan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.401
    • 0Komentar

    Ansor Maluku Utara saat ini mengembangkan Badan Usaha Milik Ansor (BUMA), yang menjadi payung bagi sejumlah unit usaha di berbagai sektor berbasis potensi lokal. Menurut Syarif, BUMA akan dikelola secara profesional sebagai langkah nyata pemberdayaan kader dan penguatan ekonomi organisasi. “BUMA juga terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah maupun pihak swasta. Prinsip kami jelas: membangun kemandirian […]

expand_less